MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (AUNTY ANITA)


Mulut ada di antara mata dan telinga agar kita melihat dan mendengar dari dua pihak, dan berbicara tanpa memihak.



Setelah melihat kepergian Key, Lana dan Bernard, Lila segera mengambil hpnya dan menghubungi sahabatnya untuk memberitahu kabar baik itu.



“Halo Lil?” ucap Khansa dari sebrang telfon.



“Halo sa, kamu mau tau sesuatu ga? Kabar yang menyenangkan.” Ucap Lila.



“Apa itu?”



“Anak perempuanmu sudah memiliki pasangan, dia laki-laki yang tampan dan bertanggung jawab aku rasa. Dia pasti akan mengunjungi rumahmu setelah berbelanja jadi siapkan dirimu dan jangan terkejut oke?” ucap Lila.



“Benarkah anakku sudah memiliki pasangan? Tapi selama ini dia selalu menutup diri kepada siapapun.” Ucap Khansa tidak percaya.



“Sudah intinya dia sudah memiliki pasangan. Sudah dulu ya aku matikan telfonnya sampai bertemu nanti ya sa, kita akan bergosip lagi nanti..” ucap Lila lalu mematikan telfonnya.



Khansa yang baru mendapatkan kabar tentang anak perempuannya itu merasa ada yang aneh, karena selama ini Key selalu menutup diri kepada siapapun terutama laki-laki.



Paris


Ken sedang berbelanja di swalayan bersama dengan Audrey berjalan memilih barang-barang sambil tertawa bersama.


Dari kejauhan ada seorang gadis yang melihat Ken yang sedang tertawa bersama wanita di sebelahnya yang tidak terlihat wajahnya.


“Mom, lihatlah itu kak Ken!” ucap gadis itu kepada mommy nya.


“Mana Er?” tanya mommy gadis itu sambil mencari keberadaan Ken.


“Itu mom, dia sedang bersama seorang wanita!”


Setelah melihat keberadaan Ken, wanita itu segera menghampirinya dan menjewer telinga Ken dengan keras hingga membuat Ken meringis kesakitan, sedangkan Audrey terkejut melihat ada yang tiba-tiba menjewer telinga Ken.


“Dasar anak nakal!” ketus wanita itu.


“Aw! Sakit!” teriak Ken.


Ken dan Audrey menoleh ke belakang secara bersamaan dan terkejut karena melihat orang yang mereka kenal.


“Erina?” ucap Audrey.


“Aunty Anita?” ucap Ken.


Mereka ber empat saling melempar tatapan satu sama lain karena saat itu mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


“Kamu mengenal wanita ini Er?” tanya Anita.


“Tentu saja mom, dia adalah temanku di kampus!”


“Ken, kamu mengenal mereka?” tanya Audrey.


“Tentu saja! dia adalah tanteku dan itu adalah sepupuku.” Jelas Ken.


“Sebaiknya kita mencari café di sekitar sini dan berbicara, ada banyak hal yang aunty ingin tanyakan kepadamu Ken.” Ucap Anita dengan tatapan tajamnya.


“Duh matilah aku!” batin Ken yang pasrah menuruti perintah auntynya.


Audrey dan Erina berjalan bersama di belakang Anita dan Ken.


“Sejak kapan kamu mengenal kak Ken?” tanya Erina.


“Baru beberapa hari yang lalu karena kejadian yang tidak terduga Er.” Jelas Audrey.


“Dunia ini memang sempit sekali!” gumam Erina sambil menggelengkan kepalanya.


Di café, keadaan menjadi canggung karena melihat ketegangan di wajah Ken dan auntynya.


“Em, aunty..” ucap Ken mencoba membuka pembicaraan.


“Stop Ken! Pertama aunty mau tanya, sejak kapan kamu sudah berada di paris?” tanya Anita.


“Hampir seminggu sudah Ken di sini.”


“Apa!? Jadi selama itu kamu tidak berfikir untuk mengunjungi auntymu ini!? kamu tau kan aunty dan unclemu ada di sini? Lalu kenapa tidak mengunjungi kami?” tanya Anita.


“Ken tidak berfikiran sampai ke sana aunty, Ken juga kan tidak tau alamat jelas aunty Anita.” Jelas Ken.


“Itu bukan alasan untuk tidak mengunjungi aunty! Kenapa kamu tidak bertanya kepada papi dan mamimu? Atau abangmu!?”


“Tapi kamu sempat untuk berpacaran?” ucap Anita sambil melirik ke arah Audrey.


“Ini bukan pacar Ken aunty. Kami bertemu secara tidak sengaja dan ternyata dia adalah orang Indonesia juga.”


“Dimana kamu tinggal? Tinggalan di rumah aunty, ada banyak kamar di sana untukmu dan teman-temanmu!”


“Ken tinggal di hotel yang di pilih oleh perusahaan aunty, di sana juga dekat dengan perusahaan.”


“Memang perusahaan apa yang sedang bekerja sama denganmu?” tanya Anita.


“Perusahaan C.” ucap Ken.


“Apa!? Perusahaan C? itukan perusahaan papaku.” Ucap Audrey.



“Ah iya mom, Audrey adalah anak dari pemilik perusahaan C.” lanjut Erina.


Ken terkejut mendengar ucapan Audrey, selama ini dia tidak tau jika papa Audrey adalah pemilik perusahaan yang sedang bekerja sama dengannya, Ken memang tidak pernah tau siapa CEO perusahaan itu jadi dia tidak mengenal Aldi saat pertama mereka bertemu.


“Jadi kamu anaknya Aldi?” tanya Anita.


“Loh aunty mengenal papanya?” tanya Ken.


“Tentu saja! Aldi adalah teman bisnis papimu dan beberapa kali juga kami sering mengadakan pertemuan keluarga seblum Aldi menikah dan memutuskan untuk pindah ke paris.” Jelas Anita.


Setelah pertemuan tidak terduga itu, Ken dan Audrey memutuskan untuk ikut dengan Anita dan Erina. Mereka mengantar Audrey lebih dulu ke rumahnya, Anita melihat Aldi sudah menunggu di depan pintu.


“Lihatlah betapa posesifnya papamu itu!” ucap Anita sambil tersenyum sinis.


Aundrey turun dari mobil di ikuti oleh Ken, Anita dan Erina. Aldi yang awalnya memberikan tatapan tajam kepada Ken segera diam setelah melihat Anita bersama mereka.


“Jangan menatap keponakanku dengan tatapan tajammu itu!” ketus Anita.


“Keponakan? Laki-laki ini adalah kponakanmu?” tanya Aldi tidak percaya.


“Iya, dia adalah anak Kalandra dan Khansa! Dunia begitu sempit bukan? Jangan terkejut dulu, karena ada hal yang lebih mengejutkan lagi.” ucap Anita yang membuat Aldi merasa pnasaran.


“Apa itu?” tanya Aldi.


“Dia adalah orang yang membuat game yang sedang bekerja sama dengan perusahaanmu!” ucap Anita.


“Apa? Tidak mungkin anak semuda ini bisa membuat game yang bagus seperti itu!” elak Aldi.


“Apa yang tidak mungkin mengetahui dia adalah anak dari Kalandra?” ucap Anita.


“Benar! Dia adalah anak Kalandra, tidak ada yang tidak mungkin jika itu bersangkutan dengan Kalandra. Kecerdasannya tidak bisa di ragukan lagi begitu juga dengan anak-anaknya.” Batin Aldi sambil menatap ke arah Ken.


“Masuklah lebih dulu, kita bicara di dalam.” Ajak Aldi.


“Tidak usah, ini sudah malam aku akan membawa anak nakal ini pulang ke rumahku.” Ucap Anita.


“Kami pulang dulu om.” Pamit Ken kepada Aldi.



“Baiklah, kalian berhati-hatilah.” Ucap Aldi.


Akhirnya Anita, Erina dan Ken pulang ke rumah Anita. Sepanjag perjalanan Anita mengintrogasi Ken masalah hubungannya Dengan Audrey.


Sesampainya di rumah, Anita menyuruh Ken untuk menginap di rumahnya selama beberapa hari, karena Ken tidak mau pindah dari hotel yang mereka tempati dengan alasan lebih dekat dengan perusahaan.


“Loh Ken? Kamu berada di paris?” tanya Edo yang melihat Ken masuk ke dalam rumahnya.


“Iya om..” ucap Ken dengan senyumannya.


“Jangan di tanya-tanya lagi ya sayang, biarkan dia beristirahat.” Anita memperingati suaminya agar tidak bertanya lebih banyak lagi.


Akhirnya Edo mengiyakan ucapan istrinya dan mempersilahkan Ken untuk beristirahat di kamarnya.


Anita mengambil hpnya dan menelfon Khansa untuk memarahinya karena tidak memberi tau tentang keberadaa Ken di paris.


“Halo kak Anita.. apa kabar..?” sapa Khansa dari sebrang telfon.


“Sa, apa anakmu tidak tau sopan santun!?” protes Anita kepada Khansa.


“Ha? maksudnya apa kak? Aku ga paham.”


“Ken sudah beberapa hari di paris tapi dia bahkan tidak menghubungi dan menjenguk auntynya! Aku juga tau kabar ini karena aku melihatnya tadi saat di swalayan nersama dengan wanita.” Tegas Anita.


“Benarkah kak? Siapa wanita itu? Ken pergi ke paris dengan teman-teman laki-lakinya kak tidak ada wanita bersamanya.” Ucap Khansa.


“Perempuan itu adalah anaknya Aldi!”


“Apa? Bagaimana mungkin mereka bertemu? Apa mereka memang sudah mengenal satu sama lain?” tanya Khansa.


“Entahlah, tapi Ken bilang kalau mereka baru saja mngenal beberapa hari yang lalu.”


“Baiklah kak terimakasih untuk infonya, aku akan mnghubungi Ken nanti untuk bertanya masalah ini.” ucap Khansa lalu mematikan telfonnya.


Di rumahnya Khansa hanya bisa menghela nafas panjang mendengar informasi itu.


“YaAllah aku tidak menyangka ternyata anak-anakku sudah besar semua, mereka sudah memiliki pasangan mereka masing-masing..” gumam Khansa.