MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
AUDREY


"Hikss,, hikss Ken maafkan aku, maafkan semua kesalahanku yang sudah menggantung hubungan kita maaf hikss.." tangis Audrey semakin kencang hingga membuat semua orang melihat ke arahnya.


"Selama ini aku menunggumu Ken, aku menunggu kamu untuk menjemputku ke Paris, kamu bilang kalau kamu akan segera menjemputku setelah kamu meresmikan perusahaanmu, hikss.." lanjutnya.


Ken terkekeh mendengar ucapan Audrey, sedangkan Audrey yang mengetahui hal itu langsung menatap Ken dengan aneh.


"Kamu menungguku? Bahkan setelah perusahaanku di resmikan kamu tidak pernah sekalipun mengangkat telfonku dan membalas pesanku!" ketus Ken.


"Bohong! Kamu tidak perlu mengeluarkan air mata buayamu itu Audrey! Aku tau kamu berbohong! menunggu Ken? Apa caramu menunggu dengan bersenang-senang bersama teman-temanmu?!" ucap Key yang sedang menuruni tangga bersama Belinda dan Andini.


Semua orang melihat ke arah Key, namun perhatian Audrey hanya terpaku pada orang yang ada di belakang Key.


"Apa maksudnya kak Key? Aku tidak mengerti apa maksud kak Key." ucap Audrey.


"Jangan pura-pura Audrey, aku tau kalau kamu selama ini selalu bersenang-senang dengan teman-temanmu! Kamu bahkan mengunggahnya ke akun social media mu!" tegas Key.


Audrey terkejut mendengar ucapan Key, dia merasa kalau dirinya sudah memblokir keluarga Ken agar tidak mengetahui apa yang sedang dia lakukan.


"T-tidak mungkin Key, aku ini selalu menunggu Ken dan mendoakannya di rumah!" ucap Audrey mengelak.


"Mama! Mama harus tanggung jawab, semua ini karena mama, mama harusnya bersujud memohon kepada Ken!" teriak Audrey.


Semua orang di sana terkejut termasuk orang tua Audrey sendiri.


"Audrey, bagaimana bisa kamu.." ucap mama Audrey.


"Apa ma! Mama yang sudah membuat Audrey dan Ken seperti ini, jadi mama yang harus bertanggung jawab!" bentak Audrey.


"Ken, aku bahkan rela menjadi istri keduamu atau simpananmu Ken! hikss.." lanjutnya.


Plak! Semua orang terkejut melihat mami Khansa menampar pipi Audrey hingga pipinya berwarna merah.


"Khansa!" teriak Aldi.


"Maaf kak! Aku dan keluargaku menyambut kalian dengan sangat baik, tapi bagaimana bisa kak Aldi mendidik anak perempuan kalian seperti ini? Apa di keluarga kalian di ijinkan untuk membentak orang tuanya? Apalagi yang dia bentak adalah seorang ibu, wanita yang sudah bertaruh nyawa untuk melahirkannya!" tegas mami Khansa.


"Apa dia tau bagaimana perjuangan mamanya saat melahirkannya!? Seorang anak tidak berhak membentak ibunya meskipun ibunya melakukan kesalahan sekalipun!"


"Dan kamu Audrey! Tante tidak pernah melakukan hal ini kepada siapapun, tapi kamu sudah membuat tante kesal! Tante tidak akan pernah meminta maaf kepadamu karena sudah menamparmu, jadi jangan mengharapkan kata maaf dari tante!" ketus mami Khansa.


"Apalagi dia bilang apa tadi? Menjadi istri kedua atau simpanan?! Kamu adalah seorang perempuan Audrey, bagaimana bisa kamu menyakiti hati seorang perempuan dengan bicara seperti itu!" ucap mami Khansa.


"Di keluarga kami tidak ada kata berpoligami! Kami semua menghargai para perempuan di keluarga kami, dan kami juga menghargai semua perempuan dimanapun!" tegas papi Kalandra.


Mendengar hal itu Audrey dan kedua orang tuanya hanya diam tidak berkata apapun.


"Dia adalah calon istriku, namanya Andini! Dia adalah gadis yang cantik bukan? Dan terlebih lagi aku sudah menyukainya." ucap Ken sambil menggandeng tangan Andini.


Audrey geram melihat Ken menggandeng tangan Andini.


"Kamu harus kembali padaku Ken! Aku tidak bisa hidup tanpamu! Aku mencintaimu hikss.." ucap Audrey.


"Itu bukan cinta Audrey, itu hanya obsesimu yang ingin memilikiku! Kamu tidak benar-benar mencintaiku." ucap Ken.


"Bagaimana bisa kamu lebih memilih wanita kampung itu di bandingkan denganku!"


"Mulutmu itu yang kampungan Audrey!" ketus Key.


"Diam!" teriak Ken.


Semua orang terdiam setelah mendengar teriakan Ken.


"Bisakah kamu pergi dari sini Audrey!? Kamu bahkan berani menghina calon istriku! Apa kamu tidak malu untuk memohon kepada seorang laki-laki seperti ini? Kamu masih muda dan masih memiliki kesempatan untuk mencari laki-laki lain yang lebih baik dariku!"


"Daripada kamu menjatuhkan harga dirimu dengan memohon kepadaku, lebih baik kamu belajar dari kesalahan yang pernah kamu lakukan." lanjutnya.


"Tuan Kalandra! Bagaimana bisa anak anda bicara seperti itu kepada anak kami!?" Tanya Aldi.


"Lalu bagaimana seharusnya anak kami bertindak saat calon istrinya di hina oleh anak anda tuan Aldi? Kita memang menerima kedatangan kalian, tapi bukan berarti kita menerima semua perkataan yang keluar dari mulut anak anda." ucap papi Kalandra dengan santainya.


"Aku akan bunuh diri jika Ken tidak mau kembali kepadaku!" ancam Audrey.


"Audrey! Tidak!" teriak mama Audrey.


"Silahkan! Jika kamu sampai berani untuk bunuh diri, di situ kamu benar-benar menunjukkan padaku kalau pilihanku untuk meninggalkanmu adalah pilihan yang tepat!" Ucap Ken.


Kedua orang tua Audrey terkejut mendengar ucapan Ken, dia tidak tau kalau ternyata Ken sama sekali tidak perduli dengan anaknya lagi.


"Ken, apa kamu benar-benar sudah tidak menyukaiku lagi? hikss.." Tanya Audrey.


"Audrey, sekali aku mengatakan tidak berarti tidak, aku tidak pernah menjilat ludahku sendiri!" tegas Ken.


"Lebih baik kamu pulanglah Audrey, kamu bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik lagi." ucap Key.


"Tidak! Hanya Ken yang terbaik!"


"Maaf tuan Aldi, sebaiknya anda membawa anak anda pulang agar tidak membuat keributa di sini." ucap Kenan.


Aldi kesal dengan perlakuan keluarga papi Kalandra tapi memang anaknya salah sudah mengatai calon istri Ken.


"Ayo sayang, sebaiknya kita pulang." ajak Aldi.


"Engga pa! Aku ga mau pulang sebelum Ken menerimaku kembali.." ucap Audrey.


"Sayang, Ken sudah memiliki seseorang yang dia cintai, sudah tidak ada tempat lagi untukmu.." ucap Aldi.


Mama Audrey ingin menggandeng tangan Audrey namun Audrey menepisnya dan menatap tajam ke arah mamanya.


"Ini semua karena kamu!" ketus Audrey sambil berdiri dan langsung berlari keluar dari rumah keluarga papi Kalandra tanpa berpamitan.


Aldi dan istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak perempuannya itu.


"Maaf karena perlakuan anak perempuan kami yang tidak sopan tuan, nyonya, saya juga minta maaf karena telah salah paham kepada nyonya Kalandra." ucap mama Audrey.


Mami Khansa menghampiri mama Audrey dan menggenggam kedua tangannya.


"Kak Aldi sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri, jadi aku akan mengganggapmu sebagai kakakku juga, bukan salahmu jika Audrey seperti itu kak, dia masih kecil dan masih labil jadi masih butuh pengertian, maaf juga karena aku sudah menamparnya tadi karena aku juga sedikit kesal dengan ucapannya." ucap mami Khansa.


"Tidak apa-apa, selama ini aku dan Aldi selalu memanjakannya dan selalu memberikan apapun yang dia inginkan, jadi sifatnya seperti itu, dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan." jelas mama Audrey.


"Susul lah Audrey kak, dia butuh dukungan dari ibunya, aku yakin dia akan berubah sedikit demi sedikit." ucap mami Khansa.


"Terimakasih Sa, Tuan Kalandra kami pamit dulu sekali lagi maaf karena sudah membuat keributan di rumah anda." ucap Aldi sambil merangkul pinggang istrinya.


Akhirnya Aldi dan istrinya keluar menyusul Audrey yang lebih dulu meninggalkan ruangan itu.


Sedangkan Andini melepaskan genggaman tangan Ken dan menghadap ke arahnya.


"Apa kamu baik-baik saja Ken?" Tanya Andini.


"Aku baik-baik saja Andini, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ken sambil mengelus kepala Andini dengan lembut.


"Aku baik-baik saja Ken, terimakasih karena sudah memilihku."


Ken hanya tersenyum dan memeluk tubuh Andini tanpa berkata apa-apa. Sedangkan yang lain tersenyum senang melihat kebahagiaan Ken dan Andini.


"Aku tidak keterlaluan bukan sayang? Anak-anak kita sudah mewakili diriku." Bisik papi Kalandra.


Mami Khansa yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala sambil menatap sinis ke arah suaminya.