
Kita dilahirkan sendiri, kita hidup sendiri, kita mati sendiri. Hanya melalui sebuah cinta dan pertemanan sejatilah kita bisa membuat sebuah ilusi bahwa kita tidak sendiri di dunia ini.
Setelah Khansa melahirkan, Kalandra menjadi lebih over protective kepada Khansa dan ketiga anaknya terutama si kembar yang baru saja lahir.
Kalandra selalu meminta semua orang yang ingin menggendong atau bahkan menyentuk kedua anaknya harus mencuci tangannya terlebih dahulu, jika ada yang sedang flu mereka tidak di perbolehkan berada di dekat anak-anaknya.
Khansa dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap protect Kalandra.
“Halo keponakan-keponakan om Ryan,,” sapa Ryan yang baru saja masuk ke dalam ruangan Khansa.
“Kenan kemana sa?” tanya Ryan kepada Khansa.
“Sekolah kak, tadi dia berangkat bareng Leo.” Jawab Khansa.
Rose, Edo dan Anita pun ikut ke dalam ruangan untuk menjenguk Khansa dan kedua anaknya.
“STOP! cuci tangan kalian dulu sana di kamar mandi.” Ketus Kalandra.

“Yaampun, kita semua sudah mencuci tangan kita masing-masing sebelum masuk ke dalam ruangan ini Ndra.”
Kalandra diam tidak menjawab perkataan teman-temannya dan segera melakukan yang diperintahkan oleh Kalandra.
Setelah selesai menjenguk Khansa dan kedua anaknya, mereka semua berpamitan kepada Khansa dan Kalandra untuk pulang.
Setelah mereka semua keluar dari ruangan, Khansa segera menatap Kalandra dan memanggilnya.
“Mas, apa perlu mereka harus mencuci tangan setiap ingin menyentuh Ken dan Key?” tanya Khansa.
“Tentu saja harus, bukankah dokter bilang jika bayi lahir prematur itu rawan terhadap penyakit?”
“Aku tau mas, tapi mereka itu adalah keluarga dan sahabat-sahabat kita, mereka juga tidak ingin membuat anak kita sakit jadi pasti mereka akan menjaga kebersihan mereka sendiri.”
“Tetap saja aku harus melihat langsung jika mereka benar-benar menjaga kebersihan mereka.”
“Mas, aku tau maksudmu baik kamu tidak ingin anak-anak kita sakit tapi secara tidak langsung kamu telah menyinggung perasaan mereka mas.”
“Intinya aku tidak ingin anak-anak kita sakit sa.”
“Iya mas aku tau aku sangat mengerti, tapi kamu bisa berbicara dengan baik-baik jangan ketus kayak tadi dong.” Khansa berusaha untuk memberi pengertian kepada suaminya dengan sangat lembut.
Kalandra hanya diam tidak mendengarkan perkataan Khansa, dia hanya sibuk menggendong putrinya yang masih belum tertidur.
Tidak lama kemudian mama Alisha datang membawa sebungkus besar makanan untuk Khansa.
“Ma, cuci tangan dulu.” Kalandra sudah mengingatkan mamanya untuk mencuci tangannya tanpa memberikan mamanya mengucapkan sepatah kata pun.
“YaAllah Andra, mama aja belum ngucapin salam. Lagian kamu ini emang selama ini kamu tau mama kotor apa sampe segitunya nyuruh mama mencuci tangan.” Ketus mama Alisha.
“Ya kan kita ga tau penyakit datangnya dari mana ma.”
Mama Alisha melirik ke arah Khansa dan Khansa hanya mengangkat kedua bahunya.
“*Bahkan mama saja dia masih tidak percaya. yaAllah mas Andra mas Andra*..” batin Khansa.
Setelah mencuci tangannya, mama Alisha mengambil alih Key dari gendongan Kalandra dan menyuruh Kalandra untuk beristirahat.
“Kamu istirahat dulu sana, mama juga sudah bawakan kamu dan Khansa makanan. Sa, kamu makan sayur daun katu yang mama bawakan ya agar asi kamu lancar.” Ucap mama Alisha.
“Iya ma, terimakasih ya maaf sasa ngerepotin mama.”
“Untuk apa minta maaf? Mama seneng malah di repotin, apalagi mama bisa melihat cucu-cucu mama yang lucu-lucu ini.”
“Papa sedang menghandle perusahaan kamu Ndra, kamu sibuk ngurusin si kembar di sini sampe perusahaan kamu terbengkalai. Di sini mama dan ibu Khansa bisa bergantian menjaga anak-anakmu, kembalilah bekerja perusahaan membutuhkanmu.” Ucap mama Alisha.
“Benar apa yang di katakana mama mas, perusahaan membutuhkanmu. Di sini ada mama dan ibu yang menjagaku dan anak-anak.” Sambung Khansa.
Kalandra merasa bimbang karena dia ingin tetap berada di samping anak-anaknya, Kalandra tidak ingin berada jauh dari anak-anaknya, namun di sisi lain perusahaan membutuhkan dirinya.
“Tapia pa kamu janji semua orang yang ingin menyentuh anak-anak kita harus mencuci tangan dulu?”
“Ya Allah mas, aku tau mas tau”
“Kalau sampai anak-anakku terserang flu atau apapun aku akan memarahimu dan memarahi mereka yang sudah menularkan flu itu.” Ketus Kalandra.
“Sudahlah mas, kamu tinggal bilang akan mulai bekerja kembali besok apa susahnya sih?” ucap Khansa.
Akhirnya Kalandra mengangguk menyetujui permintaan mamanya untuk kembali mengurus perusahaan.
“Tapi kamu janji kan..” ucapan Kalandra terpotong.
“Iya aku janji aku akan menjaga anak-anak kita dan akan menyuruh semua orang yang masuk ke dalam ruangan ini untuk mencuci tangannya.” Sambung Khansa.
Kalandra hanya mengangguk dan menghampiri istrinya lalu mencium kening istrinya.
“Aku keluar dulu ya sayang, aku mau menyuruh orang untuk merenovasi ruang kerjaku dan membuat ruang istirahat pribadi.” Ucap Kalandra.
“Loh untuk apa Ndra?” tanya mama Alisha.
“Aku sudah berjanji kepada Khans ajika dia akan menjadi sekertaris pribadiku sambil melanjutkan kuliahnya, selama dia bekerja Andra mau membawa Ken dan Key agar kita tetap bisa memantau mereka, dan saat Khansa ada kegiatan kuliah Andra akan menitipkan Ken dan Key kepada mama, apakah mama tidak keberatan?”
“Tentu saja mama tidak keberatan Ndra, mama akan sangat senang jika bisa mengurus mereka berdua.”
“Mas, tapi aku kuliah kan setiap hari jadi ga mungkin kan aku bekerja sambil kuliah dan mengurus anak?” tanya Khansa.
“Aku mendaftarkanmu ke universitas yang memang untuk para pekerja, disana semua dilakukan secara online dari absensi dan tugas-tugas, kamu ke kampus hanya untuk mengumpulkan tugas dan ujian.” Jelas Kalandra.
“Benarkah mas? Baiklah jika begitu, yang penting aku masih bisa mengurus anak-anakku.”
“Lalu kenapa kamu tidak menelfon orangnya untuk melakukan renovasi?” tanya Khansa lagi.
“Aku mau turun tangan langsung untuk merenovasi rungan untuk anak-anak kita, dan aku juga akan memilih sendiri furniture untuk anak-anak kita.”
“Yaampun mas, apa harus sampe segitunya?” batin Khansa.
Akhirnya Kalandra keluar dari ruangan istrinya dan meninggalkan istri dan juga mamanya di dalam. Setelah kepergian suaminya, mama Alisha menghela nafas panjang.
“Huhh,, lega banget kayaknya kalo Andra udah keluar.” Ucap mama Alisha.
“Ya gitulah mas Andra sekarang ma, dia jadi lebih over protective sama anak-anaknya. Sekarang juga kalo Kenan pulang sekolah langsung di suruh mandi habis itu Kenan harus menjaga adik-adiknya, kan kasihan Kenan juga mau istirahat.” Keluh Khansa.
“Khansa ga mau Kenan merasa lelah dan Khansa juga ga mau kalo Kenan merasa papinya berubah karena kedua adiknya. Khansa sering banget bicara sama mas Andra tapi dia ga pernah denger ma, mungkin nanti Khansa akan berbicara dengan Kenan dan memberinya pengertian.” Ucap Khansa.
“Iya kamu benar, kamu harus memberi pengertian kepada Kenan, mama juga takut jika Kenan merasa jika papinya lebih menyayangi adik-adiknya.” Balas mama Alisha.
“Gurunya Kenan juga pernah telfon kalo katanya Kenan suka ketiduran di kelas, biasanya dia paling cepet jawab kalo dikasih pertanyaan tapi sekarang engga.”
“Kamu tenang saja sa, mama akan ikut memberikan penjelasan kepada Kalandra.”
“Khansa harap dengan mama yang berbicara dengan mas Andra, dia bisa mengerti ya ma.” Ucap Khansa dengan penuh harap.

Baby Ken & baby Key😍