MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MELAMAR


Setelah beberapa menit memilih gaun untuk pernikahannya, akhirnya Andini jatuh pada gaun berwarna putih yang sangat indah.


"Kamu memang memiliki selera yang bagus." Puji Key kepada Andini.


"Bukan aku yang memiliki selera yang bagus, tapi semua gaunmulah yang bagus." ucap Andini.


"Wah jadi kalian berdua sudah akur?" Tanya Ken yang sudah berdiri di sana sejak tadi bersama Bernard.


"Emang kapan kita pernah tidak akur?" ketus Key.


"Sudahlah kalian berdua jangan mulai lagi, aku sudah memilih gaun yang akan aku pakai, lebih baik kita biarkan Key dan kak Bernard melanjutkan kangen-kangenan mereka kan Ken?" ucap Andini.


Key yang mendengar ucapan Andini wajahnya langsung memerah karena malu. Sedangkan Ken sangat bersemangat menggoda saudara kembarnya itu.


"Ah kamu benar Key, sepertinya Kita harus segera pergi dan memberikan waktu untuk mereka berdua." balas Ken.


Akhirnya Ken dan Andini berpamitan kepada Key dan Bernard untuk pulang karena mereka ingin membawa barang-barang dari rumah Andini.


Setelah kepergian Ken dan Andini, Bernard langsung mendekati kekasihnya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Om beruang! jangan begini, ada banyak karyawanku di sini." ucap Key.


"Ayo kita makan bersama di luar! Aku ingin makan siang bersamamu." ucap Bernard.


"Baiklah aku akan bersiap dan mengatakan kepada karyawanku." ucap Key yang di balas anggukan oleh Bernard.


Key mengatakan kepada para karyawannya kalau dirinya akan makan di luar, sedangkan Key menyuruh para karyawannya untuk memesan makanan atas namanya dan dia yang akan membayar semuanya dengan kartu yang di berikan kepada mereka.


Sedangkan Bernard menunggu Key di dalam mobilnya dengan perasaan senang karena sudah bertemu sang kekasih.


"Ayo kita berangkat sayang." Ucap Key yang membuat Bernard membulatkan kedua matanya.


"Apa tadi kamu bilang? Coba katakan lagi!" Ucap Bernard.


"Sayang, kenapa? Kamu ga mau aku bilang gitu?" Tanya Key.


"Tentu saja aku mau! Ayo kita segera berangkat." ucap Bernard yang langsung menginjak pedal gas mobilnya.


"Oh iya, kamu ga sama kak Jo? Lana galau banget ga ngeliat kak Jo." ucap Key.


"Sepertinya dia langsung pergi menemui Lana deh sayang." ucap Bernard.


"Benarkah? Baguslah kalau begitu, dia pasti sangat senang melihat kak Jo."


Tidak lama kemudian Key dan Bernard sampai di sebuah restaurant yang cukup besar dan juga sepi.


"Kenapa restaurant ini sepi? Mungkin mereka sedang libur om beruang, lebih baik kita cari tempat lain saja."


"Kamu kembali memanggilku om beruang?"


"Hehe habisnya aku sudah terbiasa, kalau tidak memanggil seperti itu rasanya ga enak."


"Terserah kamu saja lah! Ayo kita masuk, restaurant ini tidak tutup kok." ajak Bernard sambil menggandeng tangan Key dan mengajaknya untuk masuk ke dalam.



Yaampun, kenapa hanya lampunya mati? Kenapa hanya satu meja yang terang? Kamu sudah menyewa tempat ini?" Tanya Key.


"Iya, aku sengaja mencari restaurant yang ada di tengah-tengah agar tidak terlalu terang dan agar kita bisa menikmati seperti makan malam romantis yang di lakukan siang hari." ucap Bernard.


Key tersenyum mendengar ucapan Bernard, dia tidak menyangka kalau Bernard memiliki ide seperti itu.


"Terimakasih om beruang! Aku senang sekali dengan kejutan romantis ini." ucap Key.


Bernard segera menarik kursi dan mempersilahkan Key untuk duduk di kursi tersebut.


"Silahkan duduk tuan putri." ucap Bernard.


"Terimakasih." ucap Key sambil duduk di kursi tersebut.


Pelayan restaurant tersebut datang dengan buku menu di tangannya, setelah Key dan Bernard memilih menu makanannya pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka.


"Sejak kapan kamu menyiapkan semua ini on beruang?" Tanya Key.


Sebelum makanan mereka datang, Bernard segera mengeluarkan kotak kecil dari sakunya, Key terkejut saat Bernard membuka kotak tersebut yang berisi cincin berlian yang sangat indah.


"Aku tau selama ini aku belum bisa jadi yang terbaik untukmu, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi yang terbaik untukmu, aku tau kita sama-sama tidak sempurna, tapi justru karena ketidaksempurnaan kita lah yang membuat kita saling melengkapi satu sama lain."


"Hiduplah denganku Keyla Putri Kalandra, jadilah istriku untuk selamanya, dampingilah aku di saat susah dan senang, aku berjanji tidak akan pernah membuatmu menyesal karena memilihku! Apa kamu mau menikah denganku?" ucap Bernard.


Mendengar hal itu membuat Key meneteskan air mata bahagianya, dia tidak percaya kalau Bernard akan melamarnya saat itu juga.


"Kenapa menangis sayang? Apa kamu tidak menyukainya?" Tanya Bernard sambil menghapus air mata yang jatuh di pipi Key.


"Hikss, aku menangis karena bahagia! Aku sangat senang mendengarnya, tentu saja aku mau menikah denganmu hikss.." ucap Key.


Mendengar hal itu Bernard segera memasangkan cincin berlian tersebut di jari manis Key lalu memeluk dan mencium kening Key dengan lembut.


"Aku akan memberitahu kedua orang tua kita setelah ini, aku yakin mereka akan senang mendengarnya." Ucap Bernard.


Key hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak mengucapkan sepatah katapun karena terlalu bahagia dengan kejadian yang baru saja terjadi.


***


Sedangkan di sisi lain, Lana yang sedang menyiram tanaman di halaman depan rumahnya di kagetkan oleh suara klakson mobil yang kencang hingga membuat selang yang di pegangnya jatuh dan menyiprat ke tubuhnya.


"Aish! Siapa sih yang ganggu orang lagi nyiram tanaman!" bentak Lana sambil berbalik.


Saat berbalik, Lana terkejut melihat Jonathan Yang sudah menyandarkan tubuhnya di pintu mobil.


Tampan! Hanya itu yang bisa di fikirkan oleh Lana, dia menangis melihat laki-laki yang berada di hadapannya, laki-laki yang selalu berdebat dengannya saat bertemu dan laki-laki yang dia rindukan saat berjauhan.


"Om Jojon? Hikss.." ucap Lana yang menangis di buatnya.


Jonathan segera menghampiri Lana dan langsung menghapus air mata yang ada di pipinya.


"Aku sudah datang dengan sangat keren, tapi kamu malah memanggilku om Jojon dan membuatku tidak keren lagi." ucap Jonathan.


"Kamu tetap keren di mataku walaupun aku memanggilmu begitu, jadi tenang saja." ucap Lana.


Jonathan tersenyum mendengar jawaban dari Lana, dia membelai rambut Lana dengan lembut.


"Ayo masuk ke dalam, papa dan mama akan senang melihat om Jojon." ucap Lana.


"Apa aku tidak mengganggu istirahat mereka?"


"Justru mereka sudah terganggu karena klakson mobil om Jojon tadi!" ucap Lana.


"Ah benar juga, sebentar ya aku ambil sesuatu dulu di mobil." ucap Jonathan.


Lana melihat Jonathan yang mengambil beberapa paper bag di tangannya.


"Apa itu om Jojon?" Tanya Lana.


"Ini adalah oleh-oleh untukmu dan orang tuamu."


"Kenapa harus repot-repot bawa oleh-oleh sih? Om Jojon kan di sana untuk bekerja bukan berlibur."


"Tetap saja aku harus membawa oleh-oleh untuk mereka."


"Terserah om Jojon aja deh, oh iya bagaimana dengan kak Bernard? Apa dia sudah menemui Key? Key galau banget karena kak Bernard tidak menghubunginya selama 3 hari." ucap Lana.


"Kamu tenang saja, Bernard sudah menemui Key, bahkan dia akan melamarnya hari ini."


"Apa!? Huaa aku senang sekali mendengarnya, berarti tinggal Ken yang belum menikah." ucap Lana.


"Ha? Bukankah Ken dulu yang akan menikah?"


"Apa? Dengan siapa? Ken dan Audrey sudah tidak bersama, lalu dengan siapa Ken akan menikah?"


"Bukan dengan Audrey, pokoknya aku dengar dari Bernard kalau Ken akan menikah lebih dulu."


"Aish kenapa tidak ada yang memberitahuku apapun!" Ucap Lana yang kesal karena dirinya sudah ketinggalan berita penting.


Lana memang tidak mengetahui kabar apapun tentang Ken, karena Key dan yang lainnya hanya memberi tau beberapa orang saja.