MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEGERA


Aldi dan istrinya keluar dari rumah keluarga papi Kalandra, mereka segera masuk ke dalam mobil dan melihat Audrey yang sudah tidak karuan.


"Audrey sayang, kamu lupakan Ken ya kita bisa membantu kamu untuk melupakannya dan melakukan hal yang menyenangkan bersama." ucap mama Audrey.


Audrey tidak menjawab ucapan mamanya, dia hanya menatap mamanya dengan tajam lalu terdiam melihat keluar jendela.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kalian semua bahagia!" batin Audrey dengan penuh rasa amarah.


"Audrey, apa kamu akan terus seperti ini kepada mamamu?" Tanya Aldi.


Audrey tidak mengucapkan sepatah katapun, dia tidak mau berbicara kepada kedua orang tuanya.


"Apa kamu akan terus seperti ini Audrey!?" Tanya Aldi dengan nada tinggi.


"Pa, batalkan saja kerja sama perusahaan papa dengan perusahaan Ken! Itu adalah perusahaan yang sudah di bangun dari nol dia pasti sangat terpukul jika perusahaan papa memutus kerja samanya!" ucap Audrey tiba-tiba.


"Cukup Audrey! Selama ini perusahaan Ken lah yang memiliki peminat dan keuntungan yang sangat banyak! Kamu mau menyuruh papa memutus kerja sama hanya karena hal ini?! Apa menurutmu tuan Kalandra kekurangan uang untuk membantu anaknya membesarkan perusahaannya!" Tegas Aldi.


"Tapi pa.."


"Tidak ada tapi-tapian Audrey! Papa capek kalau kamu tetap seperti ini!" bentak Aldi.


Audrey terkejut mendengar papanya membentaknya untuk pertama kalinya, akhirnya Audrey hanya diam dan kembali menatap ke luar jendela mobil.


"Sudahlah, jangan bertengkar seperti ini, lebih baik kita ke tempat adikmu saja pa bagaimana?" Tanya mama Audrey.


"Jangan, aku tidak ingin sampai dia tau kalau kita datang ke Indonesia hanya untuk memohon kepada laki-laki!" ucap Aldi sambil melirik ke arah Audrey.


Aldi memutuskan untuk tinggal di hotel sementara waktu karena rumah lamanya di Indonesia tidak pernah di rawat dan pasti akan sangat kotor di sana.


***


"Kita akan segera melakukan persiapan untuk pernikahan Ken dan Andini, kapanpun persiapan itu selesai kita segera menyebar undangan dan melakukan acara pernikahan sesegera mungkin." ucap papi Kalandra.


"Kenapa kita harus mempercepat acara pernikahan mas?" Tanya mami Khansa.


"Melihat bagaimana sikap Audrey tadi, sepertinya dia tidak akan tinggal diam sayang, aku hanya takut kalau dia akan membuat Ken goyah!" ketus papi Kalandra sambil melirik ke arah Ken.


"Papi! Apa aku terlihat seperti itu di mata papi? Aku benar-benar serius akan menikahi Andini! Besokpun tidak masalah untukku." tegas Ken.


"Wah, jadi sekarang adikku sudah besar karena sudah mau menikah? Awas saja kalau nanti istrimu marah kepadamu, jangan harap aku akan membantumu seperti aku membantumu membujuk papi waktu dia marah kepadamu." ucap Kenan.


"Yaelah kejam amat bang!" Protes Ken.


"Jangan pada kepedean dulu! Tanya dulu sama Andini, dia mau ga nikah sama kamu! Jangan-jangan dia yang kepaksa lagi nikah sama kamu haha." ejek Key.


Semua orang langsung melihat ke arah Key lalu bergantian melihat ke arah Andini.


"Din, kamu mau menikah denganku bukan?" Tanya Ken dengan wajah yang was-was.


"Kalau aku ga mau gimana? Kamu mau kembali sama mantanmu itu?" Tanya Andini yang ikut mengerjai Ken.


"Tentu saja tidak! Jika kamu tidak mau menikah denganku, aku akan mengejarmu sampai kamu mau menikah denganku!" tegas Ken.


"Ih, itusih pemaksaan namanya!" jawab Andini.


"Biarin!"


Di tengah-tengah candaan mereka semua, tiba-tiba saja Belinda mual dan langsung berlari ke kamar mandi yang ada di dapur.


Semua orang terkejut melihat Belinda yang tiba-tiba berlari dan terdengar suara muntah-muntah dari sana.


Kenan yang panik langsung berlari menyusul istrinya dan ikut masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang, kamu baik-baik saja bukan?" Tanya Kenan sambil mengelus punggung istrinya dengan lembut.


"Aku baik-baik saja Kenan, mungkin karena aku telat makan jadi asam lambungku naik." Ucap Belinda.


"Tidak usah Kenan, aku hanya perlu makan dan beristirahat saja kok." ucap Belinda yang mencoba untuk menenangkan suaminya.


"Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan makanan untukmu." ucap Kenan yang langsung keluar dari kamar mandi di ikuti oleh Belinda di belakangnya.


"Belinda, kamu kenapa sayang?" Tanya mami Khansa yang ikut mengkhawatirkan menantunya.


"Tidak apa-apa mi, mungkin karena belum makan jadi asam lambung Belinda naik." jelas Belinda.


"Kalau begitu kamu istirahat di kamar saja, biarkan Kenan yang membawa makanannya ke kamar." ucap mami Khansa yang di balas anggukan oleh Belinda.


Akhirnya Belinda memutuskan untuk naik ke atas, sedangkan Kenan mengambilkan makanan untuk istrinya.


"Ambil sayuran juga Kenan, mami lihat Belinda jarang sekali makan sayur." ucap mami Khansa.


"Iya mi, Kenan sudah memasukkan semua lauk ke piringnya."


Setelah selesai menyiapkan makanan untuk Belinda, Kenan segera naik ke atas untuk menghampiri istrinya.


Sedangkan yang lain masih berkumpul di ruang tamu.


"Jadi bagaimana Andini? Apa tidak masalah jika pernikahan kalian di percepat?" Tanya papi Kalandra.


"Tidak masalah kapanpun waktunya papi, tapi bolehkah Andini menjenguk ayah Andini dulu, Andini harus meminta ijin kepadanya walaupun dia selalu memukuli Andini." ucap Andini.


"Tentu saja! Bagaimanapun juga dia adalah ayahmu, dia juga harus menjadi wali di acara pernikahan kalian, kamu dan Ken harus meminta ijin kepadanya lebih dulu." ucap mami Khansa.


"Kalau begitu, biarkan Ken yang mengantarmu ke sana agar dia juga meminta ijin secara langsung dengan ayahmu, setelah itu kita bicarakan masalah yang lainnya." ucap papi Kalandra.


"Papi tenang saja! Key yang akan mengurus gaun dan dekorasinya, papi tinggal tetapkan di mana acara pernikahannya akan di lakukan." ucap Key.


"Kemarin pernikahan abang di lakukan di hotel, bagaimana kalau pernikahanku di lakukan di taman? Wedding garden!" ucap Ken.


"Cih! Tumben otakmu pintar!" ketus Key.


"Baiklah karena kita sudah memilih latarnya, jadi biarkan Key yang mengurus sisanya." ucap papi Kalandra.


"Oh iya, kamu tidak jadi ke kantor Ken?" Tanya mami Khansa.


"Yaampun Ken sampe lupa kan kalau mau ke kantor! Baiklah kalau begitu Ken pamit dulu ya semuanya bye.." pamit Ken sambil berlari keluar dari rumahnya.


"Sepertinya aku juga harus segera ke butik deh! Oh iya, kamu pasti bosan kan di rumah Din? Bagaimana kalau kamu ikut denganku ke butik?" Tanya Key.


"Aku boleh ikut?" Tanya Andini.


"Tentu saja! Pasti kamu akan menyukainya karena kamu pernah ke sana sebelumnya walaupun hanya untuk mencoba gaun, kali ini aku akan membiarkan kamu melihat proses gaun-gaun itu di buat." jelas Key.


Andini sangat antusias untuk ikut dengan Key ke butik miliknya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan bersiap dan akan langsung turun kembali." ucap Andini yang di balas anggukan oleh Key.


Mami Khansa tersenyum melihat Andini yang sangat antusias saat Key mengajaknya.


"Kamu dan Andini harus akur ya sayang, dia sebenarnya anak yang baik, hanya saja dia takut untuk mempercayai orang lain." jelas mami Khansa.


"Tenang saja mi, Key itu anak mami, Key bisa membedakan orang yang tulus dan tidak, Key juga yakin kalau Andini adalah orang yang sangat baik dan juga tulus." jawab Key.


"Oh iya, dimana Bernard?" Tanya mami Khansa.


"Om beruang sedang mengurus perusahaannya, dia baru saja bekerja sama dengan perusahaan asing di Jepang, jadi dia sedang sibuk bekerja mi." jelas Key.


"Mami senang karena ketiga anak mami sudah mendapatkan kebahagiaannya masing-masing, setelah Ken dan kamu menikah nanti, papi dan mami sudah bisa tenang dan kami tinggal menikmati hari tua kami bersama cucu-cucu kami nantinya."


Key tersenyum mendengar ucapan maminya, dia tau betul kalau maminya sangat menginginkan seorang cucu.