MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (JEPANG)


Sahabat adalah seseorang yang mengenal kamu apa adanya, memahami asalmu, menerima apa yang kamu pilih, dan tetap dengan lembut membiarkanmu terus berkembang.




Ken dan Audrey sudah berada di bandara, mereka menunggu Leo yang akan menjemput mereka berdua.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610774201342.jpg)



“Ken, apa om kamu masih lama?” tanya Audrey.



“Entah, dia bilang sudah mau sampai kok.” Jawab Ken.



Tin..



Tiba-tiba ada suara klason mobil tepat di hadapan mereka yang membuat mereka berdua terkejut.



“Kenzo!” teriak orang yang berada di dalam mobil dengan kaca yang terbuka.



“Om Leo?” ucap Ken yang melihat orang di hadapannya.



Leo dengan semangat keluar dari mobilnya untuk menghampiri keponakannya itu, namun langkahnya terhenti melihat gadis cantik yang berada di sebelah Ken.



“Ken, gadis ini bareng kamu?” tanya Leo.



“Oh iya om, kenalkan dia Audrey teman dekat Ken. Audrey dia ini omku namanya om Leo.” Ucap Ken mengenalkan Audrey dan Leo secara bergantian.



“Hai, saya omnya Ken panggil om Leo saja ya.” sapa Leo sambil mengulurkan tangannya.



“Audrey om.” Balas Audrey sambil membalas uluran tangan Leo.



“Kalian pasti capek ya, ayo cepat masuk ke dalam biar cepat sampai di rumah. Aunty Rein sangat antusias menunggu kedatangan kalian.” Ucap Leo.



Tanpa basa-basi lagi, Ken segera membukakan pintu untuk Audrey di belakang sedangkan dirinya duduk di sebelah Leo.



“Kalian ini hanya teman atau pacar ya?” tanya Leo tiba-tiba yang membuat Ken dan Audrey terkejut.



“Sekarang sih masih temenan om, ya kedepannya kalo Audrey nya mau jadi pacar Ken ya kita pacaran hehe.” Ucap Ken dengan tawa menggoda Audrey.



Audrey yang mendengar ucapan Ken hanya bisa diam sambil menunduk malu. Leo yang melihat kaca spion melihat Audrey yang sedang malu karena ucapan keponakannya itu.



“Lihatlah Audrey malu karena ucapanmu Ken.” Canda Leo.



Ken menoleh ke arah Audrey sebentar dan tersenyum melihat ekspresi Audrey.


Setelah sekitar 25 menit, mereka bertiga sampai di rumah Leo. Rein sudah menunggu kedatangan mereka bersama dengan putri kecilnya.



“Sudah sampai, ayo turun.” Perintah Leo.



Ken dan Audrey turun dari mobil, Rein yang melihat ada wanita asing yang turun dari mobil suaminya itu menjadi penasaran dengan identitas wanita cantik itu.



“Wah, siapa wania cantik ini?” tanya Rein.



“Dia calon pacarnya Ken sayang.” sahut Leo.



“Masih calon? Kenapa ga di jadiin aja sekalian?” tanya Rein dengan nada bercanda.



“Masih berjuang ini aunty, doakan ponakanmu ini ya..” balas Ken dengan memamerkan gigi putihnya.



“Duh tentu aunty akan mendoakan kalian, tidak ada yang tidak tertarik dengan ketampanan ponakan aunty, benarkan adik cantik?” tanya Rein kepada Audrey yang membuatnya terkejut.



“Eh, I,,iya aunty.” Ucap Audrey dengan malu-malu.



“Oh iya, aunty ini Audrey dan Audrey ini aunty Rein.” Ucap Ken mengenalkan mereka berdua.



“Kak Ken,, kenapa kakak ga kenalin Chika?” tanya gadis kecil yang berdiri di sebelah Rein.



Ken melihat ke bawah dan baru mengetahui ternyata ada adik sepupu kesayangannya di sana.



“Halo adik kakak Ken,, Audrey ini Chika biasa di panggil cici.” Ucap Ken.




Cici segera memeluk tubuh Audrey dengan erat hingga membuat Rein dan Leo terkejut karena Cici termasuk ke dalam anak yang sulit berinteraksi dengan orang asing.



“Cici suka sekali ya sama kak Audrey?” tanya Leo yang di balas anggukan oleh anaknya itu.



“Wah kamu hebat Audrey, Cici bisa langsung membuka diri kepadamu.” Ucap Rein.



“Sampe lupa, ayo masuk dari tadi kita berdiri di depan terus.. kakek dan nenek Ken ada di dalam, pasti mereka senang kalian datang.” lanjut Rein.



Akhirnya semuanya masuk ke dalam, Ken membawakan barang Audrey sekaligus menunjukkan kepada Audrey kamar yang akan dia pakai selama di Jepang.



Ceklek..



Ken membuka pintu kamar, di sana ada kamar yang memang di dekor untuk Chika saat sudah lebih besar nanti.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610774201337.jpg)



“Ini kamar Chika tapi jarang di pakai, kamu bisa memakai kamar ini selama di Jepang.” Ucap Ken.



“Lucu sekali kamarnya, oh iya kalau aku tidur di sini lalu di mana Chika tidur?” tanya Audrey.



“Dia selalu tidur brersama papa dan mamanya selama ini. Masuk dan beristirahatlah, nanti aku akan memanggilmu saat jam makan malam.” Ucap Ken.



“Tunggu, Ken.. bisakah aku bertemu dengan kakek dan nenekmu dulu? Aku ingin menyapa mereka, sepertinya tidak sopan jika aku istirahat tanpa memberi salam kepada mereka.” Ucap Audrey.



“Baiklah, ayo aku antar kamu ke kamar mereka. Tadinya setelah mengantarmu aku memang mau ke kamar kakek dan nenek.” Ucap Ken.



Ken dan Audrey sudah berada di depan kamar kakek dan neneknya, Ken membuka pintu secara perlahan karena takut kakek dan neneknya sedang tertidur.



“Assalamualaikum..” sapa Ken dan Audrey.



“Waalaikumsalam,,”ucap kakek dan nenek secara bersamaan.



“Yaampun cucu ganteng nenek..“ ucap nenek Lia yang merentangkan tangannya memberi tanda jika dia ingin memeluk cucunya.



Ken menghampiri neneknya dan memeluk tubuhnya dengan erat, setelah itu Ken beralih untuk memeluk kakeknya.



“Ken, siapa gadis cantik itu?” tanya nenek Lia sambil menunjuk ke arah Audrey.



Ken yang dari tadi fokus memeluk kakeknya langsung tersadar setelah mendengar ucapan neneknya.



“Oh iya sampe lupa Ken,, kenalin nek ini Audrey teman Ken.” Ucap Ken “Dan sebentar lagi akan jadi pacar Ken.” Bisik Ken kepada neneknya melanjutkan perkatannya.



Sang nenek yang mendengar ucapan cucunya itu hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum.



“Kemarilah nak Audrey, saya adalah neneknya Ken dan ini kakeknya Ken. Panggil kami kakek Bobby dan nenek Lia saja ya..” ucap nenek Lia.



“Baiklah nenek Lia, semoga kehadiran Audrey di sini tidak akan mengganggu kakek dan nenek..” ucap Audrey.



“Oh tentu tidak! Justru kehadiranmu akan sangat menggembirakan untuk Rein karena bebannya untuk menemani nenek Ken mengobrol semakin ringan karena ada kamu.” Sahut kakek Bobi.



Nenek Lia menatap ke arah suaminya dengan tajam setelah mendengar ucapan suaminya itu.



Audrey tersenyum melihat kebahagiaan yang ada di wajah kakek dan nenek Ken, dia tidak menyangka jika keluarga Ken sangat ramah dan baik kepadanya, mereka juga senang sekali bercanda dan membuat suasana rumah menjadi ramai.



“Bagaimana keadaan mami kamu? Besok pagi-pagi sekali dia sudah ada di sini ya Ken?” tanya nenek Lia.



“Semua keluarga di sana sehat kok nek, mami, papi dan lainnya akan sampai di Jepang besok. Nenek dan kakek ikut kan ke rumah pacarnya abang Kenan?” tanya Ken.



“Tentu saja kami ikut, tidak mungkin di hari bahagia itu kami tidak datang.” ucap kakek Bobi.



Bobby dan Lia memang tidak tinggal bersama Khansa dan Kalandra karena mereka sudah bisa mengatasi anak-anak mereka yang mulai beranjak dewasa, terlebih lagi ada mama Alisha dan papa Arnold jadi mereka berdua bisa tenang meninggalkan Khansa bersama suaminya.



Sedangkan Leo dan Rein tidak begitu, mama dan papa Rein dan Rose bercerai dan semenjak itu mama mereka sakit-sakitan dan meninggal dunia tidak lama setelah pernikahan Leo dan Rein, itulah kenapa Bobi dan Lia selalu mengikuti Leo dan Rein pergi agar mereka memiliki teman dan ada yang menjaga Chika.



Setelah selesai berbincang-bincang dengan kakek dan nenek Ken, Audrey langung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.