MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KESEDIHAN KHANSA


Kadang kamu memilih tuk terlihat bahagia, karena tak ingin menjelaskan mengapa kamu bersedih pada mereka yang bahkan tak berusaha tuk mengerti.




Hampir 24 jam setelah insiden Kenan di culik, Lila dan Rose masih setia menjaga Khansa yang sedang tertidur di kamarnya dengan keadaan yang sangat menyedihkan.



“Kalian pulanglah, aku yang akan menjaga Khansa di sini.” Ucap Kalandra yang melihat jika Lila dan Rose sudah mulai kelelahan.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1604139864667.jpg)



Lila dan Rose melihat ke arah Kalandra secara bersamaan.



“Engga kak Andra, aku akan tetap menjaga Khansa di sini” ucap Lila yang tidak ingin meninggalkan sahabatnya sendirian.



“Saya juga akan tetap tinggal disini tuan” ucap Rose.



Kalandra hanya menggelengkan kepalanya dan pergi untuk menelfon seseorang, lalu tidak lama kemudia dia kembali ke kamarnya.



“Aku sudah menelfon Riko untuk menjemputmu, aku tau kamu mengkhawatirkan sahabatmu tapi kamu juga harus memperhatikan kondisimu yang sedang hamil. Aku tidak ingin Khansa bersedih dan merasa bersalah jika terjadi sesuatu dengan anak di dalam kandunganmu.” Ujar Kalandra kepada Lila.



“Dan kau Rose, setidaknya kau harus beristirahat untuk kembali bekerja besok dan membantu mencari keberadaan Kenan.” lanjut Kalandra yang juga meminta Rose untuk pulang.



Lila dan Rose saling menatap satu sama lain dan menganggukkan kepalanya sebagai kode.



“Baiklah kami akan pulang, besok kami akan kemari lagi untuk melihat kondisi Khansa.” Ucap Lila.



Lila yang sudah di jemput oleh Riko langsung berpamitan untuk pulang, sebelum pulang ia membelai rambut Khansa dengan sangat lembut.



“*Semoga Allah selalu memberi kesabara untukmu sa, hatiku sakit melihat kamu dengan keadaan yang seperti ini*.” batin Lila yang masih membelai rambut sahabatnya dan menatap sahabatnya dengan tatapan sedih.



“Cepatlah, Riko sudah menunggumu di depan” ucap Kalandra.



Lila mengangguk menanggapi ucapan Kalandra dan segera pergi menghampiri suaminya yang sudah menjemputnya.


Kalandra mengantar Lila dan Rose ke pintu depan.



“Yang sabar ya pak, semoga Kenan cepat ketemu dan kembali bersama bapak dan Khansa” ucap Riko kepada Kalandra yang hanya dibalas anggukan dan senyuman oleh Kalandra.



Setelah Lila dan Riko pulang, Kalandra melihat Rose yang masih belum pulang.



“Kamu kesini naik apa tadi?” tanya Kalandra.



“Naik ojek online tuan, ini saya akan memesan ojek online untuk pulang.” Ucap Rose.



Kalandra melihat ke luar rumah, langit sudah sangat gelap dan tidak baik untuk wanita pulang tengah malam dengan ojek online.



“Tunggu sebentar.” Ucap Kalandra kepada Rose.



Kalandra mencari seseorang untuk mengantarkan Rose pulang ke rumahnya.



“Leo, Edo dimana ya?” tanya Kalandra kepada Leo.



“Kak Edo? Gatau deh kak, aku ga liat mungkin lagi keluar cari makan. Ada apa kak?” tanya Leo



“Aku ingin menyuruhnya untuk mengantar Rose ke rumahnya, dia kan tau rumahnya. Kamu mau nganter dia?” tanya Kalandra



“Duh kakak tau kan aku ga begitu paham daerah rumah kakak, yang ada ntar aku yang pulangnya nyasar”



Rumah Kalandra dan rumah keluarga Khansa memang lumayan jauh, rumah keluarga Khansa berada di daerah pedesaan, sedangkan rumah Kalandra berada di kota, jadi Leo belum terbiasa dengan daerah yang ada disana.



“Atau kak Ryan aja kak, dia ada di belakang kayaknya.” Lanjut Leo



Dengan segera Kalandra menghampiri Ryan yang berada di belakang rumahnya.



“Kamu ngapain disini yan?” tanya Kalandra.



“Aku lagi liat semua mainan Kenan, aku gatau lagi harus ngelakuin apa, aku bahkan belum meminta maaf kepadanya.”



“Sabarlah, kita akan menemukannya. Kau pulanglah, sekalian aku minta tolong untuk mengantarkan Rose pulang kerumahnya”



“Rose?” tanya Ryan heran karena baru pertama kali mendengar nama itu.



“Ah iya kamu belum tau ya, aku memperkerjakan seorang asisten sekaligus penjaga untuk Khansa dan anak-anakku namanya Rose dan dia baru bekerja hari ini.”



“Terus?”



“Ya aku memintamu untuk mengantarnya ke rumahnya.”



“Kenapa harus aku? Edo kemana?”



“Aku gatau Edo kemana, sudahlah pokoknya kamu cepetan anter dia, masa tega ngebiarin cewe pulang sendirian tengah malem gini” ucap Kalandra



Ryan akhirnya pasrah dan mengikuti perintah Kalandra, disana Kalandra memperkenalkan Rose dan Ryan.




“Tapi tuan, rumahku cukup jauh dan jalannya tidak sebesar jalan raya, akan sulit untuk jalan menuju rumahku menggunakan mobil." ucap Rose



“Tidak masalah, bahkan jalan tikus saja dia pasti tau” ucap Kalandra.



Kalandra pergi meninggalkan Ryan dan Rose yang masih canggung itu hanya berdua di depan rumahnya.



“Aku Ryan, tidak usah takut aku tidak akan macam-macam kepadamu”



“T,,terimakasih karena sudah mau mengantarku pulang t,,tuan” ucap Rose dengan tergagap.



“Masuklah ke mobil, aku akan langsung mengantarmu pulang agar tidak kemalaman.” Ucap Ryan yang sudah menaiki mobilnya.



Rose yang gugup membuka pintu belakang mobil Ryan dan masuk ke dalam, Ryan kesal melihat Rose yang duduk di kursi belakang.



“Kamu pikir aku ini sopir pribadimu? Duduk di depan!” ketus Ryan yang membuat Rose terkejut dan langsung pindah ke kursi depan.



“M,,maaf tuan”



“Berapa umurmu?” tanya Ryan tiba-tiba.



“18 tahun”



Ryan terkejut mendengar jawaban Rose yang mengatakan bahwa dirinya masih berumur 18 tahun.



“*Astaga, bagaimana bisa Kalandra mempekerjakan seorang anak kecil*” batin Ryan sambil menggelengkan kepalanya.



“Bagaimana bisa kamu bisa bekerja dengan Kalandra?” tanya Ryan.



“Saya melamar untuk menjadi sekertaris pribadinya, tapi tuan Andra malah menawarkan saya untuk menjadi asisten istrinya.”



“Apa? Kamu melamar sebagai sekertaris pribadi Andra? Hahahaha astaga bagaimana bisa kamu seberani itu.” Ucap Ryan sambil tertawa terbahak-bahak.



“Memang kenapa jika aku yang hanya lulusan SMA melamar disana? Aku juga kan bisa berharap, aku juga tidak ingin bekerja jika aku memiliki uang untuk kuliah.” Ucap Rose dengan nada yang sedikit kesal.



Ryan yang menyadari kesalahannya itu langsung diam dan merasa bersalah karena sudah meremehkan wanita yang ada di sebelahnya itu.



“M,,maaf aku tidak bermaksud meremehkan atau menghinamu.” Ucap Ryan penuh penyesalan.



“Tidak apa-apa, semua orang juga akan bereaksi sama jika mendengar ucapanku tadi”



“Bagaimana bekerja dengan Khansa dan Kalandra? apakah kamu betah?” tanya Ryan yang bermaksud untuk mengalihkan pembicaraan.



“Betah kok, kak sasa baik banget sama aku, dia juga nganggep aku adiknya.” Ucap Rose.



“Khansa emang ramah dan baik banget jadi ga aneh kalo orang di dekatnya akan langsung nyaman berada di dekatnya.” Ucap Ryan sambil tersenyum menceritakan tentang Khansa.



Rose yang melihat perubahan ekspresi Ryan yang drastis merasa aneh dan merasa jika ada sesuatu yang dipendam oleh Ryan.



“Tuan Ryan suka sama kak sasa ya?” tanya Rose.



Ryan yang mendengar pertanyaan Rose yang mendadak itu langsung mengerem dengan mendadak.



Ckitt,,..



“Astaga tuan ngagetin saya aja” ketus Rose



“Kamu tadi ngomong apa?” tanya Ryan.



“Tuan suka sama kak sasa”



“Kamu jangan sampe ngomong kayak gitu di depan Kalandra, kalo dia tau mungkin kita udah tinggal nama.”



“Tuan Ryan beneran suka sama kak sasa ya?”



“Pertama, jangan panggil aku tuan kayak apaan aja dipanggil tuan, panggil kak Ryan gitu. Kedua, dulu emang pernah suka sama Khansa tapi setelah tau dia istri sahabatku jadi aku sudah melupakan perasaanku.” Ucap Ryan



“Sabar ya kak, suatu saat nanti kakak akan bertemu dengan wanita yang lebih baik dibandingkan dengan kak sasa” ucap Rose memberikan dukungannya kepada Ryan.



Ryan tidak menjawab ucapan Rose dan melajukan mobilnya kembali, setelah menyusuri gang-gang sempit akhirnya mereka sampai di rumah Rose.



Rose memakai tasnya dan membuka sabuk pengamannya lalu menoleh ke arah Ryan.



“Kak Ryan terimakasih karena sudah mengantarkan aku sampai kerumah, dan semoga kak Ryan akan segera mendapatkan jodoh yang baik” ucap Rose lalu keluar dari mobil Ryan.



Ryan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rose yang menurutnya masih kekanakan.



“Dasar bocah.” Gumam Ryan yang masih melihat Rose sampai memasuki rumahnya.



Setelah memastikan Rose sudah masuk ke dalam rumahnya, Ryan langsung memutar balik mobilnya dan melajukan mobil untuk pulang ke rumahnya.