
Orang yang selalu merasa Sempurna adalah orang yang berusaha menutupi Ketidak sempurnaannya.
“Om beruang kenapa punya rekaman suaraku itu!!” teriak Key yang membuat Bernard terkejut dan menutup kedua telinganya.
“Aduh Key,, kamu ini ga bisa ngomongnya pelan-pelan ya?” tanya Bernard dengan tangan yang masing berada di telinganya.
“Lagian om beruang itu ngeselin, masa iya om beruang ngerekam suara aku sih aku kan malu kalo ada yang denger gimana?” tanya Key.
“Percuma Key, semuanya sudah mendengar ucapanmu.” Ucap Bernard.
“Apa?! Benarkah? arrggh,, memalukan sekali..” teriak Key di dalam mobilnya.
“Sudahlah ayo kita jalan-jalan, emang kamu mau kemana sih Key?” tanya Bernard.
“Mau ke suatu tempat, om beruang diam saja ya.” ucap Key yang melanjutkan perjalanannya.
Setelah beberapa menit melakukan perjalanan, Key memasukkan mobilnya ke dalam kantor polisi. Bernard yang menyadari kalau Key menuju kantor polisi langsung membulatkan matanya sambil menoleh ke arah Key.
“Jangan ngeliatin aku kayak gitu om beruang, aku cuma mau melihat dia dan sekalian mau meminta keringanan dan menyuruh mereka memindahkan Dina ke Indonesia.” Ucap Key.
“Kenapa harus di Indonesia?” tanya Bernard.
Key memarkirkan mobilnya di depan kantor polisi dan mematikan mesin mobilnya, setelah mematikan mesin mobilnya Key menoleh ke arah Bernard dan memegang kedua tangan Bernard.
“Om beruang, keluarga Dina ada di Indonesia, jadi aku mau mereka memindahkan Dina ke Indonesia, setidaknya kalau keluarganya ada yang mengetahui kalau Dina di penjara di Indonesia mereka masih bisa menengok Dina sesekali.” Jelas Key.
“Kamu kenapa sih masih memperdulikannya? Dia itu sudah mau melukai kamu Key dan dia tidak pantas mendapatkan perhatian dari kamu!” tegas Bernard.
Key tersenyum mendengar ucapan Bernard, dia tau kalau Bernard sebenarnya masih kesal dengan Dina karena masalah waktu itu.
“Om beruang, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, kita semua pasti memiliki kesalahan dan aku yakin Dina sedang berada di mana dia salah memilih jalannya makanya dia melakukan hal itu.” Ucap Key yang masih mencoba untuk meyakinkan Bernard.
“Kamu ngelepasin dia dari hukuman papi kamu aja itu sudah lebih dari cukup menurutku! Biarkan dia di sini, toh dia bisa pulang saat bebas nanti.” Ketus Bernard.
“Mami pernah bilang, Allah saja maha pemaaf masa kita ciptaannya tidak bisa saling memaafkan?” tanya Key.
“Tapi kamu bilang kamu tidak akan memberinya kesempatan kedua?”
“Iya memang aku tidak memberinya kesempatan kedua, toh di Indonesia juga dia tetap di dalam penjara kok ga bebas.” Ucap Key.
“Terserah kamu aja deh, aku ga tau lagi deh sama kamu ini sebenernya hati kamu di buat dari apa sampe bisa sebaik itu sama orang yang udah hampir membuatmu celaka.” Ucap Bernard pasrah.
Melihat Bernard yang pasrah dengan keputusannya, Key langsung keluar dari mobilnya namun dia tidak melihat Bernard turun dari mobil, Key menoleh ke arah Bernard yang masih ada di dalam mobil sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Melihat Bernard yang masih kesal, Key langsung menghampirinya dan membuka pintu mobil untuk menyuruh Bernard keluar.
“Om beruang sampe kapan mau di dalam mobil?” tanya Key.
“Aku tunggu sini aja lah.” Ucap Bernard.
“Baiklah kalau begitu, om beruang di sini aja ya soalnya aku mau masuk ke dalam sendirian siapa tau ketemu jodoh!” tegas Key.
“Jodoh? Jodoh kamu ada di sini Key! Kamu mau nyari kayak gimana lagi?” ucap Bernard sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.
“Kan di dalam ada banyak polisi ganteng om, siapa tau ada yang nyantol sama aku.” Balas Key lalu kembali menutup pintu mobilnya dan berjalan menuju kantor polisi.
Bernard yang mendengar ucapan Key merasa kesal dan langsung keluar dari mobil dengan mengerutkan keningnya ikut masuk ke dalam kantor polisi.
Bernard yang baru masuk ke dalam kantor polisi dan melihat Key yang sedang berbicara kepada salah satu petugas di sana, sedangkan para polisi muda yang sedang bertugas di sana melihat ke arah Key sambil tersenyum.
Bernard yang melihat hal itu merasa sangat kesal dan langsung menghampiri Key dan menggandeng tangannya.
“Om beruang?” tanya Key yang terkejut karena tangannya di genggam oleh Bernard secara tiba-tiba.
Bernard yang di bilang sebagai omnya langsung tersenyum sinis sambil menatap tajam ke arah polisi tersebut.
“Saya adalah calon suaminya!” tegas Bernard.
Key terkejut mendengar ucapan Bernard yang tiba-tiba itu, begitu juga dengan polisi yang ada di hadapannya. Key yang menyadari kalau Bernard sedang cemburu itu hanya bisa menahan senyumnya karena ada banyak orang yang melihat mereka jadi Key tidak bisa menertawakan sikap cemburu Bernard.
“Om beruang kan tadi bilangnya mau nunggu di mobil aja, terus kenapa di sini?” tanya Key yang berpura-pura tidak tau apa-apa.
“Aku bosan di dalam mobil!” ketus Bernard.
“Silahkan duduk tuan dan nona.” ucap polisi tersebut yang mempersilahkan Key dan Bernard untuk duduk.
Setelah Bernard dan Key duduk, Key langsung mengatakan keinginannya untuk memindahkan Dina ke Indonesia.
“Di pindahkan ke Indonesia? Kenapa nona?” tanya polisi tersebut.
“Iya, karena semua keluarganya ada di Indonesia dan menurut saya akan lebih baik kalau dia di pindahkan di Indonesia agar keluarganya bisa menjenguknya.” Jelas Key.
“Tapi akan sulit jika kami harus memindahkan seorang tahanan.” Ucap polisi tersebut.
“Biarkan dia ikut naik jet pribadi bersama saya keluarga saya.” ucap Key.
“Keyla!” ucap Bernard dengan nada yang tinggi.
“Ada apa om beruang?” tanya Key.
“Kita tidak pernah membahas masalah ini, lagi pula kedua orang tuamu belum tentu akan menyetujuinya!” tegas Bernard.
“Mereka akan setuju om beruang.” Ucap Key mencoba untuk meyakinkan Bernard.
“Calon suami anda benar nona, satu pesawat dengan orang yang sudah mencoba untuk mencelakai anda itu benar-benar berbahaya.” Sambung polisi tersebut.
“Iya, aku setuju dengan polisi ini!” tegas Bernard sambil mengganggukkan kepalanya.
Key kesal melihat Bernard yang sangat semangat menyetujui ucapan polisi tersebut.
“Bagaimana kalau beberapa petugas terbaik di sini ikut untuk mengawalnya pulang, aku akan membiayai tiket mereka kembali ke Jepang.” Ucap Key.
“Key, kenapa kamu keras kepala sekali?!” tanya Bernard yang sudah mulai kesal dengan sikap Key.
“Dia tidak benar-benar berniat untuk menyakitiku om beruang.” Ucap Key.
“Kita tidak tau apa yang ada di dalam hati seseorang Key, tolonglah jangan egois kayak gini! Kamu memang menganggap hal ini biasa saja, tapi aku dan keluargamu sangat khawatir akan hal itu, jangan memikirkan diri sendiri Key, sekali-kali fikirkanlah keluargamu yang mengkhawatirkan dirimu.” Ucap Bernard.
Karena Key dan Bernard berbicara menggunakan Bahasa Indonesia, jadi polisi yang ada di hadapannya tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan dan hanya bisa diam sambil menatap Key dan Bernard secara bergantian.
“Om beruang, bisakah kita berbicara di luar?” ucap Key yang menyadari kalau Bernard sudah mulai kesal.
Akhirnya Key meminta ijin kpada polisi tersebut untuk berdiskusi di luar dengan Bernard. Key dan Bernard keluar dari kantor polisi dan masuk ke dalam mobil untuk berbicara.
“Om beruang, kamu kenapa sekesal ini?” tanya Key.
“Aku ga suka kalau kamu berhubungan lagi dengan wanita itu Key!” tegas Bernard.
“Aku akan baik-baik saja om beruang, ada kamu dan ada semuanya yang akan melindungiku.” Ucap Key.
“Tolong lah Key, aku sudah berjanji kepada diriku sendiri kalau aku tidak akan pernah membiarkanmu berurusan dengan wanita itu lagi, kita tidak tau apa yang ada di dalam hatinya apakah dia benar-benar menyesal atau hanya berpura-pura.” Ucap Bernard.
Nahloh kira-kira Key mirip siapa ya keras kepalanya??🤔🤭