
Mungkin aku memanglah bukan yang terbaik, tapi yakinkanlah bahwa mencintaimu akan membuatku melakukan yang terbaik untukmu.
Hari ini adalah hari dimana Khansa di perbolehkan untuk pulang ke rumahnya.
“Sayang, apa ga lebih baik kamu di rawat di sini dulu?” tanya Kalandra.
“Mas, aku udah sehat-sehat aja, sebenarnya kemarin aku sudah di perbolehkan pulang tapi kamu yang ngelarang-larang.”
“Kamu kan baru melahirkan..”
“Lalu? Aku kan sudah baik-baik saja mas. Sudahlah pokoknya aku tetap mau pulang aku sudah bosan di sini.” Ucap Khansa.
Khansa tetap memaksakan untuk pulang ke rumah karena memang merasa dirinya sudah baik-baik saja, namun Kalandra selalu menyuruh Khansa di rawat di rumah sakit.
Namun karena Khansa sudah benar-benar bosan di rumah sakit jadi mau tidak mau Kalandra menuruti permintaan istrinya dan membawa istrinya itu pulang ke rumah.
“Kamu ini Ndra seneng banget istri di rawat di rumah sakit, dikira enak apa tidur di ruangan kecil kasur kecil kayak gini.” Ketus mama Alisha yang ikut membantu Khansa berkemas.
“Andra bisa minta ruma sakit untuk mengganti kasurnya kok ma.”
“Sudahlah Ndra, mama tau kamu mengkhawatirkan anak dan istrimu tapi Khansa sudah baik-baik saja lalu untuk apa dia ada di rumah sakit?” tanya mama Alisha yang mulai kesal dengan sikap Kalandra.
Kalandra hanya bisa diam tanpa menjawab apapun kepada mamanya yang sudah mulai kesal.
“Sa, nanti mama bantu kamu gendong Ken ya dan kamu gendong Key, soalnya Ken lebih berat hihihi.” Ucap mama Alisha kepada menantunya itu dengan cekikikan.
“Wah mama tau aja ya, Ken itu nyusunya kuat banget loh. Khansa kadang suka kasihan sama Key ga kebagian.” Ucap Khansa.
“Makanya kamu nyusui Key dulu setelah itu baru menyusui Ken, biar Key ga kehabisan susu.”
“Emang anak cowok kalo nyusu banyak ya ma?” tanya Khansa ingin tahu.
“Iya, dulu juga waktu Andra kecil mama sampe bantu botol loh, kamu ini mending sa ASInya banyak jadi ga perlu dibantu susu formula.” Ucap mama Alisha.
“Hm ma, selama masih bisa memberi mereka ASI, Khansa akan berusaha untuk tidak memberikan susu formula.” Ucap Khansa.
Kalandra yang dari tadi sedang membereskan baju-baju si kembar hanya mendengarkan pembicaraan istri dan mamanya.
“Sudah selesai semua, ayo kita pulang. Sisa barangnya akan aku suruh orang untuk membawanya.” Ucap Kalandra yang mengajak istri dan mamanya pulang.
Khansa dan mama Alisha menuruti perkataan Kalandra dan berjalan dengan perlahan, Kalandra berada di belakang mereka karena takut jika istri atau mamanya terjatuh.
Khansa selalu berfikir mungkin sebenarnya Kalandra hanya ingin melakukan hal-hal yang tidak bisa dia lakukan dulu saat bersama Amelia, namun menurut orang-orang di sekitarnya Kalandra terlalu berlebihan dalam menjaga kedua anaknya.
Rumah Kalandra
Di rumah Kalandra, sudah ada banyak orang yang berkumpul di sana. Orang tua Khansa, papa Arnold, Kenan dan kerabat yang lainnya sedang menunggu kedatangan si kembar di rumah itu.
Semua sangat antusias dengan kepulangan Ken dan Key yang sangat lucu itu, mereka tidak sabar untuk bermain dengan anak-anaknya.
“Entahlah, Kalandra jadi seperti ini saja aku sudah sangat terkejut.” Balas Ryan.
Rose yang merasa tidak tenang itu menghampiri Anita untuk bertanya kepadanya.
“Kak.” Ucap Rose.
“Ada apa Rose?”
“Apa tidak apa-apa jika kita mengadakan penyambutan seperti ini?” tanya Rose.
“Aku tau, kamu pasti mengkhawatirkan tentang Andra yang sekarang menjadi lebih over protective kan?” tanya Anita yang mengerti arah pembicaraan Rose.
Rose menangguk mengiyakan pertanyaan Anita.
“Aku juga sebenarnya tidak tau apakah ini akan baik-baik saja, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba toh niat kita baik untuk menyambut kedatangan si kembar.” Jelas Anita.
“Apakah dulu saat Kenan lahir, tuan Kalandra juga seperti ini kak?” tanya Rose.
“Tidak, mungkin karena dia sangat terpuruk karena harus menerima kematian Amelia jadi dia sama sekali tidak mengurus Kenan saat bayi, dia selalu menyendiri di kamarnya atau menyibukkan diri dengan lembur bekerja di perusahaan,
Itulah kenapa tante Alisha sampai datang ke Indonesia dan meninggalkan suaminya sendirian di luar negeri, jadi sejak kecil tante Alisha dan bi Rini lah yang mengurus Kenan sampai akhirnya saat Kenan berusia 1 tahun, Kalandra mulai bangkit dari keterpurukan dan mungkin dia melihat Kenan saat itu dan menjadi luluh dia juga selalu mengurus Kenan dan membawanya berjalan-jalan bersama.” Jelas Anita.
“Wah, ternyata orang sehebat tuan Kalandra bisa terpuruk juga ya..” ucap Rose sambil menganggukkan kepalanya.
“Jangan salah, terpuruknya orang hebat itu bencana loh.” Bisik Anita sambil tertawa, dan disusul dengan tawa Rose yang membuat semua orang merasa aneh melihat tingkah mereka yang tiba-tiba tertawa sendiri.
Tidak lama kemudian, mobil Kalandra berhenti tepat di depan pintu masuk rumahnya. Semua orang yang sudah menunggu langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri mobil Kalandra untuk membantu menurunkan barang yang di bawanya.
Di dalam mobil, Kalandra sudah mengeluh karena ada banyak orang yang menunggu kedua anaknya. Dia tidak suka jika anaknya menjadi rebutan semua orang.
“Ish, mereka ngapain sih ada di sini?” gumam Kalandra yang masih terdengar oleh Khansa dan mamanya.
“Mas, aku minta tolong sama kamu jangan marah-marah. Mereka di sini untuk menyambut kedatangan kedua anak kita.” Khansa mengingatkan suaminya untuk tidak marah kepada teman-temannya.
Kalandra hanya mengangguk mengiyakan peringatan istrinya dan turun dari mobil terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk istri dan mamanya.
“Welcome Home Ken&Key.” Teriak semua orang yang berada di sana.
Ken dan Key yang kebetulan sudah terbangun itu tertawa mendengar teriakan dari semua orang yang ada disana, Khansa pun ikut tersenyum melihat anak-anaknya yang senang dengan penyambutan kepulangannya ke rumah.
“Lihatlah sayang, ada banyak sekali orang yang menyayangi kalian. Mami harap kalian akan selalu membuat keluarga ini bangga kepada kalian.” Batin Khansa yang masih menatap kedua anaknya.
“Ayo masuk sayang.” ajak Kalandra yang berusaha untuk mengendalikan kekesalannya.
“Terimakasih banyak untuk kalian semua yang sudah menyambut kedatangan si kembar, Khansa sangat bersyukur karena sudah menjadi bagian dari keluarga ini dan bisa membawa kebahagiaan kepada kalian dengan lahirnya Ken dan Key.” Ucap Khansa.
“Keluarga ini lah yang beruntung memiliki kamu sa, dan juga papa ingin mengucapkan selamat untuk kamu dan Andra atas kelahiran si kembar, dan selamat juga untuk Kenan yang sudah menjadi abang dari kedua adik-adiknya, Kenan harus bisa menjaga kedua adiknya ya.” Ucap papa Arnold.
“Iya kek, Kenan janji akan selalu menjaga adek-adek dan mengajari mereka agar menjadi pintar seperti abangnya.” Ucap Kenan dengan bangga.
Semua orang yang ada di sana tertawa dengan ucapan Kenan, Kalandra yang tadinya kesal pun ikut tertawa melihat kelucuan anak pertamanya.
Hai kakak-kakak pembaca MENIKAH DENGAN HOT DADDY…
Author mau konfirmasi buat kakak-kakak yang mikir masalah bayi prematur tapi bisa melahirkan dengan normal.
Pertama terimakasih buat pembaca yang sudah berkomentar jadi author berusaha untuk mencari dan bertanya informasi tentang kelahiran hihihi..
Jadi kalau search di google itu, kandungan yang berusia 8-9 bulan sudah sehat dan siap untuk dilahirkan selama tidak ada masalah dengan kandungannya.

Dan di cerita ini Khansa melahirkan di usia 8 bulan jadi dia bisa melahirkan normal walaupun lebih cepat sebulan.
Dan setelah bertanya sama bunda author, kebetulan kerabat author ternyata ada yang melahirkan normal di usia kandungan 7,5 bulan hihi. Jadi selama kandungannya tidak bermasalah insyaallah bisa melahirkan secara normal..😊
Terimakasih sekali lagi karena sudah mengoreksi tulisan author, jadi nambah pengetahuan author..
Love you kakak-kakak~💙🥰