
Lihatlah hal positif setiap harinya, walaupun terkadang kita harus melihat lebih keras untuk mendapatkannya.
Acara pesta pun di mulai, satu per satu tamu undangan sudah datang ke hotel keluarga Belinda dan Bernard. Ketika semuanya sudah berada di dalam lobby hotel tersebut, papi Kalandra, Kenan, papa Belinda dan Belinda naik ke atas panggung yang sudah di sediakan untuk mereka.
“Selamat pagi semuanya, pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah datang di acara yang saya buat untuk anak perempuan saya dan tunangannya Kenan.” ucap papa Belinda kepada para tamu undangan.
Semua tamu undangan bertepuk tangan karena mendengar sapaan dari papa Belinda. Mereka pun bersorak memberikan selamat kepada Belinda dan Kenan.
“Saya juga ingin memberikan satu pengumuman penting yang akan di umumkan oleh tuan Kalandra.” ucap papa Belinda.
Papa Belinda memberikan microphone kepada papi Kalandra dan menyuruhnya untuk berbicara kepada para tamu undangan.
“Terimakasih untuk tuan Sanjaya karena sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbicara. Pertama inijkan saya untuk mengenalkan diri terlebih dahulu kepada kalian, mungin sebagian dari kalian semua sudah ada yang mengenal saya tapi saya akan mengenalkan diri saya lagi, saya Kalandra Adibrata saya adalah papa dari Kenan Putra Kalandra, saya sangat berterimakasih kepada kalian semua karena sudah menyempatkan untuk hadir ke acara ini. Saya ingin mengumumkan kalau sebenarnya Kenan adalah anak kandung sahabat saya yang memang saya rawat sejak dia dilahirkan dan menganggapnya sebagai anak saya sendiri.” Ucap papi Kalandra.
Semua tamu undangan bahkan keluarga merekapun terkejut mendengar ucapan papi Kalandra yang tiba-tiba itu.
“Papi kamu benar-benar mengatakan hal yang selama ini dia sembunyikan?” tanya Bernard kepada Key.
“Tidak, kamu salah. Papi tidak pernah menyembunyikan hal itu om beruang, hanya saja papa Ryan selalu menghalangi papi jika dia mau mengungkapkan identitas abang yang sebenarnya. Mami pernah bilang kalau selama ini papi merasa ini semua tidak adil bagi papa Ryan, karena semua orang tidak tau kalau laki-laki muda yang sukses itu adalah anak kandungnya.” Jelas Key kepada Bernard.
“Wah, papimu memang benar-benar keren Key. Papimu itu mendidik anaknya dengan sangat baik dan juga tidak memiliki keserakahan, mungkin kalau orang lain dia tidak akan mengumumkan kepada semua orang kalau anak yang sudah sukses itu adalah anak orang lain.” Puji Bernard.
“Papi memang sangat keren, aku benar-benar kagum dengan sikap papi saat mengambil keputusan. Papi dan mami itu benar-benar saling melengkapi, mereka saling mengingatkan jika salah satu dari mereka salah, aku sangat ingin memiliki keluarga seperti papi dan mami.” Ucap Key sambil menatap ke arah papinya.
Bernard melihat ke arah Key dan baru menyadari kalau sikap tegas Key berasal dari papinya, tidak salah jika kadang Key bersikap lebih dewasa dari umurnya.
Papi Kalandra mengajak papa Ryan ke atas panggung dan memperkenalkan diri kepada ara tamu undangan, di sana papa Ryan benar-benar sangat bahagia bahkan matanya sampai berkaca-kaca karena dia mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri sebagai papa kandung dari Kenan.
“Terimakasih untuk sahabat saya Kalandra yang sudah merawat dan mendidik Kenan dengan baik sampai dia menjadi sukses seperti sekarang ini, saya tidak akan pernah bisa membalas semua yang sudah di berikan sahabat saya ini kepada Kenan.” ucap papa Ryan dengan nada bergetar menahan tangisnya.
Semua orang yang ada di sana terharu dengan kejadian itu, Kenan juga sangat terharu dan segera memeluk papa Ryan dengan erat.
“Terimakasih pa, kalau tidak ada papa Kenan juga tidak akan bisa lahir di dunia ini dan menikmati segala kesuksesan Kenan seperti sekarang.” Ucap Kenan yang masih memeluk papa Ryan.
Melihat kejadian itu mama Rose menangis di sebelah mami Khansa, dia tidak menyangka jika acara inilah yang membuat identitas Ryan dan Kenan terungkap.
“Terimakasih kak sasa, akhirnya setelah beberapa tahun semua beban dan rasa bersalah yang di pendam kak Ryan sudah hilang dengan diumumkannya hubungan mereka berdua.” Ucap mama Rose.
“Sudahlah Rose jangan menangis di acara bahagia seperti ini.” ucap mami Khansa menenangkan.
“Kak sasa tau bukan kalau selama ini kak Ryan takut kalau Kenan tidak suka jika semua orang tau kalau dia adalah anak kandung kak Ryan, tapi kak Andra sudah membuat kebahagiaan kak Ryan terasa sempurna, terimakasih kak sasa.” Ucap mama Rose.
“Jangan berterimakasih kepadaku, ini semua adalah ide suamiku dan dia melakukan ini murni karena tidak ingin merasa menyesal di kemudian hari.” Ucap mami Khansa.
“Woo,, papimu memang benar-benar keren kak Ken.” Puji Audrey yang daritadi hanya menyimak tanpa berkata apapun.
“Tentu saja, sama sepertiku bukan? Aku kan keren juga.” Ucap Ken memuji dirinya sendiri.
Audrey hanya menggelengkan kepala dan melirik ke arah Ken dengan tatapan yang tidak terima dengan apa yang di bicarakan oleh Ken.
“Jangan melihatku seperti itu, apa kamu sudah menyiapkan barang yang akan di bawa?” tanya Ken.
“Kenapa sih kak Ken mengingatkan hal itu? Aku jadi tidak bersemangat untuk melakukan apapun jika mengingat aku akan pulang sebentar lagi.” Ketus Audrey.
Setelah pengumuman penting itu, Kenan pergi mendekati Ken dan Audrey. Key yang melihat abangnya di dekat Ken pun langsung ikut mendekati mereka.
“Kalian akan berangkat ke Paris setelah ini bukan?” tanya Kenan.
“Iya bang.” Jawab Audrey singkat.
“Sering-seringlah main ke Indonesia setelah Ken menyelesaikan kerja sama dengan perusahaan papamu Audrey.”
“Baiklah kak, aku akan maik ke Indonesia jika ada waktu.” Ucap Audrey.
“Kamu harus selalu memiliki waktu Audrey.” Sambung Key dari belakang.
Kenan memeluk Ken secara tiba-tiba, dia tidak menyangka jika adik kecilnya itu akan segera memiiki perusahaan gamenya sendiri.
“Selamat karena sebentar lagi kamu akan memiliki perusahaan gamemu sendiri sesuai dengan cita-citamu, abang ga nyangka adik kecil yang dulu selalu berlari memeluk abang saat sedang berebut mainan dengan Key sekarang sudah sebesar ini dan akan sukses seperti papi dan abang bukan?” ucap Kenan dengan mata yang berkaca-kaca.
“Aku akan lebih sukses dari abang dan papi.” Ketus Ken.
“Abang tau, kamu pasti akan lebih sukses dari abang dan papi Ken.” Ucap Kenan sambil melepas pelukannya dari Ken.
“Selamat atas pertunangan abang, sebentar lagi abang akan memiliki keluarga baru, abang tidak akan tinggal di rumah bersama kami lagi, lalu siapa yang akan membelaku saat papi memarahiku? Terimakasih karena sudah menjadi abang yang baik untukku, terimakasih karena selalu mendukung keputusanku, abang adalah kakak terbaik yang pernah aku miliki.” ucap Ken dengan tangis yang pecah dan membuat Audrey dan Key terkejut melihatnya.

“Oh my god, are you crying Kenzo?” tanya Key yang tidak percaya dengan apa yang sedang di lihatnya.
Kenan yang melihat adik laki-lakinya itu menangis langsung kembali memeluknya kembali dan mengelus punggung Ken agar dirinya merasa lebih tenang.
“Tenanglah Ken, abang akan sering main ke rumah dan pintu rumah abang selalu terbuka untuk keempat adik-adik abang, jadi kalau kamu sedang butuh teman pergilah ke rumah abang, bukankah kamu tau rumah yang akan abang tempati setelah menikah nanti?” tanya Kenan yang di balas anggukan oleh Ken.
Hari itu adalah hari yang bercampur aduk bagi keluarga Kalandra, mereka sangat bahagia karena pertunangan Kenan dan Belinda namun ada perasaan haru di dalam pesta tersebut karena tidak lama lagi mereka akan berpisah dengan Kenan karena dia akan memiliki keluarga sendiri.