
Saat pulang dari kantor, Rey ingin sekali mengajak Elsa untuk berangkat bersamanya ke rumah papi Kalandra.
Rey sudah berada di depan ruangan sekretaris, namun tiba-tiba saja Karina menyapa Rey dari belakang.
"Rey! Sedang apa kamu di sini? Kamu ingin menemuiku atau menemui Elsa?" Tanya Karina yang membuat Rey menjadi kaku tidak tau harus menjawab apa.
Rey ingin menemui Elsa, namun dia gengsi untuk mengatakan kalau dia ingin menemui Elsa jadi dia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Kamu belum pulang Karin?" Tanya Rey yang masih terkejut melihat Karina yang ternyata belum pulang.
"Kamu kenapa kaget gitu ngeliat aku, kayak ngeliat setan aja! Aku tadi sudah mau pulang, tapi aku ingat kalau kita harus bertemu dengan klient setelah makan malam." ucap Karina.
"Bagaimana kalau kita makan malam bersama hari ini?" Tanya Karina.
"Maaf Karin, aku ada janji makan malam bersama keluargaku hari ini, apa pertemuan dengan klient tidak bisa di batalkan?" Tanya Rey.
"Tidak bisa Rey, karena kita sudah membuat janji beberapa minggu sebelumnya, jadi tidak mungkin kamu beralasan lagi."
"Kalau begitu setelah makan malam kita langsung bertemu di restaurant yang mereka datangi ya." ucap Rey.
"Rey! Apa kamu tidak bisa membawaku? Maksudku, akan lebih mudah jika kita makan malam bersama agar tidak datang secara terpisah begitu, kan tidak enak di lihatnya." ucap Karina dengan wajah yang sedikit memelas.
Rey terlihat berfikir sejenak untuk menelaah ucapan Karina.
"Baiklah, aku akan mengajakmu ke acara makan malam keluargaku, setelah itu kita harus segera pergi karena tempat pertemuan kita sedikit jauh." ucap Rey yang di balas anggukan oleh Karina.
Rey dan Karina berjalan menuju lift untuk segera pergi ke rumah papi Kalandra, sedangkan Elsa yang baru saja keluar melihat Rey dan Karina yang sedang memasuki lift.
"Mereka berdua benar-benar dekat, jangan-jangan kak Rey akan membawa Karina kerumah papi Andra?" gumam Elsa yang masih melihat ke arah lift yang sudah tidak ada siapa-siapa.
"Els! Kamu sedang melihat apa?" Tanya Sandy yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
"Kak Sandy! Aku sedang tidak melihat apa-apa kok kak! Kakak sudah selesai?" Tanya Elsa.
"Hm,, mau berangkat ke rumah om Andra bersamaku?" Tanya Sandy.
"Kalau aku berangkat dengan kak Sandy, lalu bagaimana mobilku?" Tanya Elsa.
"Aku bisa menjemputmu besok pagi, aku tau kok rumah om Ryan." ucap Sandy.
"Tapi aku mau ke rumah dulu kak mau mandi, soalnya udah risih banget pake baju ini dari pagi." ucap Elsa.
"Tentu saja aku akan mengantarmu, ayo.." ajak Sandy.
Akhirnya Elsa dan Sandy pergi bersama-sama ke rumah papi Kalandra, namun sebelum itu Sandy mengantar Elsa ke rumahnya lebih dulu.
"Ayo masuk ke dalam kak, aku akan mandi dengan cepat!" ucap Elsa.
"Tidak usah, aku tunggu di sini saja Els! Di rumahmu pasti tidak ada orang, tidak enak kalau aku dan kamu hanya berdua saja di rumah." ucap Sandy.
Elsa tersenyum mendengar ucapan Sandy, dia tidak menyangka kalau Sandy masih memikirkan hal itu sedangkan dia sudah lama tinggal di luar negeri.
"Baiklah kalau begitu, aku bersiap dulu ya kak tidak akan lama kok." ucap Elsa yang langsung berlari masuk ke dalam rumahnya.
Tidak lama kemudian, Elsa yang sudah selesai mandi dan bersiap itu akhirnya keluar dan langsung menghampiri Sandy yang ada di dalam mobilnya.
"Hai kak San! Aku lama ya maaf.." ucap Elsa.
"Tidak apa-apa Elsa, kamu tidak membuatku menunggu sampai aku ubanan kok! Hahaha.." canda Sandy.
"Kak Sandy selalu saja suka bercanda! Aku bahkan masih tidak percaya kalau kak Sandy adalah anak dari om Dirga!" ucap Elsa.
semua orang sudah berkumpul di rumah papi Kalandra, entah kenapa papi Kalandra mengajak semuanya makan malam bersama di rumahnya.
Kenan dan Belinda, Ken dan Andini, Bernard dan Key, semua orang sudah berkumpul begitu juga dengan Rey dan Karina yang juga ada di sana, kecuali Elsa dan Sandy.
"Ken, apa kamu sudah memberitahu Elsa? Kenapa dia belum datang juga?" Tanya Key yang kesal saat mengetahui Rey bersama dengan Karina bukannya dengan Elsa.
"Aku sudah memberitahunya, bahkan aku juga mengajak Sandy untuk datang kemari, aku yakin Elsa pasti berangkat dengan Sandy." ucap Ken.
"Lagian kenapa juga Rey mengajak wanita itu?!" gumam Key.
"Sayang, kamu tidak boleh seperti itu! Dia kan temannya Rey jadi dia juga teman kita." ucap Bernard berusaha untuk menenangkan istrinya.
"Entah kenapa aku tidak menyukainya, aku merasa dia memiliki hati yang jelek!" ucap Key.
"Jangan suudzon! Sudahlah ayo kita duduk saja, dari tadi kamu berdiri terus menunggu Elsa." ajak Bernard.
"Aku tidak mau duduk kalau Elsa belum datang!"
Bernard hanya bisa menghela nafas melihat tingkah istrinya itu.
"Kak! Kamu ini ngasih Key apaan sih sampe sikapnya berubah drastis begitu?" Tanya Ken dengan berbisik.
"Entahlah, aku juga sedikit aneh melihat sikapnya yang berubah saat kami menikah, tapi aku menyukainya yang seperti ini!" balas Bernard.
Tidak lama kemudian yang di tunggu oleh Key datang, Elsa sudah datang bersama dengan Sandy.
"Mereka datang!" teriak Key yang sangat antusias.
Rey terlihat tidak menyukai kehadiran Sandy, dia memang mendengar kalau Ken mengundang Sandy, tapi dia tidak menyangka kalau Sandy akan datang bersama Elsa.
Elsa memeluk Key dengan erat seperti orang yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.
Setelah puas memeluk Key, Elsa beralih ke Ken, Kenan, Belinda, Bernard dan Andini.
Hari itu Lana dan Jonathan tidak bisa ikut makan malam bersama karena mereka berdua masih sibuk dengan urusannya masing-masing.
Semua orang menyambut Elsa dengan sangat bahagia, terlihat sekali semua orang yang ada di sana sangat menyayangi Elsa.
"Beruntung sekali dia karena menjadi bagian keluarga ini, semua orang sangat menyayanginya!" batin Karina.
"Duduklah Elsa, kami sudah lama menunggumu!" ucap mami Khansa.
"Oh iya siapa ini?" Tanya mami Khansa saat melihat Sandy yang berada di belakang Elsa.
"Dia anaknya om Dirga mi!" ucap Rey.
Semua orang yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Rey, begitu juga dengan Ken dan Key yang satu SMP dengan Sandy, namun mereka tidak tahu kalau Sandy adalah anak dari teman papinya.
"Jadi kamu anak Dirga yang selalu bersembunyi?" Tanya papi Kalandra.
"Ada hubungan apa kamu dengan Elsa?" selidik Ryan.
"Tidak ada apa-apa pa! Aku dan kak Sandy hanya teman satu magang saja!" jawab Elsa dengan malu-malu.
"Kalaupun ada apa-apa juga tidak masalah kok." sambung Rose.
Elsa dan Sandy hanya tertawa mendengar ucapan Ryan dan Rose, sedangkan di sisi lain Rey tidak suka dengan obrolan mereka, Karina hanya menatap perubahan wajah Rey semenjak Elsa datang bersama Sandy.