MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
BAGAIMANA MUNGKIN AKU TEGA MEMISAHKAN IBU DAN ANAK INI


Beberapa orang mungkin tidak beruntung karena tidak memiliki ibu kandung karena beragam hal. Namun, seorang ibu tiri pun sebenarnya akan mengasihi anaknya sama dengan ibu kandung.


*Rumah Kalandra*


Kalandra, Khansa dan Kenan baru saja menyelesaikan ibadah sholat subuh, seperti biasa Khansa menemani Kenan untuk kembali tidur setelah sholat subuh. Sedangkan Kalandra yang biasanya tertidur kembali namun tidak pada hari itu, karena hari itu adalah hari dimana Kalandra akan bertemu dan memberitahu segalanya kepada sahabatnya yang sudah sangat membencinya.


Khansa yang baru saja kembali ke kamarnya setelah menidurkan Kenan melihat suaminya yang memandang lurus dengan tatapan kosong. Khansa tau apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya itu.


“mas..?” sapa Khansa kepada suaminya.


“eh, kamu sayang.. Kenan udah tidur?”


“udah kok mas, Kenan udah tidur makanya aku kesini.”


“aku tau kamu sedang memikirkan tentang pertemuan kalian nanti mas.” Lanjut Khansa


“aku hanya takut jika Ryan tidak percaya dengan apa yang akan aku katakan nanti.”


“mas, jujur kalau boleh memilih sebenarnya aku tidak ingin memberitahu kebenarannya terhadap kak Ryan, tapi jika aku ada di posisi Kenan aku akan sangat ingin mengetahui siapa orang tua kandungku walaupun itu memang sangat sulit dan menyakitkan.”


“lalu bagaimana jika Kenan tidak bisa menerimanya?”


“aku tidak bilang jika akan memberitahu Kenan sekarang juga mas. Dia masih kecil, emosinya masih belum stabil dan dia belum mengerti tentang hal itu.”


“lalu bagaimana jika Ryan ingin bertemu dengan Kenan setelah mengetahui kebenarannya?”


“kita bisa beri pengertian kepada kak Ryan untuk tidak memberitahu hal ini kepada Kenan dulu, jika memang mau bertemu ya bertemu saja tapi sebagai teman papinya bukan sebagai ayah kandungnya.”


“setidaknya jika kak Ryan menyayangi Kenan, dia pasti akan memikirkan hal buruk yang akan terjadi kedepannya.” Lanjut Khansa.


“kau benar sayang, terimakasih banyak karena selalu mengingatkanku dan menuntunku ke jalan yang benar.” Ucap Kalandra lalu mencium kening istrinya dengan sangat lembut.


Disaat yang romantis seperti itu, tiba-tiba saja perut Khansa berbunyi sangat keras hingga Kalandra bisa mendengarnya dengan sangat jelas.


“yaampun anak papi yang satu ini ternyata kelaparan ya..” ledek Kalandra sambil mengelus perut istrinya.


Khansa yang sangat malu karena diejek oleh suaminya itu langsung memukul punggung suaminya yang sedang membungkuk dan mengelus perutnya.


“mas, aku nanti kontrol ke rumah sakit bareng Lila aja ya..”


“kenapa ga sama mas aja? Besok mas anter kamu dulu baru ketemu Ryan.”


“engga usah mas, aku gamau mas kecapean terus sakit lagi, aku jadi ngurus 2 bayi.” Ucap Khansa memanyunkan bibirnya.


“pfftt.. kamu kok ada-ada aja sih sayang, mana ada bayi segede aku.” Kalandra terkekeh geli mendengar ucapan Khansa.


“ada lah, bayi gurita.” Ucap Khansa lalu meninggalkan suaminya.


Khansa menuruni tangga rumahnya untuk membantu para pembantu rumah tangga yang sedang memasak.


“selamat pagi pada bibi,, Khansa mau bantu dong.. Khansa bosen kalo harus dikamar aja.” Rengek Khansa kepada para pelayan yang ada disana.


Khansa memang orang yang mudah bergaul, ia tidak memandang walaupun mereka hanyalah pelayan dirumah itu, Khansa menganggap mereka semua orang yang harus ia hormati karena usia mereka lebih diatas Khansa. Semua pelayan di sana sangat senang karena nyonya dirumah itu adalah Khansa, orang yang sangat ramah dan baik hati.


“yaampun nyonya jangan bantu kesini, nanti kami dimarahin sama tuan Kalandra.” ucap bi Rini.


Bi Rini adalah perawat Kenan sekaligus kepala pelayan dirumah itu, jadi bi Rini sangat berkuasa dalam pekerjaan yang harus dilakukan di dalam rumah itu.


“engga akan bi, mas Andra gaakan marah kok. Dia malah senang jika Khansa masak makanan buat dia.”


“Khansa bikin sarapan buat mas Andra dan Kenan aja ya bi, soalnya papa dan mama kan sudah mempunyai jadwal makanannya sendiri.” Ucap Khansa kepada bi Rini yang dijawab dengan anggukan.


Setelah selesai memasak sarapan, Khansa langsung menyajikan semua masakan yang ia dan pelayan masak dengan sangat rapih, lalu Khansa menuju ke kamarnya untuk memangiil suaminya dan membangunkan Kenan yang masih tertidur dikamarnya.


“Kenan sayang, ayo bangun. Kenan jadi ikut mami liat adek kan?” Kenan yang mendengar ucapan maminya langsung terbangun dan menuju ke kamar mandi.


Khansa tersenyum melihat Kenan sudah mulai tumbuh besar dan sudah mulai mandiri.


“mami janji, mami ga akan pernah membiarkan siapapun merebut kamu dari mami.”


Setelah menyiapkan Kenan dengan sangat rapih, Khansa dan Kenan menuju ke ruang makan untuk sarapan bersaa keluarga. Disana semua orang sudah berkumpul dan melihat ke arah Kenan dan Khansa yang sedang menuruni tangga.


“wah, cucu kakek sudah ganteng pagi-pagi. Emang mau kemana sih?” tanya papa Arnold


“Kenan mau temenin mami liat adek kek.”


“Kenan senang sekali ya mau punya adek?”


“iya dong kek, Kenan sebentar lagi mau punya adek terus bisa Kenan ajak main bola.”


Semua orang tertawa bahagia melihat kelucuan dan kepolosan Kenan, setelah semuanya berkumpul akhirnya mereka sarapan dengan tenang dan nyaman.


Khansa yang baru saja memakan sedikit sarapannya sudah mulai merasa kenyang dan mual.


“sa, kamu gapapa?” tanya mama Alisha yang melihat Khansa mulai tidak nyaman.


“Khansa mual ma, kayaknya perut Khansa kenyang banget.”


“yaudah kamu istirahat dulu gih di kamar, kan waktunya kontrol masih 1 jam lagi, masih ada waktu buat istirahat.” Ucap mama Alisha.


Khansa yang memang sudah tidak kuat itu akhirnya mengikuti ucapan mama Alisha dan berpamitan untuk meninggalkan meja makan dan beristirahat di kamar.


Kenan yang melihat maminya yang terlihat kesakitan langsung mengikuti maminya dan masuk ke dalam kamar.


“mami sakit ya?” tanya Kenan.


“eh sayang, iya nih perut mami rasanya ga enak banget.”


Kenan langsung naik ke tempat tidur dan tidur disebelah Khansa sambil mengelus perut maminya yang masih rata.


“adek, jangan nakal ya,, kasian mami kesakitan tuh. Adek diem aja di dalem perut ya jangan buat mami sakit.” Ucap Kenan sambil mengelus dan mencium perut Khansa dengan polosnya hingga membuat Khansa tersenyum.


“sayang, sini deh peluk mami..” Khansa memeluk Kenan dengan sangat erat, begitu pula sebaliknya.


“Kenan sayang mami ga?” tanya Khansa.


“sayang banget banget banget mami..” jawab Kenan.


“Kenan harus tau ya, apapun keadaannya dan apapun masalah yang akan kita hadapi kedepannya, Kenan akan selalu menjadi anak mami yang paling mami sayang.” Ucap Khansa sambil menahan air matanya.


Kenan yang sebenarnya tidak mengerti apa yang dikatakan maminya itu hanya mengetahui jika maminya akan selalu menyayanginya.


“iya mami, selamanya mami bakalan jadi maminya Kenan yang paling Kenan sayang..” ucap Kenan.


Diluar kamar ternyata ada Kalandra yang mendengar semua ucapan istri dan anak kesayangannya itu.


“lihatlah, bagaimana mungkin aku tega memisahkan ibu dan anak ini yaAllah.” Batin Kalandra yang mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamarnya.