MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (ANCAMAN)


Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.




“Tiara? Kenapa kamu datang lagi?” tanya Bernard.



“Aku ingin meminta maaf kepada kalian semua, maaf karena sudah mencuri asset keluarga kalian dan maaf karena sudah membuat hubungan bernard dan om renggang. Saat itu aku tidak memiliki pilihan lain, aku membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan ibuku. Maaf hikss,, hikss,,” jelas Tiara sambil meneteskan air mata.



“Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam sini!? Aku sudah menyewa tempat ini khusus untuk keluargaku!” ucap Bernard.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610508648699.jpg)



“Penjaga di depan mengenalku karena dulu kamu sering mengajakku ke sini.” Ucap Tiara.



Bernard menghampiri Tiara, awalnya papa Bernard menghalangi anaknya untuk menghampiri Tiara namun Bernard tetap ingin menghampiri Tiara.



Key yang melihat hal itu merasakan sesak di dadanya dan ingin sekali pergi dari tempat itu namun Lana melarangnya.



“Jangan pergi, kamu terlihat menyedihkan jika pergi begitu saja.” bisik Lana.



Key yang mendengar ucapan sahabatnya itu langsung kembali ke tempatnya dan melihat pertunjukan apa yang ada di tampilkan di hadapannya.



“Bangunlah.” Ucap Bernard sambil mengulurkan tangannya kepada Tiara.



Tiara yang mengetahui jika Bernard mengulurkan tangan untuknya segera membalas uluran tangan itu dan berdiri.



“Kenapa kamu melakukan hal ini? untuk apa lagi kamu kemari?” tanya Bernard.



“A,,aku tau mungkin aku terdengar tidak tau malu, tapi aku ke sini karena ingin meminta maaf kepada keluargamu dan juga ingin kembali kepadamu.” Ucap Tiara dengan nada yang lemah.



Bernard tidak habis pikir dengan ucapan Tiara yang baru saja di dengarnya, dia tidak menyangka jika dirinya pernah menyukai wanita tidak tau malu yang ada di hadapannya itu.



“Kembali kepadaku? Hahaha tentu saja aku tidak bisa kembali kepadamu Tiara!” ketus Bernard.



Key yang mendengar ucapan itu terkejut, “*Bukankah waktu itu dia bilang masih mencintai mantannya? Lalu kenapa sekarang dia bilang tidak bisa kembali kepada mantannya*?” gumam Key di dalam hati.



“Waktu itu aku benar-benar tidak punya pilihan lain Bernard, apakah kamu tidak bisa memberikan kesempatan kepadaku?” tanya Tiara.



“Maaf Tiara, tapi aku tidak bisa menerima apapun alasan untuk kejadian waktu itu. Jika memang kamu butuh kenapa kamu tidak langsung saja menghubungiku? Kenapa harus mencuri? Apa segitu malunya kamu untuk meminta langsung kepadaku? Apa segitu tidak percayanya kamu kepadaku?” tanya Bernard.



Tiara tidak bisa menjawab pertanyaan dari Bernard karena memang dirinya lah yang salah saat itu, dia seharusnya berbicara jujur kepada Bernard.



“Bukankah waktu di café aku sudah bilang kalau aku sudah memiliki wanita yang aku cintai, wanita yang jauh lebih baik dari dirimu.” Ucap Bernard.



“Apa? Café? Bukankah di café om beruang bilang dia masih mencintai Tiara?” gumam Key yang mendengar ucapan Bernard.



“Siapa? Kenapa kamu tidak mau memberitahuku? Sepertinya hanya wanita khayalanmu saja kan? Tidak adan wanita yang lebih baik dariku Bernard!” ketus Tiara.



Mama Bernard menarik tangan Key secara tiba-tiba dan menuntunnya untuk berdiri di sebelah Bernard.



“Dia! Dia adalah wanita yang jauh lebih baik darimu! Kamu bilang tidak ada yang lebih baik darimu? Hah! Jangan terlalu membanggakan diri Tiara! Aku tau kalau semua perlakuan baikmu kepada kami selama ini hanya pura-pura, itu hanya pencitraan agar Bernard percaya kalau kamu benar-benar wanita yang baik!” ketus mama Bernard.



“Bernard, apa benar dia adalah wanita yang kamu cintai?” tanya Tiara dengan mata yang mulai berkaca-kaca lagi.



“*Yaampun, apa-apaan ini? bagaimana jika om beruang bilang kalau dia tidak mencintaiku*.” Batin Key yang memiliki perasaan was-was dengan jawaban Bernard.



“Iya, dia adalah wanita yang aku cintai! Namanya Key, dia adalah wanita yang sangat bertolak belakang denganmu Tiara! Dia tidak pernah berpura-pura sepertimu.” Tegas Bernard sambil menatap kedua mata Key.



Tiara kesal melihat Bernard dan Key saling menatap satu sama lain, Tiara melihat ke sekitarnya yang memang sepi karena tempat itu sudah di sewa oleh keluarga Bernard, saat semuanya sedang lengah Tiara menarik Key dan menodongkan pisau di lehernya.



“Keyla!!!” teriak semua orang.



“Dia adalah wanita yang lebih baik dariku? Kita lihat saja bagaimana jadinya jika kamu tidak akan pernah melihat wanita ini lagi! Apa yang akan kamu lakukan ha!” teriak Tiara sambil tertawa seperi orang gila.




“Jangan ada yang mendekat! Jika kalian berani mendekat, aku tidak akan segan-segan untuk melukainya!” teriak Tiara.



“Kamu ini sudah gila ya! pantas saja om Bernard tidak menyukaimu, mana ada laki-laki yang mau bersama dengan wanita gila sepertimu!” teriak Lana.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610508648695.jpg)



“*Aish,, aku tidak suka berada di situasi seperti ini. Aku kan sudah lama tidak berolahraga, sepertinya aku harus membuat semua orang terkejut untuk kesekian kalinya*.” batin Key.



“Tiara tolong, jangan sakiti dia aku mohon.” Ucap Bernard dengan putus asa.



Key yang melihat Bernard memohon itu benar-benar tersentuh, dia tidak menyangka melihat Bernard yang sedang putus asa karena dirinya.



“*Aku tau, kamu memohon bukan karena kamu tidak bisa melawannya tapi karena kamu takut kalau dia akan menyakitiku*.” Gumam Key di dalam hati.



“Kamu memohon? Seorang Bernard yang hebat memohon kepadaku? Wah kamu memohon demi wanita ini? bagaimana bisa kamu melakukan hal ini Bernard! Bagaimana bisa wanita ini menggantikan posisiku di hatimu.” Ucap Tiara.



“Sebenarnya apa yang kamu mau Tiara!” ketus papa Bernard.



“Aku? Aku mau kalian memberikan uang kepadaku!”



“Berapa yang kamu inginkan!?”



“satu miliyar!” ketus Tiara.



“Apa!? Satu miliyar? Apa kamu sedang memeras mantan pacarmu tante jelek!” ketus Lana.



“Tante!? Kamu mengataiku tante jelek! Apa kamu mau wanita ini terluka ha!” teriak Tiara.



“Lana diamlah! Kamu hanya akan memperburuk keadaan!” ucap Jonathan sambil menutup mulut Lana.



“Tenanglah, Key bisa mengatasi semuanya.” Ucap Lana dengan tenang.



“Key, sudahlah jangan membuang-buang waktu! Cepat bereskan wanita itu agar bisa jalan-jalan.” Teriak Lana kepada Key.



Semua orang yang ada di sana menoleh ke arah Lana secara bersamaan, mereka berfikir jika Lana adalah orang bodoh yang tidak bisa melihat situasi yang sedang di hadapinya.



“Lana, kamu kenapa seperti ini? Key sedang dalam bahaya sekarang, kenapa kamu malah berbicara seperti itu?” tanya Bernard.



“Om ini memang belum memahami Key dengan baik. Lihat saja baik-baik apa yang membuatnya berbeda dari wanita lainnya.” Ucap Lana.



Key yang melihat semua orang yang semakin mengkhawatirkannya itu hanya bisa menghela nafas panjang, di tambah lagi dengan ucapan Lana yang membuat situasi semakin mencengkam.



“Huh, dasar mulut ember bocor! Apa dia tidak bisa menahan mulutnya sebentar saja?” gumam Key yang masih bisa di dengar oleh Tiara.



“Apa yang kamu bicarakan!” ketus Tiara.



“Kamu tau kenapa om beruang tidak menyukaimu?” tanya Key.



“Siapa itu om beruang?” ketus Tiara yang tidak tau.



“Dia, laki-laki yang kamu sukai itu.” Ucap Key sambil menatap ke arah Bernard.



“Kenapa!?”



“Karena kamu hanyalah wanita bodoh!” teriak Key sambil memelintir tangan Tiara yang sedang memegang pisau hingga pisau yang ada di tangannya jatuh ke bawah.



Key melipat tangan Tiara ke belakang punggungnya dan menendang kaki Tiara hingga membuatnya jatuh berlutut di lantai.



“Kamu adalah wanita yang bodoh karena tidak tau siapa yang sedang kamu lawan!” ketus Key.



Semua orang terkejut melihat apa yang di lakukan oleh Key, mereka tidak menyangka jika Key mampu membebaskan diri dari cengkraman Tiara yang postur tubuhnya lebih tinggi di bandingkan dirinya.