
Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dlm hidupnya dan tetap bersyukur.
Elsa sudah berada di depan pintu apartment papi Kalandra dan mami Khansa, dia berusaha untuk menarik nafas panjang sebelum mengetuk pintu apartment papi Kalandra.
“Oke Elsa, kamu pasti bisa kamu harus santai, ini demi kak Key.” Ucap Elsa mencoba untuk membuat dirinya tidak gugup.
“Kamu ngapain di sini Elsa?” tanya mami Khansa yang berada di belakang Elsa.
“Aaa!!” teriak Elsa karena terkejut melihat kedatangan mami Khansa.
“Yaampun Elsa, ini mami Khansa. Kamu kayak ngeliat hantu aja.”
“Yaampun mami Khansa ngagetin Elsa aja deh jadi Elsa teriak deh.”
“Emang kamu mau ngapain di sini? Mau ketemu sama papi dan mami?” tanya mami Khansa.
“Papi Kalandra ada di dalam mi?”
“Sepertinya tidak ada, tadi sebelum mami keluar papi Kalandra sudah keluar lebih dulu, ga tau deh kalau dia udah pulang lagi.” Ucap mami Khansa.
“Elsa kangen aja sama papi Kalandra dan mami Khansa, kan udah lama kita jarang cerita-cerita.” Ucap Elsa.
“Iya juga ya, yaudah ayo masuk ke dalam Els, mami juga mau masak nih.” Ucap mami Khansa.
Elsa dengan senang hati masuk ke dalam apartment mami Khansa karena itu akan memudahkannya untuk mengambil kunci mobil Key.
“Wah, apartment papi dan mami memang tidak pernah berubah ya.” ucap Elsa sambil mengingat kembali di mana papi Kalandra menaruh kunci mobil Key.
“*Setauku papi Kalandra menaruh kunci mobil di sekitar sini deh, tapi di mana tempatnya ya aku lupa soalnya udah lama banget sih*.” Gumam Elsa di dalam hatinya.
“Mi, emang papi Kalandra keluar naik mobil?” tanya Elsa.
“Eh gatau deh, coba kamu lihat kunci mobilnya ada apa engga.” Ucap mami Khansa.
“*Yes ini kesempatan yang bagus*!” batin Elsa.
“Di mana papi Kalandra menyimpan kunci mobilnya mi?” tanya Elsa.
“Ada di bawah meja di ruang tv Els, coba kamu cari di sana ada kotak buat nyimpen kunci.” Ucap mami Khansa sambil menunjuk arah ruang tv.
Elsa yang mendengar ucapan mami Khansa langsung berjalan ke arah ruang tv untuk melihat kunci mobil.
“*Aduh kenapa ada banyak sekali kunci mobil di sini? Dan semuanya berinisial K, kunci kak Key pasti ada ukiran namanya di belakangnya*?” gumam Elsa sambil mencari kunci yang bertuliskan nama Key.
“Mami Khansa, kunci mobil papi Kalandra emang warna apa? Di sini ada banyak sekali kunci mobil.” Ucap Elsa.
“Di belakang kunci ada namanya Els, cari yang namanya Kalandra kalau tidak ada berarti papi Kalandra membawa mobilnya.” Ucap mami Khansa yang masih sibuk memasak.
Setelah membaca satu per satu kunci mobil akhirnya Elsa menemukan kunci mobil yang bertuliskan nama Key di belakang kuncinya, Elsa langsung mengantongi kunci tersebut sambil melirik ke arah mami Khansa yang masih sibuk di dapur.
“*Akhirnya aku dapat juga*.” Gumam Elsa.
Elsa kembali menghampiri mami Khansa di dapur.
“Bagaimana? Apakah ada kuncinya?” tanya mami Khansa.
“Tidak ada mi, mungkin papi Kalandra membawa mobilnya. Kalau begitu Elsa pergi dulu deh mi, nanti aja kalau ada papi Kalandra Elsa ke sini lagi.” Ucap Elsa.
“Baiklah kalau begitu, nanti jika papi Kalandra sudah pulang mami akan memanggilmu.” Ucap mami Khansa sambil tersenyum kepada Elsa.
Elsa yang sudah berpamitan kepada mami Khansa segera keluar dari apartment mami Khansa untuk menuju apartment Key dan memberikan kunci mobilnya.
Sedangkan di dalam, mami Khansa yang melihat kepergian Elsa hanya terdiam dengan perasaan khawatir.
“*Mami sebenarnya tau apa yang sedang kalian rencanakan, itulah kenapa mami sengaja mempermudah Elsa untuk mengambil kunci mobilmu Key, sebenarnya mami sangat khawatir dengan rencana yang kamu buat karena itu sangat berbahaya, tapi selama ada nak Bernard mami yakin kamu akan baik-baik saja. Mami akan selalu mendoakanmu sayang*.” gumam mami Khansa yang masih melihat ke arah pintu.
“Halo, nak Bernard.” Ucap mami Khansa.
“Halo tante, ada apa?” tanya Bernard dari sebrang telfon.
“Nak Bernard, tante mohon tolong jaga Key baik-baik ya jangan sampai dia terluka, mami akan selalu menunggu kabar dari kamu tentang keadaan Key.” Ucap mami Khansa yang membuat Bernard terkejut.
“Apa? Tante tau tentang rencana itu?” tanya Bernard.
“Iya, tadi tante tidak sengaja mendengar pembicaraan Key, Lana dan Elsa. Elsa juga sudah mengambil mobil Key yang sudah lama di sita oleh papinya. Tante mohon jangan biarkan Key terluka, tolong jaga dia bagaimanapun caranya.” Ucap mami Khansa.
“Tante tenang aja, Bernard akan selalu menjaga Key walaupun nyawa taruhannya.” Ucap Bernard.
“Terimakasih nak Bernard, tolong kirimi tante pesan sesering mungkin karena tante tidak akan bisa tidur malam ini.” ucap mami Khansa.
“Pasti tante, tante tenang saja.” ucap Bernard lalu mematikan telfonnya.
Mami Khansa menaruh hpnya kembali ke dalam sakunya dan duduk di kursi untuk menenangkan fikirannya.
“*Maafkan aku mas, kali ini aku membiarkan anak perempuan kita menyelesaikan masalahnya sendiri. Aku ingin dia tidak selalu hidup dalam baying-bayangmu dan Kenan*.” gumam mami Khansa sambil memejamkan matanya dengan tangan yang berada di keningnya.
Hari sudah semakin sore, Lana yang terbangun lebih dulu melihat ke arah Key yang masih tertidur.
“Key, ayo bangun.” Ucap Lana perlahan namun Key masih terlelap.
Tiba-tiba saja Elsa masuk ke dalam apartment Key dan mencari keberadaan kakaknya itu.
“Kak Key, aku sudah mendapatkan kunci mobilmu!” ucap Elsa.
Key yang mendengar ucapan Elsa langsung terbangun dan melihat kunci yang ada di tangan Elsa.
“Kamu hebat sekali Elsa, kamu sudah mendapatkan kunci mobilku dalam waktu yang sangat singkat?” tanya Key.
“Yaampun Key, kamu bangun hanya karena Elsa sudah mendapatkan kunci mobilmu?” tanya Lana yang heran dengan sahabatnya itu.
“Tentu saja, aku sudah lama sekali tidak mengendarai mobil cantikku ini.” ucap Key.
Key langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil tas hitam besar di dalam lemarinya.
“Bantu aku menata barang-barang yang akan aku bawa.” Ucap Key kepada Lana dan Elsa.
Mereka berdua mengangguk mengerti akan perintah Key dan langsung membantunya menata barang yang akan di bawa.
Key membawa alat panah dan busurnya di dalam tas besar itu, dia juga membawa semprotan seperti parfum yang membuat Elsa penasaran dengan barang itu.
“Kak Key kenapa membawa banyak parfum?” tanya Key dengan polos.
“Ha? parfum? Ini? ini adalah cairan yang akan membuat mata kamu perih untuk beberapa saat. Aku harus membawa sebanyak ini untuk berjaga-jaga kalau dia memiliki banyak orang suruhan.” Jelas Key.
“Key, kamu ini seperti yang sudah terbiasa dengan situasi yang seperti ini.” ucap Lana.
“Aku sering sekali melihat film action dan aku memang sangat ingin melakukan hal ini. Bukankah aku keren?” ucap Key dengan nada bercandanya.
“Kak Key masih bisa bercanda dalam situasi ini?” tanya Elsa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
“Apa kamu tidak takut Key? Hal ini bisa membuat nyawa kamu dalam bahaya!” tegas Lana.
“Aku takut, tentu saja aku sangat takut Lana! Tapi aku harus membuat diriku sesantai mungkin agar tidak merasa gugup dan mengacaukan semuanya.” Ucap Key.
“Elsa yakin kalau kak Key tidak akan mengacaukannya kak!” ucap Elsa.
“Terimakasih Elsa! Kalau aku tidak kembali, kamu bisa bercerita banyak kepada Lana.”
“Tidak! Aku tidak akan pernah mau mendengar ceritanya! Maka dari itu kamu harus pulang dengan selamat!” bentak Lana.
Key hanya tersenyum dan memeluk Lana dan Elsa secara bergantian. Key sudah selesai mengemasi barang yang akan dia bawa, dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan memakai pakaian yang nyaman di pakai.