MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MASA LALU


Jangan pernah biarkan kesedihan di masa lalu membuatmu takut tuk menerima seseorang yg baru.



Kalandra yang melihat Khansa datang langsung menghampirinya dan memeluk tubuh istrinya.



“Kamu kok lama sih? Kemana aja emang?” rengek Kalandra sambil memeluk istrinya itu.



“Yaampun mas, baru ditinggal sebentar kamu udah kangen aku?” ejek Khansa.



Khansa melihat jika di rumahnya sudah ada banyak orang yang sedang berkumpul disana.



Tiba-tiba saja datang seorang wanita paruh baya yang menerobos masuk dan menampar pipi Kalandra lalu memaki-makinya.



Semua orang yang berada disana terkejut melihat kejadian yang tidak terduga itu.



“Bagaimana bisa kamu bermesraan dengan istrimu saat anakmu hilang! Bagaimana bisa kamu lengah menjaga anakmu! Jawab!” teriak wanita itu kepada Kalandra.



Khansa yang terkejut ingin menghampiri wanita itu namun di tahan oleh Kalandra.



“Kamu bilang sayang dengan anakmu? Haha rasa sayangmu itu palsu! Kamu bahkan tidak bisa menjaga anakmu, bahkan kamu juga tidak sedikitpun merasa sedih setelah kehilangan anakmu!” lanjut wanita itu.



Khansa yang sudah terlalu emosi itu langsung melepaskan tangannya dari genggaman Kalandra dan…



Plakk!!!



Khansa menampar pipi wanita itu dengan kencang. Mereka yang ada disana, bahkan Kalandra pun tidak menyangka jika istrinya akan berani menampar wajah seseorang.



“Saya tau anda akan berfikir jika saya tidak tau sopan santun, saya minta maaf karena sudah menampar anda tapi saya tidak pernah menyesal karena sudah menampar anda.”



“Apa yang anda tau tentang keluarga saya! Siapa anda beraninya berbicara jika suami saya tidak menyayangi anaknya! Lalu apakah kami harus nangis darah saat anak kami hilang!? Lalu apakah dengan menangis anak kami akan kembali pada kami!? Jika menangis bisa membuat anak kami kembali pada kami, kami akan menangis bahkan bersujud agar anak kami kembali kepada kami!”



“Jika anda tidak tau apapun tentang keluarga saya, tolong jangan pernah asal menilai hanya karena kami terlihat bahagia. Kami seperti ini karena kami tau jika anak kami akan merasa sedih melihat orang tuanya bersedih karena mengkhawatirkannya!”



Dengan penuh emosi Khansa meliapkan semua kekesalannya kepada wanita paruh baya itu.



Ryan yang melihat dan mendengar kejadian itu langsung menghampiri mereka.



“Mama! Apa yang mama lakukan disini?” tanya Ryan kepada mamanya.



Khansa terkejut karena orang yang berani mengatai keluarganya adalah mama dari sahabat suaminya. Khansa menoleh ke arah Kalandra untuk memastikan, Kalandra menarik Khansa dan merangkul istrinya itu.



“Ryan lihatlah, wanita ini bahkan berani menampar mama.” Ucap mama Ryan.



“Mama yang salah! Untuk apa mama kemari? Kenapa mama menghina keluarga Andra!?”



“Karena mereka memang tidak becus menjaga anak, lihatlah cucu mama hilang karena mereka!”




“Lalu buktinya apa? Kenan tetap hilang kan!?”



“Itu namanya musibah ma, semua keluarga pasti akan mendapatkan ujian dalam keluarganya dan ini adalah ujian untuk keluarga mereka kehilangan anak kesayangannya.”



“Anda meragukan kasih sayang suami saya hanya karena dia kehilangan anaknya, lalu apakan anda tau? Dialah yang mendengar Kenan menangis untuk pertama kalinya, dialah yang menggendong Kenan dan mengadzani Kenan untuk pertama kalinya, dia yang berjuang sendirian untuk menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk Kenan, dia yang bekerja keras untuk Kenan agar Kenan tidak kekurangan satu apapun. Bagaimana bisa anda meragukan kasih sayangnya terhadap anaknya.” Sambung Khansa yang masih kesal karena mama Ryan masih meragukan suaminya.



Mama Ryan langsung diam mendengar ucapan Khansa, dia merasa bersalah karena terlalu larut dalam emosinya sendiri.



“Aku minta maaf karena kelancangan mamaku, aku akan mengantar mama ke rumah. Sekali lagi aku minta maaf.” Ucap Ryan merasa bersalah karena kelakuan mamanya.



Kalandra mendekati Ryan dan mamanya.



“Tidak usah minta maaf, mamamu hanya merasa emosi karena kehilangan cucunya.” Ucap Kalandra kepada Ryan.



“Andra minta maaf ya tante karena lalai menjaga Kenan sampai Andra kehilangan Kenan.” Kalandra membungkukkan badan meminta maaf kepada mama Ryan.



Mama Ryan merasa malu saat itu, dia malu karena sudah asal menuduh Kalandra dan istrinya.



Di sebuah gudang yang gelap, Kenan duduk diikat di tengah ruangan gelap itu. Kenan menangis memanggil papi dan maminya.


“Hikss,, hikss,, om, tante lepaskan Kenan, Kenan mau pulang, Kenan mau ketemu sama papi dan mami hikss..”


“Robert, ini salah. Kamu dendam dengan Kalandra maka Kalandra lah musuhmu, kenapa kamu harus menculik anaknya yang tidak tau apa-apa.” Ucap Hani kepada Robert.


Ya, Robert lah yang sudah menculik Kenan dan tidak melakukan apapun, dia sengaja menculik Kenan untuk menyiksa Kalandra, Robert senang melihat Kalandra menderita karena kehilangan anaknya.


Robert adalah seorang anak yang diambil orang tua Kalandra dari panti asuhan, sejak kecil Robert sangat menyayangi Kalandra, namun sejak SMA ada hal yang membuat Robert mulai berubah, Robert mulai tidak perduli dengan Kalandra, tapi didepan orang tua Kalandra, Robert berlagak seperti kakak yang sangat menyayangi adiknya.


Sebenarnya Kalandra tidak suka dan merasa aneh dengan perlakuan Robert terhadapnya, tapi Kalandra tidak mengadukannya kepada kedua orang tuanya karena dia tau jika kedua orang tuanya sangat menyayangi Robert seperti anak sendiri jadi Kalandra tidak ingin menyakiti perasaan kedua orang tuanya.


“Diamlah! Tugasmu hanya membujuk anak itu agar diam dan tidak menangis! Aku pusing mendengarnya menangis terus!” bentak Robert lalu pergi meninggalkan mereka.


Hani berjalan mendekati Kenan untuk menenangkannya.


“Diamlah anak baik, kamu akan baik-baik saja.” ucap Hani menenangkan Kenan.


“Tante kan orang yang ngomong sama mami waktu itu, kenapa tante nyulik Kenan? kenapa ga bantuin Kenan keluar dari sini?” ucap Kenan.


“Maafkan tante, tante ingin melepaskanmu tapi tante juga takut jika om jahat itu semakin menyakiti mu dan menyakiti anak yang ada di perut tante.” Ucap Hani.


“Kenapa om jahat itu selalu pakai topeng? Apa aku mengenalnya?” tanya Kenan.


“T,,tidak, kamu tidak mengenalnya. Sudahlah kamu jangan menangis terus agar dia cepat memulangkanmu ke orangtuamu.” Ucap Hani.


Sebenarnya Hani masih memiliki hati untuk melepaskan Kenan, tapi perasaannya terhadap Robert terlalu besar hingga membuatnya selalu menuruti perintah Robert.


Hani tidak berani membantah ucapan Robert karena Robert berjanji akan menikahinya setelah apa yang di inginkannya sudah dia dapatkan.




**Masa lalu Robert dan Hani**.



Saat di Jepang, Robert yang saat itu sedang menjalankan cabang bisnis keluarga Kalandra tidak sengaja bertemu dengan Hani yang saat itu bekerja di mini market yang sering di datangi oleh Robert.



Hani jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Robert, dan setelah kenal selama beberapa bulan mereka akhirnya menjalin satu hubungan.



Robert selalu menjanjikan sebuah pernikahan kepada Hani tapi Robert bilang dia akan menikahi Hani saat apa yang diinginkannya sudah tercapai.



Namun tiba-tiba Hani hamil anaknya Robert, Robert sudah sering menyuruh Hani untuk menggugurkan kandungannya tapi Hani selalu melindungi anaknya sampai akhirnya dia kabur dan kembali ke Indonesia, dan disanalah Hani bertemu dengan Kalandra lagi untuk pertama kalinya.