MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MEMBUKA HATI


Bersabarlah dengan semua rencana Tuhan atas hidupmu, karena renca Nya sangat luar biasa dalam kehidupanmu untuk menjadi lebih baik.



Setelah membereskan barang-barang mereka, Edo dan Anita turun ke Lobby dan ikut berkumpul dengan yang lainnya. Namun saat mereka mulai berjalan, Edo menarik Anita ke arah jalan yang lain.



“Aww,, sakit do.” Teriak Anita yang dipegang tangannya dengan sangat kuat.



“Eh, m,,maaf nit aku ga sengaja” ucap Edo sambil melepaskan tangannya dari tangan Anita



“It’s oke,, lagian kamu ngapain narik tangan aku? Kita beda jalur loh do.”



“Iya sengaja, kita berdua aja nit kalo ikut mereka pasti keliling-keliling doang.”



“Loh emang mau kemana lagi selain keliling do?”



“Emm,, kita naik bebek-bebekan itu yuk” ucap Edo menunjuk ke arah perahu bebek yang di goes.



“Ha? seorang Edo mau naik perahu itu?” tanya Anita tidak percaya jika Edo akan mengajaknya menaiki perahu bebek.



“Emang kenapa kalo aku naik itu?”



“Ya lucu aja gitu do..”



“Uda ayo naik, pasti seru banget.”



Edo menggandeng tangan Anita dan membantunya untuk menaiki perahu itu. Anita yang melihat tangannya digandeng oleh Edo hanya bisa menyembunyikan senyumnya.



Mereka sudah berada di perahu itu dan menggoes perahu dengan perlahan. Hanya ada kecanggungan dan hembusan angin di antara mereka.



“*Edo gimana sih, udah bawa aku kesini tapi ga diajak ngomong apa-apa*.” Batin Anita yang kesal karena Edo tidak berbicara sepatah katapun.



Tiba-tiba saja Edo berjongkok dan bersembunyi di bawah perahu hingga membuat Anita yang sedang termenung itu terkejut karena pergerakan Edo yang sangat tiba-tiba hingga membuat perahu mereka bergoyang.



“Astaga do! Kamu ngapain sih. Kalo kita jatoh gimana coba..” Anita kesal karena Edo membuat dirinya takut karena sebenarnya Anita tidak bisa berenang.



“Maaf nit, aku liat Khansa dan Kalandra tadi.”


Seketika Anita langsung ikut berjongkok dan wajah mereka bertemu, Edo dan Anita hanya terdiam kaku karena kejadian itu.



Setelah menjadi patung beberapa saat akhirnya mereka tertawa bersama dan kembali ke tempat duduknya karena melihat jika Khansa dan Kalandra sudah tidak disana.



“Tapi gamungkin seorang Kalandra naik kayak beginian do.” Bisik Anita tidak percaya dengan perkataan Edo, karena Kalandra yang dia tau tidak akan menaiki wahana untuk anak-anak itu.



“Mungkin aja nit, semenjak Khansa hamil dia jadi bisa melakukan hal aneh apapun.”



“Ah mungkin dia ngidam.”



“Apa? Yang bener aja nit masa cowo ngidam emang dia yang hamil?” tanya Edo yang tidak percaya dengan kata-kata Anita



“Serius, katanya kalo istri hamil itu suaminya kadang yang ngidam, mual-mual dan lain-lain.” Jelas Anita



“Ihh,, ogah ah aku gamau nikah deh biar ga ngerasain kayak begitu pas istriku hamil.”



“Apa? Terus gimana nasib aku dong..” Anita langsung menutup mulutnya karena keceplosan.



“Kenapa nasib kamu nit? Kan yang ga mau nikah aku kok jadi nasib kamu yang dipertanyakan?” goda Edo.



Anita tidak menjawab apa-apa, dia hanya tertunduk malu karena ucapannya sendiri.



“*Bodoh Anita bodoh.. kenapa kamu selalu melakukan hal konyol didepannya*?” batin Anita



Edo yang melihat Anita tertunduk malu itu tersenyum karena menurutnya Anita sangat lucu saat berekspresi seperti itu.



Waktu berlalu dengan cepat dan hari mulai gelap, mereka semua sudah berada di restoran hotel dan makan malam bersama disana.



Mereka semua makan dengan sangat tenang dan sesekali menceritakan kejadian yang mereka alami tadi.



“Papi, tadi Kenan dan om Ryan naik wahana yang seru banget pi, papi sama mami sih ga ikut Kenan.” ucap Kenan dengan ekspresi yang bahagia.




“Iya pi, seru main sama om Ryan.” Ucap Kenan, sedangkan Ryan hanya tersenyum mendengar Kenan menceritakan semua kejadian yang dialaminya tadi.



Khansa hanya tersenyum dan bersyukur melihat kegembiraan yang terpancar dari wajah anaknya itu.



Setelah selesai makan malam, mereka semua menuju kamarnya masing-masing untuk beristirahat karena keesokan harinya mereka akan pulang dan kembali dengan aktifitasnya masing-masing.



***Di kamar Edo dan Kalandra***



Edo yang sedari tadi diam karena merasa Kalandra melihatnya dengan tatapan yang menyeramkan.



“K,,kamu ngapain ngeliat aku kayak begitu?” tanya Edo kepada Kalandra.



“Kamu tadi habis dari mana sama Anita?” tanya Kalandra



“Ha? e,,engga kemana-mana tuh, Cuma jalan-jalan aja sama Anita”



“Masa sih Cuma jalan-jalan?”



“I,,iya Ndra serius.”



Mendengar Edo yang tetap menyangkal akhirnya Kalandra hanya diam saja tanpa mengatakan apa-apa lagi dan keadaan di kamar mereka menjadi sepi dan canggung.



“Mmm,, Ndra” Edo memulai pembicaraan ditengah-tengah keheningan itu.



“Ada apa?” tanya Kalandra



“Aku suka sama Anita.” Ucap Edo dengan cepat, sedangkan Kalandra hanya diam tidak mengatakan apa-apa karena ia sudah mengetahui jika sebenarnya Edo dan Anita sama-sama saling menyukai satu sama lain.



“Kamu kok diam saja Ndra?” tanya Edo yang melihat ekspresi sahabatnya tidak menunjukkan keterkejutan.



“Ya soalnya aku sudah tau” ucap Kalandra dengan santai.



“Apa!? K,,kamu sudah tau? Bagaimana mungkin..” Edo terkejut karena Kalandra sudah mengetahui tentan perasaannya kepada Anita.



“Aku sudah tau kalo kamu sebenarnya suka sama Anita, tapi aku ya diem aja lagian aku juga mau tau bagaimana kamu memperjuangkan sepupuku itu.” Jelas Kalandra.



“Kamu ga marah kalo aku suka sama Anita?”



“Ha? buat apa marah?”



“Ya, secara dia sepupu kamu dan pekerjaannya seorang dokter hebat, sedangkan aku hanya seorang asisten. Bagaimana bisa aku bermimpi untuk menjadi kekasih seorang dokter terkenal.” Ucap Edo.



“Yaelah do, aku justru lebih baik sepupuku dengan kamu yang seorang asisten dibandingkan orang hebat tetapi brengsek. Kamu adalah sahabatku, aku tau bagaimana sifatmu. Setidaknya aku yakin kalau kamu tidak akan menyakiti sepupuku dan bisa menjaganya dengan baik.”



Edo yang mendengar ucapan Kalandra itu sangat senang dan tidak menyangka karena sahabatnya ternyata malah merestui hubungannya dengan Anita.



“Tapi, aku tidak mengetahui bagaimana perasaan Anita kepadaku.” Ucap Edo dengan menundukkan kepalanya.



“Gausah khawatirin itu, kamu coba aja nembak dia, aku yakin jawaban dia akan sesuai dengan keinginanmu.”



“M,,maksudnya? Anita bakal terima aku?” tanya Edo



“Setauku dia emang udah suka sama kamu dari dulu sih, malah dia selalu mengira bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.”



Mendengar ucapan Kalandra, Edo sangat gembira dan merencanakan untuk menyatakan cintanya dengan romantis.


Setelah pembicaraan mereka, akhirnya Edo dan Kalandra memutuskan untuk tidur karena mereka akan kembali bekerja besok.



Di kamar Kenan dan Ryan


Dikamar, Kenan sudah tidak canggung lagi dengan Ryan, dia sudah mau bercerita dengan semangat kepada Ryan, Ryan sangat senang karena Kenan sudah membuka hati untuknya secara perlahan.


“Kenan, om Ryan sayang banget sama Kenan. Mungkin kalo om Ryan sudah punya anak dia akan seusia kamu. Jadi bolehkan om Ryan menganggap Kenan sebagai anak om Ryan sendiri?” tanya Ryan dengan sedikit ragu.


Kenan diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu. Lalu Kenan mengangguk tanda setuju dengan keinginan Ryan. Ryan sangat senang mendengar persetujuan dari Kenan dan memeluk Kenan dengan erat dengan perasaan yang sangat bahagia.


“terimakasih ya Allah karena sudah membukakan pintu hati anakku secara perlahan.” Batin Ryan dengan masih memeluk Kenan dengan erat.