
Pria yang tampan bukanlah yang bisa membuat matamu selalu berpaling kepadanya, tapi yang tidak akan memalingkan matanya darimu.
Setelah memutuskan untuk memeriksa cctv hotel terlebih dahulu, ahirnya mereka semua memutuskan untuk pulang ke apartment masing-masing. Key yang biasanya sangat dingin itu tiba-tiba saja memeluk tubuh Bernard dan membuatnya terkejut.
“Key?” ucap Bernard.
“Biarkan aku memeluk om beruang sebentar saja.” ucap Key yang masih memeluk tubuh Bernard dengan erat.
Kenan yang melihatnya langsung menyuruh semua orang pergi meninggalkan Key dan Bernard agar memiliki waktu berdua.
“Kamu ada masalah apa sebenarnya?” tanya Bernard.
“Om beruang, aku memberikan ini kepada om beruang.” Ucap Key sambil memberikan alat pelacak dan perekam suara kepada Bernard.
“Apa ini Key?” tanya Bernard yang tidak mengerti maksud dari ucapan Key.
“Sebenarnya di dalam paket itu ada surat yang terselip dan di surat itu aku disuruh untuk datang ke gedung X, aku memberi ini kepada om beruang karena aku akan memakai alat pelacak dan perekam suara di tubuhku, aku mau om beruang mengikutiku nanti malam aku juga akan memberikan alat pelacak dan perekam kepada Lana agar dia bisa memantau kita dari apartment.”
“Tapi ini adalah hal yang berbahaya om beruang, aku tidak bisa memberitahu abang dan kak Belinda karena sebentar lagi mereka akan menikah, aku tidak mau ada apa-apa kepada mereka. Itulah kenapa aku meminta om beruang membantuku, apa om beruang mau membantuku?” tanya Key.
“Tentu saja aku mau, aku akan selalu menjagamu bagaimanapun caranya.” Tegas Bernard.
“Tapi ini bisa saja sangat berbahaya om beruang.”
“Walaupun nyawa taruhannya aku akan selalu menjagamu Key, jika sesuatu terjadi kepadamu aku juga tidak akan bisa hidup Key.” Ucap Bernard.
“Terimakasih om beruang.” Ucap Key sambil mengecup pipi Bernard dengan berjinjit karena tubuh Bernard jauh lebih tinggi di bandingkan dengan Key.
Bernard memeluk tubuh mungil Key dengan erat hingga kakinya terangkat dan menciumi wajahnya berkali-kali hingga membuat wajah Key merah karena malu.
“Stop! om beruang ini selalu mengamil kesempatan dalam kesempitan.” Protes Key.
“Apa aku tidak bisa pergi bersamamu ke tempat itu?” tanya Bernard.
“Tidak, kalau terjadi apa-apa pada kita siapa yang akan menolong kita? Om beruang harus mempercayaiku oke? Aku akan menyiapkan semuanya dengan matang.” Ucap Key.
Setelah selesai menyusun rencana rahasia dengan Bernard, Key langsung pergi masuk ke dalam mobil Kenan untuk pulang ke apartment.
Sesampainya di apartment pribadi keluarganya, Key langsung mengajak Lana untuk segera ke kamarnya karena Key ingin menyusun rencana dengan Lana.
“Kamu ini kenapa sih Key?” tanya Lana.
“Baca ini Lan.” Ucap Key sambil memberikan surat ancaman tersebut.
Lana yang membaca surat itu langsung membulatkan matanya dan melihat ke arah Key dengan tatapan tajam.
“Kamu tidak akan melakukan hal yang ada di pikiranku bukan Key?” selidik Lana.
“Lan, aku ingin meminta tolong kepadamu. Ini adalah alat pelacak dan alat perekam, kamu bisa melacak keberadaanku dan bisa mendengarkan apa saja yang aku bicarakan dengan orang jahat itu.” Jelas Key.
“No! aku tidak akan membiarkanmu berangkat ke tempat itu sendirian Key!” bentak Lana.
“Stt,, diamlah! Kamu tenang saja aku sudah meminta bantuan kepada om beruang agar dia mengikutiku, kalau aku dan om beruang belum menghubungimu 5 jam setelah kami sampai di tempat itu, kamu bisa membantu kami untuk mencari pertolongan.” Jelas Key.
“Tapi Key, aku tidak ingin kamu berada dalam bahaya. Kenapa tidak mengajak abang Kenan saja?”
“Baiklah, aku akan menjagamu dari jauh. Tapi kalau kalian belum kembali setelah 5 jam setelah kalian sampai di sana, aku akan memberi tau semuanya kepada abang Kenan.” tegas Lana.
“Kalau itu terserah kamu, intinya aku membutuhkanmu untuk membantuku kalau rencanaku gagal.”
“Kalau begitu kita harus beristirahat dulu, aku akan meminta bantuanmu untuk mencuri mobil tercepat yang ada di apartment ini.” lanjut Key.
“Mobil siapa yang paling cepat di apartment ini Key?”
“Papi! Dan mobilku!” ucap Key.
“Apa? kamu sudah gila? Kenapa hanya ada dua pilihan dan di antara keduanya adalah pilihan yang sangat sulit Key.” Ucap Lana dengan nada berbisik.
“Aku tau kamu bisa Lana, aku membutuhkan mobil yang cepat untuk kabur darinya karena aku sangat yakin kalau dia memiliki penjaga yang berjaga di sana.”
“Aku tidak bisa Key, aku bisa mati kalau papi kamu tau.”
“Aku bisa kak!” ucap Elsa yang dari tadi mendengarkan mereka dari depan pintu.
Key dan Lana menoleh ke arah asal suara dan melihat Elsa yang sudah masuk dan berdiri di dalam apartment Key.
“Elsa? Kamu mendengar semuanya?” tanya Key.
Elsa hanya mengangguk dan langsung memeluk Key dengan erat.
“Kenapa kak Key menyembunyikan hal berbahaya ini dariku? Apa kak Key merasa kalau aku ini tidak berguna?” tanya Elsa.
“Tentu saja tidak Elsa, aku sangat menyayangimu dan aku tidak ingin kamu terluka karena aku.”
“Aku akan selalu membantu kak Key apapun bahaya yang akan aku dapatkan!” tegas Elsa.
“Aku hanya ingin minta tolong kamu untuk mengambil kunci mobilku karena mobilku ada di parkiran bawah, papi tidak akan menyadari kalau moilku tidak ada di tempatnya. Setelah itu kamu bisa diam di sini untuk menemani Lana memantau pergerakanku.” Ucap Key.
“Baik kak, aku akan mengambil kunci mobil kak Key karena aku tau betul di mana papi Kalandra menaruh kunci itu.” Ucap Elsa yang membuat Lana menghela nafas lega.
“Syukurlah, ternyata kamu berguna juga Els.” Ucap Lana.
“Kekuranganku ini hanya satu, aku tidak bisa diam kak Lana!” ketus Elsa.
“Sudalah jangan berdebat aku ingin istirahat terlebih dahulu.” Ucap Key.
“Baiklah kak, aku akan memulai rencanaku untuk mengambil kunci mobil kak Key.” Ucap Elsa yang langsung pergi untuk memulai aksinya.
“Kamu tidak masalah kan kalau Elsa menemanimu di sini nanti?” tanya Key kepada Lana.
“Tentu saja tidak masalah, kebawelannya akan membuatku tidak bisa tidur semalaman.” Ucap Lana.
Mendengar ucapan sahabatnya itu, Key sedikit lebih tenang dan akhirnya mencoba untuk merebahkan diri dan memejamkan matanya mencoa untuk tertidur dan mengumpulkan stamina untuk nanti malam.
“*Aku sangat penasaran siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu melakukan hal ini kepadaku, sebenarnya apa yang membuatmu berusaha untuk mencelakaiku, seingatku aku tidak pernah mencari masalah dengan siapapun*.” Gumam Key di dalam hatinya dengan mata yang terpejam.
Akhirnya setelah berkutat dengan fikirannya sendiri, Key terlelap sedangkan Lana yang sudah memastikan kalau sahabatnya itu sudah terlelap memutuskan untuk ikut tidur di sebelah Key.
Di sisi lain, Elsa sedang melakukan aksinya untuk mengambil kunci mobil Key yang sudah lama di sita oleh papinya di parkiran bawah tanah apartmentnya. Sangking marahnya papi Kalandra karena Key kecelakaan saat menaiki mobil kesayangannya itu sampai mobil milik Key itu di simpan di Jepang agar Key tidak bisa mengambilnya diam-diam.