MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
DRAMA


Sebulan telah berlalu, dan hari ini adalah hari di mana Key akan melakukan fitting gaun pengantinnya yang seharusnya di lakukan jauh-jauh hari karena dramanya bersama Bernard selama sebulan ini.


Sebulan yang lalu di perusahaan Bernard, Key kesal dengan Bernard karena Bernard harus kembali ke Jepang untuk mengurusi pekerjaannya.


“Maaf sayang, ini pekerjaan yang sangat penting sehingga tidak bisa di wakilkan oleh Jonathan..” ucap Bernard mencoba untuk membujuk calon istrinya yang akan dia dikahi sebulan lagi.


“Pernikahan kita sebulan lagi dan kamu ingin bekerja? Bahkan kita belum merapatkan tenang pernikahan kita dengan keluarga kita!” ketus Key yang sedang berdiri di hadapannya dengan tangan yang menyilang di dadanya.


“Sayang,, aku janji aku akan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat lalu aku akan kembali dan kita akan membicarakan tentang semua persiapan pernikahan kita..” bujuk Bernard kembali.


“Terserahlah! Lebih baik kita tidak usah menikah saja, kamu menikah saja dengan pekerjaanmu dan aku akan mencari laki-laki yang bisa membagi waktunya antara bekerja dan urusan pribadinya!” ketus Key yang membuat Bernard terkejut mendengarnya.


“Sayang! Kamu kok ngomong kayak gitu sih! Aku tidak ingin kamu berbicara seperti ini lagi!” tegas Bernard.


“Kamu sudah keterlaluan! Pokoknya aku kesal denganmu, dan ini pertama kalinya aku membenci pekerjaanmu!” ketus Key yang langsung berlari meninggalkan Bernard di ruangannya.


Bernard ingin berlari menyusul Key, namun tiba-tiba hpnya berbunyi dan panggilan itu ternyata dari asisten pribadinya yang tidak lain adalah Jonathan.


“Bagaimana? Apa dia tidak bisa berbicara denganmu saja? Apa aku juga harus turun tangan menemuinya?” tanya Bernard.


“Maaf, tapi dia mau bertemu denganmu langsung karena ada sesuatu yang ingin dia jelaskan tentang kerja sama kita.” Jelas Jonathan.


Bernard menghela nafas panjang, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia sangat ingin menyiapkan pernikahannya tapi kerja samanya dengan perusahaan yang akan dia temui juga sangat penting.


“Baiklah, siapkan penerbanganku untuk nanti malam, aku ingin segera menemuinya besok pagi lalu langsung kembali ke Indonesia untuk menyiapkan pernikahanku.” Ucap Bernard yang langsung memutus sambungan telfonnya.


Di sisi lain, Key yang baru saja keluar dari ruangan Bernard semakin kesal saat mengetahui kalau Bernard tidak menyusulnya dan tidak memperdulikannya. Para karyawan di sana menyapa Key dengan sopan karena mereka sudah tahu kalau Key adalah calon istri atasan mereka dan Key membalas para karyawan itu dengan senyuman seperti biasanya walaupun sebenarnya hatinya sedang kesal dengan Bernard.


“Huh! Dasar beruang kutub! Bisa-bisanya dia tidak menyusulku setelah aku mengatakan hal itu kepadanya, apa dia fikir aku ini hanya bercanda kali ya!” gumam Key yang langsung menaiki mobil sport kesayangannya yang terparkir dengan rapih di depan perusahaan Bernard.


Dengan segera Key melajukan mobilnya ke rumah Elsa karena Lana sedang menjenguk neneknya yang sedang sakit di kampungnya.


“Kak Key? Kenapa wajah kakak di tekuk begitu udah kayak bungkus kacang hihihi..” ejek Elsa yang baru saja melihat kakaknya masuk ke dalam rumah dengan wajah yang kusut.


“Kurang asem kamu Els! Aku ini sedang kesal dengan si beruang pokoknya kesel banget!!” gerutu Key sambil melempar tubuhnya di sofa empuk yang ada di ruang tamu.


“Di mana papa Ryan dan mam Rose?” tanya Key.


“Mereka sedang pergi ke rumahmu kak, entahlah apa yang sedang mereka bicarakan mungkin tentang pernikahanmu.” Ucap Key.


“Huh, sepertinya aku tidak akan menikah!” ketus Key yang membuat Elsa terkejut mendengarnya.


“Apa!? Kenapa begitu kak?” tanya Elsa.


“Karena dia sibuk sekali dengan pekerjaannya, bahkan di saat seperti ini dia akan pergi ke Jepang lagi untuk bertemu dengan klientnya!” jelas Key.


“Benarkah kak?! Apa tidak bisa di wakilkan saja?”


“Entahlah, aku sudah lelah sekali dan tidak ingin membicarakan hal ini lagi! Biarkan saja aku tidak mau berbicara padanya lagi!” ketus Key.


Elsa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakaknya itu, dia tahu kalau Key pasti sangat kesal karena dia sendirian lah yang sibuk menyiapkan semuanya.


“Oh iya, bagaimana kamu dengan Rey? Sepertinya kalian sudah lumayan lama tidak pernah bertemu bukan?” tanya Key.


“Hmm,, terakhir kali kami bertemu di pernikahan kak Ken dan kak Andini, sudah dua minggu setelah pernikahan mereka aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.” Ucap Elsa.


“Huh,, aku sudah berniat untuk melupakannya kak! Aku lelah mengejar sesuatu yang tidak bisa aku gapai.” Ucap Elsa sambil menghela nafas panjang.


“Kamu yakin?” tanya Key meyakinkan.


“Tentu saja aku yakin!”


“Bulan depan saat acara pernikahanku juga kalian akan bertemu lagi dan kamu akan gagal move on lagi loh..” ejek Key.


“Tenang saja kak, bulan depan aku pastikan kalau aku tidak akan bertemu dengannya lagi! Menyukai seseorang yang tidak pernah menganggap kita ada itu sakit tau kak!”


“Iya-iya aku tahu itu menyakitkan, aku akan selalu mendukungmu apapun keinginanmu, kalau memang kamu tidak ingin menyukai Rey lagi maka aku yakin kalau kamu akan mendapatkan seseorang yang lebih baik lagi.” Ucap Key sambil membelai rambut saudaranya itu.


“Terimakasih kak! Tapi tujuanku saat ini adalah melupakan kak Rey bukan mencari penggantinya.”


“Tapi obat patah hati adalah menemukan seseorang baru Elsa.”


“Sudahlah kak, lebih baik kita bahas pernikahanmu saja! bagaimana kalau aku saja yang mengantarmu untuk menyiapkan pernikahan?” ucap Elsa yang membuat mood Key berubah menjadi kesal lagi.


“Huh, sudahlah Els! Kalau aku menyiapkan pernikahan bersamamu yang ada semua orang mengganggap kalau hanya aku saja yang menginginkan pernikahan ini.” ucap Key.


***


Bernard keluar dari ruangannya dan pergi ke rumah Key untuk menyusulnya, dia yakin kalau calon istrinya itu akan berada di rumahnya saat ini, namun saat sampai di rumah papi Kalandra dia tidak menemukan keberadaan Key.


“Pi, mi, om, tante, kemana Key?” tanya Bernard.


“Kamu ini masuk ke dalam rumah langsung bertanya tentang calon istrimu bukannya duduk dulu!” ketus Belinda yang melihat saudara kembarnya mencari keberadaan Key.


“Key sedang marah padaku karena aku harus pergi ke Jepang untuk mengurus beberapa bisnisku.” Ucap Bernard.


“Ke Jepang? Apa harus ke Jepang di saat kamu harus menyiapkan pernikahanmu?” tanya mami Khansa.


“Bernard juga terpaksa mi, rencananya malam ini Bernard berangkat agar besok pagi-pagi sekali Bernard bisa langsung menemui klient dan kembali ke Indonesia secepatnya.” Ucap Bernard.


“Tapi Key tidak ada di sini Bernard, mungkin dia sedang berada di rumah Lana atau Elsa.” Ucap Belinda.


“Tapi tadi saat kita mau kemari tidak ada Key di rumah, hanya Elsa sendirian saja.” ucap mam Rose.


Bernard hanya menghela nafas panjang dan segera mengambil ponselnya di saku celananya untuk menghubungi Key.


Namun Key tidak menggubrisnya sama sekali, bahkan dia sengaja mematikan hpnya agar Bernard tidak menghubunginya lagi.


“Lebih baik kamu beristirahatlah dulu di kamar Key, biarkan Key menenangkan dirinya lebih dulu baru kamu menghubunginya kembali.” Ucap papi Kalandra.


“Iya papi benar, istirahatlah dulu sebelum berangkat nanti mami akan berbicara kepada Key agar dia mau mengerti dengan kondisimu.” Sambung mami Khansa.


Akhirnya dengan berat hati Bernard setuju untuk beristirahat di kamar Key dan di antar oleh Belinda untuk menuju ke kamar Key.


“Huh! Drama apa lagi ini? di saat kamu mau menikah malah pergi bekerja?” ucap Belinda sambil menggelengkan kepalanya.


“Diamlah! Jangan banyak mengejekku nanti anakmu akan mirip sepertiku saat lahir!” ketus Bernard.


“Hii,, amit-amit!” ketus Belinda sambil mengelus perutnya yang masih rata itu.