
Bermimpilah setinggi langit, jika terjatuh engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.
Key, Bernard, Kenan dan Belinda sudah berada di apartment keluarga Kalandra, mereka di sambut oleh mami Khansa yang memang sudah menunggu kedatangan mereka dari tadi.
“Kalian ini kemana aja sih? Mami kan dari tadi sudah menunggu.” Ucap mami Khansa.
“Yaampun mami, namanya juga anak muda ya biarin aja mereka senang-senang.” Ucap papi Kalandra.
“Kamu diem aja deh mas, dari tadi juga kamu nanyain mereka kapan dateng terus kok.” Ketus mami Khansa.
“Ha? kapan aku ngomong kayak gitu? Kamu jangan fitnah ya sayang.” ucap papi Kalandra.
Key dan Kenan yang sudah terbiasa dengan situasi itu hanya bisa menggelengkan kepala, karena sikap orang tua mereka yang masih saja seperti anak muda yang suka berdebat.
“Mi, Key mau ngajak kak Belinda ke kamar dulu ya. Mami dan papi di sini aja bersama abang dan om beruang.” Ucap Key lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya, Kenan dan Bernard.
“Kalian berdua duduklah.” Perintah papi Kalandra.
Kenan dan Bernard yang mendengar perintah papi Kalandra segera duduk di hadapan papi Kalandra.
“Kalian ini sebentar lagi akan menjadi suami, kamu Bernard kamu juga akan menjadi anakku sama seperti Kenan, papi harap kalian berdua bisa akur dan sama-sama bisa saling menjaga satu sama lain, kalian harus menjadi laki-laki yang bertanggung jawab untuk keluarga kecil kalian nantinya.” Jelas papi Kalandra.
“Papi tenang saja, kalau sampai Bernard membuat Key menangis, Kenan akan menggantungnya hidup-hidup.” Ucap Kenan yang mencoba untuk mengancam Bernard.

“Kamu juga! Kalau kamu menyakiti Belinda, Bernard yang akan menggantungmu hidup-hidup dan papi akan mendukungnya.” Ucap papi Kalandra.
Bernard yang mendengar ucapan papi Kalandra hanya tersenyum karena dirinya mendapat pembelaan dari papi Kalandra, sedangkan Kenan memberi lirikan tajam kepada Bernard.
“Mas, kamu ini jangan bikin mereka jadi tegang dong. Nak Bernard mau minum apa?” tanya mami Khansa kepada Bernard.
“Mami cuma nawarin Bernard aja? Kenan ga di tawarin?” rengek Kenan.
“Kalau kamu ambil sendiri saja di dapur! Kamu kan punya tangan!” ucap mami Khansa.
“Bernard juga kan punya tangan mami..”
“Tangan nak Bernard terlalu berharga untuk mengambil air minum Kenan.” canda mami Khansa.
“Mami….” Teriak Kenan.
Bernard tersenyum melihat kedekatan keluarga Kalandra, dia beruntung karena akan menjadi bagian dari keluarga yang harmonis ini.
Di dalam kamar, Key menyuruh Belinda untuk duduk dan menunggu dirinya mengambilkan pakaian yang dia simpan di dalam kamarnya.
“Sebentar ya kak, mungkin ada dua atau tiga gaun yang aku simpan di sini.” Ucap Key yang di balas anggukan kepala oleh Belinda.
Setelah menunggu beberapa menit, Key mengeluarkan satu per satu gaun yang dia simpan di kamarnya dan membuat Belinda membulatkan kedua matanya karena keindahan gaun yang di tunjukan oleh Key.



“Ternyata ada lebih dari tiga gaun di ruang rahasiaku kak, tapi aku ambil tiga gaun saja karena aku tidak tau kak Belinda suka gaun yang model bagaimana jadi aku tidak mengeluarkan semua Karena takut kalau kak Belinda bingung memilihnya, aku memiliki gaun dari yang simple sampai yang sulit hehe.” Ucap Key dengan nafas yang tidak beraturan karena kelelahan bolak-balik.
“YaAllah Keyla, ini sangat indah. Gaun ini kamu yang bikin semua?” tanya Belinda.
“Tentu saja kak! Aku bahkan membuat desain gaun pengantin tapi aku belum berani memproduksinya.” Ucap Key.
“Jangan kak, kak Belinda akan pingsan setelah masuk ke dalam karena ruangan itu sangat berantakan.” Ucap Key.
Belinda bingung memilih salah satu di antara gaun tersebut karena semuanya sangat bagus dan Belinda ingin memakai semuanya.
“Key, aku bingung memilih salah satu dari gaun ini.” ucap Belinda.
“Kenapa kak? Apakah tidak ada yang kakak sukai?” tanya Key.
“Bukan itu..”
“Lalu?”
“Karena semuanya sangat bagus, aku sangat-sangat ingin memakai semuanya. Mulai hari ini kamu adalah designer pribadiku oke!” ucap Belinda kepada Key.
“Abang Kenan harus membayarku malah loh kalau Key di suruh jadi designer pribadi kak Belinda.” Ucap Key dengan nada bercanda.
“Kenan pasti mau mengeluarkan berapapun biayanya untuk pakaian sebagus dan seindah ini Key.” Jawab Belinda.
“Jadi kak Belinda mau pakai yang mana?” tanya Key.
“Aku bingung Key, kalau kamu jadi aku yang mana yang akan kamu pilih?” tanya Belinda.
Key berfikir sejenak sambil melihat gaun hasil karyanya dengan teliti karena dia juga bingung akan memilih gaun yang mana.
“Aku juga bingung kak, gini deh kak Belinda mau pakai gaun yang bertema apa? Sexy? Simple? Atau elegan?” tanya Key.
“Aku tidak mau yang simple karena aku ingin menjadi wanita yang paling cantik di pesta itu, aku juga tidak akan memilih yang sexy karena Kenan akan menggantungku setelah acara selesai. jadi aku pilih yang elegan saja Key.” Ucap Belinda.
Akhirnya Key masuk kembali ke ruangan rahasia di kamarnya dan pilihannya jatuh kepada salah satu pakaian favoritnya, gaun ombre yang di buat pertama kali olehnya.

“Ini adalah gaun pertamaku kak dan yang paling aku sukai karena aku menyukai warna ombre seperti ini, aku akan memberikan ini kepada kak Belinda sebagai hadiah karena sudah mau menjadi istri abangku dan aku harap kak Belinda bisa menjaga abang dengan baik.” Ucap Key yang baru saja mengeluarkan gaun favoritnya dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.
Belinda tersentuh mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut mungil Key, Belinda langsung memeluk Key dengan sangat erat.
“Terimakasih, terimakasih karena sudah menerima kehadiranku di keluarga ini. Aku juga akan berjanji kalau keluargaku akan selalu menerima kamu dan akan selalu memberikan kasih sayang kepadamu.” Ucap Belinda.
Key membalas pelukan Belinda, dia sangat senang karena dirinya akan memiliki kakak perempuan, karena selama ini dia hanya di ribetkan dengan saudara laki-laki yang selalu mengkhawatirkannya.
“Oh iya Key, apa papi Kalandra tidak pernah memeriksa kamarmu?” tanya Belinda.
“Tidak, papi hanya di ruang tv saja kak tidak pernah masuk ke dalam kamar, lagipula papi seenarnya tidak pernah melarangku untuk mendesign, hanya saja dia tidak suka kalau aku menjadi model karena menurut papi model itu adalah kumpulan wanita yang di anggap sebelah mata oleh pria hidung belang.” Jelas Key.
“Tapikan tidak semua seperti itu Key.”
“Aku tau kak, aku juga sudah bilang seperti itu sama papi tapi tetap saja dia tidak mau mendengarkan.” Ucap Key.
“Sabarlah Key, kalau modeling adalah jalan hidupmu pasti akan ada jalan untuk meraihnya.” Ucap Belinda memberikan semangat untuk calon adik iparnya itu.
“Tenang saja kak setelah aku lulus nanti, aku akan membuktikan kalau tidak semua model itu dipandang sebelah mata. Aku akan mengubah pandangan orang-orang kepada para model di dunia ini.” ucap Key.
Belinda tersenyum mendengar ucapan Key, Belinda tidak menyangka gadis kecil yang ada di hadapannya memiliki ambisi yang sangat besar untuk mengejar cita-citanya.
Setelah berbincang-bincang bersama, Belinda membantu Key untuk memasukkan satu per satu gaun yang sudah di keluarkan oleh Key, awalnya Key menolak karena ruangan rahasianya itu sangat berantakan tapi karena Belinda memaksa akhirnya Key mengijinkan Belinda untuk membantunya masuk ke dalam ruangan yang tidak pernah di lihat oleh siapapun.
“Kak belinda orang pertama yang masuk ke dalam ruangan ini loh.” ucap Key.
“Benarkah? aku sangat beruntung mendapat kesempatan seperti ini. Aku harap kamu menjadi designer terkenal suatu saat nanti Key.” Ucap Belinda yang di balas senyuman oleh Key.