
Bersamamu atau tidak, aku harus tetap baik-baik saja.
Key dan Bernard sudah berada di hotel bintang lima yang megah, di sana sudah ada banyak orang-orang terhormat dan pebisnis terkenal.
“Om beruang, memang yang berulang tahun orang besar ya?” tanya Key.
“Iya, lagipula ini bukan hanya acara ulang tahun saja, dia juga sedang merayakan pembukaan hotel bintang lima ini.” jelas Bernard.
Setelah mendengarkan penjelasan Bernard, Key mengangguk dan mengiyakan ucapan Bernard. Bernard turun lebih dulu dari mobil dan membukakan pintu untuk Key dan mengulurkan tangannya kepada Key, Key yang di perlakukan seperti itu merasa senang karena di perlakukan seperti itu oleh Bernard.
“Terimakasih om beruang.” Ucap Key sambil membalas uluran tangan Bernard.
“Sama-sama tuan puteriku..” balas Bernard dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
Di dalam ada banyak sekali wanita-wanita cantik yang menatap Bernard dengan senyum genitnya, Key yang melihat hal itu menjadi kesal dan mempererat pegangan tangannya di tangan Bernard.
“Hai Bernard.” Sapa salah satu wanita yang ada di sana.
“Hai juga.” Jawab Bernard.
Key yang mendengar Bernard membalas sapaan wanita itu langsung menatap Bernard dengan tatapan tajam.
“Ini siapa? Adikmu ya?” tanya wanita itu sambil menatap Key dari atas ke bawah.
“*Apa? Adik katanya? Ih nyebelin banget sih ini tante-tante*!” gumam Key di dalam hatinya.
“Dia calon istriku.” Tegas Bernard.
“Apa?! Calon istri? Anak kecil ini calon istrimu?” tanya wanita itu tidak percaya.
“Lebih baik menikah dengan anak kecil sepertinya di andingkan dengan dirimu yang deasa sebelum waktunya.” Ketus Bernard lalu pergi meninggalkan wanita itu dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Key.
“Om beruang ga malu bawa Key ke pesta ini?” tanya Key dengan nada lemas.
Bernard menoleh ke arah Key yang berada di sebelahnya dan tersenyum, Bernard semakin mengeratkan genggaman tangannya.
“Aku tidak pernah malu membawamu ke pesta ini, aku bahkan takut kalau ada laki-laki yang melihat kecantikanmu selain aku.” Ucap Bernard.
“Sudahlah tidak perlu memujiku terlalu berlebihan.” Ketus Key.
Di tengah-tengah obrolan Key dan Bernard ada seseorang yang mendatangi mereka.
“Bernard, kamu membawa kekasihmu ke pesta ini juga.” Ucap Harry.
“Harry? Kamu kenapa di sini?” tanya Bernard.
“Tentu saja aku di sini, memang kamu saja yang berteman dengan pebisnis di sini.” Ucap Harry.
“Hai Key apa kabar?” sapa Harry kepada Key.
“Baik kak, kakak apa kabar?” balas Key.
“Tidak usah berbicara dengan laki-laki buaya ini, nanti kamu alergi!” ketus Bernard.
“Apa!? Kamu ngajak ribut bukan Bernard!?” ketus Harry.
“Sudahlah jangan ribut! Aku mau ambil minum dulu.” Ucap Key yang langsung pergi meninggalkan Bernard dan Harry yang masih saling menatap.
Key sedang melihat meja yang berisi makanan dan minuman yang bervariasi.
“Wah, makanannya banyak sekali kebetulan aku sudah lapar karena belum makan malam.” Gumam Key yang langsung mengambil cake cokelat yang ada di hadapannya.
Tiba-tiba saja saat Key sedang asik memakan makanannya ada seseorang yang menabraknya hingga membuat cokelat di atas cake tersebut menempel di pipi Key.
“M,,maafkan aku, aku tidak sengaja maaf.” Ucap wanita yang menabraknya sambil memberikan tisu kepadanya.
Key yang kesal langsung menoleh ke arah wanita itu, awalnya Key ingin sekali memarahinya namun dia meliat seorang wanita cantik yang menurutnya seumuran dengannya sedang meminta maaf kepadanya dengan wajah polosnya.

“Ah iya tidak masalah aku bisa mengelapnya.” Ucap Key sambil mengambil tisu ya di berikan oleh wanita itu.
Setelah mengelap bersih wajahnya, Key berpamitan untuk pergi dari sana namun di halangi oleh wanita itu.
“Terimakasih tisunya, aku permisi dulu.” Ucap Key.
Key yang tidak ingin masalah semakin panjang akhirnya mengambil minuman tersebut dan meminumnya hingga habis.
“Sudah bukan? Kalau begitu saya permisi.” Ucap Key sambil menaruh gelas yang baru saja dia minum lalu pergi meninggalkan wanita itu.
Wanita itu tertawa licik melihat kepergian Key sambil meminum minuman yang di pegangnya.
“*Sombong sekali! kita lihat saja apakah kamu bisa se sombong itu setelah kehidupanmu hancur*!” ketus wanita itu.
Key yang sedang mencari keberadaan Bernard tiba-tiba saja merasakan pusing di kepalanya, Key merasakan panas di badannya.
Harry tidak sengaja melihat Key dari jauh dengan tingkah laku yang aneh, dia yang sedang berbicara dengan Bernard langsung memberi tau Bernard akan hal itu.
Bernard langsung melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Harry dan melihat Key yang wajahnya sudah memerah dan ingin melepaskan pakaian yang di kenakannya di hadapan tamu undangan yang sedang melihatnya.
Dengan segera Bernard berlari menghampiri Key sambil membuka jas yang di pakainya untuk menutupi tubuh Key.
“Harry tolong urus orang yang sudah mengambil gambar Key, aku akan membawanya pulang.” Tegas Bernard yang di balas anggukan oleh Harry.
“*Sial! Kenapa laki-laki itu datang di waktu yang tidak tepat! Siapa laki-laki itu? Apa dia kekasihnya*!?” gumam wanita yang melihat Bernard membawa Key keluar.
Di dalam mobil, Bernard bingung kenapa Key bisa seperti tadi.
“Key kamu ini kenapa?” tanya Bernard.
“Om beruang,, om panas, badanku panas semua om tolong aku..” rintih Key yang duduk di sebelah Bernard.
“*Panas? Kenapa panas? Jangan-jangan*..” gumam Bernard yang memikirkan hal yang tidak-tidak.
“Om beruang, tubuhku panas, aku harus membuka bajuku.” Ucap Key yang semakin meracau tidak jelas.
Bernard semakin khawatir, akhirnya Bernard membelokkan mobilnya ke apartment pribadinya yang ada di sekitar tempat pesta berlangsung.
Bernard segera menggendong tubuh Key dan membawanya ke apartment miliknya.
“Key sabarlah aku akan merendam tubuhmu di dalam kamar mandi.” Ucap Bernard.
Bernard yang sudah masuk ke dalam apartmentnya segera membukakamarnya dan menaruh Key dengan perlahan di atas kasur.
Bernard ingin pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Key, namun di tahan oleh Key yang menggenggam tangan Bernard dengan erat.
“Ada apa Key? Aku akan menyiapkan air untukmu.” Ucap Bernard.
Tanpa aba-aba Key menarik Bernard hingga terjatuh di atas tubuh Key, Key memeluk Bernard dengan erat hingga membuat jantung Bernard berdetak kencang.
“*Tidak Bernard tahan, dia adalah wanita baik-baik dan dia sedang tidak sadar sekarang kamu tidak boleh menodai wanita polos ini*.” batin Bernard sambil melepaskan tubuhnya dari pelukan Key.
“Key kamu sedang tidak sadar sekarang, aku tidak mau menyentuhmu sebelum kita menikah.” Tegas Bernard.
“Om beruang..” gumam Key.
Bernard langsung menuju kamar mandi dan menyalakan air di bath up setelah setengah penuh, Bernard keluar untuk menggendong Key ke kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bath up.
“Aaaa,, dingin!!” teriak Key.
“Sadarlah Key aku mohon sadarlah!” ucap Bernard sambil memegang kedua pipi Key.
Bernard membiarkan Key di dalam bath up lalu Bernard keluar untuk menghubungi Harry untuk menanyakan kejadian ini.
“Halo Harry!” ucap Bernard.
“Halo Bernard, bagaimana keadaan Key apakan dia baik-baik saja?” tanya Harry.
“Tidak baik Harry! Aku yakin ada seseorang yang ingin menjebak dan mempermalukannya di depan umum! Aku membawanya ke apartmen pribadiku. Bagaimana dengan orang-orang yang mengambil gambar Key?” tanya Bernard.
“Semua sudah teratasi, aku sudah menghapus semua foto dan video yang mereka ambil dan memberi mereka uang tutup mulut. Oh iya, apa aku harus kesana dan memeriksa keadaan Key?” tanya Harry.
“Tidak Harry! Aku tidak ingin kamu melihat Key ku!” ketus Bernard.
“Yaampun Bernard, apa kamu masih memikirkan hal hal yang tidak-tidak di saat seperti ini!?”
“Kamu bawa saja dokter perempuan yang bisa menjaga rahasia kita Harry, segera!” ucap Bernard lalu mematikan telfonnya karena mendengar namanya di panggil oleh Key.
Bernard masuk ke dalam kamar mandi dengan handuk di tangannya, dia mengangkat tubuh Key dan menghandukinya agar tidak masuk angin, Bernard lalu menaruh tubuh Key yang masih terlilit pakaian dan handuk itu di atas kasurnya.
“*Tunggu Key, tunggu dokter datang untuk mengganti bajumu. Aku tidak ingin hilang kendali saat menggantikan bajumu*.” Gumam Bernard sambil menyelimuti tubuh Key dengan selimut tebalnya.