
Sore itu Khansa mengajak Rose untuk ke rumah dan membantunya mendandaninya untuk pesta ulang tahun nanti malam.
“Kak, emang pesta ulang tahunnya siapa sih?” tanya Rose.
“Ulang tahunnya adik CEO perusahaan C Rose.”
“Tuan Aldi?” Tanya Rose yang di jawab anggukan oleh Khansa.
“Sudahlah ayo kita mulai dandan, kamu tau kan perempuan itu kalo siap-siap lama banget.” Ucap Khansa.
“Iya kak, aku mulai ya aku akan merubah kak sasa menjadi wanita paling cantik di pesta itu.” Ucap Rose dengan bersemangat.
“Kamu dari tadi di kantor Cuma melamun aja kerjaannya, sekarang sudah bisa tersenyum lebar?” ejek Khansa dengan senyuman.
“Ih kak sasa, kalo dandanin orang harus dengan suasana hati yang bagus loh kalo engga jadinya ntar jelek.”
“Pfftt iya iya deh, kan aku udah bilang mending jujur saja kepada Ryan. Dia juga sangat mencintaimu jadi dia akan menerima keadaanmu yang seperti ini.” bujuk Khansa.
“Sudahlah jangan berusaha untuk membujukku kak.”
Khansa hanya diam mendengar ucapan Rose, dia juga tidak bisa terlalu jauh mencampuri urusan asmara keduanya.
Rose mulai mendandani Khansa dengan perlahan dan bagaikan perias professional. Khansa terlihat sangat cantik hari itu.
“Sudah kak, lihatlah dirimu.” Ucap Rose sambil memberikan cermin kepada Khansa.
“Wah, kamu memang benar-benar berbakat Rose. Terimakasih banyak adikku.” Puji Khansa yang membuat Rose senang mendengarnya.
“Gausah muji aku kak, udah sana ganti baju.” Ucap Rose.
Khansa segera beranjak dari tempatnya dan masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Sudah sekitar 1 jam Khansa memilih baju dan memakainya akhirnya Khansa keluar dari ruang gantinya.
“Gimana Rose?” tanya Khansa kepada Rose yang masih ada di sana.
“Wah cantik sekali kak, aku yakin semua laki-laki di pesta itu akan melihat ke arah kak sasa.” Ucap Rose memuji kecantikan Khansa.
Kalandra pergi ke kamar orang tuanya untuk meminta ijin jika dia dan Khansa akan pergi ke pesta ulang tahun rekan kerjanya.
“Ma, pa. Kalandra boleh masuk?” tanya Kalandra dari depan kamar.
“Boleh nak, masuklah.” Ucap papa Arnold.
Kalandra masuk ke dalam kamar orangtuanya dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.
“Ada apa Ndra?” tanya mama Alisha.
“Ma, aku dan Khansa akan menghadiri pesta ulang tahun adik dari rekan bisnis Andra, terus Andra kesini mau titip anak-anak ke mama ya, mereka baru di beri ASI sama Khansa dan baru pada tidur kok, aku dan Khansa akan segera pulang setelah berbincang-bincang sebentar.” Jelas Kalandra.
“Baiklah jika begitu Ndra, mama senang kok di titipin cucu-cucu mama.” Ucap mama Alisha sambil tersenyum.
“Terimakasih ya ma. Kalandra akan segera pulang kok.” Ucap Kalandra yang segera meninggalkan kamar kedua orang tuanya itu.
Kalandra menghampiri istrinya di dalam kamarnya dan berpapasan dengan Rose yang baru keluar dari kamarnya.
“Selamat malam tuan Kalandra.” ucap Rose sambil membungkukkan badannya.
“Dimana istriku?” tanya Kalandra.
“Kak sasa ada di dalam tuan, saya permisi dulu.” Ucap Rose berpamitan kepada Kalandra.
“Tunggu.” Kalandra menghentikan Rose yang ingin pergi.
“Ada apa tuan?”
“Jika kamu memanggil istriku kakak, aku juga mau kamu memanggilku kakak. Toh kamu juga akhirnya akan bersama dengan Ryan dan akan menjadi mama barunya Kenan juga, jadi jangan terlalu formal denganku.” Jelas Kalandra.
“B,,baik tu.. eh kak.” Ucap Rose dengan gugup dan segera meninggalkan Kalandra.
Kalandra masuk ke dalam kamarnya untuk menghampiri istrinya, sedangkan Rose yang ingin menuruni tangga tiba-tiba menghentikan langkahnya.
“*Eh tunggu, tadi kata tuan Kalandra aku akan bersama kak Ryan dan menjadi mama baru Kenan? aduh kenapa aku ga jawab apa-apa tadi malang manggut-manggut aja Rose Rose gimana sih kamu*.” Batin Rose sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kalandra terdiam melihat istrinya yang sangat cantik dan menawan malam itu.
“Mas, kamu kenapa sih ngeliatan aku kayak gitu?” tanya Khansa.
“K,,kamu cantik sekali malam ini sayang?” ucap Kalandra.
“Ya biasanya juga cantik tapi malam ini jauh lebih cantik lagi, pokoknya kamu harus berada di sebelahku terus nanti, aku ga mau kamu di lihat oleh banyak laki-laki yang ada di sana.” Ucap Kalandra.
“Yang ada nanti kamu yang akan tergoda sama wanita cantik di sana mas.”
“Tidak sayang tidak akan.” Ucap Kalandra.
“Sudahlah, aku mau melihat Kenan dulu ya.” ucap Khansa yang segera meninggalkan suaminya di kamarnya.
Khansa berjalan menuju kamar anak pertamanya itu, Khansa ingin meminta ijin langsung kepada anak sulungnya.
“Kenan sayang?”
“Iya mami?”
“Kamu lagi apa sayang?”
“Lagi ngerjain pr mi, nanti teliti pr Kenan lagi ya mi.” ucap Kenan.
“Iya tapi nanti ya sayang, nanti setelah kamu kerjain taro di atas meja belajar aja, mami masih mau ke acara ulang tahun teman bisnis papi, ntar kalo mami pulang mami langsung telitiin pr Kenan.” ucap Khansa.
“Apa mami akan lama?” tanya Kenan kepada maminya.
“Mami akan segera pulang secepatnya sayang, kamu jangan tunggu mami dan papi ya kamu langsung tidur sana nanti, adik-adik akan di jaga sama nenek.” Ucap Khansa.
“Baiklah mi, mami dan papi hati-hati di jalan ya.” ucap Kenan.
Khansa mencium kening anaknya dan pergi meninggalkan anaknya yang masih sibuk dengan pekerjaan rumahnya.
“Gimana Kenan sayang?” ucap Kalandra yang berada di depan kamar Kenan.
“YaAllah mas kamu ngagetin aja sih. Kenan lagi ngerjain tugas sekolahnya, aku sudah menyuruhnya untuk tidak menunggu kita dan langsung perg tidur.” Jelas Khansa.
“Baiklah, ayo kita berangkat ratuku.” Ucap Kalandra sambil menyulurkan tangannya kepada Khansa.
“Apaan sih mas, malu kalo di lihat yang lain.” Ucap Khansa malu-malu.
“Bua tapa malu, harusnya kamu senang di perlakukan sebagai ratu oleh suamimu ini.”
“Iya iya, suatu kehormatan bagi saya yang mulia raja.” Ucap Khansa yang membalas uluran tangan suaminya itu.
Kalandra dan Khansa masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke tempat acara dengan kecepatan sedang.
Setelah melajukan mobil selama 35 menit, Kalandra dan Khansa sampai di hotel bintang lima yang sangat mewah, di sana ada banyak sekali tamu-tamu penting yang datang dan membuat Khansa semakin gugup.
“Mas, aku gugup sekali, aku takut akan memalukanmu di acara ini.” ucap Khansa.
“Tidak akan sayang, kamu tidak akan membuatku malu. Cukup berada di sebelahku terus kamu akan tenang dan tidak merasa gugup, aku janji.” Ucap Kalandra menenangkan istrinya yang sedang gugup.
Khansa hanya tersenyum dan mengangguk, Kalandra keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya itu.
Khansa turun dari mobil dan menggandeng tangan suaminya dengan erat.
“Bukankah itu tuan Kalandra? apakah yang berada di sebelahnya itu istrinya? Wah lebih cantik dilihat secara langsung di banding dari tv saat konverensi pers ya?” ucap salah satu tamu undangat yang ada di sana.
“Iya kau benar, mereka terlihat sangat serasi bersama.” Jawab yang lainnya.
Kalandra dan Khansa memasuki hotel tersebut dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Kalandra dan Khansa bagaikan raja dan ratu malam itu, mereka terlihat sangat serasi bersama.
Di sana ada banyak sekali tamu undangan yang melihat ke arah Kalandra dan istrinya, mereka kagum melihat kegagahan Kalandra dan kecantikan istrinya, malam itu seperti mereka berdualah bintang yang ada di sana.