
Jangan bandingkan orang yang mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yang kini berusaha membuatmu bahagia.
Khansa terbangun di kamar Kenan melihat ke arah Kalandra yang masih tertidur pulas, Khansa bangun dengan perasaan bahagia dan tersipu malu karena kejadian semalam.
**FLASHBACK**
“Mami tidur sama Kenan ya sayang.” Ucap Khansa kepada Kenan.
“Kenapa? Biasanya kan mami tidur sama papi.” Kenan heran karena maminya ingin tidur bersamanya.
“*Duh, kayaknya bakal canggung banget kalo harus tidur sama mas Andra setelah dia kehilangan ingatannya*.” Batin Khansa.
“Mami kan kangen sama Kenan, jadi mami pingin tidur sama Kenan malam ini.”
Kalandra yang dari tadi mendengar percakapan Khansa dan Kenan hanya diam menyimaknya, ia tau betul jika Khansa akan merasa canggung jika tidur dengannya.
“Kita tidur bertiga aja, mami Kenan papi.” Ucap Kenan dengan polosnya.

Kalandra dan Khansa saling melihat satu sama lain lalu mendadak menjadi salah tingkah mendengar ucapan Kenan.
“Baiklah, papi dan mami akan menemani Kenan dan kita akan tidur bersama.” Ucap Kalandra.
Kenan sangat bersemangat mendengar ucapan papinya, ia senang karena mami dan papinya akan tidur bersama dengannya.
“Sudahlah, ayo kita makan malam dulu. Mami sudah membuatkan makan malam untuk kalian.” Ajak Khansa.
Kalandra dan Kenan dengan bersemangat langsung berlari menuju ke ruang makan. Mereka bertiga makan bersama dengan tenang.
“Enak sekali masakan kamu sa.” Puji Kalandra.
“Benarkah?”
Kalandra mengangguk mengiyakan ucapan Khansa. Setelah selesai makan malam, Kenan langsung mengajak papi dan maminya untuk tidur di kamarnya.
Kalandra dan Khansa menuruti permintaan anak kesayangannya itu, mereka berada di tempat tidur dengan Kenan yang berada di tengah.
Setelah melihat Kenan benar-benar sudah tertidur, Kalandra berusaha untuk beranjak dari tempat tidurnya.
“Mas mau kemana?” tanya Khansa yang saat itu juga masih belum tertidur.
“Mau keluar sebentar, tunggulah di sini ya sa jaga Kenan. Aku tidak akan lama.” Ucap Kalandra lalu mendekati Khansa dan tanpa ragu mencium kening istrinya itu.
Kalandra pergi keluar, sedangkan Khansa tetap menemani Kenan tidur dan memeluk tubuh putra kesayangannya itu.
Kalandra keluar dari kamar dan pergi menuju mobilnya, ia membuka bagasi dan mengeluarkan bunga dan barang yang sudah ia beli lalu membawanya masuk ke dalam kamarnya.
Kalandra menyiapkan sesuatu untuk memberikan kejutan kepada Khansa karena malam itu tepat pukul 00.00 Khansa berulang tahun, etah kenapa tiba-tiba Kalandra mengingat tanggal ulang tahun Khansa, karena ia tidak terlalu yakin akhirnya ia menanyakannya kepada Leo.
Setelah mengkonfirmasi jika itu benar ulang tahun Khansa akhirnya Kalandra langsung memberi buga dan beberapa barang untuk memberikan kejutan untuk Khansa.
“Aku harus mempersiapkannya dengan baik.” Gumam Kalandra.
Setelah selesai mempersiapkan semua yang ia perlukan untuk kejutan istrinya Kalandra melihat ke arah jam dinding yang tepat berada di pukul 00.00
Kalandra dengan segera menuju kamar Kenan untuk membangunkan Khansa.
“Sa, bangunlah.” Bisik Kalandra di telinga Khansa.
Khansa dengan perlahan terbangun dan sedikit terkejut melihat wajah Kalandra yang sangat dekat dengan wajahnya.
“Yaampun, ada apa mas?”
“Ayo ikut aku.”
“Ini masih tengah malem mas, mau kemana malem-malem gini?” khansa merasa heran karena suaminya membangunkannya tengah malam begini.
“Sudahlah ayo ikut aku aja.” Ucap Kalandra lalu membantu Khansa untuk bangun dari tidurnya dan menutup mata Khansa menggunakan kedua tangannya.
“Astaga mas, ngapain di tutup mataku?”
Kalandra tidak menjawab pertanyaan dari Khansa, ia tetap menuntun Khansa untuk berjalan menuju kamarnya.
Setelah tepat berada di pintu kamar yang sudah terbuka, Kalandra menyingkirkan tangannya dari mata Khansa. Dengan perlahan Khansa membuka matanya dan terkejut melihat kamarnya yang sudah di hias dengan sangat romantis yang di persiapkan langsung oleh Kalandra.
Khansa hanya bisa meneteskan air matanya melihat kejutan yang disiapkan oleh suaminya itu.
“Mas, kamu sudah mengingat semuanya?” tanya Khansa.
“Belum, aku hanya tiba-tiba mengingat tanggal lahirmu dan menanyakan kebenarannya kepada Leo.” Jelas Kalandra.
“Selamat ulang tahun teman sekaligus istriku. Aku tau mungkin aku tidak mengingat kenangan kita, tapi sepertinya hati dan fikiranku masih mengingatmu dengan sangat baik sehingga aku mampu mengingat hari ulangtahunmu.”
“Aku tau mungkin butuh waktu lama untukku mengingat tentang kita kembali, karena itu aku sangat berterimakasih kepadamu karena kamu selalu menemaniku saat aku sehat maupun sakit, terimakasih karena kamu tidak pernah sekalipun berfikir untuk meninggalkanku yang tidak sempurna ini, terimakasih atas kesabaranmu yang telah merawatku dan Kenan dengan sangat baik.”
“Aku memang tidak mengingatmu dan kenangan kita, tapi aku mengingat jika aku sangat mencintaimu sa. Hatiku berdebar setiap di dekat denganmu, hatiku sakit saat melihatmu bersedih. Aku mencintaimu Khansa Olivia, sangat sangat mencintaimu.” Ucap Kalandra sambil memberikan bucket bunga yang sudah ia siapkan.
Khansa menangis mendengar ucapan suaminya itu, ia benar-benar tidak menyangka walaupun Kalandra telah kehilangan ingatannya, tapi suaminya itu tidak pernah melupakan rasa cintanya kepada Khansa.
Kalandra yang melihat Khansa menangis itu dengan segera menghampiri dan memeluknya dengan erat.
“Aku akan berusaha keras untuk mengingat semua kenangan kita sayang.” Ucap Kalandra.
“Hikss,, terimakasih mas terimakasih karena tidak menolakku, terimakasih karena telah mengingat hari yang sangat special untukku, terimakasih karena tidak melupakan rasa cintamu padaku.”
Kalandra menatap wajah Khansa sejenak lalu memberanikan diri untuk mencium bibir Khansa dengan sangat lembut, sedangkan Khansa yang awalnya terkejut mendapat ciuman mendadak dari Kalandra akhirnya membalas ciuman lembut suaminya itu.
Malam itu mereka melakukan hal yang sudah lama tidak mereka lakukan.
“Mas, ayo kita harus segera membersihkan diri dan kembali ke kamar Kenan. Nanti saat Kenan bangun untuk sholat subuh dia akan panik jika kita tidak berada di sampingnya.” Ucap Khansa.
“Aku masih ingin memelukmu seperti ini.” rengek Kalandra.
“Mas, kamu sudah mengingatku ya?” tanya Khansa curiga.
“Engga tuh..”
“Mas, aku curiga deh sama kamu, kayaknya emang kamu sudah mengingat tentangku kan?”
“Em,, sebenernya saat pertama kali aku bisa berjalan kembali aku merasa sakit di kepalaku dan aku mengingat tentang pernikahan kita. Lalu saat kemarin kamu memasak makanan untukku aku juga mengingat saat pertama kali kamu memasak untukku, dan kemarin aku mengingat hari ulang tahunmu. Ya setidaknya aku sudah mulai mengingat tentangmu sedikit demi sedikit sayang.” Jelas Kalandra.
Khansa mengeratkan pelukannya kepada suaminya itu dan mengelus punggung suaminya dengan lembut.
“Alhamdulillah yaAllah, terimakasih karena telah mengembalikan ingatan suamiku sedikit demi sedikit.” Batin Khansa sambil memejamkan matanya.
Setelah lama berbaring di kasur, Kalandra dan Khansa beranjak dari tempat tidur lalu membersihkan diri bersama di dalam kamar mandi.
Selesai membersihkan diri, Khansa pergi ke kamar Kenan untuk membangunkannya dan mengajaknya sholat subuh bersama. Setelah selesai sholat subuh bersama mereka bertiga kembali tidur di kamar Kenan dengan tenang.
FLASHBACK END