MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (TERPESONA)


Jika kamu sabar dalam menahan amarah, maka kamu telah menyelamatkan dirimu sendiri dari ribuan penyesalan.



“Aku tidak tau loh kalau Harry memiliki restaurant.” Ucap Belinda.



“Serius? kamu ga tau? Yaampun makanan di sini enak semua loh.”



“Benarkah? tapi sepertinya aku tidak pernah mengetahui dia berbakat dalam bidang ini. kalau Bernard tau pasti dia akan sangat terkejut.” Ucap Belinda.



Tidak lama kemudian, makanan yang mereka pesan sudah datang. Mereka langsung melahap makanan yang di sajikan dengan sangat lahap.



“Enak bukan?” tanya Kenan.



“Iya, ini enak sekali Kenan serius.” jawab Belinda.



Kenan yang melihat Belinda makan dengan sangat lahap merasa senang karena Belinda juga menyukai makanan yang dia sukai.



“Gimana kalau kamu memakain pakaian yang di rancang oleh Key.” Ucap Kenan tiba-tiba.



Belinda yang mendengar ucapan Kenan langsung diam karena terkejut dengan ucapannya.



“Key bisa membuat pakaian?” tanya Belinda.



“Hm, dia itu sebenarnya sangat ingin menjadi model yang mendesain bajunya sendiri, tapi papi menyuruhnya kuliah di jurusan ekonomi bisnis.” Jelas Kenan.



“Pasti dia sangat sedih karena tidak bisa belajar sesuai keinginannya.”



“Tapi dia diam-diam punya ruangan rahasia di kamarnya untuk membuat pakaiannya sendiri, mungkin dia punya beberapa di sini.” Ucap Kenan.



“Benarkah? bolehkah aku melihatnya?” tanya Belinda.



“Aku akan menghubungi Bernard dulu untuk bertanya keberadaannya, kita bisa menyuruh mereka kemari.” Ucap Kenan lalu mengambil hpnya dan menelfon Bernard.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611807714701.jpg)



Tutt,,tutt,,



“Halo.” Sapa orang yang ada di sebrang telfon.



“Kamu dimana? Apa Key sedang bersamamu?” tanya Kenan.



“Aku sudah mau sampai apartment papimu, ada apa?”



“Putar balik, datanglah ke restaurant H bersama dengan Key, Jonathan dan Lana. Ada yang mau aku bicarakan.” Ucap Kenan lalu mematikan telfonnya tanpa mendengarkan jawaban dari Bernard.



“Abang Kenan ya?” tanya Key.


“Iya, dia menyuruh kita putar balik tapi aku tidak enak dengan papi dan mamimu, mereka pasti mengkhawatirkanmu.” Ucap Bernard.


“Putar balik saja om beruang, aku yang akan menghubungi mami."


Mendengar ucapan Key, akhirnya Bernard segera menghubungi Jonathan untuk putar balik dan mengikutinya.


Sedangkan Key yang baru saja mengeluarkan hp dari tasnya baru sadar kalau ternyata hpnya kehabisan baterai.


“Om beruang, bisakah aku meminjam hpmu?” tanya Key.


“Memang hp kamu kenapa?”


“Hpku batrenya habis, jadi aku tidak bisa menghubungi mami.” Ucap Key.


Bernard langsung memberikan hpnya dan membiarkan Key menghubungi maminya menggunakan hpnya.


“Om beruang, ini fotoku kan? Bagaimana kamu bisa mendapatkan foto ini?” tanya Key sambil memperlihatkan layar hp Bernard.


Bernard melihat ke arah hpnya, tiba-tiba saja dia menjadi gugup karena dia baru sadar kalau layar hpnya belum di ganti dengan foto yang lain.



“Duh, bagaimana ini.. aku dapat foto itu dari Kenan, tapi Kenan bilang jangan kasih tau Key kalau aku mendapatkannya dari Kenan karena Key tidak suka kalau fotonya dimiliki orang lain.” Gumam Bernard di dalam hatinya.


“Om beruang, kenapa ga jawab pertanyaan Key? Foto ini dapet dari mana?” tanya Key kembali.


Bernard yang tersadar langsung mengambil hpnya dari tangan Key yang membuat Key terkejut dan merasa ada yang aneh dari tingkah Bernard.


“Om beruang kenapa di ambil lagi hpnya!? Jangan-jangan om beruang punya banyak fotoku ya!? pasti dari abang Kenan kan?” tanya Key.


“Aku dapet dari google, iya dari google aku kira ini artis yang mirip denganmu saja tapi ternyata ini beneran kamu?” tanya Bernard pura-pura bodoh.


“Om beruang fikir aku ini bodoh? Tidak ada artis yang mirip dariku!” ketus Key.


“Kenapa tidak ada? Kamu cantik kok sama kayak artis-artis di luar sana.” Ucap Bernard.


“Karena aku lebih cantik dari artis-artis di luar sana om beruang!” tegas Key dengan tatapan tajamnya.


“Sudahlah jangan marah-marah, aku tau kalau kamu itu yang paling cantik di dunia ini..” ucap Bernard mencoba untuk membujuk Key yang sedang kesal.


“Sini hpnya, aku mau nelfon mami.” Ucap Key.


Bernard langsung memberikan hpnya kembali kepada Key karena tidak mau membuat Key semakin kesal karena dirinya.


Key meminta ijin kepada maminya kalau dirinya tidak bisa langsung pulang ke rumah karena di suruh menemui abangnya di restaurant.


“Benarkah abangmu menyuruhmu menemuinya?” tanya mami Khansa dari sebrang telfon.


“Iya mami, apakah mami tidak percaya kepada Key?” tanya Key.


“Bukan tidak percaya, tapi mami takut kalau ada setan kalau kamu selalu berduaan dengan nak Bernard, ingat sayang kalian ini belum menikah jadi harus menjaga jarak.” Jelas mami Khansa.


“Iya mamiku sayang, om beruang adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan bisa di andalkan kok, dia tidak mungkin melakukan hal-hal yang akan membuat hidup Key hancur.” Ucap Key sambil melirik ke arah Bernard yang sedang fokus menyetir.


“Baiklah kalau begitu, segera isi batrei hp kamu agar mami tidak khawatir.” Tegas mami Khansa lalu mematikan telfonnya.


Setelah selesai menghubungi maminya, Key mengembalikan hp Bernard kembali dan menghela nafas panjang.


“Kenapa? Mami kamu bilang apa?” tanya Bernard.


“Tidak apa-apa, dia hanya khawatir kalau kita tidak bisa menjaga diri dan melakukan hal yang tidak-tidak.” Ucap Key.


Key melihat ke arah Bernard yang menjadi gugup karena ucapannya, Key semakin menatap Bernard dengan tatapan yang mencurigakan.


“Om beruang tidak melakukan hal-hal yang macem-macem kepadaku kan?” tanya Key.


“Tentu saja tidak! Aku tidak ingin menyentuh wanita yang bukan istriku!” tegas Bernard.


Key tersenyum melihat wajah Bernard yang memerah karena terintimidasi dengan pertanyaannya.


“Terimakasih om beruang, karena sudah menjaga kehormatanku. Mungkin kalau kamu adalah laki-laki lain mereka belum tentu bisa menahan hawa nafsunya saat bersama seorang gadis yang sedang tidak sadar.” Ucap Key dengan tulus.


“Aku menyukaimu dengan tulus sepenuh hatiku Key, mungkin kamu tidak percaya tapi perasaan itu memang benar-benar ada, perasaan untuk menjaga kehormatanmu sampai kita menikah nanti.” Ucap Bernard tanpa melihat ke arah Key.


Setelah pembicaraan kecil mereka, akhirnya mereka sampai di restaurant yang di bicarakan oleh Kenan.


“Wah, bagus sekali dekorasi restaurant ini.” ucap Key kagum.


“Sudahlah jangan terlalu memuji restaurant ini karena aku akan cemburu. Ayo turun.” Ajak Bernard.


“Huh dasar aneh, masa iya dia akan cemburu dengan restaurant.” Gumam Key sambil membuka pintu mobilnya.


Lana yang juga sudah turun dari mobilnya segera menghampiri Key dan merangkul lengan sahabatnya itu.


“Key kenapa abang Kenan menyuruh kita kesini?” tanya Lana.


“Entahlah Lan, aku juga bingung. Padahal kan kita sudah makan tadi.” ucap key.


Dengan rasa penasaran, mereka semua masuk ke dalam restaurant tersebut dan mencari keberadaan Kenan dan Belinda.


“Kak Belinda!” teriak Key yang melihat Belinda sedang duduk di pojok ruangan tersebut.


Belinda yang mendengar namanya di panggil langsung melihat ke arah suara itu berasal dan melambaikan tangannya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


“Hai Key, Lana duduklah.” Ucap Belinda saat Key dan Lana sudah berada di meja mereka.


Bernard dan Jonathan juga ikut duduk di sana bersama dengan Kenan. Tidak lama kemudian, mereka di kejutkan oleh kedatangan Harry yang menanyakan pesanan mereka.


“Harry?” tanya Bernard yang terkejut melihat sepupunya.


“Bernard? Key?” sapa Harry.


“Dokter Harry kenapa ada di sini?” tanya Key.


“Ini adalah restaurantku.” Jawab Harry.


“Kenapa kamu menjadi pelayan kalau ini adalah restaurantmu?” ejek Bernard.


“Karena Kenan adalah temanku dan tamu penting untukku, jadi aku sendiri yang melayaninya.” Ketus Harry.


Lana yang melihat Harry langsung terpesona dengan ketampanannya.



“Lan? Lana! Kamu ini kenapa sih!?” tanya Key sambil menyenggol badan sahabatnya itu.


“Key, apakah aku sudah mati? Kenapa aku melihat pangeran tampan di sini?” ucap Lana yang membuat Key semakin bingung.


Sedangkan Jonathan yang mengerti maksud perkataan Lana hanya bisa menatap tajam ke arah Lana, dia merasa kesal karena Lana dengan mudahnya terpesona oleh ketampanan Harry.