
Sekeras apa kamu menjaga, sekuat apapun kamu pegang, se erat apapun kamu memeluk, yang pergi akan tetap pergi.
“Bernard yang akan menjelaskan semuanya om.” Sahut Bernard yang berusaha untuk membantu Key yang bingung untuk menjawab pertanyaan papinya.
“Silahkan, memang lebih baik kalau nak Bernard yang menceritakannya.” Ucap papi Kalandra.
“Jadi dua hari yang lalu kami pergi untuk latihan memanah, saat itu hubungan saya dan papa memang sedikit tidak baik karena beberapa hal, dan Key bertaruh kalau dia menang saya dan papa akan berbaikan, setelah kami selesai berlatih tiba-tiba mantan saya datang dan menyandra Key dengan pisau yang di letakkan di lehernya, luka itu ada saat Key berusaha untuk menyelamatkan diri dari Tiara.” Jelas Bernard.
“Maaf, ini semua salah Bernard om, Bernard yang tidak bisa menjaga Key dengan baik.” Ucap Bernard merasa bersalah.
Key menatap Bernard yang sedang menunduk untuk meminta maaf kepada papinya, Key menyesal karena tidak bisa membantu Bernard saat itu.
Tiba-tiba saja papi Kalandra berdiri dari kursinya dan membuat semua yang ada di sana terkejut, suasana di sana menjadi hening dan canggung.
“Papi, ini semua salah Key. Key yang bertindak seenaknya, om beruang sudah melarang Key bertindak tapi Key yang ga nurut pi,, jangan marahin om beruang..” ucap Key dengan panik.
Papi Kalandra tidak menggubris perkataan Key, papi Kalandra mendekat kepada Bernard dan tiba-tiba memeluk Bernard.
“Terimakasih! Saya sudah tau tentang masalah itu, kamu memang membiarkan anak perempuan saya terluka tapi kamu dengan sigap langsung membawanya ke rumah sakit untuk mengobati lukanya.” Ucap papi Kalandra.
Key melebarkan matanya, ia tidak menyangka jika papinya akan memeluk Bernard dan mengucapkan terimakasih.
“Papi sudah tau? Lalu kenapa papi masih bertanya?” ketus Key.
“Papi hanya ingin tau, apakah Bernard akan menjelaskan semuanya kepada papi atau tidak.” Ucap papi Kalandra.
“Papi ini sudah membuat suasana menjadi canggung tau ga sih!” ketus Ken yang ikut tertipu oleh papinya.

“Saya minta maaf, saya seperti ini juga karena ingin melihat keberanian Bernard, sekali lagi maafkan saya.” ucap papi Kalandra.
“Anda memang selalu bisa membuat saya jantungan tuan Kalandra.” ucap papa Bernard yang membuat semua orang terkejut.
Papi Kalandra tertawa mendengar ucapan calon besannya itu di susul dengan tawa yang lainnya juga.
“Udah ya mas bercandanya garing tau. Kita seharusnya membicarakan tentang maksud kedatangan kita ke mari.” Ucap mami Khansa.
“Baiklah, saya akan mulai mengatakan apa maksud saya dan keluarga saya kemari. Saya sekeluarga di sini ingin meminta ijin dari kedua orang tua Belinda, saya dan istri saya ingin menjadikan Belinda sebagai menantu perempuan di rumah kami dan istri dari anak kami Kenan.” Ucap papi Kalandra.
“Saya Kenan Putra Kalandra berniat untuk menjadikan Belinda sebagai istri saya om, tante.” Ucap Kenan dengan tegas.
“Apa kamu mencintai anak saya?” tanya papa Bernard.
“Sangat! Saya sangat mencintai Belinda.”
“Apa kamu berjanji akan menjaga Belinda dengan sangat baik dan tidak akan membuatnya menangis?”
“Saya berjanji, saya juga memiliki dua adik perempuan yang sangat berharga untuk saya, saya pasti sangat sedih dan marah jika salah satu adik saya di buat menangis oleh kekasihnya, jadi saya tidak akan mungkin membuat adik perempuan dari orang lain menangis.” Ucap Kenan sambil tersenyum ke arah Bernard.
Bernard hanya membalas senyuman sahabatnya itu, dia senang karena Belinda sudah memiliki laki-laki yang akan menjaganya.
“Pasti om.” Tegas Kenan.
Acara berjalan lancar, Belinda dan Kenan berdiri untuk bertukar cincin dan berfoto bersama dengan para keluarga.

Key berpamitan untuk ke belakang sebentar karena ingin menyuruh pelayan mengeluargan minuman dan camilan ringan untuk di makan sambil mengobrol sebelum mereka menikmati makan malam.
Elsa yang melihat Key pergi itu ikut beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti Key dari belakang menuju dapur.
Key yang sedang berbicara dengan para pelayan itu terkejut melihat kedatangan Elsa yang tiba-tiba berada di belakangnya.
“Yaampun Elsa kamu ini ngagetin aja deh.” Ucap Key.
“Kak Key, tau ga? Tadi saat di pesawat abang Kenan duduk sama Elsa loh, terus bilang kalau abang sayang sama Elsa.” Ucap Elsa memamerkan diri.
“Lalu?” tanya Key dengan acuh tak acuh.
“Ya berarti abang Kenan itu bukan sayang sama kak Key doang, abang juga sayang sama aku!” tegas Elsa.
“Lah ya tentu saja abang sayang sama kamu, kamu adalah adiknya jadi tidak mungkin jika abang tidak menyayangimu.” Ucap Key yang masih sibuk melihat makanan yang sedang di siapkan para pelayan.
“Apa kak Key tidak cemburu karena kasih sayang abang terbagi?” tanya Elsa.
Key yang mendengar hal itu langsung berhenti melakukan aktivitasnya dan menoleh ke arah Elsa dengan tatapan tajam.
“Jadi kamu ngomong kayak gitu dengan maksud membuat aku cemburu? Kamu salah Elsa! Aku tidak pernah sedikitpun cemburu dengan kasih sayang abang atau bahkan orang tuaku untukmu!” tegas Key.
“Tapi selama ini mereka lebih menyayangimu dari pada aku! Mereka selalu khawatir jika kak Key terluka.”
“Apa kamu tidak khawatir jika aku terluka?”
“A,,aku..” ucap Elsa dengan gugup.
“Jadi menurutmu begitu? Jadi kamu iri dengan perhatian mereka kepadaku? Kamu salah besar kalau kamu iri denganku Elsa! Selama ini aku menganggapmu sebagai adikku dan aku menyayangimu hanya saja aku memang tidak bisa menunjukkan rasa sayangku kepadamu.” Ucap Key.
“Bohong! Selama ini kak Key selalu menghidariku dan tidak pernah memperdulikan aku!”
“Terserah kamu aja deh, intinya aku tidak pernah sekalipun iri atau cemburu dengan perhatian abang untukmu, karena aku mengerti adik abang bukan hanya aku, aku siap jika memang abang menyayangi kamu, Ken dan Rey. Jangan egois Elsa, kamu ini bukan anak kecil lagi. Selama ini abang diam-diam selalu mengawasi kita, abang selalu memantau dengan siapa kita bergaul, apa yang terjadi kepada kita. Justru selama ini aku yang sangat ingin menjadi sepertimu!”
“Kamu yang memiliki kepribadian yang ceria, ramah dan memiliki banyak teman. Tidak sepertiku yang hanya memiliki satu teman, apa kamu tau bagaimana aku di sekolah? Kita mungkin sama-sama menyembunyikan identitas kita, tapi kamu bisa dengan mudah mendapat teman karena kamu mudah bergaul, tapi aku? Kamu tidak pernah bukan di kunci di dalam kamar mandi? Di bicarakan oleh para mahasiswa lain? Apa pernah kamu mendapat perlakuan seperti itu?” tanya Key.
Elsa yang mendengar ucapan Key hanya diam tidak mengatakan sepatah katapun, dia tidak tau selama ini Key ternyata mengalami hal seperti itu.
“Mungkin abang tidak terlalu memperhatikanmu karena menurut abang kamu tidak akan di sakiti oleh teman-temanmu di kampus karena kepribadianmu yang mudah akrab dan ramah kepada orang lain yang membuatmu di sukai banyak orang. Sedangkan abang selalu memperhatikanku karena sebenarnya abang tau kalau aku sering di kerjai oleh teman kampusku.” Lanjut Key.
“Jadi kalau kamu cemburu terhadapku kamu salah Elsa! Seharusnya kamu bangga dengan dirimu karena bisa memiliki banyak teman.” Ucap Key lalu pergi meninggalkan Elsa di dapur.
Elsa terdiam melihat kepergian Key, dia merasa bersalah karena sudah berfikiran buruk kepada abangnya dan Key.
“*A,,aku tidak tau ternyata kak Key memiliki kehidupan seperti itu di luar rumahnya*.” Batin Elsa.