MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (AGRESIF)


Perlu mimpi setinggi langit, hati serendah bumi, dan pengetahuan sedalam lautan untuk menggapai cita-cita.




Bernard yang baru saja selesai mandi dan memakai pakaiannya, langsung keluar menuju dapur dan melihat Key yang masih berada di dapur.



“Apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Bernard kepada Key.



“Tidak perlu om beruang, aku sudah selesai kok. Cobain deh.” Ucap Key sambil menyuruh Bernard menyicipi sayur yang di buatnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611669047333.jpg)



“Gimana?” tanya Key.



“Lumayan kok, rasanya sudah pas.” Ucap Bernard.



“Benarkah? asik..” ucap Key dengan semangat.



Setelah selesai Key langsung menyiapkan omelette dan sayur yang sudah di buatnya walaupun tidak cocok sama sekali.



“Om beruang duduklah, aku mau mandi dulu om beruang bisa sarapan duluan.” Ucap Key.



“Aku akan menunggumu, jadi cepatlah mandi dan kemari karena aku sudah lapar.” Ucap Bernard.



Key yang mendengar ucapan Bernard langsung mengangguk dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ia memilih pakaian Bernard yang berada di lemarinya kembali untuk dipakai karena dia masih belum memiliki pakaian.



Setelah mandi, Key langsung menuju ke dapur kembali untuk sarapan bersama Bernard.



“Sudah selesai?” tanya Bernard yang melihat kedatangan Key.



“Sudah, ayo makan om beruang.” Ucap Key mempersilahkan Bernard untuk makan.



“Kamu tau ga, sebenernya sayur ini ga cocok kalau di makan bareng omelette.” Ucap Bernard.



Key yang mendengar ucapan Bernard langsung melirik tajam ke arah Bernard sambil memanyunkan bibirnya karena kesal.



“Om beruang ini bukannya bilang makasih karena sudah di masakin malah bilang ga cocok. Makan aja apa yang udah aku makan, semua bakalan cocok tergantung siapa yang makan kok.” Tegas Key.



“Yah jangan cemberut gitu dong Key, nanti makannya jadi ga enak lagi kalo yang masak ngambek.” Ucap Bernard berusaha untuk menghibur Key.



“Sudahlah om beruang, ayo makan sebelum nafsu makanku berkurang.” Ketus Key.



Akhirnya Bernard dan Key mulai memakan makanan yang sudah di siapkan dengan sangat tenang, setelah habis Key merapihkan piring bekas makanan dirinya dan Bernard lalu mencucinya.



“Biar aku saja yang mencuci piring, kamu kan sudah memasak tadi.” ucap Bernard.



“Tidak usah om beruang, om beruang duduk saja ini adalah ucapan terimakasihku karena om beruang mau menolongku dari orang yang berniat jahat kepadaku.” Ucap Key yang di balas senyuman oleh Bernard.



Tiba-tiba saja ada yang membunyikan bel apartment Bernard, Bernard segera membuka pintu apartment karena sudah mengetahui siapa yang datang.



“Siapa yang datang om beruang?” tanya Key kepada Bernard.



“Jonathan dan Lana.” Ucap Bernard.



Mendengar kata Lana, Key langsung menaruh piring yang di cucinya dan mencuci tangannya hingga bersih lalu pergi melihat sahabatnya itu.



“Lana!” teriak Key.



“Yaampun Key, kamu ini tidak bisakah tidak berteriak?” tanya Lana.



“Maaf.” Ucap Key yang langsung mengajak Lana pergi ke kamar Bernard.



Bernard menyuruh Jonathan duduk di ruang tamu dan membicarakan mengenai kejadian yang di alaminya kemarin.



“Sebenarnya apa yang terjadi kemarin tuan?” tanya Jonathan.



Akhirnya Bernard menceritakan semua kejadian yang di alami oleh Key dan dirinya.



“Apa nona Key memiliki musuh?” tanya Jonathan.



“Aku juga ga tau, kita harus mendiskusikan ini ber empat dengan Key dan Lana.” Ucap Bernard yang di balas anggukan oleh Jonathan.



Di dalam kamar Bernard, Key menyuruh Lana duduk di sofa yang ada di dalam kamar dan mengambil paper bag yang di bawa oleh Lana.




“Bukankah kamu seharusnya menjelaskan kepadaku terlebih dahulu kenapa kamu bisa ada di apartment ka Bernard?” tanya Lana dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.



“Memangnya kak Jo ga cerita ke kamu?” tanya Key.



“Engga, aku udah berjuta-juta kali nanya tapi ga di dengerin. Sampe kesel sendiri aku tuh.” Protes Lana.



“Ceritanya panjang, masa iya aku harus menceritakan semuanya dari awal.”



“Tentu saja! bukankah kita sudah berjanji tidak menyimpan rahasia apapun?”



“Baiklah, jadi gini… kemarin saat aku ke pesta bersama om beruang, om beruang dan dokter Harry berdebat, karena aku lelah mendengar mereka berdebat akhirnya aku pergi untuk mengambil makanan dan minuman, tiba-tiba ada wanita yang menyenggolku hingga kue yang aku pegang kena wajahku, lalu dia meminta maaf sambil memberikan tisu kepadaku, saat aku mau pergi dia menyuruhku minum jus dengannya sebagai permintaan maafnya.” Jelas Key.



“Lalu?” tanya Lana yang menyuruh Key melanjutkan ceritanya.



“Entah aku juga ga terlalu ingat, intinya ga lama setelah itu aku badanku panas semua dan aku hampir membuka pakaianku di hadapan para tamu, untuk saja om beruang ada di sana dan segera memakaikan jasnya kepadaku.” Ucap Key.



“Jadi om beruang membawamu ke apartmentnya karena tidak ingin orang tuamu melihat kamu yang sedang tidak sadar itu?” tanya Lana.



“Hm, sepertinya begitu, om beruang juga mungkin tidak ingin membuat mereka khawatir.”



“Tapi tidak terjadi apapun di antara kalian berdua kan?” selidik Lana.



“Apa yang mau terjadi?” tanya Key yang tidak mengerti maksud Lana.



“Maksudku, seperti kalian tidur bersama di satu kamar?”



“Em,, om beruang tidur di sebelahku, lalu pindah di sofa.”



“Apa!? Lalu? Kamu memberikan keperawananmu kepadanya!? Dia belum jadi suamimu Keyla!!” teriak Lana.



Tiba-tiba saja Key menjitak kepala Lana dengan keras hingga membuat Lana merintih kesakitan karena jitakan Key.



“Kamu ini pikirannya kemana sih! Aku tidak sebodoh itu memberikan keperawananku kepada orang yang belum menjadi suamiku! Lagipula om beruang itu laki-laki yang bertanggung jawab, dia tidak menyentuhku sama sekali, justru aku yang tiba-tiba memeluknya. Aarrgg.. bodoh sekali aku kenapa semalam aku memeluknya!” teriak Key frustasi karena kejadian semalam.



“Kamu memeluk kak Bernard duluan? Really Key?” tanya Lana tidak percaya.



“Iya! Aku malu sekali kalau mengingatnyaa.. apa dia akan menganggapku wanita murahan?” ucap Key.



Lana hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka jika sahabatnya ernyata se agresif itu.



“Kamu kok geleng-geleng sih!” ketus Key.



“Sudahlah, lebih baik kamu segera mengganti pakaianmu sekarang.” Ucap Lana.



Akhirnya Key segera ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, setelah selesai mengganti pakaian, Key dan Lana menghampiri Bernard dan Jonathan yang ada di ruang tamu.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611669047337.jpg)



“Key, apa kamu mengingat orang yang mencurigakan kemarin?” tanya Bernard.



“Iya, aku mengingat ada seorang wanita yang tidak sengaja menyenggolku lalu mengajakku minum jus jeruk sebagai permintaan maafnya.” Ucap Key.



“Apa kamu mengenal wanita itu?”



“Tidak, tapi sepertinya dia seumuran denganku.”



“Apa kamu pernah memiliki musuh?”



“Ini di Jepang om beruang, tentu saja aku tidak memiliki musuh karena aku juga ke Jepang hanya berjalan-jalan bersama keluargaku jadi aku tidak memiliki teman.” Jelas Key.



“Atau musuh keluargamu, mereka menargetkan dirimu sebagai gantinya.” Ucap Lana.



“Untuk apa? Bukankah keluargaku menyembunyikanku dan Ken dengan sangat baik? Tidak ada yang tau kalau aku adalah anak Kalandra. Lagipula tidak usah di fikirkan, itu hanya masalah biasa bukan? Aku akan usahakan kalau aku tidak akan bertemu dengannya lagi.”



“Tidak Key! Ini bukan masalah biasa seperti yang kamu fikirkan. Mengingat ucapan dokter kemarin kalau kamu di berikan dosis yang tinggi, berarti memang orang itu mau mencelakaimu. Aku takut kalau dia akan merencanakan rencana selanjutnya untuk mencelakaimu.” Ucap Bernard.



“Tuan Bernard benar nona, sebaiknya anda jangan keluar sampai anda pulang ke Indonesia, kecuali anda pergi bersama beberapa pengawal.” Sambung Jonathan.



“Apa? Kak Jo jangan menyarankan hal-hal yang aneh. Aku paling tidak suka menjadi perhatian orang banyak. Intinya aku tidak mau masalah ini menjadi besar oke?” ucap Key.



Bernard, Lana, dan Jonathan hanya saling menatap satu sama lain. Mereka memikirkan hal yang sama yaitu memberi tau Kenan apa yang terjadi kepada Key untuk berjaga-jaga agar kejadian itu tidak terulang lagi.