MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
ROBERT


Robert


Malam hari hujan turun dengan sangat deras dengan kilat yang menyambar, ada seorang wanita yang sedang menangis dan membawa kardus yang lumayan besar yang di peluk di kedua tangannya.


Wanita itu berhenti di depan pintu panti asuhan dan menaruh kardus itu di depan pintu tersebut dengan tangis yang tidak ada hentinya. Saat wanita itu membuka kardus yang di bawanya, di dalamnya berisi bayi yang sedang menangis kencang.


Karena suara tangisan bayi itu sangat kencang, pemilik panti asuhan bisa mendengarnya dan segera menuju ke depan rumah untuk memastikan suara tangisan bayi tersebut.


Saat membuka pintu, pemilik panti asuhan tersebut terkejut karena melihat seorang wanita yang sedang membawa kardus yang berisi bayi laki-laki.


“Anda siapa? Apa yang terjadi kepada anda?” tanya pemilik panti karena melihat wanita itu menangis dan ada memar di wajahnya.


“T,,tolong selamatkan anak saya. Saya mohon berikan anak ini kepada keluarga yang baik dan berkecukupan, saya sedang di kejar seseorang jika orang itu tau anak ini masih hidup dia pasti akan mengejar anak ini juga jadi saya mohon berikan anak ini kepada keluarga kaya yang bisa melindunginya dengan kekuasaan mereka.” Ucap wanita tersebut.


Pemilik panti hanya menganggukan kepala dan mengambil alih bayi tersebut tanpa bertanya apapun lagi.


“Saya titip surat ini untuk di berikan kepada keluarga yang akan mengadopsinya.” Wanita itu memberikan surat yang sudah di lem dengan rapat.


“Apa tidak sebaiknya anda juga tinggal di sini? Mungkin anda akan aman jika berada di sini.” Pemilik panti menawarkan tempat tinggal untuk wanita itu namun di tolak.


“Tidak, aku harus pergi menjauh dari anak ini, aku tidak ingin terjadi apa-apa kepadanya, sekali lagi tolong ingat pesan saya.” ucap wanita itu dan mencium anak laki-lakinya dengan penuh penyesalan.


“Setidaknya berilah anak ini nama terlebih dahulu.” Ucap pemilik panti.


“Robert, aku memberi nama Robert kepadanya.” Ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan anaknya dengan tangis yang semakin deras.


Pemilik panti melihat kepergian wanita itu dengan perasaan iba kepadanya, bagaimana bisa nasibnya dan bayinya bisa serumit ini.


Sudah sebulan Robert berada di panti asuhan, lalu tiba-tiba ada pasangan suami istri yang ingin mengadopsi seorang bayi.


“T,,tuan Arnold?” pemilik panti asuhan terkejut karena melihat pebisnis terkenal sedang mencari seorang anak di panti asuhan miliknya.


“Permisi, saya Alisha saya dan suami saya ingin mengadopsi seorang bayi, apakah ada seorang bayi yang di tinggalkan oleh orangtuanya?” tanya Alisha dengan senyuman.


Tiba-tiba saja pemilik panti asuhan tersebut teringat akan permintaan wanita yang membawa anak laki-lakinya.


“Ada, bayi laki-laki yang baru berumur sekitar dua bulan, tunggu sebentar saya akan membawanya kemari.” Ucap pemilik panti asuhan yang segera mengambil bayi tersebut di kamarnya.


Alisha dan Arnold saling menatap dan tersenyum bahagia karena ada bayi laki-laki yang bisa mereka adopsi.


“Alhamdulillah, ternyata ada bayi yang bisa kita adopsi ya sayang.” ucap Arnold sambil merangkul pundak istrinya yang hanya tersenyum bahagia.


Alisha sebenarnya sudah pernah mengandung bayi di rahimnya, namun ada masalah di dalam rahimnya yang membuatnya harus menggugurkan bayi yang berada di dalam rahimnya.


Sejak kejadian itu, Alisha selalu murung di kamarnya tanpa makan dan minum sama sekali, akhirnya Arnold mengusulkan untuk mengadopsi bayi agar Alisha bisa melupakan anaknya dan membuat kehidupan mereka menjadi lebih berwarna.


“Sudahlah sayang, kita akan menemukan kebahagiaan dengan adanya anak ini.” ucap Arnold.


“Aku harap kamu benar sayang.”


Tidak lama kemudian, pemilik panti asuhan datang dengan menggendong anak laki-laki yang sangat lucu di pelukannya.


“YaAllah bagaimana bisa bayi ini sangat lucu.” Ucap Alisha yang mengulurkan kedua tangannya untuk menggendongnya.


“Namanya Robert, baru satu bulan yang lalu dia berada di panti asuhan ini.” ucap pemilik panti asuhan.


“Ada seorang wanita yang datang kemari saat hujan lebat dan memberikan bayi ini kepada saya.”


“Kami akan mengadopsi bayi ini.” ucap Alisha dengan semangatnya.


“Kamu yakin sayang?” tanya Arnold yang di balas anggukan oleh Alisha.


“Baiklah, saya akan mengadopsi anak laki-laki ini dan mengurus surat suratnya.” Ucap Arnold kepada pemilik panti.


Pemilik panti tersebut bersyukur karena amanah yang diberikan oleh ibu dari anak itu sudah terpenuhi.


“Alhamdulillah, saya sudah memenuhi amanat yang sudah di pendam sangat lama.” Batin pemilik panti asuhan tersebut.


“Tuan, saya ingin memberikan sesuatu untuk anda.” ucap pemilik panti asuhan tersebut.


“Apa itu?” tanya Arnold.


“Ini adalah surat yang di berikan oleh ibu bayi itu, dia bilang saya harus memberikan surat ini kepada orang yang mengadopsinya.” Jelas pemilik panti asuhan sambil menyodorkan surat yang warnanya sudah mulai kusam itu kepada Arnold.


Arnold menerima surat yag di berikan oleh pemilik panti asuhan dengan penuh tanda tanya.


“Baiklah jika begitu saya harap bayi itu akan menjadi penerang untuk kehidupan tuan Arnold dan istri.” Ucap pemilik panti asuhan.


Arnold tersenyum dan mengangguk berpamitan dengan pemilik panti asuhan lalu pergi meninggalkan panti asuhan tersebut.


Di rumah Arnold mengajak Alisha untuk membaca surat yang di berikan oleh ibu kandung Robert bersama-sama.


Untuk orang tua baru anakku..


Aku adalah ibu yang sangat bodoh karena membuang anakku sendiri, tapi aku tidak ada pilihan lain karena kehidupan kami penuh dengan ancaman yang sangat besar.


Aku adalah istri ke dua Rudi santoso pengusaha minuman yang sangat terkenal dengan kewibawaan dan kekayaannya. Aku tidak pernah berniat untuk memiliki anak karena istri pertama suamiku tidak ingin anaknya memiliki saingan untuk mendapatkan ahli waris.


Aku menikah dengan Rudi karena aku benar-benar mencintainya, aku tidak membutuhkan anak untuk merebut harta kekayaan Rudi karena aku tidak menginginkan hartanya. Tapi entah kenapa aku tiba-tiba saja mengandung dan saat itu Rudi sangat bahagia, namun tidak dengan istri pertamanya.


Aku selalu di siksa oleh istri pertamanya saat Rudi sedang bekerja atau ke luar kota, sampai aku akhirnya melahirkan anak ini dan istri pertama Rudi membayar orang untuk membunuhku dan anakku, aku tidak tau bagaimana nasibku setelah ini tapi aku hanya ingin anakku selamat dan bisa menikmati kehidupan yang layak.


Aku harap kalian yang membaca surat ini bisa menjaga anakku dari orang-orang yang ingin menyakitinya. Terimakasih karena sudah mau menjaga anakku, Allah akan membalas kebaikan kalian.


End


Arnold dan Alisha sedih membaca isi surat tersebut, mereka tidak menyangka jika bayi itu memiliki kehidupan yang sangat rumit.


“Aku akan menyayangi anak ini seperti anakku sendiri.” Ucap Alisha.


“Aku juga akan memberkan kehidupan yang layak dan menjaga anak ini dengan sepenuh hati.” Timpal Arnold.


Alisha sangat senang dan sangat menyayangi Robert dengan sepenuh hati seperti anak kandungnya sendiri, sampai saat Robert berumur 1 tahun Alisha mendapatkan hadiah istimewa dari Allah karena ia bisa mengandung kembali.


Alisha dan Arnold semakin menyayangi Robert karena menurut mereka Robert lah yang membuat Allah memberikan keajaiban ini kepada mereka. Sampai akhirnya Alisha melahirkan Kalandra, Robert yang saat itu masih balita sangat menyayangi adiknya dan selalu menemani adiknya di manapun berada.


Alisha dan Arnold sangat bahagia karena Robert sangat menyayangi dan selalu menemani Kalandra dimanapun, sampai Robert tidak memiliki teman bermain lain karena sibuk menjaga dan menemani adiknya itu.