MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (DAN AKU MENYUKAIMU)


Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah tuk masa depan, berikan yg terbaik untuk hari ini.




Tidak lama kemudian, polisi yang di telfon oleh mama Bernard datang dan menangkap Tiara. Tiara yang tidak bisa mengelak lagi hanya bisa pasrah menerima semuanya.



“Lebih baik kamu membusuk di penjara Tiara!” ketus Bernard.



“Hahaha, liat saja Bernard aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan nyaman! Setelah keluar dari penjara aku akan menemumimu kembali!” teriak Tiara.



Mendengar Tiara yang semakin meracau tidak jelas itu, polisi segera membawa Tiara keluar dari tempat itu dan membawanya ke penjara.



Key yang baru saja terkena ancaman pisau di lehernya hanya bisa menghela nafas lega dan terduduk lemas di lantai.



“Key kamu tidak apa-apa?” tanya Lana khawatir.



“Tidak apa-apa aku baik-baik saja Lana.” Ucap Key dengan nada lemah.



Lana melihat leher Key yang terdapat sedikit goresan dan mengeluarkan sedikit darah itu membuatnya membulatkan matanya.



“Key! Darah!” teriak Lana hingga membuat semua orang menoleh ke arah Key.



Bernard segera menghampiri Key dan melihat leher Key yang tergores.



“Bodoh! Bagaimana bisa kamu terluka! Dan bagaimana bisa gadis kecil sepertimu ini melawan wanita yang posturnya lebih tinggi darimu!? Apa kamu memang senang membuat orang khawatir!?” bentak Bernard.



Key menatap heran kepada Bernard yang sedang memarahinya.



“Om beruang kenapa jadi marahin Key sih? Key kan tidak salah apa-apa! Key juga terkejut dengan kejadian tadi!” ketus Key.



“Huh, tadi aja dia memohon-mohon seperti orang yang sangat ketakutan, sekarang dia malah memarahiku!” gumam Key yang masih bisa di dengar oleh Bernard.



Bernard segera memeluk erat tubuh mungil Key yang membuat Key dan semua orang yang ada di sana terkejut melihat Bernard yang memeluk Key.



“Aaa,, so sweet sekali mereka berdua ya om Jojon..” ucap Lana dengan nada yang di lebihkan sambil menatukan kedua tangannya.



“Kamu ini sudah ketularan Tiara ya!? ketularan gilanya!” ucap Jonathan yang menggelengkan kepala melihat tingkah Lana.



“Kamu ini jahat sekali sih om Jojon, aku sumpahin nih om Jojon bakalan suka sama aku!” ketus Lana.



“Ha? memangnya aku gila apa suka sama wanita rada-rada sepertimu!” ucap Jonathan.



“Tolong! Aku mohon lain kali jangan pernah melakukan hal berbahaya seperti tadi,, aku masih bisa melindungimu Key jadi aku mohon jangan seperti tadi lagi oke.” Ucap Bernard yang masih memeluk Key denga erat.



Key terharu mendengar ucapan Bernard yang sangat mengkhawatirkannya, Key membalas pelukan Bernard yang sekarang gentian membuat Bernard terkejut.



“Terimakasih karena sudah mengkhawatirkanku, aku janji tidak akan membuatmu khawatir lagi om beruang.” Ucap Key.



“Ayo kita ke rumah sakit, leher kamu harus segera di obati.” Ajak Bernard.



“Iya benar kata Bernard, kamu harus segera di bawa ke rumah sakit sayang.” Ucap mama Bernard.



“Tidak perlu tante, Key baik-baik saja. ini hanya goresan kecil yang bisa di obati sendiri.” Ucap Key.



“Tidak! Kamu harus periksa ke rumah sakit Key agar lukanya tidak iritasi, om tidak mau ada penolakan.” Tegas papa Bernard.



Akhirnya Key menuruti perkataan papa Bernard untuk pergi ke rumah sakit untuk mengobati lukanya.



“ayo aku gendong.” Ucap Bernard yang berjongkok menyuruh Key naik ke punggungnya.



“Ih apaan sih om! Malu tau di liat banyak orang!” ketus Key.



“Kenapa malu? Emang kamu nyolong?”



“Ya engga sih, tapikan aku masih punya kaki dan kakiku baik-baik saja jadi aku bisa jalan sendiri.” Ucap Key.



“Sudahlah ayo aku akan menggendongmu.” Ucap Bernard.



“Tidak om beruang! Biarkan aku jalan atau tidak ke rumah sakit sama sekali!” ketus Key.



Akhirnya Bernard pasrah mengiyakan ucapan Key, karena ia tau bahwa Key adalah orang yang sangat keras kepala dan akan sulit jika melawannya.



“Kalian semua pulang saja, biar aku saja yang mengantar Key ke rumah sakit.” Ucap Bernard.



“Iya benar kata om beruang, om, tante, Lana dan om Jonathan pulang saja ya,, kan ga enak kalau yang nganter banyak padahal cuma tergores saja.” sambung Key.




“Hm, tidak apa-apa Lana aku baik-baik saja lagipula ada om beruang kan?” ucap Key mencoba untuk menenangkan sahabatnya.



“Jika keluargamu menelfon apa yang harus aku katakan?” tanya Lana.



“Jawab saja yang sejujurnya, papi dan mami tidak menyukai orang yang suka berbohong.” Jawab Key.



“Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati ya. om Bernard aku titip sahabatku ya.” ucap Lana.



“Tenang saja, aku pasti akan menjaganya dengan baik.” Jawab Bernard.



“Om Jo, aku titip Lana ya,, aku harap telingamu kuat untuk mendengarkan celotehannya.” Ucap Key dengan nada bercanda.



Jonathan hanya mengangguk dan tersenyum kepada Key, dia sebenarnya sangat ingin menertawakan Lana namun dia tidak enak dengan Bernard yang masih berada di hadapannya.



“Kamu ini memang selalu saja mengejekku, sudahlah cepat berangkat. Om Bernard tolong ya bilang ke dokternya minta obat untuk mengontrol perkataan agar ga asal ceplos aja untuk dia!” ketus Lana.



Semuanya tertawa dan menggelengkan kepala mendengar perdebatan antara Key dan Lana, lalu papa dan mama Bernard berpamitan untuk pulang lebih dulu dan di susul oleh kepulangan Lana dan Jonathan.



“Sudah, ayo kita juga harus segera ke rumah sakit.” Ucap Bernard.



“Apa harus ke rumah sakit om?” Tanya Key dengan wajah seriusnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610521195413.jpg)



“Ya! harus, wajib!” tegas Bernard.



Dengan terpaksa Key menghela nafas panjang dan masuk ke dalam mobil untuk memeriksa lukanya di rumah sakit.



Drrtt,, drrtt..



Hp Key berdering beberapa kali namun Key sedang melamun dan tidak mendengar suara hpnya.



“Key, hp kamu berbunyi.” Ucap Bernard.



“Ah, iya om?” tanya Key yang tidak mendengar semua ucapan Bernard.



“Hp kamu bunyi.” Ucap Bernard lagi.



Akhirnya Key menyadari hal itu dan melihat hpnya yang berbunyi, Key menghela nafas panjang setelah mengetahui siapa yang menelfon.



“Halo mami..” ucap Key dengan ceria agar maminya tidak merasa khawatir.



“Key, apa kamu baik-baik saja? perasaan mami tidak enak, tadi mami telfon Ken dia baik-baik saja, jadi sekarang mami menelfonmu.” Ucap mami Khansa yang terdengar khawatir.



“Key baik-baik saja mami,, apa mami tidak mendengar suara Key yang sangat merdu ini?”



“Jangan bercanda Key, mami serius! kamu tidak apa-apa kan?” tanya mami Khansa kembali.



“Tidak mami, serius Key baik-baik saja.” ucap Key dengan lembut.



“Baiklah, oh iya sayang. besok mami, papi dan yang lain akan ke Jepang.” Ucap mami Khansa.



“Ha? seriusan mi? mami mau ke Jepang?” tanya Key dengan antusias.



“Iya sayang mami serius..”



“Ada acara apa mami ke Jepang?” tanya Key heran.



“Kami ingin bertemu dengan keluarga Belinda sayang, karena abangmu sudah melamar Belinda.” Ucap mami Khansa.



“Apa! Benarkah? Alhamdulillah akhirnya Key akan segera memiliki kakak perempuan.” Ucap Key senang.



“Sudah ya mami mau bersiap dulu, kamu jaga diri baik-baik ya sayang dan ingat satu hal, jadilah diri kamu sendiri bagaimanapun keadaannya, jika laki-laki itu mencintaimu dengan tulus dia juga akan menerima semua sikapmu yang baik maupun yang buruk, jika laki-laki itu pergi saat dia tidak menyukai sikapmu, maka biarkanlah dia pergi karena dia bukan laki-laki yang baik untukmu.” Jelas mami Khansa.



“Iya mami, terimakasih banyak! Mami adalah penerang di dalam kehidupan Key, kalau tidak ada mami dan papi Key tidak akan bisa menjadi seperti sekarang. I love you mami!!” ucap Key.



Bernard tersenyum melihat Key yang sangat menyayangi keluarganya dengan tulus.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610521195418.jpg)



“*Kamu adalah gadis paling polos yang pernah aku lihat Key! Dan aku menyukaimu*!” gumam Bernard di dalam hati.