MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
BOLEH PULANG


Pagi itu Andini membuka matanya dengan perlahan, dia merasakan ada tangan yang menggenggam tangannya dan segera menoleh ke arah tangan tersebut, Andini tersenyum melihat Ken yang sedang tertidur di kursi yang ada di sebelah tempat tidurnya sambil memegang tangannya. Selama di rumah sakit Ken selalu setia menemani Andini di rumah sakit sedangkan yang lain bergantian menemani Ken di rumah sakit.


“Terimakasih karena sudah setia menemaniku di sini Ken.” Ucap Andini dengan nada rendah agar tidak bisa di dengar oleh Ken.


Tiba-tiba saja Ken mulai membuka kedua matanya secara perlahan, Andini yang menyadari hal itu segera kembali berpura-pura tertidur karena dia tidak tahu apa yang harus di lakukan saat bertatapan dengan Ken.


Ken yang sudah sepenuhnya terbangun melihat Andini yang masih tertidur pulas, Ken memberanikan diri untuk membelai rambut Andini dengan lembut dan perlahan agar tidak membangunkan Andini, namun Andini yang memang pura-pura tertidur itu merasakan tangan Ken ada di kepalanya.


“Duh, jantungku kenapa deg-degan begini huhu.. lagian kenapa dia megang rambutku sih..” batin Andini di dalam hatinya.


Karena sudah tidak bisa menahan jantungnya, akhirnya Andini membuka matanya dan melihat Ken yang tepat berada di sebelahnya.


“Eh! Aku ngebangunin kamu ya Ndin? Maaf ya aku ga niat bangunin kamu.” Ucap Ken yang langsung menarik tangannya dari kepala Andini.


“Tidak apa-apa Ken, lagipula memang sudah waktunya aku bangun karena sebentar lagi dokter akan memeriksa keadaanku.” Ucap Andini.


“Ah benar! Hari ini kamu akan melakukan pemeriksaan terakhir kan?” tanya Ken yang di balas anggukan oleh Andini.


Hari ini adalah hari Andini harus melakukan pemeriksaan kembali, jika hasil pemeriksaan sudah baik-baik saja Andini sudah di ijinkan untuk pulang ke rumah.


“Aku akan memberitahu yang lain ya, aku akan menyuruh mereka semua datang ke sini.” Ucap Ken sambil mengambil hpnya yang ada di dalam saku celananya.


“Jangan Ken, jangan beritahu mereka, aku tidak ingin menyusahkan mereka semua! Mereka sudah sangat perhatian padaku dan aku tidak ingin kamu mengganggu mereka sepagi ini hanya karena aku.” Ucap Andini yang mencegah Ken untuk menelfon keluarganya.


“Baiklah kalau begitu, aku tidak akan menyuruh mereka datang ke sini kok.” Ucap Ken pasrah.


Tidak lama kemudian, dokter yang menangani Andini datang untuk memeriksa keadaannya. Ken dan Andini yang melihatnya langsung menyambutnya dengan senyuman ramah.


“Selamat pagi tuan dan nyonya, bagaimana keadaannya hari ini?” tanya dokter tersebut.


“Baik dok!” sahut Ken dengan percaya diri.


“Maaf tuan, tapi yang saya maksud adalah keadaan pasien.” Ucap sang dokter.


“Pfftt!” Andini menahan tawanya melihat Ken yang sangat percaya diri itu, sedangkan Ken sedang menahan malu karena sudah salah mengira kalau dokter tersebut sedang menanyakan keadaannya.


“Sial! Aku jadi malu sekali di depan Andini dan dokter ini.” batin Ken sambil memegang keningnya.


“Silahkan dokter memeriksa calon istri saya, saya akan menunggu di luar saja.” ucap Ken yang berpamitan untuk menunggu di luar ruangan.


Melihat Ken yang salah tingkah itu membuat Andini dan dokter tersebut menertawakan tingkah lucu Ken.


“Calon suami anda adalah laki-laki yang sangat baik, dia juga sangat setia menunggu anda selama anda di rawat di rumah sakit ini.” puji dokter tersebut.


“Dokter benar, dia adalah laki-laki yang sangat baik..” balas Andini.


“Semoga setelah menikah nanti, kalian berdua akan di berikan banyak momongan ya..”


Andini tidak menjawab ucapan dokter tersebut, dia hanya tersenyum dengan penuh fikiran.


“Bagaimana aku bisa mendapatkan momongan, anak yang kemarin aku kandung saja adalah hasil dari kesalahan kita berdua, aku tidak yakin kalau kita akan memiliki momongan kedepannya.” Batin Andini di balik senyumnya itu.


Dokter mulai memeriksa keadaan Andini dengan teliti, setelah memeriksa keadaan Andini dokter tersebut tersenyum penuh arti. Andini sudah bisa mengartikan ekspresi di wajah dokter tersebut, dia yakin kalau dia sudah boleh pulang ke rumah karena keadaannya sudah membaik.


“Wah, sepertinya anda semangat sekali untuk segera pulang ke rumah.”


“Tentu saja dok, saya benar-benar merindukan semua orang yang ada di rumah.”


“Merindukan orang rumah atau ingin cepat-cepat menikah?” goda dokter tersebut.


“Dok! Aku bahkan tidak terfikirkan tentang hal itu sama sekali.” balas Andini.


Dokter tersebut hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, setelah memastikan keadaan Andini yang sudah membaik, dokter tersebut segera ke luar ruangan untuk memberitahu Ken.


Ken yang sedang memainkan hpnya sambil duduk di bangku yang ada di depan ruangan Andini langsung berdiri saat mengetahui pintu ruangan Andini sudah terbuka.


“Bagaimana dok? Apa calon istri saya sudah membaik? Apa dia sudah boleh pulang?” tanya Ken.


“Anda semangat sekali tuan..”


“Tentu saja dok, saya sudah lelah mendengar keluhannya yang menginginkan untuk segera pulang, hampir setiap detik dia bilang kalau dia ingin pulang karena sudah bosan di sini.” Keluh Ken yang hanya di balas tawa oleh dokter tersebut.


“Baiklah, anda bisa mengurus semua berkas calon istri anda karena dia sudah di perbolehkan untuk pulang.” Ucap dokter tersebut lalu pergi meninggalkan Ken di sana.


Ken berusaha untuk menarik nafas panjang untuk melupakan rasa malunya dan segera masuk ke dalam ruangan untuk menghampiri Andini.


Andini yang melihat Ken masuk dan menghampirinya langsung menyapanya dengan senyuman penuh dengan ejekan.


“Tidak usah memasang wajah seperti itu kepadaku! Aku tahu kamu dan dokter itu pasti membicarakanku kan?!” ketus Ken.


“Iya kami memang membicarakanmu, tapi dia sangat memujimu, dia bilang kalau kamu adalah laki-laki yang baik dan setia menemaniku di sini sejak pertama kali aku masuk ke rumah sakit.” Jelas Andini.


Mendengar hal itu membuat Ken yang tadinya membuang muka tiba-tiba saja menoleh ke arah Andini untuk melihat kejujuran di wajahnya.


“Kamu baru sadar?” tanya Ken dengan pedenya.


“Tidak, aku sudah sadar sejak kemarin-kemarin kok, tapi aku tidak tahu sikapmu itu karena kamu memang menganggapku sebagai calon istrimu atau kamu hanya merasa memiliki tanggung jawab kepadaku karena mantan tercintamu itu sudah menyakitiku dan anakku.” Ucap Andini dengan senyum ketus.


Ken menatap tajam ke arah Andini, dia tidak percaya kalau Andini akan mengatakan hal seperti itu, jujur sebenarnya Ken juga tidak mengerti apakah perasaannya kepada Andini benar-benar sebagai calon suaminya atau hanya sebatas rasa tanggung jawabnya saja.


“Sudahlah, aku akan merapihkan semua barang-barangmu dan kita akan langsung pulang setelah aku mengurus semua berkasmu di bawah, aku juga sudah memberitahu semua orang dan mereka akan menyambutmu di rumah.” Jelas Ken yang langsung merapihkan barang-barang Andini yang akan di bawa pulang.


“Ken, bisakah aku pergi mengunjungi ayahku dulu sebelum pulang?” tanya Andini tiba-tiba hingga membuat Ken menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arahnya.


“Tentu saja, aku akan menemanimu menemui ayahmu.” Ucap Ken sambil tersenyum.


Andini sangat senang karena Ken mengijinkannya untuk menemui ayahnya di penjara, dia sudah sangat merindukan sang ayah walaupun kenyataannya ayahnya sudah sangat jahat kepadanya, tapi dia tahu kalau ayahnya melakukan itu karena di bawah pengaruh minuman saja, dia tahu ayahnya tidak akan pernah melakukan kekerasan kepadanya jika dia sadar.


***


Visual Andini nihhh~~