
Setiap orang berpikir untuk mengubah dunia, tapi tidak ada yang berpikir untuk mengubah dirinya sendiri.
Key terbangun karena merasakan ada sesuatu yang menimpa tubuhnya, dengan perlahan Key membuka matanya dan melihat kalau ada tangan dan kaki Elsa yang sedang memeluknya.
“*Yaampun Elsa kenapa kamu tidak pernah bisa diam bahkan saat tertidur*.” gumam Key sambil menyingkirkan tangan dan kaki Elsa dari tubuhnya.
Key bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke dapur apartmentnya untuk mengambil segelas air putih. Ketika Key sedang meminum air yang ada di gelasnya tiba-tiba saja terdengar teriakan seseorang yang memanggilnya hingga membuat Key tersedak.
“Kak Key! Di mana kamu??” teriak Elsa.
“Uhuk,,uhukk.. yaampun anak itu tidak bisa membiarkan hidupku tenang sebentar saja huaa..” gumam Key sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
“Ada apa Elsa? Aku ini masih punya telinga jadi kamu tidak perlu berteriak seperti itu.” Ucap Key yang melihat Elsa baru saja keluar dari kamarnya.
“Kak, aku kira kak Key hilang karena aku tidak melihat kak Key di kamar mandi.”
“Ya kali aku di kamar mandi sampe jam segini, yang ada aku kaku di dalam.” Ketus Key.
“Ah, aku ketiduran ya kak maaf ya.. ayo kak ceritakan bagaimana caranya agar kak Rey bisa menyukaiku.” Ucap Elsa dengan antusias.
“Pertama, kalau kita mau membuat laki-laki menyukai kita, kita harus bersih dan wangi setiap saat jadi lebih baik kamu mandi terlebih dahulu agar kamu bersih dan wangi.” Ucap Key dengan senyum yang di paksakan.
“Oh iya kak Key benar, aku kan habis tidur jadi pasti aku sudah bau deh. Aku mandi dulu ya kak setelah ini aku akan langsung kembali ke sini.” Ucap Elsa lalu pergi meninggalkan Key di kamarnya.
“*Huh, akhirnya aku bisa bernafas sebentar*.” Ucap Key sambil menghela nafas panjang setelah melihat kepergian Elsa.
“Key.” Panggil Lana hingga membuat Key terkejut.
“Yaampun Lana! Aku kira kamu Elsa, aku udah jantungan tau!” ketus Key.
“Ada apa memang? Apa kamu menganggap Elsa hantu sampai kamu terkejut seperti itu?” tanya Lana yang sudah berada di dalam apartment Key.
“Udah deh ceritanya panjang. Kamu ada apa mencariku?” tanya Key.
“Oh iya, ini tadi mami kamu nyuruh aku ngasih paketan ini buat kamu. Kamu beli barang di online shop? Tumben sekali.” ucap Lana.
“Tidak, kamu tau sendiri kan kalau aku tidak pernah membeli barang lewat online shop Lan.”
“Apa jangan-jangan ini dari kak Bernard ya ciye-ciye di kirimin hadiah..” ejek Lana.
“Kalau memang ini dari om beruang dia pasti akan langsung menelfonku dan bertanya apakah aku sudah menerima paketnya.” Jawab Key.
“Iya juga ya, sudahlah cepat kamu buka aku jadi penasaran.” Ucap Lana.
Akhirnya Key yang memang penasaran dengan paket tersebut langsung membuka paket yang baru saja di berikan oleh sahabatnya itu.
“Aaaaa!!!” teriak Key hingga membuat Lana yang mendengarnya terkejut.
“Aaa!!” teriak Lana yang baru saja melihat isi paket tersebut.
“Siapa yang mengirim ini Lana!? Apa tidak ada nama pengirimnya?” tanya Key dengan panik.
"Aku juga tidak tau Key!" ucap Lana.
Kenan yang kebetulan baru keluar dari apartmentnya mendengar teriakan Key dan Lana, dia langsung melihat ke dalam apartment Key dan melihat burung yang berlumuran darah tergeletak di lantai.
“Apa-apaan ini Key Lana?!” bentak Kenan.
“Abang Kenan! ada yang mengirim burung mati ini kepada Key.” Ucap Lana.
“Apa?! Siapa yang mengirimkannya? Apa kamu tau orang yang memberikan paket ini?” tanya Kenan.
“Tidak bang, tante Khansa yang memberikan paket ini untuk aku berikan kepada Key.” Jawab Lana.
“Abang tau tentang hal itu?” tanya Key terkejut.
“Tentu saja aku tau! Bernard adalah sahabatku, dan aku sangat tau kalau dia sedang berbohong jadi abang sendiri yang mencari tau tentang kejadian di pesta waktu itu. Sudahlah cepat kalian suruh pelayan eh tidak kalian berdua harus merapihkan paket ini dan buang paket ini di tempat yang tidak akan di ketahui oleh papi dan mami mengerti?”
“Iya bang kami mengerti, kami akan segera mengurus paket ini.” ucap Lana.
Setelah mendengar jaaban dari Lana akhirnya Kenan langsung keluar dari kamar Key untuk bertanya kepada maminya tentang orang yang sudah mengirim paket itu.
“Lana, apa aku sedang di terror?” tanya Key tiba-tiba.
“Ha? siapa juga yang mau meneror kamu Key.”
“Coba kamu bayangkan, pertama ada yang menaruh obat perangsang di minumanku, lalu sekarang ada yang mengirimkan burung mati kepadaku, apa aku sekarang akan di hantui? Bagaimana ini Lana, bagaimana kalau ada orang yang akan membunuhku?” ucap Key dengan nada khawatir.
Lana yang mendengar ucapan Key langsung menjitak kepala sahabatnya itu dengan keras hingga dia merintih kesakitan.
“Aw, sakit Lana!” ketus Key.
“Kamu ini kalau bicara di saring dulu! Tidak akan ada yang bisa menyentuhmu selama ada aku, abang Kenan dan kak Bernard!” tegas Lana.
“Aku kan hanya takut Lan, aku juga tidak mau mati!” ucap Key.
“Makanya jangan ngomong yang engga-engga, lebih baik kita bersihkan ini sebelum ada yang datang.” ucap Lana.
“Oh iya benar, Elsa akan kemari setelah dia mandi. Kalau sampai dia melihat ini semuanya akan semakin runyam.” Ucap Key.
Akhirnya Key dan Lana segera membersihkan paket yang berisi burung mati itu denga teliti hingga tidak ada noda darah yang tertingal.
“Kak Key!” teriak Elsa dari luar pintu apartmentnya yang sengaja di kunci oleh Key karena takut ada yang tiba-tiba masuk.
“Kan, perusuhnya sudah datang ayo cepat bereskan.” Ucap Lana.
“Santai, aku sudah mengunci pintu untuk berjaga-jaga jadi dia tidak akan masuk tiba-tiba.” Ucap Key.
“Tumben pintar kamu Key.”
“Hello Lana, selama ini aku selalu mendapatkan IPK sempurna kamu kemana aja?” ucap Key yang membanggakan dirinya sendiri.
“Huh selalu saja membanggakan diri sendiri.” Ketus Lana.
Setelah selesai membersihkan lantai yang penuh dengan noda darah, Key dan Lana segera keluar untuk membuang paket yang berisi burung mati itu.
“Loh, kak Key sama kak Lana ngapain di kamar berduaan? Pintu kamarnya juga di kunci.” Selidik Elsa.
“Kamu ini mau tau saja urusan orang lain.” Ucap Lana.
“Apa itu yang di plastik?” tanya Elsa tanpa menggubris ucapan Lana.
“Itu sampah, sudahlah aku dan Lana mau buang sampah dulu.” Ucap Key.
“Aku mau ikut.”
“Tidak boleh, kamu tunggu saja di dalam apartmentku jangan menyentuh apapun di dalam apartmentku karena aku tidak suka kalau barangku di sentuh orang lain.” Ucap Key memperingati Elsa.
“Baiklah kak aku tidak akan ikut, aku juga tidak akan menyentuh apapun di dalam apartmentmu.”
“Bagus, aku keluar dulu sebentar.”
Akhirnya Elsa hanya melihat kepergian Key dan Lana dengan perasaan yang murung dan penasaran.
“*Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh kak Key dan kak Lana, sudahlah aku tidak mau membuat kak Key marah lagi denganku*.” Gumam Elsa yang langsung masuk ke dalam apartment Key dan duduk di sofa empuk milik Key.