
Ken, Rey dan Elsa yang sudah berada di dalam mall melihat ke arah Ken yang memang sedang ingin membeli pakaian untuknya.
“Bagaimana kak Ken, kakak mau beli pakaian di toko yang mana? Ada banyak sekali toko dengan barang yang sangat bagus di sini.” Ucap Elsa.
“Mmm,, karena aku hanya meninggalkan Andini berdua dengan Key dan sekarang aku sangat mengkhawatirkan keadaannya karena Key suka meninggalkan Andini seenaknya, jadi lebih baik kita berpencar! Kalian berdua pergilah ke market mall ini dan beli beberapa cemilan untuk kita semua, sedangkan aku akan membeli pakaian dengan cepat dan akan langsung kembali menemui kalian.” Ucap Ken.
“Apa!? Kamu menyuruhku pergi bersama Elsa? Lebih baik aku ikut denganmu saja Ken!” protes Rey.
“Sekarang bukan waktunya untuk protes Rey! Aku tau kalau kita membutuhkan cemilan yang banyak jadi tidak mungkin Elsa membawa belanjaannya sendiri!” ketus Ken.
Setelah mendengar ucapan saudaranya itu akhirnya Rey hanya menghela nafas panjang dan mengikuti Elsa dengan terpaksa.
Sedangkan Elsa tersenyum senang dan mengedipkan satu matanya ke arah Ken, Ken yang melihat tingkah Elsa itu hanya menggelengkan kepalanya dan segera berjalan untuk meliha-lihat satu per satu toko pakaian yang ada di sana.
Sedangkan Rey dan Elsa sudah masuk ke dalam market yang ada di lantai bawah untuk membeli beberapa cemilan untuk mereka semua di rumah sakit, Elsa segera mengambil keranjang dan memasukkan berbagai macam roti di dalamnya.
“Yaampun Elsa! Ken bilang kita harus membeli cemilan, kenapa kamu malah memasukkan semua macam roti?” tanya Rey.
“Ini juga kan cemilan kak Rey! Cemilan itu adalah makanan selain nasi yang kita makan di saat sedang bosan, roti kan bukan nasi.” Ucap Elsa.
Rey hanya tersenyum tidak menyangka mendengar ucapan Elsa dan menggelengkan kepalanya.
“Apa bedanya roti sama nasi? Mereka sama-sama makanan berat Elsa, keluarkan lagi semua roti itu dan ambil snack yang ada di sana!” ketus Rey.
“Tapi kak..”
“Kalau kamu ingin roti, ambilah beberapa untuk kamu sendiri dan sisanya taruh kembali.” Ucap Rey sebelum mendengar protes dari Elsa.
Akhirnya Elsa hanya menghela nafas terpaksa dan mengeluarkan satu per satu roti yang tadi dia masukkan ke dalam keranjang sambil memanyunkan bibirnya.
“Aku sudah menaruh semua rotinya, puas kan sekarang?” ucap Elsa sambil melihatkan keranjang yang sudah kosong.
Rey hanya tersenyum tanpa sadar saat melihat ke arah Elsa, lalu akhirnya dia tersadar dan mengambil alih keranjang dari tangan Elsa dan memasukkan beberapa snack dan minuman untuk mereka semua.
“Kamu ingin sesuatu?” tanya Rey kepada Elsa yang mengikutinya dari belakang.
“Tidak, sepertinya yang kak Rey ambil tadi sudah cukup untuk kita semua.” Ucap Elsa.
Tidak lama kemudian, Ken yang sudah membeli pakaian untuknya menyusul Rey dan Elsa di market dan melihat kedua saudaranya itu masih belum selesai membeli makanan.
“Kalian berdua belum selesai juga?” tanya Ken yang sudah berada di belakang mereka.
“Ini sudah selesai, aku akan bayar dulu kamu tunggu di sini sama Elsa ya.” ucap Rey yang langsung meninggalkan mereka berdua.
Setelah kepergian Rey, Ken menoleh ke arah Elsa yang sedang menundukkan kepalanya.
“Kamu kenapa Elsa?” tanya Ken.
Elsa hanya menggelengkan kepalanya sambil menoleh ke arah Ken.
“Kamu ga mau cerita?”
“Emangnya aku kurang apa lagi sih kak, kenapa kayaknya kak Rey ga suka banget sama aku!”
“Emang kamu di apain kok sampe bilang kalau dia ga suka sama kamu?”
Akhirnya Elsa menceritakan kepada Ken tentang dirinya yang mengambil berbagai macam roti tapi Rey malah menyuruhnya untuk kembali menaruh roti tersebut. Ken yang mendengar penjelasan dari Elsa hanya mengerutkan keningnya dan menepuk keningnya.
“Kalau aku jadi dia juga aku akan melakukan hal yang sama Elsa! Roti kan bukan cemilan, itu makanan berat.” Ucap Ken.
“Lagipula aku yakin kalau Rey sebenarnya juga menyukaimu, hanya saja dia belum menyadarinya.” Ucap Ken.
Elsa yang mendengarnya merasa sangat senang dan tersenyum lebar melihat ke arah Ken.
“Benarkah kak?”
***
Di Jepang, Bernard sedang melihat hpnya menunggu balasan pesan dari Key.
“Kamu ini kenapa sih Bernard?” tanya Jonathan yang melihat Bernard yang hanya diam melihat ke arah hpnya.
“Ini semua karena kamu yang tidak membuat jadwal pertemuan dengan perusahaan lain sekaligus! Baru saja kemarin aku datang ke Indonesia dan bertemu dengan Key, sekarang aku harus pergi lagi meninggalkannya!” ketus Bernard.
“Kenapa jadi aku yang salah? Harusnya kamu memarahi rekan bisnismu itu, karena mereka lah yang membuat jadwal pertemuan kita! Lagipula aku juga jadi hanya sebentar bertemu dengan Lana padahal aku mau menembak dia!” balas Jonathan.
“Jangan di tembak nanti dia mati!” canda Bernard dengan wajah seriusnya.
Jonathan hanya menatap tajam ke arah Bernard tanpa mengatakan apapun lagi.
“Hhh,,sejak kemarin Key tidak bisa di hubungi, aku menjadi khawatir dengan keadaannya.” Ucap Bernard.
“Apa kamu tidak menghubungi Kenan atau Ken?” tanya Jonathan.
“Kemarin mereka semua tidak ada yang mengangkat telfonku..”
“Kenapa kamu tidak menelfon Belinda!”
“Ah benar! Kenapa aku tidak terfikirkan tentang adikku sendiri, aku harus segera menghubunginya!” ucap Jonathan dengan semangat dan segera menghubungi Belinda.
Setelah berdering beberapa kali akhirnya Belinda mengangkat telfonnya.
“Halo Bernard?”
“Halo Bel, kamu di mana?”
“Aku di rumah papi Kalandra, ada apa? Tumben kamu menghubungiku.” Ucap Belinda.
Akhirnya Bernar menjelaskan tentang Key dan yang lainnya tidak bisa di hubungi sejak kemarin.
“Ah, masalah itu, mereka semua memang tidak sempat memegang hp karena..”
Belinda menceritakan semua yang terjadi di sana kepada Bernard, Bernard yang mendengar penjelasan Belinda langsung terkejut.
“Apa? Lalu bagaimana keadaan Andini?”
“Dia sudah baik-baik saja sekarang, aku berharap Andini akan segera bangkit dari keterpurukannya.” Ucap Belinda.
“Lalu Key? Apa dia baik-baik saja?”
“Key selalu menemani Andini di rumah sakit, mungkin dia tidak memiliki waktu untuk membuka hpnya, nanti aku dan Kenan akan ke rumah sakit dan aku akan segera menghubungimu segera.”
“Baiklah kalau begitu terima kasih karena sudah memberitahuku tentang kejadian ini, aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dan segera pulang ke Indonesia.”
“Baguslah! Kamu memang harus segera pulang agar kamu dan Key segera menikah oke!” ucap Belinda.
Bernard tida mengucapkan apapun, dia langsung mematikan telfonnya dan menaruh kembali hpnya di atas meja kerjanya. Jonathan yang dari tadi mendengar percakapan Bernard dan Belinda mengerti kalau Bernard ingin segera menyelesaikan pekerjaannya yang ada di sini.
“Kalau memang kamu ingin pulang maka pulanglah duluan, aku yang akan mengatasinya di sini sendiri.” Ucap Jonathan tiba-tiba.
Bernard menoleh ke arah Jonathan dan tersenyum ke arahnya.
“Apa kamu fikir aku setega itu membiarkanmu mengatasi semuanya di sini sendirian? Ayo kita kerjakan bersama, dan kita akan segera kembali ke Indonesia bertemu dengan orang yang sudah kita rindukan.” Ucap Bernard yang di balas anggukan oleh Jonathan.
“Aku juga akan menghubungi perusahaan terkait untuk mempercepat pertemuan agar semuanya terselesaikan dengan cepat.” Ucap Jonathan.
Akhirnya mereka berdua kembali bersemangat untuk bekerja dan menyelesaikan tugas mereka di sana agar mereka berdua segera bisa kembali ke Indonesia untuk bertemu dengan orang-orang yang mereka sayangi.