MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PENOLAKAN ANDINI


Sukses tampaknya terkait dengan tindakan. Orang sukses terus bergerak. Mereka membuat kesalahan, tetapi mereka tidak berhenti.




Andini masih berlutut memohon kepada ayahnya sambil menangis tersedu-sedu, Ken mau menghampiri Andini dan membantunya tapi Key menahan tangannya.



"Jangan sekarang Ken, kita tidak boleh ikut campur masalah keluarga orang lain." ucap Key.



"Tapi dia sudah seperti itu Key!" Ucap Ken.



"Jika kamu membantunya, dia akan merasa malu Ken, dia akan merasa kalau kamu mengasihaninya." Ucap Key.



"Iya benar Ken, sepertinya sifatnya Sama seperti Key dia tidak mau di kasihani." Sambung Rey.



"Pergi dari sini! Jangan pernah kembali kecuali kamu membawa banyak uang!" teriak laki-laki itu.



Andini menangis sambil membereskan barangnya yang tercecer di mana-mana, dia tidak menyangka kalau ayah yang dulu sangat menyayanginya bisa menjadi kasar seperti itu.



Ken yang sudah tidak tahan dengan sikap laki-laki tersebut langsung menghampiri Andini dan mengulurkan tangan kepadanya.



"Aish anak itu benar-benar tidak bisa di bilangin!" ucap Key yang melihat saudara kembarnya tidak mendengarkan ucapannya.



"Sudahlah biarkan dia membantunya, kasihan juga dia sudah kacau seperti itu." sambung Rey.



Andini yang melihat ada tangan yang sedang mengulurkan tangan kepadanya langsung melihat ke atas lalu terkejut melihat laki-laki yang membuat hidupnya hancur sedang mengulurkan tangan kepadanya.



"Bangunlah Andini, ikutlah denganku." ucap Ken sambil tersenyum.



Andini semakin kesal dengan senyum yang di tunjukkan oleh Ken, dia langsung menepis tangan Ken dan berdiri sendiri.



"Ga usah sok baik!" ketus Andini.



"Hei! Siapa kamu? Apa kamu kekasih wanita itu? Kamu memiliki banyak uang kan? Berikan kepadaku!" Ucap laki-laki tersebut.



"Iya saya kekasihnya, saya akan membawanya pulang kerumah saya." ucap Ken dengan lantang.



"Bukan! Dia bukan siapa-siapaku ayah, Andini tidak akan meninggalkan ayah jadi jangan usir Andini." Ucap Andini.



"Pergilah kamu dengan laki-laki itu! Aku sudah tidak mampu untuk membiayai kebutuhanmu!" ucap ayah Andini lalu menutup pintu rumah dengan kencang.



Andini menatap tajam ke arah Ken, dia benci dengan laki-laki yang ada di hadapannya.



"Kamu! Untuk apa kamu dan saudaramu kemari?! Kalian mau menyuruhku tutup mulut bukan? Aku akan tutup mulut jadi pulanglah!" Ucap Andini sambil merapihkan barang-barangnya yang keluar dari dalam tasnya.



"Tidak Andini! Aku ingin bertanggung jawab kepadamu." ucap Ken.



"Bertanggung jawab yang seperti apa? memberikanku uang banyak untuk menutup mulutku? Aku tidak membutuhkan uang keluargamu, aku bisa bekerja untuk mencari uang sendiri." ketus Andini.



Melihat Andini yang seperti itu membuat Ken merasa benar-benar bersalah karena sudah menghancurkan masa depannya.



Ken segera berlutut di hadapan Andini hingga membuat Andini, Key dan Rey terkejut melihat apa yang dilakukan Ken.



"Apa-apaan kamu! Bangun!" Ucap Andini.



"Aku minta maaf Andini, aku minta maaf karena sudah menodaimu dan membuat masa depanmu hancur maaf." Ucap Ken.



"Aku bilang bangun!" Ucap Andini.



"Ikutlah kerumahku, papi dan mamiku ingin bertemu denganmu." Ucap Ken.



"Aku tidak mau! Aku tidak sudi masuk ke dalam rumah keluarga yang sudah menghancurkan keluargaku." Tegas Andini.



"Kenapa kamu sangat membenci keluargaku?" Tanya Key yang sedang berjalan menghampiri Andini.



"Keluarga kalian sudah membuat keluargaku hancur! Ayahku dulu bukan orang yang kasar seperti ini sebelum perusahaan papi kalian memecat ayahku!" ucap Andini.



Tiba-tiba saja Key ikut berlutut di sebelah Ken membuat yang lain terkejut.




"Kenapa kamu juga ikut berlutu!?"



"Karena keluargaku tidak pernah membenarkan hal yang salah walaupun anaknya sendiri yang melakukan hal itu, Ken salah dan dia di suruh bertanggung jawab atas dirimu, aku hanya membantunya untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat." jelas Key.



"Kenapa kamu membantunya? Bukankah kalian memiliki banyak perusahaan dan kekayaan yang bisa kalian gunakan untuk membayar orang untuk membunuhku atau menutup mulutku?" Tanya Andini dengan ketus.



"Segitunya ya kamu menilai keluargaku! Jangan pernah menilai sesuatu hanya karena kamu merasa sengsara!" ketus Key.



"Kamu fikir aku mau seperti ini? Aku hanya tidak ingin memiliki saudara yang tidak bertanggung jawab!" Lanjut Key.



"Ayo kita pulang Ken! Untuk apa kamu memohon kepada orang yang menilai keluarga kita seperti itu!" Ajak Key sambil menarik lengan Ken.



"Tidak Key, aku akan tetap di sini sampai dia mau ikut ke rumah kita." Ucap Ken.



"Kalau memang kamu membenci keluargaku aku siap keluar dari rumah itu dan menikahimu." Ucap Ken hingga membuat semuanya terkejut.



"Apa!? Kenzo! Apa yang kamu bicarakan!!" Teriak Key dan Rey secara bersamaan.



"Aku serius, aku akan mengikuti semua keinginanmu asalkan kamu mau memaafkanku." Ucap Ken dengan wajah yang serius.



"Kamu ini sudah gila ya?" ucap Andini.



"Iya aku gila, kamu tau kalau ini adalah pertama kalinya aku membuat kedua orang tuaku kecewa, ini adalah pertama kalinya aku membuat mamiku menangis karena malu dengan kelakuanku." ucap Ken.



"Setidaknya ikutlah dengan kami untuk menghargai Ken yang sudah mengesampingkan harga dirinya untuk berlutut di hadapanmu!" Ucap Rey yang dari tadi hanya mendengarkan.



Andini melihat semua orang benar-benar sangat tulus meminta maaf kepadanya.



"Aku sudah memaafkanmu jadi pulanglah, aku tidak akan ikut dengan kalian." ucap Andini yang mencoba untuk melapangkan hatinya.



"Kenapa tidak ikut? Bagaimana denganmu? Dimana kamu akan tinggal nanti? Kamu sudah diusir oleh ayahmu." Ucap Ken.



"Aku bisa memohon kepada ayahku, sudahlah kalian pulang saja." Ucap Andini.



"Ikutlah Andini, kamu bisa menginap di rumah kami dulu." Ucap Key.



"Tidak terimakasih."



"Baiklah kalau begitu, kami akan mencarikan tempat untukmu beristirahat malam ini, kamu bisa tidur di sana dan kembali lagi ke rumah besok." ucap Ken.



Setelah berfikir panjang akhirnya Andini mau ikut dengan mereka dan meminta mereka mencarikan tempat untuknya beristirahat.



Rey dan Key duduk di depan sedangkan Ken dan Andini duduk di kursi belakang hingga membuat suasana menjadi canggung.



Ken melirik dan melihat kondisi Andini yang sudah tidak karuan, dia mengambil jaketnya yang digantung di sandaran kursi dan memberikannya kepada Andini.



"Pakailah agar tidak ada yang melihat kamu yang sedang kacau seperti itu " Ucap Ken sambil memberikan jaketnya kepada Andini.



"Aku tidak perlu ini!" ketus Andini sambil menepis tangan Ken yang memberikannya jaket.



Ken kesal karena ke angkuhan Andini, dia langsung memakaikan jaketnya ke punggung Andini.



"Kalau ada orang yang berniat baik itu jangan pernah menolaknya, ga sopan!" Ucap Ken



Akhirnya mau tidak mau Andini mengalah dan memakai jaket pemberian Ken.



Sedangkan Key dan Rey yang berada di kursi depan hanya terdiam dan saling melirik satu sama lain melihat interaksi orang yang ada di belakang mereka.



"Mereka sedang melakukan pendekatan bukan?" Bisik Rey kepada Key yang masih bisa di dengar oleh Ken



"Sepertinya begitu." Balas Key.



"Aku bisa mendengar ucapan kalian!" ketus Ken.



Mendengar ucapan Ken membuat Key dan Rey menahan tawa.