
Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dlm hidupnya dan tetap bersyukur.
“Sebenarnya ada apa? Apa yang di lakukan oleh adikku Bernard?” tanya Kenan kembali.
“Dia awalnya ingin meminta polisi untuk memindahkan Dina kembali ke Indonesia dan berangkan bersama dengan kita semua.” Jelas Bernard.
Semua orang yang berada di sana langsung menatap tajam ke arah Key karena kesal dengan kelakuan Key yang bertindak semaunya sendiri.
“Key? Kamu beneran ngelakuin hal itu?” tanya mami Khansa.
“Mi, semua keluarganya ada di Indonesia jadi Key berfikir jika kita memindahkannya ke Indonesia dia tidak akan kesepian.” Ucap Key.
“Kamu salah Key! Aku tau maksudmu baik, tapi kita juga harus memilih dengan orang yang bagaimana yang harus kita baiki! Dia adalah orang yang sudah membahayakanmu Key! Bahkan dia yang memberikanmu obat perangsang itu! Kalau kamu bertemu dengan laki-laki lain dan bukan Bernard, aku yakin saat ini hidupmu sudah hancur!” bentak Kenan yang akhirnya keceplosan menyebutkan tentang obat perangsang.
“Abang!” teriak Key sambil membuka lebar kedua matanya.
Kenan yang sadar kalau dirinya sudah keceplosan berbicara hanya bisa melebarkan matanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Papi Kalandra, mami Khansa dan semua orang yang tidak mengetahui hal itu terkejut mendengar ucapan Kenan dan langsung menghampiri Key dengan wajah yang sudah mulai kesal.
“Apakah yang di katakana abangmu benar Keyla!?” tanya papi Kalandra.
“Pi..” ucap Key dengan gugup.
Papi Kalandra yang melihat putri kesayangannya itu berbicara dengan nada yang gugup langsung memegang kedua bahu Key dengan sangat kencang.
“Jadi apa yang sudah di katakana abangmu benar!? Dia berani-beraninya memberikanmu obat perangsang di minumanmu!? Sial, seharusnya aku tidak membiarkannya masuk ke dalam penjara!” bentak papi Kalandra dengan amarah yang benar-benar tidak bisa di bendung lagi.
“Mas, tenanglah jangan membuat anak-anak takut.” ucap mami Khansa sambil menyentuh pundak suaminya agar emosinya sedikit mereda.
“Diamlah! Aku tidak akan pernah terima jika anakku di perlakukan seperti itu! Apa kamu terima Key di perlakukan seperti itu!?” tanya papi Kalandra.
“T,,tentu saja tidak mas! Ibu macam apa yang terima jika anak perempuannya di perlakukan seperti itu!” tegas mami Khansa.
“Keluarkan wanita itu dari penjara dan bawa dia kemari!” tegas papi Kalandra.
“Papi! Jangan pi Key mohon, Key sudah baik-baik saja sekarang dan tidak ada yang terjadi kepada Key.” Ucap Key mencoba untuk meyakinkan papinya.
“Iya sekarang tidak ada yang terjadi kepadamu karena kamu bertemu dengan Bernard! Tapi papi tidak tau bagaimana jadinya jika kamu bertemu dengan laki-laki bajingan!” ketus papi Kalandra.
“Dan kau Bernard! Setelah ini kita harus berbicara!” lanjut papi Kalandra sambil menunjuk ke arah Bernard.
Di tengah-tengah ketegangan itu, Belinda dan kedua orang tuanya datang ke apartment keluarga Kalandra. Belinda dan orang tuanya bingung melihat ketegangan yang ada di dalam apartment.
“Ada apa ini?” tanya Belinda yang baru saja masuk dan menghampiri mereka semua.
“Kak Belinda..” rengek Key sambil menghampiri Belinda dan memeluknya.
“Ada apa Key? Kenapa semuanya berwajah seperti itu?” tanya Belinda.
“Abang Kenan jahat kak..” ucap Key.
“Jahat? Jahat kenapa Key?” tanya Belinda yang semakin penasaran.
“Dia memberitahu papi tentang obat perangsang itu kak.” Ucap Key yang membuat Belinda terkejut.
“Apa!? Bagaimana bisa?” tanya Belinda sambil melihat ke arah Kenan.
“Kenapa kamu melakukan hal itu Key? Aku tau kamu ini anak yang baik tapi sesekali kita harus egois dan memikirkan diri kita sendiri jika memang itu yang terbaik.” Ucap Belinda.
“Maaf kak, aku hanya kasihan sama Dina, aku membayangkan jika diriku yang berada di posisinya pasti akan sangat kesepian.” Ucap Key.
“Key, jika dia di hukum, dia merasa kesepian ya biarkan saja. Itu adalah hukuman untuknya karena sudah memilih jalan yang salah sampai rela menyelakai orang lain untuk kepentingannya sendiri.” Ucap Belinda.
“Dengarkan aku, kita memang boleh berniat baik kepada seseorang tapi kita tidak boleh berbaik hati dengan penjahat yang sudah berniat untuk membuat hidup kita hancur Key. Memasukkan obat perangsan itu benar-benar suatu kejahatan yang sudah keterlaluan Key, apalagi di lakukan dengan gadis yang masih seusiamu.” Jelas Belinda.
“Iya kak maafkan aku.” Ucap Key.
“Jangan meminta maaf kepadaku, minta maaf lah kepada kedua orang tuamu dan abangmu yang benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu selama ini.” ucap Belinda dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Mendengar ucapan Belinda, Key langsung berbalik dan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berdiri melihat dirinya.
“Papi, mami maafkan Key karena Key melakukan tindakan yang membuat kalian berdua menjadi khawatir, maaf karena Key sudah melakukan tindakan tanpa berbicara kepada papi dan mami lebih dulu.” Ucap Key sambil menundukkan kepalanya.
“Key, selama ini papi dan mami mendidikmu untuk menjadi wanita yang tangguh dan baik hati tapi bukan berarti kamu bisa melakukan hal sesuka hatimu saja.” Ucap mami Khansa.
“Iya mi, maafkan Key karena sudah bertindak sesuka hati.” Ucap Key.
Papi Kalandra hanya diam tanpa berkata apapun, dia tidak merespon apapun yang di bicarakan oleh anak perempuannya itu.
“Pi, apa papi tidak mau mengatakan apapun kepada Key?” tanya Key yang mendekat ke arah papinya.
“Papi, tolonglah Key akan lebih menerima kalau papi memarahi Key atau memukul Key dari pada papi diam seperti ini.” lanjut Key.
“Papi hanya ingin mengucapkan satu hal kepadamu Key, hari ini adalah pertama kalinya kamu mengecewakan papi!” tegas papi Kalandra yang langsung meninggalkan Key dan keluarganya yang lain yang ada di lobby.
Semua orang terkejut mendengar ucapan papi Kalandra, karena selama ini papi Kalandra sangat menyayangi Key dan selalu bangga dengan apa yang di lakukan oleh Key, namun untuk pertama kalinya papi Kalandra kecewa dengan anak perempuannya terlebih lagi papi Kalandra sendiri lah yang mengucapkan kata-kata itu.
Key yang mendengar papinya berbicara seperti itu langsung menjatuhkan lututnya ke lantai dan menangis sejadi-jadinya karena dirinya sudah membuat orang yang paling menyayanginya kecewa dengan sikapnya.
Mami Khansa tau kalau ucapan papi Kalandra membuat Key sangat sakit hati karena selama ini Key tidak pernah di marahi oleh papinya.
“Key, sudahlah lebih baik kamu tenangkan diri kamu di dalam apartmentmu, mami yakin kalau sebentar lagi papi akan memaafkanmu.” Ucap mami Khansa sambil berjongkok memegang bahu anak perempuannya.
“Hikkss, mami Key tidak yakin kalau papi akan memaafkan Key secepat itu, ini adalah pertama kalinya papi bilang kalau dia kecewa kepadaku hikss..” ucap Key dengan tangis yang tersedu-sedu.
“Lana dan Elsa ingin menghampiri Key, namun kedua orang tua mereka menahan mereka karena mereka harus membiarkan Key menyendiri lebih dulu.
“Jangan sekarang sayang, mama tau betul kalau Key membutuhkan waktu untuk menyendiri.” Ucap mama Rose kepada Elsa.
“Ma, apakah papi Kalandra akan menghukum kak Key saat kita tiba di Indonesia nanti?” tanya Elsa.
“Tidak usah memikirkan hal itu sayang, papi Kalandra sangat menyayangi Key jadi papa yakin kalau papi Kalandra akan memaafkan Key seiring berjalannya waktu.” Sambung papa Ryan.
Kenan menghampiri adik perempuannya dan membantunya untuk berdiri dan mengantarnya ke apartmentnya.
“Abang, Key minta maaf hikss..” Ucap Key yang melihat kalau abangnya sedang membantunya untuk berdiri.
“Diamlah, kita akan membicarakan hal ini lain kali. Sekarang kamu harus beristirahat di dalam kamarmu.” Ucap Kenan.
Bernard ingin sekali menghampiri Key dan mengikuti Key dan Kenan ke atas namu Belinda menahan kembarannya itu.
“Jangan sekarang Bernard. Dia butuh waktu untuk merenungkan kesalahannya.” Ucap Belinda.