MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
CALON SEKERTARIS


Perusahaan Kalandra


Kalandra dan Leo baru saja sampai di perusahaan, mereka langsung di sambut oleh karyawan yang ada di sana. Tidak seperti biasanya, Kalandra merasa jika suasanya di lobby kantornya lebih ramai di bandingkan biasanya.


Kalandra tidak memperdulikannya dan tetap mengajak Leo menuju ruangannya.


“Kak, kok rame banget disini? apa emang biasanya serame ini?” tanya Leo


“Tidak, biasanya tidak seramai ini aku juga ga tau kenapa hari ini begitu ramai.”


Sesampainya di depan ruangan Kalandra, ia langsung membuka pintunya dan melihat Edo yang sudah berdiri di ruangannya.


“Do, ada apa ini? mengapa perusahaan seramai ini?” tanya Kalandra kepada Edo.


“Kamu lupa Ndra? Hari ini ada seleksi sekertaris”


“Ha? emang hari ini? kenapa ga bilang kalo hari ini?”


“Emang kenapa harus bilang? Kamu tinggal baca lamaran kerja mereka kok”


“Ya aku tau, tapi aku bisa mengajak istriku kemari untuk membantuku memilih sekrtaris juga” ucap Kalandra.


“Astaga, jadi kamu takut istrimu cemburu kalo salah pilih sekertaris?” ejek Edo.


“Tenang saja, disini kan ada adik iparmu, dia pasti tau sekertaris yang disukai istrimu. Benarkan Leo?” Lanjut Edo sambil melihat ke arah Leo.


Leo yang mendengar ucapan Edo hanya tersenyum pasrah dan bingung dengan apa yang akan dia lakukan.


“Aku harus apa kak?” tanya Leo yang berbisik kepada Kalandra.


“Tenanglah, kamu hanya perlu memilih seseorang yang akan di sukai oleh kakakmu” ucap Kalandra menenangkan adik iparnya yang kebingungan.


Kalandra dan Leo membaca tiap lembar surat lamaran yang ada di mejanya.


“Apa-apaan ini!? apakah wanita ini menghina perusahaanku!?" Tanya Kalandra dengan nada yang meninggi sambil melempar berkas surat lamaran ke lantai.


Leo yang melihat jika kakak iparnya sangat itu merasa penasaran apa yang membuat kakak iparnya merasa semarah itu, ia langsung memungut lembaran surat lamaran yang terjatuh di lantai, di bacanya data diri orang itu dan Leo langsung mengetahui sebab kakak iparnya marah.


“Rose? Dia hanya lulusan SMA, itulah akibatnya kenapa kak Andra sangat marah. Tapi kak Khansa sepertinya akan menyukai wanita ini.” batin Leo.


“Kak, aku tau kakak merasa perusahaan kakak di hina dengan adanya lamaran wanita ini, tapi kalo boleh jujur, kak Khansa malah menyukai wanita sepertinya.” Ujar Leo sambil memegang surat lamaran kerja itu.


“Bagaimana bisa aku memperkerjakan anak lulusan SMA?”


“Lalu kenapa kakak menyuruhku bekerja di perusahaan kakak padahal aku juga baru lulus SMA?” tanya Leo


“Dia memang lulusan SMA kak, tapi siapa tau kemampuannya akan melebihi lulusan universitas ternama” lanjut Leo.


“Benar apa kata Leo, toh nilainya juga memuaskan Ndra. Kita buat keputusan setelah melakukan tes lisan.” Ucap Edo menambahkan perkataan Leo.


Setelah memikirkan beberapa saat, akhirnya Kalandra mengiyakan keputusan Leo dan Edo. Kalandra pasrah karena menurut Leo, Khansa akan menyukai wanita itu.


Tutt..tutt..


Kalandra mencoba menghubungi istrinya untuk membicarakan tentang pemilihan sekertaris yang sedang ia lakukan.


“Halo mas?” ucap Khansa dari sebrang telfon.


“Halo sayang, kamu sedang apa?” tanya Kalandra.


“Tidak ada, aku sedang duduk di halaman belakang. Mas, bagaimana jika kita memelihara kelinci di halaman belakang mas..”


“Ha? kelinci? Siapa yang akan mengurus kelinci-kelinci itu?”


“Aku mas, Kenan juga pasti akan menyukainya.”


“Kita bahas itu nanti dirumah ya sayang, aku ingin membicarakan hal lain.” Ujar Kalandra.


“Ada apa mas?”


“Aku akan menyuruh pak Asep untuk mengantarmu ke perusahaan”


“Untuk apa mas? Apakah ada masalah serius?” tanya Khansa dengan nada khawatir.


“Nanti akan aku jelaskan, bersiaplah dan kemari aku menunggumu sayang.” Kalandra mematikan telfonnya agar Khansa semakin penasaran.


Rumah Kalandra


Setelah Kalandra mematikan telfon secara tiba-tiba, Khansa menjadi merasa khawatir dan dengan segera langsung menuju kamar untuk bersiap ke perusahaan suaminya.


Setelah siap, Khansa langsung turun ke bawah mencari pak Asep. Khansa mencari pak Asep di halaman depan dan meminta tolong untuk mengantarkannya ke perusahaan Kalandra.



“Nyonya, tuan Andra sudah menyuruh saya untuk mengantarkan nyonya Khansa ke perusahaan.” Ucap pak Asep membukakan pintu untuk Khansa dan mempersilahkannya untuk masuk ke dalam mobil.


“Terima kasih pak Asep.” Ucap Khansa kepada pak Asep.


Sesampainya di perusahaan, Khansa langsung di persilahkan untuk ke ruangan Kalandra karena semua orang yang ada di perusahaan itu sudah mengetahui jika Khansa adalah istri dari CEO di perusahaan itu.


“Iya, cantiknya sangat natural”


“Dia juga sangat baik hati, selain cantik wajah dia juga cantik hatinya”


Ucap para karyawan yang saling berbisik melihat kedatangan Khansa di perusahaan itu.


Khansa bingung karena hari ini perusahaan lebih ramai dibandingkan hari biasanya.


“Apa beneran ada masalah serius ya?” batin Khansa sambil tetap melangkah ke arah ruangan suaminya.


Sesampainya di depan ruangan Kalandra, Khansa membuka pintu ruangan suaminya dengan perasaan khawatir.


“Assalamualaikum..” ucap Khansa sambil membuka pintu dengan ragu.


“Waalaikumsalam..” ucap semua orang yang ada disana


Khansa melihat ke arah sekitar tapi sepertinya tidak ada masalah apapun.


“Mas, sebenarnya ada apa ini?” tanya Khansa yang menghampiri suaminya.


“Aku baru ingat hari ini ada seleksi untuk sekertaris pribadiku, dan aku ingin kamu juga ikut untuk mewawancarai para calon sekertaris.” Jelas Kalandra.


“Ha? aku? Kenapa harus aku mas? Aku bahkan tidak mengetahui apa-apa”


“Sudahlah kamu hanya perlu bertanya sesukamu sa” ucap Edo


“Iya kak, kaya kak Andra hanya kakak, kak Edo dan kak Andra yang akan mewawancarai para pelamar” Leo ikut menyauti perkataan Edo.


Khansa hanya pasrah mengiyakan permintaan suaminya itu. Leo mendekati Khansa untuk berbicara dengan kakaknya itu.


“Kak, aku bingung banget disini” ucap Leo berbisik kepada Khansa.


“Bingung kenapa Leo?” tanya Khansa.


“Tadi kak Andra marah-marah karena ada pelamar yang hanya lulusan SMA.”


“Benarkah? Lalu?”


“Ya aku bilang, siapa tau yang lulusan SMA lebih mampu dibandingkan lulusan universitas terkenal.”


“Aku jadi penasaran dengan wanita itu”


“Sepertinya kakak akan menyukainya” ucap Leo.


Khansa hanya diam menatap suaminya yang sedang kebingungan untuk memilih sekertaris, Khansa tau bahwa suaminya takut jika Khansa cemburu, maka dari itu dia tidak ingin salah memilih sekertaris.


Khansa menghampiri suaminya yang sedang bersandar di kursi kerjanya.


“Mas,,” ucap Khansa.


Kalandra terkejut karena panggilan istrinya, ia menoleh dan langsung memegang erat tangan istrinya.


“Tidak usah khawatirkan aku mas, aku ingin kamu memilih sesuai kriteria perusahaanmu.” Khansa berusaha menenangkan suaminya.


Kalandra hanya tersenyum dan mengeratkan genggaman tangannya.


Wawancara di mulai, satu-satu para pelamar memasuki ruangan untuk melakukan wawancara.


Giliran wanita yang membuat Khansa penasaran memasuki ruangan itu. Khansa tersenyum melihat seorang gadis polos yang ada di hadapannya.


Tanpa aba-aba, Khansa langsung bertanya kepada wanita itu.



“Siapa namamu?” tanya Khansa.


“Rose.” Rose hanya berbicara seadanya.


“Bagaimana kamu memiliki keberanian untuk melamar pekerjaan menjadi sekertaris pribadi di perusahaan ini sedangkan kamu baru saja lulus SMA?” tanya Khansa.


Rose memberanikan diri menatap Khansa dan tersenyum.


“Aku hanya mempertaruhkan hidupku kepada nasib, jika memang nasibku bekerja di perusahaan ini aku akan menerimanya. Aku bukanlah dari keluarga kaya, jika bisa memilih tentu saja aku akan memilih untuk kuliah baru bekerja, tapi nasibku tidak seberuntung itu.” Jelasnya.


“Apa yang kau bisa jika kau di terima menjadi sekertaris disini?”


“Aku memang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang pekerjaan ini, tapi aku adalah pekerja keras dan aku akan mempelajari semuanya dengan cepat.” Ucapnya.


Kalandra merasa tidak perlu untuk menanyai apapun lagi kepada wanita itu karena pertanyaan dari istrinya saja sudah cukup untuknya.


Khansa mengucapkan terimakasih dan menyuruh wanita itu keluar ruangan karena wawancara sudah selesai, lalu Khansa menoleh kea rah suaminya.


“Aku menyukai wanita itu.” Ucap Khansa kepada Kalandra tanpa mengeluarkan suara.


Halo para pebaca setia MDHD, terimakasih karena masih setia membaca novel author ya.. insyaAllah author akan melanjutkan novel author yang sempat hiatus judulnya “Mengejar Cinta Tuan Putri” kalau Ada waktu mampir juga ya💙


‘Hayo,, kira-kira Rose bakalan jadi musuh dalam selimut ga ya?? Kira-kira Rose kita jodohin sama Ryan apa Leo ya??’🤔