
Jiwa yg kuat tidak akan melemah jika ia disakiti. Karena ia tahu, setiap kesakitan adalah poses mambangun kekuatan.
“Apakah Key sudah sampai di rumah orang tuaku?” tanya Belinda kepada Kenan.
“Hm, papi bilang dia akan tinggal di rumah orang tuamu karena mamamu sudah menyiapkan kamar untuk mereka.”
“Baguslah, aku khawatir kalau dia tinggal di luar Kenan.”
“Kenapa harus khawatir? Papiku punya apartment di sana dan semua yang ada di sana adalah penjaga yang sudah di percaya oleh papiku.” Ucap Kenan.
“Aku tau tapi kalau mereka mau kemna-mana, bukankah lebih aman jika Bernard dan Jonathan mengantar mereka kemanapun mereka akan pergi?”
“Hm kamu benar, sudahlah tidak usah memikirkan hal itu yang penting mereka sudah sampai dengan selamat di sana.” Ucap Kenan.
“Iya kamu benar. Oh iya hari ini wartawan akan dtang untuk mewawancaraimu.” Ucap Belinda.
“Baiklah, setelah selesai wawancara kita keluar ya.” ajak Kenan.
“Siap bos.” Ucap Belinda yang segera meninggalkan ruangan Kenan.
Kenan bersiap untuk wawancara dengan wartawan yang memang di percaya keluarganya untuk menyebarluaskan informasi mengenai keluarganya.
Tok,,tok,,
“Mereka sudah menunggu tuan Kenan.” ucap Belinda.
“Baik, suruh mereka masuk aku sudah siap.”
Akirnya Belinda menyuruh para wartawan masuk ke dalam ruangan Kenan dan menyiapkan segala persiapan untuk wawancara.
“Sudah siap tuan Kenan?” tanya wartawan.
“Tentu saja, saya sudah siap!” tegas Kenan.
“Oke kita mulai. Silahkan berbicara tuan Kenan.” wartawan mempersilahkan Kenan untuk berbicara menjelaskan semuanya.
“Halo semua, saya Kenan Putra Kalandra CEO perusahaan Kalandra. Hari ini saya ingin memberi kejelasan tentang gossip yang sedang beredar luas di seluruh pemberitaan. Pertama saya ingin menceritakan tentang pertemuan saya dengan seorang gadis polos dan lugu yang saat itu mendaftar pekerjaan di perusahaan ini, saat itu saya jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat gadis itu dan merekomendasikannya untuk menjadi model dan dia berhasil menjadi model yang terkenal di seluruh negeri ini, namun saat saya ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius dia malah lebih mementingkan karirnya dan saat itulah saya mengakhiri hubungan kami bukan karena orang ke 3 atau semacamnya, dan gadis itu adalah Diana.” Jelas Kenan.
“Kenapa anda tidak mau mempublikasikan hubungan anda?” tanya wartawan.
“Saya selalu mau mempublikasikan hubungan itu, saya bahkan mau mengenalkannya kepada orang tua saya tapi dia yang tidak mau jadi saya juga tidak bisa memaksa.” Jawab Kenan.
“Menurut anda, kenapa dia menyebarkan hubungan kalian setelah anda mengakhiri hubungan itu?”
“Entahlah, saya tidak mau membuat alasan yang akan menimbulkan fitnah untuknya. Di sini saya ingin menjelaskan kalau saya sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Diana, dan foto-foto yang tersebar luas itu adalah foto lama dan saya juga masih memiliki detail tanggal foto tersebut di hp saya, nanti saya akan menunjukkan kepada para wartawan.” Ucap Kenan.
“Terimakasih karena sudah mau meluangkan waktu anda untuk di wawancara tuan Kenan.” ucap wartawan.
“Ah satu lagi, saya juga ingin memberitau kepada semuanya kalau saya sudah menemukan orang yang saya cinta, dia adalah orang yang baik, cantik dan memiliki kepribadian yang bagus, dia adalah sahabat saya saat masih di sekolah dasar dan kami di pertemukan kembali setelah 19 tahun lamanya.” Jelas Kalandra lalu berpamitan mengakhiri sesi wawancara.
Belinda yang dari tadi ada di ruangan itu tersenyum senang saat Kenan membicarakan tentang dirinya.
“Sahabat ya? Bukannya dulu aku selalu memohon untuk menjadi temanmu tapi kamu tidak pernah mau?” tanya Belinda.
“Diamlah, aku tidak mungkin membicarakan hal itu bukan?”
Belinda hanya menganggukan kepalanya berkali-kali mengiyakan ucapan Kenan.
“Gimana? Hari ini kita mau ke mana?” tanya Kenan kepada Belinda.
“Terserah kamu saja deh, intinya hari ini aku laper banget.” Rengek Belinda.
Kenan menggenggam tangan kanan Belinda dan mengajaknya turun ke lantai bawah untuk makan siang bersama di luar.
“Tunggu, aku belum berdandan.” Ucap Belinda melepaskan genggaman tangan Kenan.
“Kamu sudah cantik tanpa makeup Bel..”
“Baiklah, silahkan ambil tasmu dan kita segera berangkat. Setelah itu kita mengunjungi mami, dia sekarang tidak memiliki teman berbicara, aku membawamu ke sana untuk menemaninya, mau kan?” tanya Kenan.
“Dengan senang hati! Aku sangat senang dan nyaman berada di dekat mamimu.” Ucap Belinda.
Setelah bersiap, Kenan menggandeng tangan Belinda menuju lift. Namun di dalam lift Belinda melepas genggaman tangan Kenan.
“Kenapa di lepas?” tanya Kenan.
“Aku tidak ingin ada yang melihat Kenan.”
“Memang kenapa? Aku sudah tidak berhubungan dengan Diana.”
“Aku tau tapi aku masih ingin bekerja dengan nyaman di sini oke?”
“Hm terserah kamu saja lah Bel.” Ucap Kenan dengan pasrah.
Setelah sampai di tempat tujuan, Kenan berjalan lebih dulu menaiki tangga karena kebetulan tempat yang mereka tuju ada di lantai 2. Namun Kenan berbalik karena menyadari bahwa Belinda tidak ada di dekatnya.

“Kamu kenapa berhenti Bel?” tanya Kenan.
“Kenan, dulu kamu begitu jauh untuk aku jangkau. Entah kenapa berada di dekatmu membuatku merasa bahwa ini hanya mimpi yang mebuatku tidak ingin terbangun dari tidurku.” Ucap Belinda.
“Bel, mungkin dulu aku terlalu jauh untuk kamu jangkau, dan sekarang akulah yang akan menghampirimu untuk memudahkanmu menjangkauku.” Ucap Kenan yang segera menghampiri Belinda dan memeluk tubuhnya dengan erat lalu mencium kening Belinda.
Belinda yang di perlakukan seperti itu oleh Kenan menjadi gugup, pipinya memerah karena malu, jantungnya berdetak sangat kencang serasa mau meledak.
“Kamu sakit Bel? Kenapa pipimu memerah?” tanya Kenan yang merasa khawatir dengan Belinda.
“Apa? Ih kamu ini! ini karena aku malu bukan karena sakit, dasar tidak peka!” ketus Belinda sambil menutup wajahnya lalu berjalan mendahului Kenan.

Kenan hanya tersenyum melihat tingkah Belinda dan mengikutinya dari belakang, namun tiba-tiba Belinda berbalik hingga membuat Kenan terkejut.
“Kenapa?” tanya Kenan dengan santai.
“Jangan memperlakukanku seperti tadi, aku tidak ingin terjatuh saat aku sudah mulai berharap dan berada di atas!” tegas Belinda.
“Aku tidak akan membiarkanmu terjatuh Belinda, jika aku membiarkanmu terjatuh mami, papi, Key dan Bernard akan membunuhku!”
“Aku tidak sedang bercanda Kenan!” ketus Belinda yang merasa bahwa Kenan selalu saja bercanda dengan ucapannya.
“Aku tidak bercanda! menikahlah denganku!” ucap Kenan yang tiba-tiba saja mengeluarkan kotak kecil yang berisi cincin dari kantong celananya.
Belinda yang tidak menyangka akan kejadian itu hanya bisa membeku tanpa mengucapkan apapun, dia masih tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi saat itu.
“Apa aku sedang bermimpi sekarang? Ah indah sekali mimpi ini.” gumam Belinda yang masih terdengar oleh Kenan.
“Kamu tidak sedang bermimpi Belinda. Will you marry me?” tanya Kenan sekali lagi.
“Pukul aku! Aku yakin aku sedang bermimpi saat ini.” ucap Belinda kembali.
Kenan menghampiri Belinda, mengangkat tangan kanannya untuk menahan kepala bagian belakang Belinda dan menciumnya dengan sangat lembut.
Belinda membulatkan kedua matanya, dia tidak menyangka jika Kenan adalah laki-laki yang akan merebut ciuman pertamanya.
“Stop Kenan!” ucap Belinda sambil sedikit mendorong tubuh Kenan.
“Ada apa?”
“Aku tidak bisa bernafas Kenan!” teriak Belinda yang masing terengah-engah.
Kenan yang melihat ucapan dan raut wajah Belinda sudah bisa menebak jika itu adalah ciuman pertama Belinda yang membuat Kenan menjadi bangga karena memilih wanita yang tepat.