MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PERSALINAN


"Aaaa,,, sakit..." teriak seorang wanita dari dalam kamarnya.


"Ada apa ini?!"


"Perutku! Perutku sakit sekali!" teriaknya lagi.


"Sayang bertahanlah, supir sedang menyiapkan mobil, tarik nafas yang dalam sayang pelan-pelan oke.." ucap seorang laki-laki yang mencoba untuk menenangkannya.


BRUK!! Tiba-tiba saja ada seseorang yang membuka pintu dengan sangat keras.


"Belinda!!" teriak mami Khansa.


Yap wanita yang sedang melawan rasa sakit karena akan melahirkan adalah Belinda.


"Sayang tahan ya tarik nafas buang nafas huu,, huu,, iya pintar.." ucap Kenan yang ikut merasakan sesak nafas seperti yang Belinda rasakan.


"Kenan kamu juga jangan panik dong, yang ada nanti Belinda makin panik dengernya!" ucap mami Khansa sambil memukul pundak anaknya itu.


"Maaf mi, habisnya Kenan bingung.."


"Kamu ini dokter, masa gapernah liat ibu hamil mau lahiran sih!"


"Sudahlah kamu ke bawah aja liat mobilnya udah siap apa belum!" lanjut mami Khansa.


Akhirnya Kenan segera turun ke bawah untuk melihat apakah mobilnya sudah siap atau belum.


Sedangkan mami Khansa di dalam kamar Belinda sedang berusaha untuk menenangkan menantunya itu.


"Sayang, tenang ya anak kamu akan baik-baik saja, kamu coba tarik dan buang nafas pelan-pelan ya sayang, jangan habiskan tenagamu untuk berteriak karena nanti kamu harus memakai tenagamu ini untuk melahirkan anakmu." ucap mami Khansa.


"Huu,, huu,, tapi s-sakit mi, hikss.." Belinda mulai menangis karena rasa mulas yang baru pertama kali dia rasakan.


"Sayang, jangan menangis kamu akan membuat tenagamu semakin habis!" tegas mami Khansa.


Mendengar ucapan mertuanya, akhirnya Belinda berhenti menangis dan mencoba untuk menenangkan dirinya.


Dengan teegesa-gesa Kenan menghampiri mami dan istrinya untuk mengatakan kalau mobilnya sudah siap dan mereka harus segera berangkat.


"Ayo mi, mobil sudah siap, biar Kenan yang gendong Belinda." ucap Kenan yang di balas anggukan oleh mami Khansa.


Dengan segera Kenan menggendong istrinya turun ke bawah dan masuk ke dalam mobilnya di ikuti dengan mami Khansa.


Sejak beberapa hari yang lalu, Kenan memang menyuruh mami Khansa untuk tinggal di rumahnya karena usia kandungan Belinda sudah sudah membesar dan mendekati waktu lahiran.


"Apa kamu sudah menghubungi papimu? Hubungi mereka semua dan saudara-saudaramu!" ucap mami Khansa.


Dengan segera mami Khansa akhirnya menghubungi papi Kalandra dan saudara-saudaranya.


Sesampainya di rumah sakit, para dokter terbaik yang ada di sana yang sudah menunggu kedatangan mereka segera menangani Belinda.


"Dokter Kenan, biarkan kami yang mengurus istri anda, lebih baik anda tunggu di sini." ucap salah satu dokter yang ada di sana.


"Tapi dok."


"Dokter Kenan, anda tau bukan kalau kerabat pasien tidak boleh melihat proses pengobatan."


Akhirnya Kenan mengalah dan menunggu di luar bersama dengan mami Khansa.


"Yang sabar sayang, berdoalah Belinda adalah wanita yang kuat." mami Khansa mencoba untuk menenangkan Kenan yang terlihat khawatir.


"Iya mi, Kenan takut soalnya ini pertama kalinya Belinda melahirkan, Kenan takut Belinda tidak kuat." ucap Kenan.


"Hust! Jangan bicara yang tidak-tidak! Sekarang kita hanya perlu mendoakan Belinda saja." ucap mami Khansa.


"Oh iya Alya bagaimana?" Tanyanya.


"Rey sudah aku suruh menjemput Alya di sekolah dulu mi, soalnya hanya Rey yang paling dekat dengan sekolah Alya." ucap Kenan.


"Baiklah kalau begitu, kita tunggu mereka datang."


Setelah beberapa menit kemudian, semua orang sudah datang satu per satu secara bergantian.


"Bagaimana keadaan Belinda sayang?" Tanya papi Kalandra yang langsung memeluk tubuh istrinya itu.


"Dia sedang di ruangan persalinan mas."


"Kenapa Kenan tidak masuk ke dalam? Bukankah tidak masalah jika suaminya menemani istrinya melahirkan?"


"Mungkin karena Kenan terlihat sangat panik mas, dokter takut kalau hal itu justru membuat Belinda semakin tertekan." ucap mami Khansa yang di balas anggukan oleh suaminya.


"Daddy!!" teriak gadis kecil sambil berlari merentangkan kedua tangannya.


"Alya sayang.." ucap Kenan yang langsung memeluk tubuh putri kecilnya itu.


Selama resmi menjadi bagian dari keluarga besar papi Kalandra, Alya sangat di sayang oleh semua orang, Alya sangat di jaga seperti berlian di rumah itu, Alya diakui sebagai cucu pertama keluarga Kalandra, keluarga Ryan, dan juga keluarga Robert dan kabar itu sudah tersebar di penjuru negeri.


"Bagaimana mommy? Apa mommy baik-baik saja? Apa adik Alya sudah keluar?" Tanya Alya yang terlihat khawatir.


Alya tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik dan menggemaskan, penampilannya sangat berbeda saat Kenan dan Belinda menemukannya, Alya yang sekarang adalah Alya yang selalu ceria dan tersenyum kepada semua orang.


"Sayang, sini sama oma." ucap mami Khansa yang merentangkan kedua lengannya.


Dengan senyum lebarnya Alya segera memeluk tubuh omanya dengan erat.


"Dimana Ken dan Key?" Tanya Kenan kepada Rey.


"Mereka pasti sudah di jalan bang, tau sendiri kan jalanan macet banget."


"Kamu masih jomblo aja?"


"Abang! Kenapa jadi ngomongin jomblo di saat yang menegangkan begini sih!" ketus Rey.


"Justru karena keadaan begini abang ngerjain kamu buat hiburan!"


"Cih! Hiburan buat abang tapi petaka untuk Rey!"


Kenan hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya itu, dia tau betul semenjak Elsa pindah ke Paris Rey selalu saja fokus bekerja.


Dia juga tau kalau ada orang yang mengingatkan tentang hubungan di hadapan Robert, dia akan memaksa Rey untuk berkencan dengan wanita yang sudah dia pilihkan untuk anak laki-lakinya itu.


"Papamu seperti itu karena sayang padamu, dia tidak ingin kamu jomblo sampai tua nanti!"


"Tapi Rey hanya ingin bekerja untuk sekarang abang! Rey ingin menghasilkan uang yang banyak!"


"Percuma uang banyak kalau ga ada yang ngabisin! Makanya cepetan menikah dan punya anak agar uang banyakmu bisa di habiskan oleh mereka!"


Rey hanya menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya, Rey memutuskan untuk meninggalkan abangnya sebelum masalahnya jadi panjang.


Setelah menunggu selama beberapa jam akhirnya mereka semua mendengar suara tangis bayi yang sangat kencang dari dalam ruangan persalinan.


"Alhamdulillah..." teriak semua orang yang ada di luar.


"Selamat bang, abang sudah jadi daddy 2 anak sekarang.." ucap Ken kepada abangnya itu.


"Terimakasih Ken, sebentar lagi kamu juga akan menjadi ayah! Kamu akan merasakan bagaimana suka duka saat istrimu akan melahirkan." ucap Kenan.


Ken hanya tersenyum mendengar ucapan abangnya, dia tidak menjawab apapun lagi karena menurutnya Kenan hanya terlalu berlebihan saja.


"Kalau aku tidak akan seperti abang." batin Ken di dalam hatinya.


Di sisi lain Key sedang berusaha untuk menghubungi Elsa dari tadi, sedangkan Rey yang tau kalau Key sedang menghubungi Elsa langsung berjalan mendekatinya.


"Halo Els!" ucap Key.


"Halo kak, ada apa?" Tanya Elsa dengan santainya.


"Kamu santai sekali! Apa kamu tidak tau kalau kak Belinda hari ini sedang melahirkan?"


"Apa? Aku tidak tau kak!"


"Aku sudah mengirim pesan kepadamu tapi kamu tidak membacanya."


"Maaf kak aku sibuk dan baru saja selesai makanya baru liat hp." jelas Elsa.


"Sesibuk itukah posisi CEO Els?"


"Kak, aku ini baru jadi harus banyak belajar dan membaca berkas-berkas milik papa yang sudah-sudah."


"Aku mau kamu pulang! Apa kamu tidak mau melihat keponakanmu?"


"Tentu saja aku pulang! Aku akan segera memesan tiket penerbangan untuk malam ini dan aku akan langsung pergi ke rumah sakit." ucap Elsa.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu kepulanganmu!" ucap Key yang langsung menutup telfonnya.


"Dan orang lain juga sudah menunggu kepulanganmu." gumam Key sambil menatap ke arah Rey yang dari tadi menguping pembicaraannya dengan Elsa.


Rey yang merasa ketangkap basah langsung terdiam dan memalingkan wajahnya lalu berjalan menghampiri Kenan dan Ken.


Sedangkan Key hanya tersenyum melihat tingkah Rey yang menurutnya sangat menggemaskan.


***


Mohon maaf kemarin Author tidak sempat up bab baru๐Ÿ™


Mommy Belinda, kucing aja di sayang apa lagi kamu..๐Ÿคญ



Daddy Kenan, kucing aja di tidurin apalagi kamu.. Eh! Maksudnya kucing aja di temenin tidur apalagi kamu..๐Ÿ˜‹