MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (CEMBURU)


Untuk mata yang cantik, lihatlah kebaikan orang lain, untuk bibir yang indah, berkatalah dalam kebaikan, untuk ketenangan diri, berjalanlah dengan mengetahui bahwa kamu tidak pernah sendiri.




Keluarga Kalandra, Ryan, Robert sudah berkumpul di bandara, mereka siap untuk berangkat ke Jepang.



“Abang, selamat ya karena abang sudah mau lamaran terus sebentar lagi abang akan segera menikah deh.” Ucap Rey mengucapkan selamat kepada Kenan.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610906264590.jpg)



“Terimakasih,, kamu juga setidaknya lihatlah Elsa dia itu sangat menyukaimu.” Ejek Kenan.



“Apaan sih bang, Elsa itu bawel sama aja kayak Key, pokoknya semua wanita itu bawel dan merepotkan.” Ketus Rey.



Kenan yang mendengar ucapan Rey itu tiba-tiba saja tersenyum karena mengingat perkataannya saat sekolah dasar kepada Belinda, Kenan juga pernah berkata kalau Belinda sangatlah bawel dan dirinya akan berpacaran dengan wanita yang tidak banyak bicara.



“Abang baik-baik saja kan? Kenapa abang jadi senyum-senyum sendiri?” tanya Rey yang heran melihat Kenan tersenyum tiba-tiba.



“Abang baik-baik saja, abang hanya teringat dulu abang pernah bilang kayak gitu sama Belinda, tapi sekarang malah abang jatuh cinta dengan gadis bawel dan merepotkan itu.” Ucap Kenan.



“Hah? Kayaknya aku ga akan sama kayak abang deh.”



“Kenapa? Elsa cantik, baik hati dan sayang keluarga. Kekurangannya hanya cerewet saja kan?”



“Terserah abang aja deh, Rey ga mau bahas makin panjang.” Ucap Rey lalu meninggalkan Kenan dan pergi ke papa dan mamanya.



Kenan melihat Belinda sedang berjalan bersama Elsa tidak jauh dari tempatnya berdiri, awalnya Kenan ingin mengerjai mereka dan mengagetkan mereka berdua, namun tiba-tiba saja Kenan mendengar sesuatu yang membuatnya bersedih.



“Kak, bolehkah Elsa bertanya?” tanya Elsa.



“Tentu saja boleh, ada apa?” tanya Belinda.



“Apa Elsa menyebalkan?” tanya Elsa yang membuat Belinda terkejut.



“Kenapa kamu bicara seperti itu Elsa?”



“Entahlah, Elsa merasa sepertinya semua orang tidak suka berada di dekat Elsa. Sebenernya Elsa iri karena abang lebih sering bersama kak Ken dan kak Key, maksudnya mereka kan kembar mereka setidaknya punya teman, sedangkan Elsa sendirian di rumah, walaupun Elsa berada di rumah papi Kalandra juga perhatian abang selalu ke kak Ken dan kak Key. Kak Rey juga sama, dia selalu mengacuhkan Elsa.” Ucap Elsa dengan wajah sedihnya.



Belinda segera memeluk Elsa dengan erat, dia tidak menyangka jika gadis kecil itu merasa sangat kesepian.



“Tenang saja, sekarang ada kak Belinda bukan? Kakak akan menemani Elsa, lagipula Elsa kan tau kalau abang Kenan selalu sibuk di perusahaan, semuanya menyukai dan menyayangi Elsa hanya saja mereka tidak pernah menunjukkannya.” Belinda berusaha untuk menghibur Elsa.



Di belakang, Kenan yang mendengar ucapan Elsa tadi merasa bersalah akan perlakuannya kepada Elsa, dia memang lebih dekat kepada Ken dan Key.



“*Jadi selama ini di mata Elsa aku lebih menyayangi Key dan Ken di bandingkan dengannya? Aku memang terlalu fokus dengan pekerjaan tanpa ada waktu untuk Elsa*.” Gumam Kenan di dalam hati.



Kenan memutuskan untuk kembali berkumpul dengan orang tuanya sambil menunggu jet pribadinya datang. Kenan sudah tidak sanggup mendengar curhatan Elsa lebih banyak lagi, Kenan merasa sangat bersalah kepada Elsa.



Tidak lama kemudian, papi Kalandra menyuruh semuanya naik ke jet pribadinya dan duduk di tempatnya masing-masing.


Kenan yang seharusnya duduk bersama dengan Belinda, memutuskan untuk duduk di sebelah Elsa dan meminta Rey menemani Belinda.



“Abang!?” ucap Elsa yang terkejut melihat Kenan yang duduk di sebelahnya.



“Hai adik abang.” Sapa Kenan dengan senyuman.



“Abang pasti ada maunya ya nyamperin Elsa?” selidik Elsa dengan tatapan tajamnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610906264582.jpg)



“Yaampun Elsa kamu fikirannya jelek amat sama abang?”



“Ya kan biasanya gitu bang..”



Kenan tersenyum melihat adiknya yang berburuk sangka kepadanya dan mengacak-acak rambut Elsa hingga membuat Elsa merasa ada yang aneh dari abangnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610906264587.jpg)



“Abang ini sebenernya kenapa sih?” tanya Elsa.



“Maafin abang ya..”




“Salah karena tidak pernah ada waktu buat kamu sampe ngebuat kamu ngerasa kalo abang ga perduli sama kamu.” Ucap Kenan.



“Abang…”



“Kenapa?”



“Hiks,, hikss,, abang emang sayang sama Elsa?” tanya Elsa.



“Tentu saja, rasa sayang abang sama kamu, Key, Ken dan Rey semuanya sama Elsa. Abang tidak pernah pilih kasih, hanya saja abang memang tinggal di rumah papi Kalandra lagipula rumah papa lebih jauh dari perusahaan sedangkan pekerjaan abang sangat banyak.” Jelas Kenan.



“Iya bang, Elsa ngerti kok kalo abang sibuk Elsa juga ga mungkin egois menyuruh abang ada waktu buat Elsa.” Ucap Elsa.



“Udah ya jangan ngambek lagi, pokoknya abang tidak pernah pilih kasih kepada siapapun jadi jangan cemburu sama Ken atau Key oke?”



Elsa mengangguk dengan bersemangat menanggapi ucapan abangnya, dia senang karena Kenan ternyata menyayanginya.



“Tunggu! Tapi abang tau dari mana kalau Elsa cemburu?” tanya Elsa dengan tatapan curiga.



“Hehehe, abang tadi ga sengaja denger pembicaraan kamu sama Belinda.” Ucap Kenan sambil memamerkan gigi putihnya.



“Huh dasar, jadi sekarang abang punya keahlian baru ya? menguping pembicaraan orang lain!” ketus Elsa.



“Ya kalo ga sengaja ga dosa kok.” Ucap Kenan sambil mengacak-acak rambut Elsa kembali.



Di sisi lain, Belinda yang melihat interaksi antara Kenan dan Elsa pun tersenyum bahagia karena kakak beradik itu akhirnya bisa tertawa bersama kembali.



“Kak Belinda kayaknya ketularan abang ya ketawa-ketawa sendiri.” Celetuk Rey tiba-tiba.



“Ha? maksud kamu apa Rey?” tanya Belinda yang tidak mengerti ucapan Rey.



“Iya tadi abang juga senyum-senyum sendiri, sekarang kak Belinda juga senyum-senyum sendiri, ngeliatin apaan sih?” tanya Rey.



“Lihatlah, Kenan dan Elsa sedang tertawa bersama itulah yang membuat aku tersenyum.” Jelas Belinda sambil menunjuk ke arah Kenan dan Elsa.



“Lalu, memangnya apa yang aneh jika abang tertawa bersama adiknya?” tanya Rey yang tidak paham.



“Huh, kamu diam saja jika tidak mengerti apapun.” Ketus Belinda.



“Oh iya, Rey bisakah kamu sedikit lebih baik kepada Elsa?” lanjut Belinda.



“Memangnya selama ini aku tidak baik?”



“Selama ini kan kamu selalu ketus padanya, awas nanti kamu suka sama dia loh.”



“Ih apaan sih kak, sama aja doanya sama abang.” Ucap Rey sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.



Belinda tersenyum melihat reaksi Rey yang sedang cemberut itu.



Setelah melewati beberapa jam penerbangan, seluruh keluarga dan kerabat Kalandra sudah sampai di Jepang, mereka semua pergi ke apartment pribadi Kalandra terlebih dahulu untuk menaruh barang-barang yang mereka bawa, lalu mereka segera bersiap ke rumah Belinda.



“Belinda sayang, apa kamu sudah mengabari kedua orang tuamu?” tanya mami Khansa kepada Belinda.



“YaAllah mami, Belinda lupa kalau belum mengabari mereka.” Ucap Belinda dengan nada panik.



“Bagaimana ini mami, mereka pasti belum mempersiapkan apapun.” Lanjut Belinda.



“Kamu tenang saja, mami sudah menghubungi Key kemarin jadi mami yakin kalau dia sudah memberitau orang tua kamu.” Ucap mami Khansa.



“Kamu kok bisa lupa ngabarin orang tua kamu Bel?” tanya Kenan yang mendengar pembicaraan antara Belinda dan maminya.



“Iya aku lupa karena terlalu serius mempersiapkan diriku sendiri, terlebih lagi kita masih sibuk bekerja, jadi mana sempat aku mengabari mereka.” Ucap Belinda.



“Sudah sudah, sekarang Kenan lebih baik kamu cepat kabari adikmu dan tanya apakah dia sudah memberitau kepada orang tua Belinda.” Perintah mami Khansa.



“Baiklah mi, Kenan akan menghubungi Key.” Ucap Kenan lalu segera mengambil hpnya dan menghubungi Key untuk bertanya.



Semua keluarga memutuskan untuk beristirahat beberapa jam sebelum pergi ke rumah Belinda, karena mereka juga sedang menunggu kedatangan keluarga Leo, Anita, Ken dan yang lainnya.