
Kita memang tidak selalu mendapatkan apa yg kita inginkan, namun percayalah, Tuhan memberikan apa yg kita butuhkan.
Kenan keluar dari apartment Key langsung turun ke bawah untuk menanyakan tentang paket misterius itu kepada maminya.
“Mami, Kenan boleh bertanya?” tanya Kenan kepada maminya yang sedang duduk di sofa sambil menikmati teh hangatnya.
“Ada apa sayang?” tanya mami Khansa.
“Apa tadi ada orang yang memerikan paket?” tanya mami Khansa.
“Iya, tadi mami ngambil kiriman paket buat Key.”
“Siapa yang ngirim mi? mami ga lihat orangnya?”
“Engga tuh soalnya orangnya jaketan sama maskeran warna hitam gitu deh, terus juga dia ga bilang itu paket dari siapa, pokoknya mami cuma lihat di paketnya ada tulisan buat Key.” Jelas mami Khansa.
“Oh begitu, baiklah mi terimakasih ya.”
“Memang kenapa kamu bertanya Kenan? apa ada masalah dengan paket itu?” tanya mami Khansa.
“Oh engga kok mi, ga ada yang aneh kok.” Ucap Kenan.
Akhirnya Kenan langsung pergi kembali ke atas menuju apartmentnya untuk menghubungi Bernard dan Belinda.
“Halo Kenan, ada apa?” tanya Belinda dari sebrang telfon.
“Bisakah kita bertemu? Kamu, Bernard, Jonathan, aku, Key dan Lana.” Ucap Kenan.
“Tentu saja kami bisa, apa ada hal yang serius?”
“Ada, sangat serius. Ini berhubungan dengan kejadian di pesta itu.”
“Baiklah, aku juga akan mengajak Harry.”
“Baiklah, kita bertemu di restaurant Harry saja.” ucap Kenan.
“Oke.” Ucap Belinda lalu mematikan telfonnya.
Setelah menghubungi Belinda, Kenan langsung mencari Key dan Lana untuk mengajaknya pergi bersama dengannya.
“Key, Lana ayo ikut ke restaurant Harry.” Ajak Kenan.
“Apa? Ada apa bang?” tanya Lana.
“Kita harus membicarakan hal ini sebelum semakin jauh.”
“Ada Elsa di apartmentku kak, aku akan memberitahunya lebih dulu untuk kembali lagi nanti baru kita pergi oke?” ucap Key yang di balas anggukan oleh Kenan dan Lana.
Key segera menuju apartmentnya dan melihat Elsa yang sedang duduk diam di sofa apartmentnya.
“Els, bisakah kita mengobrol nanti saja? ada hal penting yang harus aku urus bersama Lana dan abang.” Ucap Key.
“Hal penting apa kak? Apa Elsa tidak boleh ikut?” tanya Elsa.
“Jangan Elsa, aku ga mau kalau kamu ikut campur urusan kami, aku takut kalau kamu akan celaka nantinya, jadi tolong jangan bilang siapapun termasuk orang tua kita berdua ya. Aku pasti akan memberitahu kepadamu saat waktunya tiba.” Ucap Key yang berusaha untuk menjelaskan kepada Elsa.
“Baiklah kak, aku akan menunggu kak Key siap untuk memberitahuku.”
“Terimakasih karena sudah mau mengerti Elsa. Ayo aku antar ke apartmentmu.” Ucap Key.
“Aku bisa sendiri kak Key.” Protes Elsa.
“Baiklah aku tau kamu bisa sendiri, aku hanya ingin mengantarmu saja emang tidak boleh?”
“Tentu saja boleh.”
Mendengar jawaban Elsa, Key langsung tersenyum dan mengantar Elsa sampai apartmentnya yang berbeda beberapa pintu saja dari apartment Key.
“Sudahlah kak Key pergilah, hati-hati ya kak dan pastikan untuk kembali ke rumah dengan selamat.”
“Tentu saja, aku akan kembali dengan selamat dan bercerita banyak kepadamu aku janji.” Ucap Key dengan senyum manisnya.
Setelah berjanji kepada Elsa, Key segera turun ke bawah menemui Lana dan abangnya. Mereka bertiga berkumpul untuk segera menuju restaurant Harry.
Harry yang sudah di hubungi oleh sepupunya itu segera menutup restaurantnya dan menyuruh para pelayannya pulang ke rumah mereka masing-masing dengan alasan kalau restaurant miliknya akan di gunakan untuk pertemuan para dokter.
“Sabarlah Bernard, aku yakin semua akan baik-baik saja.” ucap Belinda yang mencoba untuk menenagnkan kembarannya itu.
“Belinda benar, jangan terlalu khawatir.” Ucap Jonathan.
“Itu mereka sudah datang!” ucap Harry yang langsung membukakan pintu untuk Kenan, Key dan Lana.
Bernard yang melihat kehadiran Key langsung menghampirinya dan memeluk tubuh Key dengan sangat erat.
“Om beruang kenapa memelukku?” tanya Key.
“Aku sangat mengkhawatirkanmu Key, apa kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Bernard secara bertui-tubi.
“Tenanglah Bernard, kita bicarakan sambil duduk.” Ucap Kenan.
Akhirnya mereka semua duduk di kursi masing-masing, suasana di meja mereka sangat tegang. Kenan menceritakan kejadian paket yang di terima Key tadi pagi.
Sebenarnya cerita yang di ceritakan oleh Lana dan abangnya tidak sepenuhnya lengkap, ada sesuatu yang diam-diam di sembunyikan oleh Key, Key tidak ingin memberitahu mereka semua karena tidak ingin orang terdekatnya berada dalam bahaya karena dirinya.
**Flashback**
Saat sedang membereskan bangkai burung tersebut, Key melihat ada surat yang terjatuh di kolong sofanya, saat itu kebetulan Lana tidak melihatnya jadi Key mengambil surat itu diam-diam dan membacanya saat Lana sedang lengah.
“Kalau kamu tidak mau keluarga dan sahabatmu dalam bahaya, segera temui aku malam ini di gedung X”
“*Gedung X? bukankah gedung itu adalah gedung yang sudah lama tidak terpakai*?” gumam Key di dalam hatinya lalu memasukkan surat tersebut di dalam saku celananya.
**Flashback End**.
Key melihat wajah abangnya, Bernard, Belinda, Lana, Jonathan dan Harry satu per satu dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"*Bagaimana bisa aku membuat kalian berada di dalam bahaya? aku tau kalian semua sangat menyayangiku, tapi aku juga sangat menyayangi kalian jadi apapun yang aku lakukan aku mohon jangan marah kepadaku*." gumam Key di dalam hatinya.
“Terimakasih!” ucap Key tiba-tiba.
Semua orang yang berada di sana langsung melihat ke arah Key secara bersamaan dengan tatapan yang aneh.
“Terimakasih untuk apa Key?” tanya Bernard.
“Terimakasih untuk abang Kenan karena sudah menjadi abang yang baik buat Key, terimakasih untuk Lana karena selalu menjadi sahabt baikku walaupun sering aku marahin.
Terimakasih untuk kak Belinda karena sudah mau menemani abang dan mencintainya tolong jaga dia ya kak hehe, terimakasih untuk kak Jo dan dokter Harry karena sudah mau membantu menyelidiki masalahku ini padahal kalian baru saja mengenalku, dan terimakasih untuk om beruang karena sudah mau menyukai aku yang kadang egois ini. Intinya aku sangat berterimakasih kepada kalian semua.” Ucap Key.
“Kamu kenapa ngomong kayak gitu Key?” tanya Lana.
“Apa ada yang kamu sembunyikan dari abang?” tanya Kenan.
“Key, ingatlah kalau masalahmu adalah masalah kami begitupun sebaliknya, jangan mengucapkan hal-hal yang membuat kita semakin khawatir.” Ucap Belinda.
“Key, kamu adalah adik kami juga jadi kami akan selalu menjagamu.” Ucap Harry yang di susul anggukan oleh Jonathan.
Key tersenyum mendengar ucapan Harry, sedangkan Bernard hanya diam menatap Key dengan perasaan yang tidak enak.
“*Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Key, sebenarnya apa*?” gumam Bernard di dalam hatinya.
“Bagaimana? Kita harus mulai dari mana?” tanya Kenan hingga membuat Bernard tersadar dari lamunannya.
“Bagaimana kalau kita cek cctv di perta waktu itu dan cari blackbox setiap tamu undangat yang di parkir di dekat pintu masuk agar kita bisa melihat wajah orang tersebut.” Ucap Bernard memberikan ide.
“Bagus, aku akan menyuruh orangku untuk mencari blackbox setiap mobil tamu undangan karena aku sudah memiliki video cctvnya.” Ucap Kenan.
“Baik, aku juga akan menyuruh Jonathan untuk mengawasi orang suruhanmu. Tenanglah Kenan, ukan maksudku meragukan kemampuan orangmu tapi aku hanya meminimalisir kemungkinan terburuk adanya musuh dalam selimut.” Jelas Bernard yang melihat Kenan menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.
“Baiklah, Jo tolong pantau semuanya, aku mau semua harus sesuai dengan rencana kita.” Tegas Kenan.
“Apa yang bisa aku lakukan bang?” tanya Lana.
“Kamu harus berada di dekat Key terus Lan, jangan sampai lengah dan mala mini kamu harus tidur dengannya.” Tegas Kenan.
“Apa? Kenapa Lana harus tidur denganku?” tanya Key dengan nada terkejut.
“Kenapa kamu terkejut Key? Bukankah selama ini kita sering tidur bersama?” tanya Lana yang membuat Key menjadi gugup.
“Kamu benar-benar tidak ada yang di tutup-tutupi kan?” tanya Bernard.
“Tidak om beruang, kamu tenang saja.” ucap Key dengan senyuman di wajahnya.