MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KEJAHILAN NENEK ALISHA


Hidup bukan untuk membalas yang pernah menyakitimu, tapi bagaimana kamu belajar menjadi lebih baik dari yang pernah menyakitimu.



Kalandra dan Khansa sudah berada di rumah sakit dan segera menghampiri Lila di ruangannya. Sesampainya di depan ruangannya Khansa menghampiri Riko yang sedang menunggu di luar ruangan.



“Sa, tuan Andra.” Sapa Riko yang melihat Kalandra dan Khansa baru saja datang.



“Gimana ko? Apa kata dokter?” tanya Khansa.



Riko menggelengkan kepalanya, “Dokter belum keluar sa, aku juga ga tau gimana kondisinya.” Ucap Riko dengan nada lemah.



Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan perawatan dan menghampiri Riko, Kalandra dan Khansa. Para perawat juga keluar dari ruangan dengan mendorong tempat tidur Lila.



“Dok gimana keadaan istri saya?” tanya Riko segera menghampiri dokter tersebut dan melihat Lila yang keluar dari ruangan.



“Istri anda harus segera di operasi karena air ketubannya sudah kering dan saya butuh persetujuan anda sebagai suaminya.” Jelas dokter tersebut.



“Lakukan yang terbaik untuk istri saya dok, saya akan menyetujuinya asalkan istri dan anak saya selamat.” Ucap Riko.



“Tolong selamatkan teman saya ya dok, saya mohon.” Ucap Khansa.



“Nyonya Khansa tenang saja, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan teman anda.” ucap dokter kandungan tersebut, dokter kandungan itu sangat tau jika Khansa dan Lila sangat dekat karena mereka selalu memeriksa kandungan bersama.



Setelah mencoba untuk menenangkan Khansa dan Riko, dokter tersebut segera pergi menuju ruang operasi.



“Tenanglah sayang, aku yakin Allah akan melindungi Lila.” ucap Kalandra sambil memeluk Khansa mencoba untuk menenangkan istrinya itu.



“Iya mas, aku juga yakin dia akan baik-baik saja, Lila kan kuat.” Ucap Khansa.



“Oh iya, aku telfon ibu buat ke rumah bantu mama jaga anak-anak ya mas?” lanjut Khansa.



“Jangan sayang, jarak rumah ibu ke rumah jauh loh. Bukankah Leo sedang wisata bersama teman-teman kuliahnya? Terus ibu mau sama siapa kerumah? Masa iya sama ayah, kasihan ayah akhir-akhir ini sering sakit pinggang sayang.” ucap Kalandra.



“Sebenernya yang anaknya ibu sama ayah itu aku apa kamu sih mas? Jadi kamu yang tau semuanya.” Protes Khansa.



“Tentu saja, aku ini menantu idaman para mertua tau soalnya aku perhatian banget sama mertuaku.” Ucap Kalandra dengan percaya diri.



Khansa hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat suaminya yang sangat percaya diri itu.



Rumah Kalandra


Kenan terbangun dari tidurnya dan segera menuju kamar mandi untuk buang air kecil, setelah keluar dari kamar mandi Kenan melihat meja belajarnya untuk menyiapkan buku-buku dan tugas sekolahnya, namun Kenan terkejut karena tugas sekolah yang sudah ia kerjakan tidak ada di atas meja.


Kenan keluar dan menghampiri kamar mami dan papinya namun tidak ada siapapun, Kenan panik dan menangis ia segera menuju ke kamar kakek dan neneknya untuk bertanya keberadaan orang tuanya.


“Hikss, nenek kakek hikss..” ucap Kenan sambil mengetuk pintu kamar kakek dan neneknya.


Alisha terkejut mendengar suara tangisan Kenan, ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu.


“Hikss nek, papi dan mami menghilang nek semalam papi dan mami ke pesta terus sampe sekarang mereka tidak ada, jangan-jangan mereka di culik bagaimana ini nek? Hikss,, hikss..” ucap Kenan dengan terbata-bata.


‘Pfftt’


Alisha mencoba untuk menahan tawanya dan berencana untuk mengerjai Kenan lebih dulu sebelum memberitahu keberadaan orang tuanya.


“Benarkah sayang? tapi mereka tidak menghubungi nenek, kemana mereka apa benar mereka di culik?” ucap Alisha yang mencoba untuk berpura-pura panik.


“Huaaa,, bagaimana ini nek.. siapa yang akan merawat Kenan dan adek-adek Kenan nanti hikss..” ucap Kenan yang menangis semakin kencang.


“Kan ada nenek dan kakek sayang, biar kami yang mengurus Kenan dan adik-adik Kenan.” ucap Alisha.


“Engga mau, nenek dan kakek sudah tua nanti yang ada malah nyusahin Kenan gara-gara minta di pijitin terus.” Ucap Kenan.


“Yaampun, emang kurang ajar si Andra bisa-bisanya sifat Kenan bisa sama sepertinya. Apa dia tidak tau jika neneknya yang mengurusnya sejak kecil.” Protes Alisha di dalam hatinya.


“Nek, tugas sekolah Kenan juga hilang nek Kenan kan harus ngumpulin nanti di hukum sama guru Kenan.”


“Lah kalo masalah tugas nenek ga tau Kenan, kita telfon mami kamu aja deh ya.” ucap Alisha.


“Hikss, kan mami di culik gimana bisa megang hp nek.”


“Sudahlah Kenan tenang saja oke, nenek akan mengurusnya sekarang Kenan mandi dulu dan bersiap pakai seragamnya ya, seragamnya sudah siap kan?” tanya Alisha kepada cucunya yang masih menangis itu.


“Iya nek, mami selalu menyiapkan seragam untuk Kenan pakai.” Ucap Kenan yang langsung segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap.


Setelah melihat kepergian cucunya, Alisha segera masuk ke kamarnya dan menelfon Khansa untuk bertanya tentang tugas sekolah Kenan.


“Ada apa sih ma? Kenapa Kenan menangis?” tanya Arnold.


“Tidak apa-apa pa, biasalah Kenan itu nyariin maminya.”


“Loh emang Khansa ga ngasih tau Kenan dulu?”


“Ya mana tega Khansa bangunin Kenan, Kenan kan taunya Kalandra sama Khansa pergi dari semalem belum pulang dikirain diculik.” Ucap Alisha sambil terkekeh.


“Loh kamu ga bilang kalo Khansa ke rumah sakit?”


Alisha hanya menggelengkan kepalanya sambil menaruh jari telunjuknya di bibirnya agar suaminya tidak bilang pada Kenan.


Sedangkan Arnold hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang masih kekanak-kanakan itu.


Alisha cepat-cepat menghubungi Khansa sebelum Kenan selesai bersiap dan kembali ke kamarnya.


“Halo ma?” ucap Khansa dari sebrang telfon.


“Halo sa, kamu masih lama disana? Gimana keadaan Lila?” tanya Alisha.


“Lila sedang melahirkan ma, dia harus melahirkan operasi karena air ketubannya sudah hampir kering.” Ucap Khansa.


“Semoga ibu dan bayinya baik-baik saja ya sa.”


“Aamiin, oh iya mama menelfon hanya untuk menanyakan kabar Lila?” tanya Khansa.


“Oh iya hampir lupa, kamu naro tugas sekolah Kenan di mana sa?”


“Sudah Khansa masukin ke dalam tasnya Kenan ma, buku yang akan di bawa hari ini juga sudah Khansa masukin ke dalam tas.” Ucap Khansa.


“Baiklah kalau begitu, mama lagi ngerjain Kenan nih dia ngira kamu sama Andra di culik karena dari semalam kalian ga pulang.” Ucap Alisha.


“Loh emang mama ga bilang kalo Khansa sama mas Andra di rumah sakit?” tanya Khansa.


“Engga, mama juga pura-pura ikutan panik. Sudahlah mama matiin dulu ya mama mau main drama lagi sama Kenan.” ucap Alisha yang langsung mematikan telfonnya.


Setelah selesai bersiap, Kenan kembali ke kamar neneknya untuk mengetahui keberadaan maminya.


“Nenek, nenek.” Panggil Kenan.


“Apa sayang? sudah ketemu tugas sekolahnya?” tanya Alisha yang masih berpura-pura.


“Sudah nek, buku dan tugas sekolah Kenan sudah ada di tas Kenan bukannya itu hebat? Padahal mami ga ada loh terus siapa dong yang masukin buku-buku Kenan?” tanya Kenan heran.


“Sudahlah jangan di pikirin, mungkin Kenan semalam lupa kalo sudah masukin buku ke dalam tas.”


“Oh iya nenek, cepeta telfon polisi sekarang biar mereka bisa cepet-cepet nyari papi dan mami.” Ucap Kenan yang kembali mengingat akan hilangnya papi dan maminya.


“Iya nanti nenek telfon polisi, kamu sekarang sarapan dulu ya bi Rini sudah masak buat kamu. Nenek mau lihat adik-adik kamu dulu.” Ucap Alisha.


Akhirnya Kenan menuruti perintah neneknya dan pergi ke bawah untuk sarapan.


“Hihihi maafin nenek ya Kenan, nenek lagi pengen ngerjain orang nih hehehe.” Batin Alisha yang melihat kepergian cucunya sambil terkekeh.