MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (BALAS DENDAM)


Wanita memang tidak sekuat laki-laki, tapi laki-laki tidak akan sekuat itu jika tidak di sempurnakan oleh wanita.




“Ayo kedua kakakku, aku udah laper banget nih mau makan.” Ucap Elsa dengan manja sambil merangkul tangan Ken dan Rey di kanan dan kirinya.



Ken dan Rey hanya tersenyum melihat tingkah Elsa yang sengaja untuk membuat teman-temannya iri dengannya.



“Aku duluan ya guys, kapan-kapan kita keluar bareng ya.” ucap Elsa dengan senyum manisnya lalu mengajak Ken dan Rey untuk cepat berjalan.



Sepanjang jalan menuju kantin, Elsa, Ken dan Rey menjadi pusat perhatian dari para mahasiswa dan mahasiswi di sana.



“Kamu ga bisa apa jalan tanpa pegang-pegang gini? Malu tau di liatin orang!” ketus Rey kepada Elsa.



“Ih kenapa sih kak Rey, aku kan mau nunjukin sama semua orang kalau dua laki-laki tampan tapi dingin ini adalah kakak-kakakku.” Ketus Elsa.



“Kalau Rey adalah kakakmu berarti kamu tidak boleh menyukainya Elsa.” Sambung Ken.



Mendengar ucapan Ken, tiba-tiba saja Elsa melepaskan pegangannya dari tangan Rey dan hanya memegang tangan Ken dengan kedua tangannya.



“Yaudah kalau gitu aku pegangan sama kak Ken aja, kak Rey kan bukan kakak aku.” Ucap Elsa.



Rey menatap tajam ke arah Elsa, dia kesal karena ucapan Elsa yang tidak menganggapnya kakak.



“Hahaha, biasa aja kali ngeliatnya Rey, sini kamu pegangan sama aku aja.” Ejek Ken sambil tertawa melihat ekspresi Rey yang kesal.



“Kak Rey marah ya? mau Elsa pegang lagi?” tanya Elsa sambil merentangkan satu tangannya kepada Rey.



“Ga usah!” ketus Rey yang berjalan sendiri meninggalkan Ken dan Elsa.



Elsa dan Ken hanya saling menatap satu sama lain melihat Rey yang bercalan sendirian karena kesal.



“Sebenarnya salah Elsa apa sih kak Ken? Kayaknya kalo sama kak Rey tuh Elsa salah mulu deh.” Ucap Elsa.



“Kamu ga salah kok Elsa, Rey aja yang sensian.” Ucap Ken dengan senyum manisnya.



“*Dia hanya belum memahami isi hatinya saja*.” gumam Ken di dalam hatinya sambil menatap punggung Rey yang berada di depannya.



Di kantin sekolah, Elsa di perlakukan bak tuan putri oleh Ken dan Rey, mereka berdua membeli makanan dan minuman untuk Elsa, sedangkan Elsa hanya duduk diam di meja kantin.



Melihat Elsa yang di perlakukan istimewa oleh dua pria populer di kampus mereka, membuat para mahasiswi cemburu melihatnya.



“Cih, kenapa tidak dari dulu saja kalian berdua memperlakukanku seperti ini?” tanya Elsa sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.



“Kita kayak gini juga karena mendengar tentang kamu dan teman-temanmu dari Key, dan juga abang Kenan sudah mengijinkan kami untuk menjagamu secara langsung.” Jelas Rey.



“Maaf ya Elsa, aku dan Rey selama ini hanya memperhatikan kamu dari jauh tanpa berinteraksi denganmu, abang menyuruh kami agar tidak terlalu mencolok.” Sambung Ken.



“Sudahlah tidak masalah, aku senang sekali sekarang karena kalian berdua sudah mau berinteraksi kepadaku.” Ucap Elsa dengan semangat.



“Apa aku harus menyuruh kak Key dan kak Lana datang ke sini juga?” tanya Elsa.



“Terserah kamu, coba aja kamu hubungi dia, apa dia ada jam kuliah atau tidak, kalau tidak ada suruh ke kampus kita aja.” Ucap Ken.



Mendengar ucapan Ken akhirnya Elsa langsung mengambil hpnya dan menghubungi Key untuk menanyakan jadwal kuliahnya.



\*\*\*



Di sisi lain, Key sedang berada di toilet sedangkan Lana menunggu di tempat duduk yang berada tidak jauh dari toilet tersebut sambil memainkan hpnya hingga tidak sadar kalau ada seseorang masuk ke dalam toilet.



Key yang sedang berada di dalam toilet mendengar kalau ada beberapa langkah kaki yang masuk ke dalam toilet, dengan hati-hati Key kembali mendengarkan siapa yang masuk ke dalam toilet.



“Aku yakin Key masuk ke sini tadi.” bisik seseorang yang masih bisa di dengar oleh Key dengan samar-samar.



“Benarkah? ayo kita ambil air untuk menyiramnya.” Ucap yang lainnya.




Key naik ke atas closet duduk dengan ember yang terisi air penuh di tangannya, Key siap untuk menyiram para pengganggu itu. Saat Key melihat dari bawah ada kaki di depan pintu toiletnya segera menyiramkan air kepada mereka hingga mereka semua teriak bersamaan.



“Aaaa!!!” teriak para wanita yang berada di luar.



“Ah, sial!” ucap salah satu dari mereka.



Key langsung membuka pintu toiletnya dan pura-pura terkejut melihat para wanita yang ada di hadapannya sudah basah kuyup.



“Yaampun, kalian semua ini kehabisan air di rumah ya sampai mandi di toilet kampus?” tanya Key dengan nada mengejek dan seyum sinisnya.



“Kau! Beraninya kamu menyiramku! Aku adalah anak pemilik kampus ini tau!?” ketus salah satu wanita yang ada di hadapan Key.



“Benarkah? tapi sayangnya kamu lupa kalau aku ini adalah anak Kalandra, papiku adalah donatur terbesar di kampus ini, sepertinya aku bisa menelfon papiku dan menyuruhnya mencabut donasi yang sudah dia sumbangkan ke kampus ini.” jawab Key dengan santai.



Mendengar ucapan Key membuat wanita itu terpaku karena mengingat kalau Key adalah anak tuan Kalandra yang juga donator terbesar di kampusnya.



“Arrgghh!!” teriak wanita itu karena frustasi lalu pergi meninggalkan Key bersama teman-temannya yang lain.



Lana yang melihat ada beberapa wanita yang keluar dari toilet dengan tubuh yang sudah basah kuyup langsung berjalan menuju toilet untuk melihat keadaan Key.



“Key, are you okay?” tanya Lana yang baru saja masuk ke dalam toilet.



“I’m okay Lan, sepertinya kamu harusnya memberi pertanyaan itu kepada mereka.” Ucap Key.



“Wah, jadi Key sudah menunjukkan tanduk dan taringnya sekarang?” ucap Lana dengan nada mengejek.



“Kan aku sudah bilang, sekarang aku tidak akan menahan diri lagi.” Ucap Key dengan senyum sinisnya.



Drtt,, drrtt..



Di tengah-tengah obrolan mereka, hp Key yang ada di kantong celananya berbunyi, Key segera mengambil hpnya dan mengangkat telfonnya.



“Halo.” Ucap Key.



“Halo kak.” Jawab Elsa dar sebrang telfon.



“Elsa? Ada apa?” tanya Key.



“Apakah kak Key dan kak Lana ada jam kuliah sebentar lagi?” tanya Elsa.



“Jam kuliah? Em,, sepertinya tidak ada, emangnya kenapa?” tanya Key.



“Ayo makan di kampusku, aku lagi makan bersama kak Key dan kak Rey juga nih.” Ucap Elsa.



“Ken dan Rey? Baiklah, aku dan Lana akan ke sana, aku juga bosan sekali.” ucap Key yang langsung mematikan telfonnya.



“Ada apa?” tanya Lana kepada Key.



“Elsa mengajak kita ke kampusnya, Ken dan Rey juga sedang bersamanya.” Jelas Key.



“Kita kesana naik apa Key?” tanya Lana.



“Loh, kamu ga bawa mobil?” tanya Key yang di balas gelengan kepala oleh Lana.



“Aish, dasar. Baiklah aku akan memesan taxi saja, pulangnya aku akan membawa mobil Ken.” Ucap Key yang di setujui oleh Lana.



Akhirnya Key dan Lana pergi menuju kampus Elsa menggunakan taxi. Sesampainya di kampus Elsa, seperti biasa para mahasiswa yang ada di sana terpukau akan kecantikan dan keanggunan Key dan Lana, terlebih lagi semua orang sudah mengenal Key sebagai putri semata wayang tuan Kalandra.



“Key, lihatlah sekarang kamu sudah jadi artis.” Ejek Lana.



“Kamu sudah dua kali bilang seperti itu Lana, kalau sekali lagi kamu bilang seperti itu lagi aku akan melemparmu ke sungai antah berantah!” ketus Key.



Mendengar ucapan Key, Lana langsung bergidik ngeri karena membayangkan jika dirinya di lempar di sungai antah berantah.