MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
DIREKTUR UTAMA


Sahabat sejati memberikan waktu disaat tawa hadir, dan merangkul dirimu dikala air mata mengalir.



“Maaf kak, tapi Rein tidak bisa menerima uang sebanyak ini..” ucap Rein yang sedang memegang amplop berisi uang yang baru saja di berikan oleh Khansa.



“Kamu harus menerimanya Rein. Gunakan uang itu untuk memeriksa keadaan ibumu.”



“Tapi kak, ini terlalu banyak.”



“Jika terlalu banyak ya sisanya bisa kamu belikan kebutuhanmu dan ibumu.” Ucap Khansa.



Mendengar ucapan Khansa membuat Rein menangis sesegukan dan membuat Khansa terkejut karena Rein menangis.



“Rein? Kenapa kamu menangis? Apa aku menyinggungmu?” tanya Khansa panik lalu di balas gelengan kepala oleh Rein.



“Hikss,, tidak kak. Aku sangat bersyukur bertemu dengan orang baik seperti kak sasa dan keluarga.” Ucap Rein.



Ditengah-tengah tangisan Rein, tiba-tiba saja ada orang yang masuk ke dalam rumah dan membuyarkan tangisan Rein.



“Assalamualaikum..” ucap Ryan, Rose, Edo dan Anita secara bersamaan.



“Waalaikumsalam..” ucap Khansa dan Rein.



“Yaampun Rein!” teriak Rose yang baru saja melihat sosok adiknya sedang duduk di rumah Kalandra.



“Kakak!?” ucap Rein terkejut.



Rose dengan segera menghampiri Rein dan menjewer telinga Rein dengan sangat keras hingga Rein merintih kesakitan.



“Kamu kemana aja Rein! Kenapa kamu meninggalkan ibu sendirian! Kenapa ga ngabarin kakak? Kamu mau kabur dari masalah, iya!?” ucap Rose dengan tangan kanan yang masih menjewer telinga Rein.



Leo yang baru saja menuruni tangga dan melihat apa yang terjdi segera menghampiri Rose dan menarik tangan Rose dari telinga Rein.



“Lepaskan Rose! Berani sekali kamu menjewer telinga temanku!” bentak Leo kepada Rose.



“Jangan membentak istriku!” bentak Ryan kepada Leo.



“Kak Ryan jangan memarahi adikku!” teriak Khansa.



“Diamlah sa! Adikmu sudah membentak Rose!” bentak Ryan kepada Khansa.



“Berani sekali kamu membentak istriku! Kamu mau perusahaanmu bangkrut!?” bentak Kalandra kepada Ryan.



“Diamlah!!! Kenapa kalian jadi bertengkar seperti ini!?” teriak Rein.



Semua orang terkejut dan terdiam setelah mendengar teriakan Rein dan menatap Rein secara bersamaan.



“M,,maaf aku berteriak, tapi kenapa kalian jadi bertengkar?” tanya Rein kembali dengan nada lembutnya.



“Itu karena kamu, dasar anak nakal! Bisa-bisanya kamu kabur dari rumah dan membiarkan ibu sendirian di sana!” tegas Rose.



“Apa? Jadi dia adikmu Rose?” tanya Leo yang di balas anggukan oleh Rose.




“Kenapa kamu tidak menghubungiku? Aku pasti akan memberimu uang Rein..”



“Ibu tidak mengijinkanku untuk menghubungimu kak, ibu tidak ingin kami membuat bulan madu kalian berantakan.”



“YaAllah,, setelah ini aku dan kak Ryan akan mengantarmu kerumah, kita jemput ibu bersama kita. Kakak juga takut jika ayah akan kasar kepada ibu.” Ucap Rose yang di balas anggukan oleh Ryan.



“Jadi Rein ikut denganmu saja Rose?” tanya Khansa.



“Iya kak, terimakasih banyak yak arena sudah membantu adikku. Kak sasa adalah malaikat bagi keluargaku, dulu aku yang dibantu olehmu, sekarang adikku yang kamu bantu kak, terimakasih banyak hikss..” Ucap Rose kepada Khansa karena Rein sudah menceritakan kejadian di café dan akhirnya bertemu dengan Khansa dan keluarganya.



Khansa memeluk erat tubuh Rose dan mengelus punggung Rose untuk menenangkannya.



“Bukankah aku sudah bilang jika kamu adalah adikku, berarti adikmu juga adikku. Aku akan membantu kalian selagi aku bisa dan mampu.” Ucap Khansa.



"Terimakasih banyak kak Sasa karena sudah mau membantu Rein dan keluarga Rein." ucap Rein yang di balas pelukan oleh Khansa setelah memeluk Rose.



“Sudahlah ayo sekarang kamu dan Ryan segera antar adikmu dan lihat kondisi ibumu Rose, nanti kalian segera menyusul ke perusahaan.” Ucap Kalandra memecahkan suasana.



“Baiklah kak, aku akan membawa adikku, nanti aku akan segera datang ke perusahaan.” Ucap Rose lalu menuntun adiknya untuk berjalan.



Setelah melihat kepergian Ryan dan Rose, Kalandra menyuruh istrinya untuk menyiapkan anak-anaknya dan membawa serta mereka ke perusahaan karena mama dan papa Kalandra juga akan ikut ke perusahaan.



Perusahaan Kalandra


Kalandra dan keluarganya sudah berada di perusahaannya, di sana sudah ada Robert, Hani dan Rey yang sudah menunggu di dalam lobby perusahaan.


“Hai kak Robert, kak Hani..” sapa Khansa yang di balas senyuman oleh Robert dan Hani.


“Hai Ndra,,” sapa Robert sambil menjabat tangan adiknya itu dan mencium keponakannya yang sedang di gendong oleh Kalandra.


“Hai kak, gimana? Sudah siap mengambil alih perusahaan ini?” tanya Kalandra yang hanya di balas senyuman oleh Robert.


“Halo cantiknya aunty,,” sapa Hani sambil mencium kening Key yang sedang berada di gendongan Khansa.


“Di mana mama dan papa sa?” tanya Hani.


“Mama dan papa masih di luar kak, lagi ngurus Kenan biasalah Kenan lagi minta-minta sama kakek dan neneknya..”


“Kayaknya kedepannya mama dan papa akan semakin sibuk ya, cucu cowoknya banyak soalnya hihihi.” Ucap Hani sambil tertawa kecil begitupula dengan Khansa.


“Kalian duduklah di sana, pasti kalian lelah menggendong bayi.” Ucap Robert sambil menunjukkan sofa yang berada di lobby khusus untuk keluarganya.


Akhirnya Kalandra, Khansa dan Hani segera duduk dan menunggu mama Alisha, papa Arnold dan Kenan yang masih berada di luar.


“Mami..” teriak Kenan.


“Sayang jangan teriak-teriak dong, di sini banyak orang..” ucap Khansa sambil mengelus rambut anak sulungnya.


“Iya mami maaf hehe..” ucap Kenan sambil menunjukkan gigi putihnya.


Mama Alisha menghampiri anak dan menantunya di sofa dan mengambil alih Ken dari gendongan Kalandra karena Kalandra harus berada di depan.


“Ehem..” Robert berdiri di podium sambil berdehem untuk menenangkan suasana di lobby.


Semua orang yang berada di sana berhenti berbicara dan melihat ke arah Robert. Papa Arnold dan Kalandra juga berada di sebelah Robert.


“Selamat pagi semuanya,, pertama saya ingin mengucapkan banyak terimakasih karena kalian semua sudah menyempatkan untuk hadir di acara ini. Perkenalkan saya Robert Adibrata, mungkin kalian tidak mengenal siapa saya, saya adalah putra pertama tuan Arnold Adibrata dan kakak dari Kalandra Adibrata.”


“Di sini saya ingin memberitahu pengumuman penting kepada kalian semua, papa saya ingin mengangkat saya sebagai CEO baru perusahaan ini dan saya menerima itu semua, saya akan menjadi CEO perusahaan ini mulai hari ini. Tapi di karenakan papa saya sudah lanjut usia dan beliau ingin menikmati masa tuanya bersama anak dan cucunya, jadi posisi sebagai direktur utama akan saya berikan kepada adik saya Kalandra.” ucap Robert.


Semua orang yang berada di sana bersorak dan bertepuk tangan mendengar pengumuman itu, sedangkan Kalandra terkejut mendengar kabar itu, begitu pun Khansa yang sedang melihat mereka Khansa terkejut karena ia tidak mengetahui apa-apa tentang hal ini.


“Kak.” Ucap Kalandra dengan berbisik.


“Kemarilah Ndra” Robert merangkul pundak Kalandra.


“Saya dan papa sudah sepakat untuk memberikan posisi direktur utama kepada adik saya Kalandra, walaupun perusahaan ini adalah perusahaan yang di siapkan untuk saya, tapi selama ini Kalandra lah yang membuat perusahaan ini menjadi se sukses sekarang ini, saya tidak ingin menjadi orang serakah yang merebut perusahaan yang sudah di besarkan namanya oleh adik saya.” jelas Robert.


Kalandra tersenyum sambil menoleh ke arah kakaknya, ia tidak menyangka bahwa kakaknya akan memberikan posisi tertinggi untuknya di perusahaan itu.


“Terimakasih kak, pa. Andra tidak akan mengecewakan kalian.” Ucap Kalandra sambil memeluk kakak dan papanya secara bergantian.