MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (MEMANG AKU SALAH?)


Terkadang mengalah lebih baik daripada menjelaskan segalanya kepada orang yang tak mau mengerti.




“Baiklah, kalau kamu masih tetap pada pendirianmu untuk membawa wanita itu bawa saja! tapi jangan harap kalau aku dan keluargamu akan ikut bersama kamu! Kamu saja berdua naik private jet dengan wanita itu!” ketus Bernard yang langsung keluar dari mobil berjalan meninggalkan kantor polisi.



Key yang melihat Bernard berjalan menjauh dari mobilnya langsung keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Bernard dan memeluknya dari belakang.



“Maaf, om beruang maafkan Key.” Ucap Key dengan suara yang begetar.



Bernard yang mendapat pelukan dan permintaan maaf dari Key langsung melepaskan pelukannya dan berbalik melihat Key yang sedang menunduk karena merasa bersalah kepada Bernard.



“Sudahlah, kenapa kamu menunduk seperti itu?” tanya Bernard sambil mengangkat dagu Key agar Bernard bisa melihat wajah Key.



“Maaf.” Key kembali mengucapkan kata maaf kepad Bernard.



“Sudahlah, percuma saja kamu meminta maaf kepadaku jika kamu akan tetap pada pendirianmu.” Ucap Bernard.



“Tidak, aku tidak akan membawanya bersama kita aku janji.” Ucap Key sambil menggelengkan kepalanya.



Mendengar ucapan Key, Bernard langsung tersenyum sambil mengelus kepala Key dengan sangat lembut.



“Baiklah kalau begitu, ayo kita bicarakan pada polisi itu kalau kita tidak jadi memindahkan wanita itu. Hanya 6 bulah Key, hanya 6 bulan wanita itu berada di sini jadi kita tidak perlu merasa khawatir kalau dia akan kesepian, buktinya selama ini juga dia sendirian datang ke Jepang dan melakukan hal-hal yang berbahaya, jadi menurutku ini adalah hal yang setimpal untuk menghukumnya.” Jelas Bernard.



“Baiklah om beruang, tapi bolehkah aku bertemu dengannya hari ini?” tanya Key.



“Tentu saja, kalau hanya untuk menjenguknya silahkan saja, tapi aku harus ikut denganmu.” Ucap Bernard yang di balas anggukan oleh Key.



Akhirnya Key dan Bernard masuk kembali ke dalam kantor polisi untuk memberi tau polisi yang tadi berbicara dengan mereka kalau mereka tidak jadi membawa Dina ke Indonesia bersama mereka.



“Jadi kalian akan tetap membiarkan tahanan itu tetap di sini?” tanya polisi tersebut.



“Iya pak, karena se ketat apapun penjagaannya kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya.” Ucap Bernard.



“Baguslah, memang itu adalah pilihan yang tepat. Karena kita tidak bisa memastikan kalau mereka tidak akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.” Ucap polisi tersebut.



Key dan Bernard hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan polisi yang ada di hadapan mereka.



“Pak, apakah saya dan calon suami saya bisa menjenguknya?” tanya Key.



“*Calon suami? Jadi dia sudah mengakui kalau aku adalah calon suaminya*?” gumam Bernard di dalam hatinya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.



“Tentu saja boleh, tapi hanya satu orang saja yang bisa masuk untuk menjenguk tahanan.” Ucap pak polisi.



“Tidak bisakan ada pengecualian untuk kita berdua? Saya tidak tenang kalau meninggalkan mereka berdua di satu ruangan.” Ucap Bernard.



Setelah berfikir beberapa detik akhirnya pak polisi tersebut mengijinkan Key dan Bernard menjenguk Dina secara bersamaan karena mereka juga takut kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.



“Baiklah, silahkan masuk ke dalam saya akan menyuruh penjaga membawa tahanan itu ke dalam ruangan.” Ucap polisi tersebut.



“Terimakasih pak.” Ucap Key dan Bernard secara bersamaan.



Key dan Bernard masuk dan duduk di kursi yang sudah di sediakan di ruangan tersebut, mereka berdua menunggu kedatangan Dina di ruangan tersebut.




“Ada apa kamu kemari Key?” tanya Dina sambil duduk di kursi yang berada di hadapan Key dan Bernard.



“Bagaimana keadaanmu?” tanya Key.



“Ya seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja.” ucap Dina.



“Bagaimana teman-teman satu selmu? Apa mereka baik?”



“Tentu saja mereka menatapku dengan tajam saat pertama kali aku masuk ke sini.” Ucap Dina sambil tertawa canggung.



“Aku akan pulang ke Indonesia nanti malam.” Ucap Key.



Mendengar ucapan Key, Dina menghentikan tawanya dan menatap ke arah Key dengan serius.



“Benarkah? baguslah kalau begitu, kamu bisa kembali kuliah dan menjalani kehidupanmu seperti biasanya.” Ucap Dina.



“Hm, apa kamu mau meminta sesuatu dariku sebelum aku pulang ke Indonesia?” tanya Key.



“Aku, aku hanya meminta kamu untuk menjenguk ibuku sekali-sekali karena dia pasti sangat kesepian merawat kakakku sendirian.” Ucap Dina sambil meneteskan air matanya.



“Kamu tenang saja, papi dan abangku sudah mengurus semua kebutuhan kakak dan ibumu.” Ucap Key.



“Kenapa kamu melakukan aku seperti ini Key? Kenapa kamu tidak marah dan memukulku saja? kenapa kamu malah membuat aku seperti orang yang benar-benar jahat dan merasa bersalah kepadamu.” Ucap Dina.



Mendengar ucapan Dina, Key tersenyum sinis sambil menatap ke arah Dina yang sedang menunduk dan meneteskan air mata.



“Itulah yang aku inginkan Dina, mamiku pernah berkata kalau kita tidak boleh membalas kelakuan musuh kita sama seperti dia memperlakukan kita, kita harus membalas perlakuan jahat mereka dengan kebaikan yang kita miliki dengan tulus agar musuh kita sadar kalau mereka salah sudah mencelakai kita.” Jelas Key.



Bernard yang mendengar ucapan Key langsung menoleh ke arahnya, Bernard tidak menyangka jika ada maksud di balik kebaikan tulus Key kepada Dina.



“M,,maksud kamu?” tanya Dina yang masih tidak mengerti dengan ucapan Key.



“Aku tulus bersikap baik terhadapmu dan keluargamu Dina, tapi itu semua agar kamu selalu mengingat kejadian yang sudah kamu lakukan terhadapku dan itu juga agar kamu bisa merasa bersalah karena sudah melakukan kejahatan itu selama sisa hidupmu. Dan aku harap dengan begitu kamu akan berubah dan tidak akan mencelakai siapapun lagi.” Ucap Key.



“Kamu memang benar-benar anak tuan Kalandra, dulu kakakku pernah bercerita kalau papi kamu dan abangmu adalah pemimpin yang sangat tegas dan di segani oleh semua rekan bisnisnya, tidak ada yang berani mengusik keluarga tuan Kalandra. Dan aku bisa melihat sikap tegas mereka di dalam dirimu, aku bisa mengerti bagaimana hebatnya keluargamu sampai membuat semua orang segan terhadap keluargamu.” Ucap Dina.



“Jangan terlalu memuji keluargaku Dina, semua orang hidup di keluarga yang memiliki kelebihannya masing-masing.” ucap Key.



“Baiklah kalau begitu aku harus kembali ke sel, aku titip ibu dan kakakku. Sekali lagi aku sangat meminta maaf kepadamu dan aku juga sangat berteriakasih kepadamu Key, kamu adalah orang yang sangat baik dan aku menyesal karena sudah membuatmu berada di dalam bahaya.” Ucap Dina yang beranjak dari kursinya.



“Terimakasih karena sudah berani untuk meminta maaf kepadaku Dina aku tau itu adalah hal yang sangat sulit. Dan kamu juga bisa tenang mengenai ibu dan kakakmu, aku akan sering menjenguk mereka kalau ada waktu.” Ucap Key sambil tersenyum ke arah Dina.



“Terimakasih!” ucap Dina lalu membalikkan badannya dan keluar dari ruangan tersebut.



Key dan Bernard yang melihat kepergian Dina langsung ikut keluar dari ruangan tersebut dan memutuskan untuk kembali pulang ke rumah mereka.



“Jadi kamu memiliki maksud saat berbuat baik kepadanya?” tanya Bernard.



“Sebenarnya tidak sih om beruang, aku tulus kok membantu mereka. Aku hanya menyampaikan apa yang pernah mami ajarkan kepadaku saja memangnya salah?” ucap Key sambil menaikkan kedua bahunya.