
Cinta adalah ketika kamu yakin bahwa dirimu telah melupakannya, kamu masih menemukan dirimu peduli padanya.
Hari sudah sangat gelap, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Bernard sudah menelfon Key dan memberitahu kalau dia sudah berada di sebrang jalan menunggu dirinya keluar.
“Elsa, bagaimana keadaan di luar?” tanya Key kepada Elsa yang sedang mengitip ke luar.
“Aman kak, tidak ada siapa-siapa.” Ucap Elsa yang sedang fkus melihat ke arah kirinya.
Tiba-tiba saja dari arah belakang ada Rey yang melihat gerak gerik Elsa yang mencurigakan. Rey langsung mendorong Elsa masuk ke dalam kamar Key hingga membuat semuanya terkejut.
“Kak Rey?” ucap Elsa sambil tergagap.
“Rey?” ucap Key dan Lana secara bersamaan.
Rey melihat penampilan Key dari atas ke bawah yang memakai pakaian serba hitam dan rambut yang di kepang yang membuat Key seperti mata-mata.
“Kamu mau kemana Key? Apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan?” selidik Rey.
Key dan Lana hanya diam dan saling menatap satu sama lain, mereka tidak berani menjawab pertanyaan Rey. Rey yang sudah paham kalau mereka berdua tidak akan menjawab langsung eralih menatap Elsa dengan tatapan serius.
“Apa kamu juga akan diam saja Elsa?” tanya Rey.
“Kak, kak Rey jangan marah dulu aku jadi takut. Kak Rey duduklah dulu di sini oke? Aku akan menjelaskannya pelan-pelan.” Ucap Elsa sambil menuntun Rey duduk di sofa.
“Ada apa?” tanya Rey lagi.
Akhirnya Elsa menjelaskan semua rencana Key kepada Rey, Rey yang mendengar hal itu langsung memulatkan matanya dan menatap ke arah Key dengan tatapan tajam.
“Apa hal sebahaya ini akan kamu lakukan sendiri? Tanpa memberitahuku? Kamu ini menganggap aku apa Key!?” tegas Rey.
“Maaf Rey, aku tidak bermaksud merahasiakannya tapi aku tidak mau semakin banyak orang yang tau akan semakin banyak nyawa yang di taruhkan hanya demi diriku.” Jelas Key.
“Aku tidak perduli Key, kamu adalah saudaraku bukankah kita pernah berjanji kalau kita akan selalu bersama dalam keadaan apapun? Aku akan membantumu, aku akan ikut denganmu.” Ucap Rey.
“Jangan! Kalau sampai ada yang ikut denganku akan membuat keadaan menjadi rumit. Biarkan aku naik mobil sendiri dan kamu akan pergi bersama om beruang bagaimana?” tanya Key yang di balas anggukan oleh Rey.
Setelah semuanya sepakat, Key memeriksa alat penyadapnya berfungsi dengan baik atau tidak. Setelah semuanya aman Key dan Rey segera pergi ke parkiran bawah tanah dan menaiki mobil Key yang sudah lama tidak pernah di pakai olehnya.
“OMG my baby aku sangat merindukanmu huhuhu.. apa kamu akan membantuku melawan penjahat my baby? Semangat!” ucap Key kepada mobil sport malahnya yang berwarna merah muda itu.
“Yaampun Key, bisakah kamu sedikit lebih serius? ini adalah hal yang menegangkan tapi kamu malah menanggapinya dengan sangat santai.” Ucap Rey.
“Oke baiklah aku akan serius Rey, kalau hal menegangkan kamu buat serius yang ada makin tegang tau!” ketus Key.
Akhirnya mereka berhasil keluar dari parkiran bawah tanah dan menemui Bernard yang sudah menunggu di sebrang jalan.
Rey turun dari mobil Key dan langsung menaiki mobil Bernard tanpa bertanya dua kali.
“Hai kak Bernard.” Sapa Rey dengan santai.
“Kamu ikut juga Rey?” tanya Harry yang ada di bangku belakang.
“Kak Harry? Kak Jo? Kalian ikut? Kalau sampai Key tau pasti..” ucapan Rey terputus karena Bernard menyuruhnya diam.
“Diamlah, aku tau kalau Key akan sangat marah mengetahui kalau Harry dan Jonathan ikut, tapi kita butuh kemampuan Harry kalau ada yang terjadi pada Key, dan kita butuh kemampuan Jonathan dalam melihat situasi jadi aku membawa mereka ikut bersamaku.” Jelas Bernard.
Key melajukan mobilnya secara perlahan, Bernard yang melihat Key sudah melajukan mobilnya langsung mengikutinya pelan-pelan namun dia terkejut saat Key melajukan mobilnya dengan sangat kencang sampai Bernard tercengang sedangkan Rey sudah terbiasa melihat aksi Key jika sudah bersama mobilnya.
“Jangan kaget kak Bernard, Key kalau sudah bersama mobil kesayangannya memang akan segila itu, apa lagi sudah lama sekali Key tidak menaiki mobilnya karena di sita sama om Kalandra.” jelas Rey.
“Benar kata Lana kalau Key itu sudah seperti pembalap.” Sambung Jonathan.
“Kamu sudah mengetahui hal ini Jo?” tanya Bernard.
“Iya, aku sudah mengetahui hal ini sejak pertama kali kita berangkat ke Jepang, Lana bilang kalau mobil Key di sita karena Key kecelakaan saat balapan.” Jelas Jonathan.
“Apa!? Balapan? Gadis kecil itu balapan?” tanya Bernard tidak percaya.
“Jangan salah kak, Key itu luarnya saja yang seperti gadis kecil tapi dia itu sangat menyukai hal menantang. Sekarang mungkin dia sedang menyetir sambil memposisikan dirinya sedang bermain film action.” Ucap Rey.
“Jo, coba kamu aktifkan alat penyadap suara yang di berikan oleh Key.” Perintah Bernard.
Jonathan langsung mengaktifkan alat yang di berikan oleh Key dan benar saja, di dalam mobilnya Key sedang berbicara sendiri layaknya sedang syuting film action.
“Hey apa kau gila! Kenapa kau menyetir secepat ini!”
“Hahahahaha, kenapa? Kamu takut? Aku ini adalah Keyla Putri Kalandra, aku adalah ratu balap yang tidak pernah terkalahkan hahahaha.”
Key sedang berbicara seolah-olah dirinya sedang menculik seseorang, semua orang yang berada di mobil Bernard hanya bisa menahan tawanya sedangkan Bernard membulatkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang sedang ia dengarkan.
“*Yaampun, kamu memang memiliki banyak keahlian Keyla*.” Gumam Bernard di dalam hatinya.
Sedangkan di dalam apartment Key, Lana dan Elsa hanya menghela nafas panjang dan saling menatap satu sama lain.
“Kak, apa setiap hari tingkah kak Key seperti ini?” tanya Elsa yang terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Key.
“Ya dia selalu seperti itu kalau sedang menaiki mobil kesayangannya Elsa, kamu harus sabar dan selamat datang di dunia Keyla.” Ucap Lana sambil menepuk punggung Elsa.
“Wah, serius aku sama sekali ga tau kalau ternyata kak Key memiliki imajinasi yang sangat luas ya kak.” Ucap Elsa.
“Hahaha, makanya jangan melihat dia dari luar saja dia itu jutek tapi sebenarnya ada jiwa berani dan kadang seperti anak kecil juga.” Ucap Lana.
“Iya kak Lana benar, mungkin aku saja yang belum terbiasa dengan sikap kak Key. Oh iya apa kabar kak Rey ya? apa dia baik-baik saja?” Ucap Elsa.
“Kamu ini dalam kondisi seperti ini harusnya kamu lebih mengkhawatirkan Key bukannya Rey, Rey itu aman dengan kak Bernard.” Ketus Lana.
“Ya kan aku juga mengkhawatirkan kak Rey tau kak.” Ucap Elsa.
“Apa kamu sesuka itu dengan Rey?” tanya Lana.
“Tentu saja, setiap bertemu dengan kak Rey itu aku seperti merasa kalau jantungku mau lepas kak, terus kalau melihat kak Rey itu rasanya seneng banget kak. Apa kak Lana tidak merasakan apapun kalau melihat kak Jo?” tanya Elsa.
“Apa kamu bilang? Om Jojon? hahaha tidak mungkin aku menyukai om Jojon, aku hanya senang saja menggodanya dan melihat muka kesalnya.” Ucap Lana.
“Itu namanya suka kak, hanya saja cara kita mengutarakannya berbeda.” Ucap Elsa.
“Diamlah! Kamu ini masih kecil masa iya kamu ngajarin aku suka-sukaan, sudah kita harus kembali fokus memantau keadaan Key.” Ketus Lana.
Akhirnya Lana dan Elsa kembali fokus memantau Key yang masih dalam perjalanan menuju gedung yang sudah lama kosong itu.
“*Memalukan! Masa iya aku di ajarin sama bocah*!” gumam Lana di dalam hatinya.