
Berjagalah untuk hal yang terburuk, berharaplah akan hal yang terbaik dan terimalah apapun yang datang.
Setelah beberapa menit, mobil Key sudah sampai di depan gedung X sedangkan Bernard dan yang lainnya memantau Key dari jauh, di depan mobil Key juga sudah di pasang kamera pengawas yang sangat kecil sehingga Key sendiri yang memasangnya pun tidak ingat di mana letak kamera pengawasnya.
“Om beruang, Lana, Elsa, Rey aku sudah ada di depan gedung, kalian semua terus pantau dan jangan sampai ada perkataan yang terlewatkan, aku akan menunjukkan betapa kerennya aku.” Bisik Key seperti orang yang sedang berbicara sendiri.
Di sana sangat gelap hingga Key tidak bisa melihat dengan jelas keadaan yang berada di depannya. Tiba-tiba saja ada beberapa orang yang berpostur tinggi besar menyentuh tangannya dan menariknya.
“Wow.. biasa aja kali om gausah pegang-pegang bisa aku laporin dengan tuduhan pelecehan loh hati-hati! Aku masih punya kaki dan bisa berjalan sendiri!” ketus Key sambil menarik tangannya agar lepas dari cengkraman laki-laki tersebut.
Mendengar ucapan Key akhirnya para laki-laki bertubuh besar itu tidak memegang Key, dia di tuntun untuk berjalan memasuki gedung tersebut, disana ada seorang gadis seusianya yang pernah dia temui di pesta itu.
“Hai Keyla! Apa kamu masih mengingatku?” ucap gadis yang ada di hadapannya dengan senyum sinis yang mengembang di wajahnya.
“Ah, jadi kamu yang sudah meneror dan membuatku meminum obat perangsang?” tanya Key dengan santai.
“Ternyata kamu santai sekali menghadapi keadaan seperti ini!”
“Tentu saja, kenapa aku harus tegang saat berhadapan dengan seorang wanita rendahan sepertimu!” Ucap Key.
“Rendahan katamu!?” bentak gadis itu dengan kaki yang mulai melangkah mendekati Key.
“Kenapa? Apa aku salah? Tentu saja cara yang kamu lakukan untuk menjebakku itu sangat rendahan, apa kamu tidak menyadarinya? Dan hanya wanita rendahan yang akan melakukan hal itu, wanita berkelas tidak akan melakukan hal-hal yang rendah seperti yang kamu lakukan!” ketus Key dengan senyum sinisnya.
\*\*\*
Di dalam mobil, Bernard dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala mendengar keberanian Key yang dengan santainya mengucapkan kata-kata yang memancing emosi musuhnya.
“Sebenarnya dia ini memang berani atau mengentengkan karena ada kau di sini?” tanya Harry kepada Bernard.
“Aku juga tidak tau, tapi kalau dia mengentengkan karena aku di sini berarti dia terlalu memiliki harapan yang terlalu tinggi padaku padahal aku sendiri juga belum tentu bisa melawan mereka semua.” Ucap Bernard.
“Kalian tenang saja, Key sudah sangat terlatih untuk hal ini, karena di masa lalu hal seperti ini pernah terjadi, kata papaku dia dan mamaku pernah menculik abang Kenan karena dulu hubungan antara orang tuaku dan orang tua Key tidak baik, om Kalandra dan om Ryan datang untuk menyelamatkannya dan karena hal itu abang Kenan menderita trauma pada kegelapan dan om Kalandra tertembak di kepalanya. Itulah yang membuat om Kalandra menyuruh anak-anaknya berlatih segala macam bela diri untuk menghadapi situasi seperti ini.” jelas Rey.
“Apa? Apa hal itu benar-benar pernah terjadi?” tanya Bernard tidak percaya.
“Itu benar kak, Key sudah menguasai segala macam bela diri dan sepertinya dari situ juga mereka di ajarkan untuk bersikap dalam menghadapi kejadian seperti ini.” jawab Rey.
“Wah, pacarmu benar-benar hebat Bernard! Kalau ada yang sepertinya satu lagi aku akan mendapatkannya bagaimana pun caranya.” Ucap Harry yang langsung di balas dengan tatapan tajam oleh Bernard.
Setelah bercerita, mereka kembali fokus mendengar Key dan wanita asing itu berbicara.
\*\*\*
“Kamu tau? Kamulah yang rendah karena sudah merusak hubungan orang lain!” ucap gadis itu.
“What!? Are you serious? Tidak ada di dalam kamus Keyla yang namanya merusak hubungan orang lain! Hubungan siapa yang aku rusak ha?!” ketus Key.
“Hubungan kakakku! Kamu sudah merusak hubungan kakaku!” teriak gadis itu.
“Lepas! Apa kamu fikir aku tidak berani dengan kalian semua ha?” ucap Key yang berhasil menepis tangan laki-laki besar itu untuk yang kedua kalinya.
Para laki-laki bertubuh besar itu hanya saling menatap satu sama lain karena mereka bingung siapa Keyla sebenarnya sampai dia berhasil menepis.
“Tenaga gadis kecil ini sangat kuat.” Bisik salah satu laki-laki yang ada di belakang Key.
“Aku Dina! Aku adalah adik Diana mantan kakakmu!” tegas gadis itu.
“Ah, jadi kamu adiknya nenek lampir itu? Kamu dendam karena aku merusak hubungan mereka? Kapan dan bagaimana aku merusak hubungan mereka?!” tanya Key.
“Semenjak kamu datang, kakakmu itu semakin menjauhi kakakku. Kamu selalu menjelek-jelekkan kakakku di depan kakakmu sehingga dia akhirnya meninggalkan kakakku!”
“Apa kamu tau kalau setelah dia putus dari kakakmu dia selalu mendapatkan hujatan dari semua orang dan semua kontrak kerjanya di batalkan dia harus mengganti rugi semuanya, dia tidak bisa menerima itu semua hingga sekarang dia berada di rumah sakit jiwa! Hidupnya sudah hancur karena dirimu Keyla!” teriak Dina.
“Kenapa hal itu menjadi salahku ha!? itu adalah kesalahannya sendiri, dia sendiri yang sudah membuat hidupnya hancur Dina! Apa aku salah jika aku ingin melindungi abangku dari wanita yang hanya mencintai hartanya!? Jika kamu berada di posisiku kamu juga akan melakukan hal yang sama!” ucap Key.
“Diam! Aku tidak perduli dengan kalian semua! Kalian hanyalah orang yang bersenang-senang menggunakan uang orang tua kalian! Jika tanpa mereka kalian juga tidak ada apa-apanya!” ucap Dina.
“Tentu saja! orang tuaku bekerja banting tulang untuk anak-anaknya! Mereka bekerja hanya untuk memberikan anak-anaknya kehidupan yang layak dan uang yang cukup! justru aku kasihan dengan orang tuamu yang memiliki anak sepertimu dan nenek lampir itu! Kalian sama sekali tidak memiliki rasa kasihan kepada kedua orang tua kalian sampai melakukan hal yang akan merugikan kalian sendiri!” bentak Key.
“Apa kamu tidak tau bagaimana jadinya saat orang tuamu tau kelakuanmu ini? apa mereka fikir mereka akan bangga padamu setelah berhasil membalaskan dendam kakakmu!? Tidak! Justru nanti saat kamu tertangkap, mereka justru akan lebih menderita karena harus menebusmu di kantor polisi dan juga membayar semua hutang kakakmu!” bentak Key.
“Diam! Itu semua urusan keluargaku! Apa katamu? Aku akan tertangkap? Hahaha Key, apa kamu tidak lihat kalau di belakangmu ada lima laki-laki bertubuh besar yang siap untuk melindungiku!” ketus Dina.
“Mereka?” tanya Key sambil menunjuk ke arah belakangnya menggunakan ibu jarinya.
“Hahahaha, Dina! kamu tau apa tentang aku? Apa kamu tau kalau papaku selalu menyuruh 15 bodyguard bertubuh lebih besar dari mereka semua untuk menjagaku, tapi aku selalu bisa lolos dari mereka! Karena aku kabur dari mereka? Tidak, aku menghajar semuanya dengan tanganku sendiri!” ucap Key.
\*\*\*
Di dalam apartment Key, Elsa yang mendengarkan ucapan Key langsung melebarkan kedua matanya dan menoleh ke arah Lana.
“Benarkah itu kak Lana? Apa kak Key sekeren itu?” tanya Elsa yang tidak percaya.
“Iya benar, aku adalah saksi di mana Key menghajar semua bodyguard suruhan papinya.” Ucap Lana.
“Wah, kak Key keren sekali aku ingin menjadi sepertinya!” ucap Elsa dengan antusias.
“Ingin menjadi sepertinya? Aku yakin kamu akan menangis sebelum kamu mulai menjalani aktifitasnya.” Ucap Lana sambil tertawa.
Elsa yang mendengar ucapan Lana langsung menatapnya dengan tatapan tajam karena sudah meremehkan dirinya.
\*\*\*
“Hah! Jangan terlalu sombong Key kalau tidak kamu sendiri yang akan merasakan akibatnya!” ketus Key.
“Aku tidak sombong Dina, aku hanya memperingatimu sebelum kamu menyesal!” ketus Key.