MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (APA AKU CEMBURU?)


Wanita ingin dicintai tanpa sebuah alasan, bukan karena mereka cantik atau baik atau pintar, namun karena mereka adalah mereka.




Key yang masih tertidur tiba-tiba terbangun karena ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, Key menoleh ke arah Lana yang masih tertidur lelap saat ada yang mengetuk pintu sekeras itu.



“Bagaimana bisa dia masih tertidur dengan nyenyak setelah mendengar suara ketukan sekencang itu? Dasar kebo!” gumam Key yang segera beranjak dari tempat tidurnya.



“Iya tunggu sebentar!” teriak Key yang sedang berjalan menuju pintu.



Setelah membuka pintu kamarnya, Key terkejut melihat Bernard berada di depan pintu kamarnya dengan menyilangkan kedua tangannya di dadanya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610257374201.jpg)



“Om beruang? Ngapain malam-malam begini?” tanya Key yang masih setengah mengantuk.



“Ayo keluar dan jalan-jalan.” Ajak Bernard.



“Apa? Om beruang ga salah? Ini masih malam dan om beruang mau mengajakku untuk jalan-jalan?” tanya Key tidak percaya.



“Hm, ayo aku lapar dan aku ingin mengajakmu untuk makan di luar.”



“No! ini masih malam aku diet.” Tegas Key.



‘kruukk..’



Key terkejut dan malu mendengar suara perutnya yang sangat kencang itu, sedangkan Bernard yang mendengar suara perut Key hanya bisa menahan tawanya karena dia juga takut kalau Key akan memarahinya.



“Tunggu sebentar aku mau siap-siap dulu!” ucap Key lalu menutup pintu kamarnya dengan keras.



Setelah menutup pintu, Key segera menjatuhkan diri di atas tempat tidurnya dan berguling-guling karena malu akan kejadian tadi.



“Bodoh! Bodoh! Aarrgghh aku malu sekali!!” gumam Key sambil mengacak-ngacak rambutnya.



Setelah berguling-guling, Key langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera bersiap-siap untuk makan di luar bersama Bernard.



“Ayo berangkat.” Ucap Key yang baru saja membuka pintu.



“Apa tidak masalah jika kamu meninggalkan temanmu begitu saja tanpa memberi tahunya lebih dahulu?” tanya Bernard.



“Dia tidak akan bangun jika matahari belum terbit, jadi tenang saja dia tidak akan mencariku.” Ucap Key.



“Baiklah, ayo kita berangkat.” Ajak Bernard sambil menggandeng tangan Key.



“Wow,, wow,, apa maksudnya ini om beruang?” tanya Key sambil mengangkat tangan yang sedang di gandeng oleh Bernard.



“Kenapa? Aku sedang menggandeng tanganmu.” Ucap Bernard.



“Ya ngapain gandeng tanganku? Toh semua orang masih tertidur dan kita bisa bersikap biasa saja.” ucap Key.



“Di rumah ini ada banyak cctv dan mereka bisa memeriksa sikap kita kapanpun.” Tegas Bernard sambil melirik ke arah cctv untuk memberitau Key.



“Lalu? Kenapa ga sekalian aja beli borgol dan memakaikannya di tangan kita agar tidak bisa lepas!” ketus Key yang kesal mendengar ucapan Bernard.



“Ide bagus! Ayo kita beli borgol.” Ajak Bernard.



“Om! Aku itu ga serius sama ucapanku tadi! semua orang yang pacaran ga harus pegangan tangan setiap saat. Om beruang bukankah pernah pacaran? Lalu kenapa om beruang tidak paham masalah ini? jangan bilang mantan om beruang selalu menempel kemanapun om beruang pergi?” tanya Key.



Bernard yang mendengar Key membahas tentang mantannya seketika diam dan melepaskan tangan Ke dari genggamannya.



“Ayo berangkat.” Ucap Bernard dengan nada dinginnya.



“*Kenapa tiba-tiba berubah gitu? Jangan-jangan dia marah karena aku membahas tentang mantannya*?” batin Key yang berjalan di belakang Bernard.



Mereka sudah berada di dalam mobil, suasana di dalam mobil terasa dingin dan canggung karena tidak ada yang mau memulai topik pembicaraan.




“Ha? aku baik-baik saja.” ucap Bernard.



“*Aneh, kalau baik-baik saja kenapa malah diam seperti patung begitu, biasanya kan dia senang sekali membuatku kesal*.” Batin Key yang hanya melirik ke arah Bernard yang fokus mengendarai mobil.



Mereka sudah sampai di restaurant yang cukup indah di lihat saat malam hari, banyak lampu kelap-kelip yang menghiasi restaurant tersebut.



“Ayo turun.” Ucap Bernard.



Key menuruti perintah Bernard untuk turun dari mobilnya dan mengikuti kemana Bernard berjalan di depannya.



“Duduklah.” Perintah Bernard sambil menarik kursi untuk Key.



“Terimakasih om beruang.” Ucap Key dengan senyum manisnya.



“Kamu baca-baca menu dulu di sini, aku ingin ke toilet sebentar, jangan kemana-mana oke?” ucap Bernard yang di balas anggukan oleh Key.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610257374204.jpg)



Bernard berjalan menuju toilet dan mencuci wajahnya di wastafel dengan kasar.



“Sudahlah Bernard, lupakan tentang Tiara! Dia sudah meninggalkanmu tanpa mengatakan selamat tinggal! Untuk apa kamu masih memikirkan tentang wanita yang tidak tau terimakasih itu!” gumam Bernard lalu mengambil tisu untuk mengeringkan wajahnya.



Bernard keluar dari toilet dan melihat ada keributan di hadapannya, ada seorang pelanggan yang sedang memarah-marahi pelayan wanita yang sedang tersungkur di lantai.



Bernard berjalan ke tempat keramaian itu dan terkejut karena melihat wanita yang pernah sangat ia cintai sedang menangis di lantai mendengar semua cacian dari pelanggan yang ada di sana.



Bernard menghampiri wanita itu dan segera mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri, Tiara melihat ke atas dan terdiam melihat laki-laki yang ada di hadapannya.



“Ikut aku!” ketus Bernard.



Akhirnya Tiara meraih tangan Bernard dan mengikuti kemana Bernard pergi, sedangkan pelanggan yang tadi memarahi pelayan itu terdiam karena mengena siapa yang sudah menolong pelayan itu.



Key tidak sengaja melihat Bernard yang menggandeng tangan seorang wanita, Key penasaran akan hal itu dan pergi menyusul Bernard.



Bernard membawa Tiara ke taman yang berada di belakang restaurant dan menyuruhnya untuk duduk dan berbicara dengannya.



“Bernard..” ucap Tiara.



“Diam Tiara!” bentak Bernard.



Tiara hanya menundukkan kepalanya tanpa mengucapkan apapun lagi, dia sangat merasa bersalah dengan laki-laki yang berada di hadapannya.



“Tiara? Jadi wanita itu adalah mantan om beruang toh? Cantik juga.” Gumam Key yang mendengar percakapan mereka berdua.



“Kamu! Bagaimana bisa kamu meninggalkanku begitu saja!? dan bagaimana bisa kamu kabur dengan mencuri asset keluargaku Tiara! Kenapa?! Apa masih kurang semua yang sudah aku berikan kepadamu?” tanya Bernard.



“Maaf Bernard, aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi aku benar-benar membutuhkan uang saat itu dan aku tidak bisa terus meminta kepadamu.” Ucap Tiara.



“Tidak bisa terus meminta kepadaku dan akhirnya kamu menghabisi setengah hartaku iya?! Bukankah itu lebih jahat Tiara!” bentak Bernard.



Key terkejut mendengar Bernard yang membentak Tiara, Key tidak menyangka jika Bernard akan semarah itu dengan wanita yang dulu pernah mengisi hari-harinya.



“*Seberapa dalam perasaanmu kepada wanita itu om beruang? Sampai kamu semarah itu karena di khianati olehnya*.” Batin Key yang masih menguping pembicaraan mereka berdua.



“Aku sangat mencintaimu Tiara! Sangat sangat mencintaimu, bahkan perasaanku padamu masih tetap sama setelah kamu meninggalkanku!” tegas Bernard.



“Kamu masih mencintaiku Bernard? Kalau begitu apakah kamu mau menerimaku lagi dan menjalin hubungan denganku lagi?” tanya Tiara sambil menggenggam kedua tangan Bernard.



Key yang mendengar pengakuan Bernard langsung meneteskan air matanya, dia merasakan sesak yang amat dalam di dadanya.



“*Kenapa? Kenapa aku merasa sesak dan ingin menangis? Apa karena om beruang masih mencintai mantannya? Apa aku mulai menyukai om beruang*?” batin Key yang segera pergi meninggalkan tempat itu karena tidak kuat mendengar jawaban dari Bernard.



“Tidak! Mulai hari ini aku akan melepaskanmu karena aku sudah memiliki wanita yang membuat hari-hariku lebih berwarna dan menyenangkan, wanita baik dan polos yang sangat tulus akan perasaannya. Wanita yang sangat berbeda darimu Tiara!” tegas Bernard.