MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PAPA HARAP KAMU TIDAK MEMBENCI PAPA


Setelah Kenan mengetahui kebenaran tentang dirinya, sifat Kenan menjadi berubah. Kenan menjadi pendiam dan tidak pernah meminta apapun lagi kepada Khansa dan Kalandra. Khansa menjadi khawatir dengan hal itu dan selalu meminta Kalandra untuk berbicara kepada Kenan.


“Mas, kenapa aku merasa Kenan sedang menjaga jarak dengan kita?” ujar Khansa.


“Sabarlah sayang, setelah mengetahui jika dia bukan anak kandungku pasti dia merasa canggung dan tidak enak untuk meminta apapun kepada kita”


“Tapi aku tidak menyukai itu mas, aku mau Kenan yang dulu aku kenal mas”


Leo yang sedang melewati kamar kakaknya itu tidak sengaja mendengar percakapan Khansa dan Kalandra. Leo merasa kasihan kepada kakaknya karena ia sangat mengetahui jika kakaknya sangat menyayangi Kenan seperti anaknya sendiri.


Leo masuk ke dalam kamar Kenan untuk mengajaknya bermain.


“Kenan, main sama om Leo yuk di halaman belakang” ajak Leo kepada Kenan.


Kenan hanya diam saja tidak menjawab perkataan Leo dan hanya menatap kearah luar jendela. Leo menghampirinya dan ikut duduk di sebelah Kenan.


Kenan terkejut melihat kedatangan Leo yang tiba-tiba.


“Om Leo kapan dateng?” tanya Kenan


“Dari tadi, kamu aja yang ga denger om Leo manggil kamu.”


“Maaf ya om, Kenan lagi liatin orang yang jalan” ucap Kenan berbohong kepada Leo


Leo tau jika keponakannya itu berbohong kepadanya.


“Om Leo tau ini sulit buat Kenan, Kenan masih kecil tapi harus menerima kenyataan yang seberat ini. Om Leo tau kamu takut bikin mami dan papi kamu ngerasa kalo Kenan Cuma nyusahin mereka aja kan makanya Kenan berubah?”


“Kenan takut kalo Kenan manja dan minta mainan sama papi dan mami nanti mereka malah ngira Kenan nyusahin terus Kenan nanti ditinggal om.”


“Ga akan Kenan, papi dan mami sayang banget sama Kenan. Tadi om Leo liat mami nangis karena Kenan berubah ga kayak dulu lagi.” Ucap Leo


“Mami nangis om?” tanya Kenan yang merasa bersalah membuat maminya sedih.


Leo mengangguk mengiyakan pertanyaan Kenan.


Kenan langsung pergi meninggalkan Leo di kamarnya dan berlari ke kamar orang tuanya.


“Mami..” teriak Kenan sambil membuka pintu kamar Kalandra dan Khansa.


“Kenan?” ucap Khansa yang terkejut akan kedatangan anak kesayangannya itu.


Kenan berlari memeluk maminya dengan erat, Kenan menangis karena merasa bersalah membuat maminya bersedih.


“Sayang kamu kenapa?” tanya Khansa sambil menatap suaminya yang sama-sama tidak mengerti.


“Hikss,, maafin Kenan ya mami, mami jadi sedih gara-gara Kenan berubah ya? Hikss,, Kenan Cuma ga mau papi dan mami ninggalin Kenan kalo Kenan selalu minta mainan dan manja hikss,,” ucap Kenan dengan nafas sesegukan karena menangis.


Khansa yang melihat anaknya menangis dan meminta maaf kepadanya itu langsung duduk agar sejajar dengan anaknya


“Sayang, dengerin mami. Mami ga akan pernah ninggalin kamu, siapapun yang mau misahin kita harus berurusan sama mami dulu, selama mami dan papi masih hidup kami ga akan pernah meninggalkan kamu.”


“Bukannya kemarin sudah kita bahas sayang? Kemarin kamu juga bilang ga benci sama papi dan mami, terus kenapa kamu berubah? Kenapa Kenan ngebuat mami tersiksa karena anaknya udah ga mau dimanja lagi sama maminya? Hmm?” lanjut Khansa


“Engga mami, Kenan ga akan berubah lagi. Janji” ucap Kenan sambil mengeluarkan jari kelingkingnya


Khansa tersenyum lalu memeluk erat Kenan dan mengelus punggung mungil anaknya itu dengan lembut.


Kalandra tersenyum dan ikut memeluk tubuh istri dan anaknya dengan erat.


“Papi bahagia sekali, papi harap kita akan selalu saling menyayangi seperti sekarang ya, tidak aka nada yang berubah di antara kita.” Ucap Kalandra kepada kedua orang yang paling berharga untuknya.


Leo yang menguping dari balik pintu merasa sangat bahagia karena rencananya untuk membuat Kenan kembali seperti dulu lagi berhasil.


“Hah,, padahal baru sehari aku disini tapi udah banyak kejadian yang tidak terduga dirumah ini.” gumam Leo meninggalkan kamar kakaknya dengan kedua tangan diatas kepalanya.




***Rumah Ryan***



Orang tua Ryan yang baru saja datang di rumahnya dengan semangat langsung bertanya tentang keberadaan cucunya.



“Ryan, dimana cucu mama?” tanya mama Ryan



Ryan yang mendengar pertanyaan mamanya hanya diam dan bingung untuk menjawab pertanyaan mamanya itu.



“Ryan, kok diem aja? Mama kamu nanyain kamu loh.” Ucap papa Ryan.



“Emm,, sebenernya ada masalah ma pa.” ucap Ryan



“Ada apa Ryan?” tanya mama Ryan



“Kemarin ada kejadian yang ga di duga ma, anak Ryan tau kalo dia bukan anak kandung mami papinya jadi dia masih butuh waktu buat nenangin dirinya.” Jelas Ryan



Mama Ryan hanya menghela nafas panjang dan menghampiri Ryan lalu mengelus punggung Ryan dengan lembut.




“Iya Ryan, kami juga akan sabar menunggu saat pertemuan dengan cucu kami nanti.” Ujar papa Ryan.



Ryan hanya tersenyum mendengar ucapan kedua orang tuanya yang berusaha untuk menenangkan dirinya itu.



“Ryan punya fotonya kalau papa dan mama mau melihat wajah cucu kalian.” Ucap Ryan.



“Benarkah? Mama ingin melihatnya.” Ucap mama Ryan dengan antusias.



Ryan menunjukkan foto Kenan saat sedang makan bersamanya waktu liburan kemarin.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1603772558270.jpg)



“Wah tampannya cucu mama..” ucap mama Ryan



“Siapa namanya yan?” tanya papa Ryan



“Kenan ma, namanya setampan orangnya. Dia sangat lucu dan menggemaskan, padahal baru kemarin rasanya Ryan bisa tidur bersamanya dan melihatnya tertawa, tapi karena Ryan juga dia sekarang mungkin makin membenci Ryan ma.” Ucap Ryan dengan nada sedihnya.



“Sabarlah sayang, kamu pasti bisa menghadapi ini semua.” Ucap mama Ryan.



“Ryan ke atas dulu ya ma pa, kalian istirahatlah kaian baru saja sampai.” Ucap Ryan lalu meninggalkan kedua orang tuanya.



Kedua orang tua Ryan hanya tersenyum sambil melihat kepergian anaknya.



“Kasihan Ryan ya pa” ucap mama Ryan



“Iya mau bagaimana lagi ma, sudah nasibnya seperti itu ya harus dijalani” jawab papa Ryan .



Di kamarnya, Ryan terus memikirkan tentang keadaan Kenan, ia sangat ingin menghubungi Kalandra dan menanyakan tentang keadaan Kenan tapi dia takut menerima kenyataan jika Kenan akan membencinya lagi.



“*Bagaimana ini? apa aku harus menghubungi Kalandra*?” gumam Ryan sambil menatap layar hpnya.



“*Bodo amatlah dari pada mati penasaran aku*.” Ryan akhirnya menelfon Kalandra untuk bertanya tentang kabar Kenan.



“Halo Ndra?” tanya Ryan kepada Kalandra



“Iya ada apa yan?” tanya Kalandra



“Mmm,, gimana keadaan Kenan Ndra?”



“Baik kok yan kamu tenang aja, kita udah kasih pengertian pada Kenan. Tapi dia masih butuh waktu buat menerima kamu, bersabarlah kami akan terus memberikan pengertian pada Kenan agar tidak membencimu.” Jelas Kalandra kepada Ryan.



“Terimakasih banyak Ndra sudah mau membantuku, salam untuk Khansa juga sampaikan maafku padanya tentang masalah kemarin.” Ucap Ryan yang masih merasa bersalah karena kejadian kemarin.



“Baiklah, aku akan mengabarimu jika Kenan sudah siap untuk menemuimu.” Ucap Kalandra.



Ryan mematikan telfon Kalandra dan melempar tubuhnya ke kasur.



“*Papa harap kamu tidak akan membenci papa Kenan*.” batin Ryan sambil memejamkan matanya.