
Kenapa kita jalan terlalu jauh? Bila tak tahu arah langkah.
Kenapa kita menghias terlalu indah? Kalau tahu akan di rusak dengan sengaja.
Di kediaman keluarga Kalandra, semua keluarga berkumpul bersama dengan pak Joko.
“Kapan kita berlatih tuan?” tanya pak Joko.
“Jangan berlatih dulu pak Joko, bapak kan baru saja sampai di sini, lebih baik bapak istirahat lebih dulu.” Ucap mami Khansa.
“Iya istri saya benar pak, Kenan kamu antar pak Joko ke kamarnya dan biarkan dia istirahat lebih dulu, kalian mulai latihan sore saja.” sambung papi Kalandra.
Akhirnya Kalandra menyetujui ucapan papi dan maminya untuk mengantar pak Joko ke kamarnya.
“Ini kamar pak Joko, kalau pak Joko lapar langsung ke dapur saja, di sana semuanya sudah ada tinggal ambil aja.” jelas Kenan.
“Duh tuan Kenan, saya jadi ga enak kalau begini, keluarga ini ternyata sangat baik sekali.” ucap pak Joko.
“Jangan seperti itu pak Joko, semua orang itu sama saja mereka juga butuh istirahat kan, makanya papi dan mami menyuruh pak Joko beristirahat dulu untuk mengumpulkan tenaga.” Ucap Kenan.
“Terimakasih banyak ya tuan.” Ucap pak Joko.
“Sama-sama pak, bapak juga bisa berkenalan lebih dulu dengan yang lainnya.” Ucap Kenan yang langsung pergi meninggalkan pak Joko.
Setelah melihat kepergian Kenan, pak Joko segera masuk ke dalam kamarnya untuk merapihkan barang-barang yang dia bawa.
“Aku harus berkenalan dengan yang lain juga bukan? Setidaknya mereka akan menjadi keluargaku juga selama bekerja di sini.” Gumam pak Joko.
Akhirnya setelah selesai merapihkan barang-barangnya, pak Joko segera keluar untuk berkenalan dengan yang lainnya.
“Selamat siang mas, mbak, saya Joko, supir barunya nona Key, semoga kita semua bisa akur dan mohon bimbingannya.” Sapa pak Joko kepada para pelayan dan juga satpam yang sedang berkumpul di ruangan yang memang di sediakan untuk bersantai para pelayan dan satpam di sana.
“Oh jadi anda supir barunya nona Keyla? Salam kenal pak, saya bi Tin saya adalah kepala pelayan di sini dan ini adalah kepala keamanan di rumah ini.” ucap kepala pelayan yang biasa di sebut bi Tin itu.
“Selamat datang di rumah tuan Kalandra, semoga pak Joko akan betah tinggal di sini bersama kami semua, anggap saja kami semua keluarga anda selama bekerja di sini.” Sambung kepala keamanan di rumah itu.
“Terimakasih karena sudah mau menerima saya di saya, saya tidak menyangka ternyata semua orang yang ada di dalam rumah ini sangat baik.” Ucap pak Joko.
“Iya, saya juga awal bekerja di sini sangat takut karena keluarga tuan Kalandra adalah orang yang terkenal dan juga di segani, ternyata keluarga mereka sangat-sangat baik, mereka juga tidak pernah pelit kepada kami yang hanya para pelayan mereka.” Ucap yang lain.
“Sudahlah, kalian kembali bekerja dan masak makan malam, jangan bergosip terus ayo kembali bekerja!” tegas bi Tin.
“Sekali lagi selamat atas pekerjaannya pak Joko.” Ucap mereka semua dengan ramah.
Pak Joko tersenyum karena merasa sangat beruntung telah di pertemukan dengan orang-orang yang sangat baik dan juga ramah.
“Aku tidak akan mengecewakan keluarga ini! aku akan menjaga nona Key dengan sekuat tenaga walaupun nyawaku taruhannya.” Gumam pak Joko yang langsung kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Di tempat lain, di kediaman Ryan dan Rose, Elsa sedang sibuk tersenyum-senyum sendiri dengan hpnya hingga membuat papa Ryan dan mama Rose merasa heran.
“Elsa, kamu sedang chat dengan teman-teman kuliahmu itu ya?” tanya papa Ryan.
Elsa yang mendengar pertanyaan papanya langsung menaruh hpnya dan menatap papanya dengan tatapan tajam.
“Papa, bukannya papa bilang kalau Elsa tidak boleh berteman dengan mereka lagi? Hari ini mereka semua sudah tau kalau kak Ken dan kak Rey mengenal Elsa, dan papa tau apa yang terjadi? mereka semua langsung mencari muka dengan Elsa, mereka berlomba-lomba untuk mentraktir Elsa dan membelikan apapun yang Elsa mau! Hebat bukan? Tapi tentu saja Elsa tidak mau berteman dengan orang seperti mereka lagi!” jelas Elsa.
“Wah, itu baru namanya anak papa! Papa tidak suka kalau kamu berteman dengan orang yang hanya memanfaatkanmu saja! lebih baik hanya memiliki satu teman tapi dia tulus berteman denganmu daripada seribu teman yang hanya baik di depanmu saja.” ucap papa Ryan.
“Lalu kenapa kamu main hp sambil senyum-senyum sendiri? Jangan-jangan kamu sudah punya pacar ya?” tanya mama Rose.
“Apa?! Benarkah itu Elsa?” tanya papa Ryan yang terkejut mendengarnya.
“T-tidak! Tentu saja tidap pa! Elsa tidak memiliki pacar, Elsa membuat obrolan grup dengan kak Key dan kak Lana, kami membicarakan banyak hal sampai membuat Elsa senyum-senyum sendiri.” Jelas Elsa.
Papa Ryan dan mama Rose sangat senang kalau anaknya semakin dekat dengan Key dan Lana.
“Kamu jadi semakin dekat dengan kakak-kakakmu ya Elsa, setau mama kamu dulu tidak pernah bermain bersama mereka.” Ucap mama Rose.
“Jujur ya ma, dulu Elsa ga suka sama kak Key, dia selalu di perhatikan oleh yang lain tapi dia menolak, sedangkan Elsa butuh perhatian mereka tapi mereka tidak ada yang mau memperhatikan Elsa.” Ucap Elsa.
“Kamu ga boleh gitu sayang, mungkin menurut yang lain, kamu ini sudah memiliki banyak teman jadi kamu pasti tidak kesepian, sedangkan Key tidak pandai bergaul dan hanya berteman dengan Lana, makanya yang lain khawatir.” Jelas papa Ryan.
“Iya pa, sekarang Elsa sudah mengerti dan tidak cemburu dengan kak Key lagi, justru sekarang Elsa sangat menyayangi kak Key.” Ucap Elsa.
“Oh iya pa, ma, tadi ada masalah di kampus Elsa.” Sambungnya.
“Masalah? Masalah apa? Apa berhubungan dengan kamu?” tanya mama Rose.
“Iya ma, berhubungan dengan Elsa, kak Key, kak Lana, kak Ken dan kak Rey.” Ucap Elsa.
“Ada masalah apa sayang?” tanya papa Ryan.
Akhirnya Elsa menceritakan semua kejadian yang menimpa Key di kampusnya secara rinci dan juga sangat jelas, sedangkan papa Ryan dan mama Rose yang mendengar penjelasan Elsa langsung terkejut.
“Apa?! Benarkah itu Elsa?” tanya papa Ryan yang terkejut dan di balas anggukan kepala oleh Elsa.
“Kak Ryan, apa kita harus kerumah kak Sasa dan melihat keadaan Key?” tanya mama Rose.
“Jangan sekarang ma, katanya kak Key sedang keluar dengan kak Bernard, kak Bernard sepertinya sedang berusaha untuk membuat kak Key melupakan kejadian itu.” Jelas Elsa.
“Syukurlah kalau begitu, Bernard sepertinya sangat mengerti keadaan Key dan bisa melindunginya.” Ucap mama Rose.
“Dengarlah itu Elsa! Kamu harus mencari pria yang bisa melindungimu dan mengerti keadaanmu, jangan mencari seseorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri!” tegas papa Ryan.
Deg.. mendengar hal itu membuat Elsa terdiam dan melihat ke arah papanya dengan tatapan kosong.
“Papa bisa bilang kayak gitu, tapi hatiku sudah menyukai laki-laki cuek yang selalu menghidariku! Aku sudah menyukai laki-laki yang sama sekali tidak memperdulikanku, apa ini adalah tanda untukku agar tidak terlalu berharap kepada kak Rey?” gumam Elsa di dalam hatinya.
“Elsa? Kamu baik-baik saja? apa kamu mendengar ucapan papamu?” tanya mama Rose yang membuat Elsa tersadar dari lamunannya.