
"Aku menyukaimu Elsa! Aku menyukaimu! Apa kamu tidak mendengarnya!?" teriak Rey hingga membuat Elsa mendengarnya dengan sangat jelas.
Elsa terkejut mendengar pengakuan Rey yang tiba-tiba itu, dia langsung tersenyum sinis sambil melihat wajah Rey.
"Menyukaiku? Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Elsa.
"Aku harus mengatakan berapa kali agar kamu percaya?"
"Mungkin kalau kak Rey mengatakan hal ini saat itu aku pasti akan sangat bahagia mendengarnya, tapi saat ini aku sudah bersusah payah untuk melupakanmu dan sekarang kakak bilang kalau kamu menyukaiku?" ucap Elsa.
"Aku tau semuanya terlambat tapi aku sudah menyadarinya sekarang!"
"Maaf kak tapi aku sudah membuka hatiku untuk orang lain, dan terimakasih sudah mengatakan hal ini, setidaknya aku tau kalau aku tidak memyadihkan karena menyukai seseorang yang tidak menyukaiku."
"Els! Aku tau kamu berbohong kan? Kamu menyukaiku dan masih menyukaiku sampai saat ini kan?!" Tanya Rey yang sudah mulai emosi.
"Maaf kak, kak Sandy juga tadi sudah memberi tau perasaannya tapi aku belum menerimanya." ucap Elsa.
"Apa! Kamu tidak akan menerimanya bukan?" Tanya Rey sambil memegang bahu Elsa.
"Aku berniat untuk menerimanya, aku ingin mencoba untuk membuka hatiku untuknya." ucap Elsa.
"Tidak! Kamu tidak boleh menerimanya Elsa!" bentak Rey.
"Iya, Rey yang seperti ini yang selalu memperlakukan aku selama ini, Rey yang selalu memarahiku membentakku dan acuh tak acuh padaku!" ucap Elsa.
"Els!"
"Sedangkan kak Sandy selalu menerima keputusanku, menghormati aku dan memperlakukan aku seperti tuan putri."
"Elsa! Sandy tidak baik untukmu!"
"Lalu yang baik untukku adalah kamu? Orang yang selalu memarahiku?" Tanya Elsa.
"Els aku mohon!"
"Maaf kak, tapi kesempatan yang aku berikan kepadamu sudah habis." Elsa tersenyum kepada Rey sebelum akhirnya meninggalkannya sendirian di taman.
Rey ingin menyusul Elsa namun dia terlanjur melihat Sandy menghampiri Elsa.
"Aku akan berjuang Elsa, aku akan memperjuangkanmu sama seperti kamu memperjuangkanku saat itu!" gumam Rey sambil mengepalkan tangannya.
Sandy menghampiri Elsa yang baru saja masuk dari taman.
"Kamu baik-baik saja Els?" Tanya Sandy yang mengkhawatirkan keadaan Elsa.
"Aku terima kak!" ucap Elsa secara tiba-tiba membuat Sandy kebingungan.
"Maksudnya? Terima apa Els?"
"Terima menjadi pacar kakak!" ucap Elsa.
"Apa!? A-aku tidak salah dengar?"
"Tidak kak, aku akan memberikan diriku kesempatan untuk membuka hatiku." ucap Elsa.
Ryan dan Dirga yang tidak sengaja mendengar ucapan anak mereka langsung tersenyum senang.
"Wah! Kalau begitu kalian langsung menikah saja!" ucap Dirga dengan semangat.
"Hahaha anda benar, daripada banyak setan yang menggoda lebih baik langsung menikah saja!" sambung Ryan.
"Pa apaan sih! Elsa dan kak Sandy baru mengenal jadi Elsa sama sekali tidak terfikir untuk menikah sekarang!" Protes Elsa.
"Baiklah kalau begitu kalian jalani saja, kalau sudah siap menikah, segera beritahu kami!" ucap Ryan mencoba untuk menggoda anaknya.
"Papa diamlah, jangan membuat Elsa malu!" Protes Elsa.
Rey mendengar semuanya, dia mendengar Elsa mengatakan kalau dia mau menjadi pacarnya.
Sakit! Itulah yang di rasakan oleh Rey, penyesalan memang datang belakangan, seperti apa yang di alaminya saat ini.
Dengan penuh amarah Rey masuk ke dalam kampus melewati Elsa dan Sandy yang sedang mengobrol dengan orang tua mereka.
Elsa yang melihat kepergian Rey dengan wajah yang kesal itu hanya bisa diam, sudah cukup semua pengorbanannya selama ini untuk mendapatkan Rey.
"Anggap saja ini adalah pelajaran untukmu kak, agar kamu tidak memperlakukan wanita semena-mena kedepannya." batin Elsa yang masih menatap kepergian Rey.
"Els, terimakasih karena sudah memberi aku kesempatan." ucap Sandy.
"Kenapa harus berterimakasih kak? Aku yang harusnya mengucapkan terimakasih karena kak Sandy mau menerimaku." ucap Elsa.
Rey yang baru saja keluar dari kampus langsung di halangi oleh Ken.
"Rey! Kamu mau kemana? Acara belum selesai." ucap Ken.
"Diamlah! Aku tidak bisa tetap di sini!"
"Kenapa Rey?"
Elsa, Elsa dia sudah berpacaran dengan Sandy! Aku terlambat Ken!" ucap Rey sambil mengacak-acak rambutnya.
"Apa!? Tidak mungkin! Elsa sangat menyukaimu Rey!"
"Itu dulu Ken, sekarang dia sudah membuka hatinya untuk Sandy."
"Sudahlah ini mungkin karma untukku." lanjut Rey.
"Tidak Rey! Biarkan Key bertanya tentang hal ini kepada Elsa oke?"
"Tidak Ken, aku tidak mau memaksakan keputusan Elsa, biarkan dia bahagia dengan pilihannya." ucap Rey sambil membuka pintu mobilnya.
"Kamu mau kemana? Aku tidak akan membiarkan kamu menyetir!" cegah Ken sambil menahan pintu mobil dan menutupnya kembali.
"Aku mau pulang Ken, aku tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak!" ucap Rey.
"Tidak Rey, biar aku yang mengantarmu! Aku tidak akan membiarkan kamu menyetir dalam keadaan seperti ini!"
"Lalu bagaimana dengan Andini?"
"Aku akan meminta abang Kenan untuk mengantar Andini pulang nanti! Masuklah."
Akhirnya Rey terpaksa masuk ke dalam mobil dan Ken yang menyetir mobilnya.
Sepanjang jalan Rey hanya melamun sambil menatap lurus ke luar jendela mobil.
"Kamu baik-baik saja Rey?" Tanya Ken.
"Kenapa? Kenapa di saat aku sudah mulai menyukainya dia malah sudah melupakanku?" Tanya Rey.
"Rey, itu artinya kamu harus berusaha lebih keras lagi."
"Tidak Ken, setelah pelepasan karyawan magang besok, Elsa akan pergi meninggalkan negara ini." ucap Rey.
Ken hanya diam menghela nafas panjang mendengar ucapan Rey.
"Kamu sudah mengetahui hal ini? Tapi kenapa kamu masih menyuruhku untuk berusaha?" Tanya Rey saat menelaah diamnya Ken.
"Elsa hanya pergi ke Paris, kamu tidak kekurangan uang untuk pergi ke sana, jet pribadi yang papi berikan untukmu juga bisa mengantarmu bolak-balik ke sana!" ucap Ken.
"Om Leo, aunty Rein, om Edo, dan aunty Anita ada di sana, mereka semua siap menerimamu di rumah mereka selama di sana!" lanjutnya.
"Kamu benar! Tapi apa kamu fikir Sandy akan diam saja saat mengetahui kalau aku mengejar kekasihnya?"
Kali ini Ken hanya diam mendengar pertanyaan Rey, dia juga tau kalau Sandy tidak akan diam saja mengetahui kalau Rey mengejar Elsa.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Ken.
"Tidak ada! Aku hanya akan fokus bekerja, sepertinya aku tidak bisa menyukai wanita lainnya."
"Kenapa bilang begitu? Hanya karena Elsa kamu jadi seperti ini?"
"Kamu tau kan, saat SMP ada wanita yang mengejarku hingga aku hampir melaporkannya ke polisi?" Tanya Rey.
"Tentu saja tau! Dia membuatmu hampir gila karena merasa ketakutan."
"Setelah aku menolong Elsa saat pertemuan pertama kami, keesokan harinya Elsa selalu saja menggangguku dan mengikutiku kemanapun aku pergi, dia bahkan mengikuti ekstrakulikuler yang sama denganku!"
"Disitu aku jadi teringat akan kenangan pahit saat aku di ikuti waktu SMP, itulah kenapa aku tidak memperdulikan Elsa." jelas Rey.
"Kenapa kamu tidak menceritakan semuanya kepada Elsa?"
"Aku tidak mau membuka luka lama, tapi semuanya sudah terlambat karena aku sudah tidak bisa melakukan apapun lagi." ucap Rey dengan senyum di wajahnya namun terlihat sedih.
***
Mohon maaf karena Author telat update yaa~
Nah yang dukung Elsa-Sandy siapa hayo??? Nih author senangin hati kalian dulu,, Selanjutnya author ceritakan di novel khusus Elsa yaa~
Selamat menunggu kakak-kakak kuu💙