MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MAGANG 3


Di perusahaan, Elsa masih sibuk dengan buku-buku yang harus dia pelajari sebagai sekretaris pribadi yang baik.


“Elsa, sekarang sudah jam makan siang, ayo ikut aku dan Rey makan siang di kantin perusahaan.” Ajak Karina yang baru saja keluar dari ruangan bersama dengan Rey.


“Kenapa kamu mengajaknya? Masih banyak yang harus dia pelajari jadi jangan mengganggu pekerjaannya!” ucap Rey dengan nada ketusnya membuat hati Elsa teriris mendengar ucapannya.


“Kenapa kamu jahat sekali Rey! Dia juga butuh makan tau.”


“Dia akan pergi ke kantin sendiri jika merasa lapar!”


“I-iya nona Karina, silahkan duluan saja ke kantin nanti Elsa akan menyusul.” Ucap Elsa yang masih tetap dengan senyum manisnya.


Mendengar ucapan Elsa akhirnya Rey segera berjalan meninggalkan Karina dan Elsa yang masih berbicara.


“Baiklah kalau begitu, pokoknya kamu jangan lupa makan ya Elsa, jangan terlalu memaksakan diri.” Ucap Karina sebelum akhirnya berlari menyusul Rey.


Elsa melihat ke arah Rey dan Karina dari kursinya, ada rasa sesak di dadanya melihat ke akraban keduanya, keakraban yang sangat ingin dia dapatkan namun tidak bisa.


“Kenapa kamu bisa tertawa padanya sedangkan tidak padaku kak Rey, aku sudah menunggu selama hampir 7 tahun untuk mendapatkan senyum tulus darimu tapi yang aku dapatkan hanya raut wajahmu yang menatapku dengan tajam.” Gumam Elsa yang masih melihat keduanya hingga mereka memasuki lift.


Drrtt,, drrtt..


Hp Elsa berdering membuatnya tersadar akan lamunannya, Elsa melihat nama yang ada di layar hpnya sebelum akhirnya mengangkatnya.


“Halo kak Key,, ada apa?”


“Els, kamu di mana? Aku sedang bosan di rumah karena om beruang sedang bekerja sedangkan aku masih meliburkan butikku, jadi aku ingin mengajakmu keluar.”


“Maaf kak Key, aku sudah mulai magang hari ini jadi aku tidak bisa seenaknya keluar kantor.”


“Magang? Kamu magang di mana Els? Perusahaan papi kan? Tapi kok aku tidak tahu apa-apa.”


“Aku tidak magang di tempat papi Andra kak, aku magang di perusahaan om Robert.”


“Hah? Jadi kamu bawahannya Rey? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kamu bisa bertahan berhadapan dengannya Els.”


“Kak, sepertinya kak Rey sudah menyukai seseorang.”


“Apa? Kenapa begitu? Selama ini aku tidak pernah melihatnya memiliki kekasih Elsa!"


"Kakak tau kan kalau kak Rey jarang sekali tersenyum kepada siapapun, tapi kali ini aku melihat kak Rey selalu tersenyum kepada seorang wanita kak."


"Apa? Hahaha jangan bercanda denganku Elsa, aku tau betul Rey tidak akan tersenyum terus-terusan apalagi dengan wanita!"


"Aku serius kak! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri."


"Oke kalau begitu aku akan pergi ke perusahaan om Robert, kita makan bersama di kantin ya sekalian aku ingin mengetahui wanita mana yang bisa membuat saudaraku tersenyum." Key langsung mematikan telfonnya tanpa mendengar persetujuan dari Elsa lebih dulu.


"Halo kak Key, kak! Duh kak Key selalu saja seenaknya! Bagaimana ini kalau sampai kak Rey tahu aku tidak membaca buku panduan ini pasti dia marah." gumam Elsa.


"Tapi aku juga sudah perih sekali huhuhu,, ternyata minum air putih tidak bisa membuat perutku kenyang." Elsa memegang perutnya yang terasa perih karena menahan lapar.


Tidak lama kemudian, Elsa menerima pesan dari Key jika dirinya sudah ada di perusahaan Rey dan sudah berada di lift menuju lantai CEO.


Elsa segera beranjak dari tempat duduknya dan menunggu kakaknya di depan lift.


"Hai Els!!" teriak Key.


"Kak, biasa aja kali ga usah teriak gitu! Setahu aku dulu kak Key orang yang dingin sampe aku aja takut sama kakak, kenapa setelah menikah kakak malah jadi begini.." Protes Elsa kepada kakak perempuannya yang dulu sangat dingin itu.


"Entahlah, salahkan om beruang yang sudah merubahku! Sudahlah aku tidak mau membahasnya, ayo kita makan Els, aku tau Rey tidak akan menyuruhmu makan."


Dengan sigap Key langsung menggandeng tangan Elsa dan langsung membawanya ke kantin perusahaan.


"Kak, kayaknya kak Key sudah mengenal perusahaan ini ya, bahkan kak Key bisa ke lantai paling atas dengan mudahnya."


"Tentu saja! Sejak kecil aku dan Ken sering main di sini, bahkan asisten dan sekretaris om Robert sering sekali pusing karena menjaga kami." jelas Key yang tertawa mengingat masa kecilnya.


Elsa tersenyum mendengar cerita dari Key tentang masa lalunya dengan Rey dan juga Ken.


"Kak, apa kak Key tidak merasa kalau dari tadi banyak yang memperhatikan kita?" Bisik Elsa.


"Mereka bukan menatap kita, mereka menatapmu Elsa."


"Kenapa mereka menatapku? Apa penampilanku aneh kak?"


"Tidak aneh, hanya saja kamu terlalu cantik!"


"Apaan sih kak, kalau aku cantik kak Rey pasti akan menyukaiku."


"Berarti dia buta karena tidak bisa melihat kecantikanmu."


Elsa hanya menggelengkan kepala sebelum akhirnya dia menahan Key dengan memegan tangannya.


"Ada apa Els?"


"Kak, lihatlah di pojok itu! Dia bukanlah kak Rey yang selama ini kita kenal bukan? Dia benar-benar berubah di depan wanita itu." ucap Elsa sambil melihat ke arah dua orang yang berada cukup jauh dari pandangannya.


Key mengikuti ke mana kedua mata Elsa melihat, Key benar-benar tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya.


Key terkejut melihat saudaranya yang benar-benar berbeda dari biasanya.


"Els, itu benar-benar Rey? Siapa wanita yang ada di depannya?"


"Dia sekretaris barunya kak, sepertinya mereka sepantaran dengan kak Rey dan kak Key."


"Ayo kita menghampirinya!"


"Tidak kak! Aku mohon jangan menghampiri mereka, aku tidak mau kak Rey marah kepadaku." Elsa memohon kepada Key karena dia takut kalau Rey marah padanya.


"Elsa, kenapa kamu seperti ini jika sudah bersangkutan dengan Rey? Kamu tidak pernah mau di tindas oleh siapapun, kalau Rey memarahimu maka kamu bisa melawannya!"


Key kesal dengan Elsa yang selalu menerima semua sikap dingin Rey, sedangkan selama ini Elsa bukan orang yang suka di tindas, tapi entah kenapa jika Rey yang menindasnya dia hanya diam tanpa melakukan apapun.


"Kak, tapi aku hanyalah karyawan magang di perusahaan ini."


"Lalu kenapa? Apa karyawan magang bisa di perlakukan seenaknya?"


Mendengar ucapan Key, Elsa hanya diam menundukkan kepalanya, dia sendiri juga bingung kenapa dia tidak bisa melawan jika Rey memarahinya atau memperlakukannya dengan tidak baik.


"Sudahlah, ayo kita hampiri dia! Setidaknya aku harus menyapanya karena sudah datang kemari." tegas Key.


"Dan ingat! Di kota ini ada banyak sekali perusahaan bagus yang membutuhkan karyawan magang yang cerdas sepertimu, jadi jangan mau di tindas olehnya!" lanjutnya.


Akhirnya Elsa hanya menuruti Key dan mengikutinya menghampiri Rey dan Karina.


"Hai Rey!" sapa Key.


"Key? Kamu datang kemari? Kenapa tidak bicara padaku?" Rey berdiri menyambut adik perempuannya itu dan menyuruhnya untuk duduk, tapi tidak untuk Elsa.


"Hei! Sedang apa kamu!?" Tanya Key kepada Rey yang mau duduk di sebelahnya.


"Duduk lah!"


"Kamu duduk di sana, aku mau Key yang duduk di sebelahku!"


"Kak Key, aku duduk di kursi lain saja ya.." ucap Elsa.


"Mau kemana kamu!? Aku kemari untuk menemuimu kenapa malah kamu yang pergi? Duduklah di sebelahku!" perintah Key.


Rey hanya menghela nafas panjang lalu pindah untuk duduk di sebelah Karina yang tidak tahu apa-apa. Elsa duduk di sebelah Key tepat di hadapan Rey yang sedang menatapnya dengan tajam.


***


Mohon maaf hari ini Author update terlambat kakak-kakak~~


Selamat membaca,🥰💙