MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (BERBICARA)


Pergilah jika itu yang terbaik, saya akan menerimanya. Sama seperti saya menerimamu kembali setelah perjalanan panjangmu nanti.




Akirnya Key, Elsa dan Audrey kembali masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat, namun Audrey berpamitan untuk menemui mami Khansa lebih dulu dan meminum jahe hangat buatannya.



“Kak Key, Elsa, aku ke tante Khansa dulu ya pasti dia sudah lama menungguku.” Ucap Audrey yang di balas anggukan oleh Key dan Elsa.



Setelah melihat kepergian Audrey, Key baru membuka pintu kamarnya dan mau masuk ke dalam kamarnya yang memang lebih dekat dari tangga, namun Elsa menahan tangan Key hingga membuat Key menoleh ke arahnya.



“Ada apa Elsa?” tanya Key dengan lembut.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1612014220035.jpg)



“Terimakasih kak.” Ucap Elsa.



“Terimakasih untuk apa?” tanya Key yang tidak mengerti maksud perkataan Elsa.



“Karena kak Key tidak dingin kepadaku lagi.” Ujar Elsa.



“Sebenarnya aku itu menyayangi semua saudara-saudaraku, hanya saja aku tidak terbiasa untuk menunjukkannya. Maaf yak arena sebelumnya sikapku membuatmu salah sangka.” Ucap Key sambil mengacak-ngacak rambut Elsa.



“Apa aku boleh tidur dengan kak Key?” tanya Elsa tiba-tiba.



“Apa? Tidur denganku? Lalu bagaimana dengan Audrey? Kamu dan Audrey sangat dekat, sedangkan dia akan pulang ke Paris besok jadi lebih baik hari ini kamu temani Audrey, saat aku kembali ke Indonesia kamu boleh datang ke rumah dan tidur denganku kapan saja.” ucap Key.



“Benarkah kak? Janji ya? awas kalau tiba-tiba saat aku datang kakak mengusirku.” Ucap Elsa.



“Iya bawel..” ucap Key sambil menghela nafas panjang.



“Oh iya kak, bolehkah aku curhat sesuatu kepada kak Key?” tanya Elsa.



“Besok saja ya Elsa,, hari ini sudah malam dan aku sangat mengantuk. Lebih baik kamu segera tidur kalau tidak mau saat pesta besok matamu akan hitam.” Ujar Key.



Akhirnya Elsa menuruti ucapan Key untuk segera pergi tidur dan pergi meninggalkan Key yang berada di depan pintu kamarnya. Key yang melihat kepergian Elsa langsung masuk ke dalam kamarnya dan melanjutkan tidur cantiknya yang sempat terganggu.



“*Emang ini anak kalau di ladenin jadi panjang ceritanya*.” Gumam Key di dalam hatinya.



Hari telah berganti pagi, semua orang sibuk untuk menyiapkan pakaian yang akan di kenakan oleh mereka masing-masing untuk menghadiri pesta yang akan di adakan di hotel keluarga Belinda, di saat yang lain sedang sibuk bersiap, Key masih tertidur pulas di balik selimut tebalnya.



Tok,,tok,,tok.



Lana yang sudah ada di dalam apartment Key langsung mengetuk pintu kamar Key berkali-kali tapi tidak ada jawaban dari Key, akhirnya Lana membuka pintu kamar Key yang tidak terkunci dan menggelengkan kepala karena melihat sahabatnya itu sedang tertidur pulas.



“Keyla!” teriak Lana sambil menggoyang-goyangkan tubuh Key.



“Duh apaan sih Lan?” tanya Key dengan suara khas bangun tidur.



“Kamu ini tau ga sih sekarang jam berapa? Kamu ga sholat subuh ya!?” tanya Lana.



“Enak aja! Sholat lah tapi aku langsung tidur lagi, aku ngantuk banget.” Ucap Key.



“Ga bisa! Ga boleh tidur lagi, kamu harus segera mandi dan bersiap untuk ke pesta abang dan kak Belinda.” Ucap Lana sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Key.



“Kenapa harus buru-buru sih Lan? Bukankah kita hanya pesta keluarga saja?” tanya Key.



“Tidak! Pestanya akan di adalah di hotel keluarga kak Belinda, dan mereka mengundang rekan-rekan bisnis mereka juga karena akan meresmikan pertunangan abang dan kak Belinda sekalian mengumumkan tanggal pernikahannya.” Ucap Lana.



“Apa?! Kenapa mendadak sekali? kenapa tidak ada yang memberitahuku?” tanya Key yang langsung duduk karena terkejut.



“Aku juga baru tau tadi, tadi mamaku, mami kamu dan tante Rose berbicara seperti itu di bawah makanya aku langsung mencarimu.” Jelas Lana.



“Kenapa semua orang senang sekali menyembunyikan sesuatu dariku. Pertama kepulangan Audrey dan Ken ke Paris hari ini, sekarang acaranya tiba-tiba berubah menjadi acara yang di hadiri oleh rekan-rekan bisnis? Huh..” protes Key.




Melihat keterkejutan Lana, Key sangat tidak aneh karena saat pertama kali mendengar kabar itu diapun sama terkejutnya dengan Lana.



“Sudahlah jangan di fikirkan aku takut otakmu tidak akan sampai ke sana.” Ucap Key lalu beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi ke pesta.



Setelah hampir sejam Key di dalam kamar mandi, akhirnya dia keluar dengan wajah yang segar. Key melihat Lana yang masih duduk di tempat tidurnya sambil memainkan hpnya.



“Kamu masih di sini?” tanya Key.



“Iyalah, aku nungguin kamu soalnya kalo ga di tungguin aku yakin banget kamu bakal tidur lagi.” Ketus Lana.



“Ya ga gitu juga kali, aku juga kan ga mau dateng telat di acara abang Kenan dan kak Belinda.” Balas Key sambil mencari beberapa pakaiannya yang akan di pakai.



“Kamu bingung nyari pakaian lagi?” tanya Lana.



“Engga kok, aku sudah menyiapkan pakaian yang akan aku pakai di acara abang.” Ucap Key.



Key yang sudah mengambil pakaian yang akan dia kenakan berbalik untuk melihat Lana yang masih berada di tempatnya.



“Kamu ga mau keluar?” tanya Key.



“Kenapa aku harus keluar?”



“Karena aku mau ganti baju Lana,, kamu keluarah sekarang.” Perintah Key.



Akhirnya dengan terpaksa Lana keluar dari kamar Key dan menunggu sahabatnya itu di ruang tamu apartmentnya.



Sedangkan di bawah, mami Khansa sibuk meneliti para anak-anak muda seperti Ken, Rey, Elsa, Audrey, Lana dan Key. Namun mami Khansa masih belum melihat Key dan Lana turun ke bawah.



“Ken, kenapa Lana lama sekali memanggil Key?” tanya mami Khansa.



“Entahlah mi, mungkin Key sedang bersiap sabarlah sebentar lagi.” Ucap Ken.



Mendengar ucapan anak laki-lakinya mami Khansa hanya menganggukkan kepalanya dan pergi untuk memeriksa suaminya yang masih belum keluar dari kamarnya.



“Mas? Kamu kok ga keluar-keluar sih? Jangan bilang kamu menangis?” tanya mami Khansa yang baru masuk ke dalam kamarnya.



“Engga sayang, aku hanya sedang berfikir.” Ucap papi Kalandra.



“Berfikir apa?”



“Aku akan bilang kepada keluarga Belinda kalau Kenan harus di kenalkan sebagai anak kita dan juga anak Ryan.” Ucap papi Kalandra.



“Kenapa kamu tiba-tiba berfikiran begitu mas?”



“Sayang, kita tidak boleh egois. Kita harus sadar kalau Kenan adalah anak kandung Ryan, jika Kenan hanya di kenalkan kepada seluruh tamu sebagai anak kita bagaimana perasaan Ryan sebagai papa kandungnya?” tanya papi Kalandra.



“Aku juga akan membiarkan Ryan dan Rose yang berdiri di pelaminan mendampingi Kenan.” lanjut papi Kalandra.



“Mas, aku tau maksud kamu, tapi kita tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa memberi tau Kenan, kita harus membuat keputusan bersama dengan Kenan dan kak Ryan juga.” Ucap mami Khansa.



“Sayang, pernikahan Kenan ini hanya sekali seumur hidup, kalau tidak sekarang kapan lagi Ryan akan merasakan menjadi papa Kenan?”



“Mas aku mohon, kita bicarakan bersama setelah ini oke? Kita juga harus bicarakan ini kepada keluarga Belinda.” Ucap mami Khansa.



“Baiklah, sebelum para tamu undangan datang nanti, aku akan berbicara kepada tuan Sanjaya terlebih dahulu.” Ucap papi Kalandra.



Setelah berbicara, papi Kalandra segera mengambil jasnya yang tergantung di lemari dan mengajak istrinya untuk turun ke bawah bersama.



“Ayo sayang kita turun ke bawah.” Ucap papi Kalandra sambil mengulurkan tangannya untuk di genggam oleh istrinya.



Dengan senyum yang mengembang di wajahnya, mami Khansa langsung membalas uluran tangan suaminya dan dan menggenggam tangan suaminya dengan erat lalu turun ke bawah bersama-sama.