MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (KEPUTUSAN)


Jangan pulang kepada seseorang yang pundaknya tak bisa kau sandari. Jangan pulang kepada seseorang yang lengannya terlalu mudah untuk melepasmu pergi.




Elsa berjalan masuk ke dalam dengan mata sembabnya karena menangis setelah mendengar kenyataan yang membuatnya merasa bersalah. Di sana ada mama Rose yang memang ingin melihat keadaan anak perempuannya di kamarnya.



“Elsa?” panggil mama Rose yang kebetulan berpapasan dengan Elsa di depan kamarnya.



“Mama..?” jawab Elsa terkejut.



“Kamu habis dari mana malam-malam begini?” tanya mama Rose.



“A,,aku habis mencari udara segar ma hehe..”



Mama Rose mendekati anak perempuannya dan melihat secara teliti tubuh anaknya itu, mama Rose melihat ada yang aneh di wajah Elsa, mama Rose memegang wajah anaknya dengan kedua tangannya.



“Kamu habis menangis?” tanya mama Rose yang melihat mata sembab anak perempuannya.



“Eh, tidak ma Elsa baik-baik saja.” ucap Elsa dengan senyum yang di paksakan.



“Benarkah? tapi mama tidak merasa seperti itu. Kamu tau kan kalau mama ingin anak mama menganggap mama sebagai sahabat yang bisa di andalkan, kamu bisa menceritakan semuanya kepada mama.” Ucap mama Rose.



Dengan penuh keraguan akhirnya Elsa memeluk mamanya dengan erat hingga membuat mama Rose terkejut.



“Ma, kalau Elsa salah menilai seseorang berarti Elsa harus meminta maaf dan mengakui kesalahan Elsa kan?” tanya Elsa.



“Tentu saja sayang,, kenapa? Apa kamu salah menilai seseorang?” tanya mama Rose.



“Emm,, iya ma dan Elsa akan segera meminta maaf agar kesalah pahaman kami tidak berlanjut.” Ucap Elsa dengan senyum yang mengembang di wajahnya.



“Dengar ya sayang, mama ga suka kalau anak mama menilai seseorang dari luarnya saja, orang yang di luar terlihat bahagia belum tentu benar-benar bahagia, begitupun sebaliknya.” Jelas mama Rose.



Elsa mengangguk mengiyakan ucapan mamanya, dia bersyukur karena mamanya selalu bisa di ajak berbicara dan tidak pernah menyudutkannya jika dirinya bersalah.



Setelah selesai berbicara, mama Rose mencium kening anak perempuannya terlebih dahulu lalu menyuruhnya untuk tidur karena hari sudah sangat malam.



Elsa masuk ke dalam kamarnya dan melihat Audrey yang sudah terlelap di atas kasur, Elsa menuju kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci wajahnya, setelah itu Elsa naik ke atas kasur mencoba untuk memejamkan matanya.



Ke esokan paginya, para pelayan sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan semua orang yang ada di sana, sedangkan para tamu dan tuan rumah masih berada di kamarnya masing-masing.



Elsa dan Audrey sedang bersiap di dalam kamarnya, Audrey menanyakan penampilannya terhadap Elsa yang masih sibuk memoles wajahnya.



“Elsa, apakah aku bagus dengan warna rambut yang seperti ini?” tanya Audrey sambil duduk di sofa kamarnya.



Elsa yang tadinya sedang sibuk memoles wajahnya langsung berbalik untuk melihat penampilan Audrey.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611366452482.jpg)



“Yaampun Audrey! Kamu mewarnai rambutmu?!” tanya Elsa yang terkejut melihat penampilan Audrey.



“Iya aku pakai pewarna rambut yang di spray jadi kalau di cuci dengan air langsung hilang kok, kamu mau coba?” Audrey menawarkan Elsa untuk mewarnai rambutnya.



“Oh tidak deh, yang ada nanti kak Rey semakin tidak menyukaiku.” Ucap Elsa.



Audrey tersenyum mendengar ucapan Elsa, Audrey tau betul kalau Elsa sangat menyukai Rey karena hal itu sangat terlihat dari mata dan tingkah Elsa.



“Oh iya Audrey, bagaimana kamu bisa bertemu dengan kak Ken?” tanya Elsa.



“Kita sudah berkenalah kemarin tapi kamu baru menanyakan hal ini sekarang?”



“Hehehe maaf ya kemarin aku terlalu banyak bercerita tanpa bertanya balik kepadamu.” Ucap Elsa yang merasa bersalah.



“Tidak masalah Elsa, aku mengerti keadaanmu kok.” Ucap Audrey yang mencoba untuk menenangkan Elsa.



“Terimakasih karena sudah mau mengerti aku Audrey. Oh iya kamu belum jawab pertanyaanku loh..” ucap Elsa.




Elsa yang baru mengingat kalau dirinya ingin meminta maaf kepada Key langsung terkejut dan tiba-tiba terdiam karena dia heran kenapa Audrey bisa tau kalau dia mau meminta maaf kepada Key.



“Kamu kok tau kalau aku mau meminta maaf kepada kak Key?” tanya Elsa.



“Tentu saja aku tau, semalam sebenarnya aku terbangun dan ingin keluar untuk mencari udara segar namun saat ingin membuka pintu, ternyata kamu dan mamamu sedang bercerita di luar dan aku tidak sengaja mendengarnya, maaf ya..” Jelas Audrey.



“Tidak masalah, tidak perlu meminta maaf karena memang aku dan mama yang berbicara di tempat yang salah. Tapi kenapa saat aku masuk kamu sepertinya tertidur pulas sekali?” Ucap Elsa.



“Aku pura-pura tertidur karena aku yakin kalau kamu tau aku masih bangun, kamu pasti mengajakku mengobrol tanpa henti hahaha.” Ucap Audrey sambil tertawa.



“Kamu ini menyebalkan sekali!” ketus Elsa sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.



“Sudahlah jangan marah kepadaku, sekarang lebih baik kamu pergi ke kamar kak Key untuk meluruskan masalah ini.” ucap Audrey.



“Ayo ikut aku, aku takut kalau sendirian lagipula di dalam kamarnya pasti ada kak Lana juga. Mereka kalau sedang bersama sangat menyeramkan, bagaikan power rangers yang bersatu jadi raksasa.” Ucap Elsa.



Audrey tertawa mendengar ucapan Elsa, dia baru tau kalau Elsa juga bisa merasa bersalah.



“Baiklah ayo aku akan mengantarmu ke kamar kakakmu, tapi aku tidak bisa ikut campur dalam masalah kalian ya.” ucap Audrey yang di balas anggukan oleh Elsa.



Di kamar Key dan Lana, mereka sudah selesai bersiap dan masih berbincang-bincang satu sama lain di dalam kamarnya.



“Key, hari ini kamu harus menjawab lamaran kak Bernard kepadamu loh, apa kamu sudah memiliki jawabannya?” tanya Lana.



“Kak? Sejak kapan kamu memanggil om beruang kak?” tanya Key sambil mengerutkan keningnya.



“Sejak tadi, karena memang seharusnya kita memanggil kak Bernard dengan sebutan kak karena umurnya sama dengan abang Kenan. lagupula kamu dan kak Bernard akan menikah bukan?” ucap Lana.



“Apa?! Kata siapa aku akan menikah dengannya?”



“Tidak usah seperti itu, aku tau kalau kamu sudah menyukai kak Bernard hanya saja kamu tidak menyadarinya. Kak Bernard juga sepertinya sangat menyayangimu.”



“Aku bingung Lana, aku ini masih kuliah aku masih ingin menggapai cita-citaku, kalau aku menikah aku pasti sibuk mengurus suamiku juga, lalu apa aku bisa membagi waktu untuk pendidikan dan rumah tanggaku?” ucap Key dengan nada yang sedih.



“Key, jawaban ada pada dirimu. Aku tidak bisa mengatakan apapun karena kamu yang akan menjalaninya. Tapi aku hanya ingin bilang, kalau cinta tidak akan datang untuk kedua kalinya sedangkan kamu memiliki banyak waktu untuk memenuhi cita-citamu.” Ucap Lana.



Key langsung terdiam untuk menelaah maksud dari perkataan sahabatnya itu, dia masih bingung dengan pilihannya, dia takut kalau pilihannya akan membuat semua orang kecewa kepadanya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611366452479.jpg)



“Aku akan menikah! Kamu benar Lana, cinta tidak akan datang untuk kedua kalinya dan aku tidak ingin menyesal karena kebodohanku.” Tegas Key.



“Alhamdulillah,, akhirnya sahabatku akan menjadi istri CEO tampan hihihi.” Ucap Lana dengan antusias.



Di tengah-tengah perbincangan Key dan Lana tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu dari luar kamar mereka.



“Siapa Key?” tanya Lana.



“Entahlah, mungkin pelayan yang menyuruh kita untuk sarapan.” Ucap Key.



“Tapi ini masih jam berapa Key, tidak mungkin sarapan sudah siap jam segini.” Ucap Lana.



“Entahlah, sebentar aku akan membuka pintu dan melihat siapa yang datang.”



Key melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya, dia terkejut melihat Audrey yang berada di depan kamarnya.



“Audrey ya, kamu pacarnya Ken kan?” tanya Key dengan ramah.



“Iya kak, aku Audrey kita belum sempat berkenalan kemarin.” Ucap Audrey sambil menjulurkan tangannya.



“Oh iya, aku Key saudara kembarnya Ken. Oh iya ada apa kamu kemari?” tanya Key.



Tiba-tiba saja Elsa muncul dari balik badan Audrey sambil tersenyum canggung, Key yang melihat kemunculan Elsa sudah bisa menebak kalau adiknya itu ingin berbicara kepadanya.